sunarma.net

"Post: swamp eel in clear waterBudidaya Belut di Air Bersih" 's Comment(s):


Author: Edy Astono

Time: September 30, 2008 (6:56 am)

Yth. Rekan-rekan penghobby belut.
Saya tertarik dengan bisnis belut, tapi saya belum sempat menguji cobakannya. Kiranya rekan-rekan dapat bercerita banyak tentang belut dari mulai mencari bibit, pembiakan, pembesaran dan pemasarannya. Itulah harapan saya, saya juga masih baca-baca buku dan mempelajari tentang belut. Kalau rekan-rekan punya ide yang lebih baik tentang belut tolong email ke mail saya.

Salam,

edy astono – bontang/kaltim


Author: juragan

Time: Oktober 2, 2008 (11:18 pm)

bagi Anda yang ingin budidaya belut, sebaiknya SANGAT berhati-hati memulai: pastikan prosedurnya aplikatif dan adaptif di tempat Anda (tidak semua teknik budidaya bisa diterapkan pada kondisi yang berbeda), pastikan bisa mendapat BENIH belut dari budidaya atau tangkap tangan (bukan stroom listrik; akan lebih baik langsung dari penangkap dan bukan dari pengumpul), bila Anda mendapati praktisi yang “berpengalaman” minta pastikan perhitungan pertumbuhan dan reproduksi yang bisa didapatkan (ingat: budidaya dilakukan dalam lumpur sehingga susah mengontrolnya), dan pastikan Anda melihat langsung keberhasilan yang pernah diraih orang lain (bukan dari cerita orang atau hanya dari internet; ingat, ada orang yang mencari keuntungan dari ‘gegap gempita’ budidaya ikan).
selamat berkarya dan semoga berhasil


Author: belut ir bersih?

Time: Oktober 5, 2008 (11:27 pm)

wah menarik sekali pak, ditunggu hasilnya, saya sekarang lagi budidaya belut dengan lumpur siapa tahu, budidaya tanpa lumpur dapat lebih menguntungkan..salam..terima kasih


Author: yanuar rahadhian

Time: Oktober 19, 2008 (8:21 am)

saya pengin tau lebih jauh tentang budidaya belut..di mana saya bisa ndapetin benihnya?saya berlokasi di kebumen jawa tengah, saya bisa ndapetin yang terdekat di mana?terima kasih…


Author: dini

Time: Oktober 20, 2008 (1:44 pm)

saya S1 perikanan….sy tertarik dgn usaha belut….bs bantu informasi ttg benih dan cara budidaya yg baek?….kira2 klo mau d terapkan d daerah kediri bs tidak?….trims


Author: juragan

Time: Oktober 21, 2008 (9:43 pm)

@yanuar rahadhian #comment-129 dan @dini #comment-137: untuk daerah kebumen dan kediri, Saya belum dapat info penyedia benih belut. Mungkin ada pembaca lain yang bisa memberikan informasi! yang jelas benih HARUS bisa dipastikan hasil TANGKAP TANGAN atau BUBU bukan hasil STROOM.

@bayu #comment-138: yang dimaksud dengan pemijahan adalah perkawinan pada ikan, kebanyakan pembuahan (‘bercampurnya sperma dengan telur) terjadi secara eksternal (di luar tubuh induk). Pada ikan gurami, pemijahan dilakukan secara alami di kolam induk meskipun teknik pemijahan secara buatan sudah bisa namun belum aplikatif. Jumlah telur yang dapat dihasilkan sekitar 1.500-2.500 butir/kg induk betina. Namun karena tidak semua potensi telur dapat dikeluarkan pada pemijahan alami, jumlah telur biasanya berkisar 1.000-2.000 butir/kg, bergantung pada pakan induk dan lingkungan


Author: kang Manto

Time: Oktober 24, 2008 (1:21 pm)

Saya setuju ada rekan kita yang akan mencoba budidaya belut air bersih – artinya budidaya belut tidak pakai lumpur. Kalau percobaan itu berhasil saya pingin coba ikutan krb sy sudah punya tempat untuk itu. Rekan yang sdh mencoba tolong hasilnya di infokan kepada saya.

r.aguskmanto@yahoo.co.id


Author: soni tasik

Time: Oktober 25, 2008 (4:51 pm)

wah ide yang bagus nich aku juga sekarang mau ada rencana untuk budidaya belut secara gth aku dulu tinggal di tasik masih bayak belut yang di ambil dari alam,mudah2an kedepan nya bududaya belut lancar en sukses aza


Author: Yusni Marlina

Time: Nopember 14, 2008 (2:22 pm)

tolong minta informasi budi daya belut yg menggunakan kolam disemen ,krn saya baru mau mulai..yg bersedia tolong email e yusni.marlina@markplusinc.com…terimakasih


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Nopember 28, 2008 (11:14 pm)

Perkenalkan saya Budy Kuncoro.SPi,
Saya Ketua GOBES’s (Gabungan Orang Belut Semarang dan Sekitarnya)

Terus terang saya sudah melakukan Uji coba di air selama 4 bulan . dari 35 ekor bibit belut yang langsung diambil dari sawah, cuma mati 3 ekor.
Yang pasti hasil kesimpulan saya sementara bahwa : Belut sangat dipengaruhi oleh Suhu, perbedaan suhu yang sangat mencolokm akan membuat mereka stress dan mereka gampang kaget, jadi selama pemeliharaan di air harus tidak boleh terlihat oleh manusia(jangan sampai terganggu oleh gerakan apapun)


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Nopember 28, 2008 (11:50 pm)

Tanggal 14 November kemarin , kami diundang Exportir Ikan di Semarang untuk membahas Pasokan Quota Exspor yang harus terpenuhi 7 ton per Container. Untuk memasok sebegitu banyak , akhirnya kami berkumpul antar Ketua Belut di Semarang antara Lain
1. Bp Ali Mukdor : Ketua Belut Pati
Bp. H. Kokok : Ketua Belut Pati(Gabus)
2. Bp. Setiadi : Ketua Belut Demak
3. Bp. Abdul Hadi : Ketua Belut Mranggen Demak
4. Bp. Budy Kuncoro,SPi : Ketua GOBES’s Semarang
5. Bp. Nuh dan Bp. Zaenal : Ketua Communitas
Petani Belut Kendal(CPBK)
6. Bp. Stanley : Ketua Forum Belut Indramayu(FBI)

Hasil keputusan sementara adalah, diharapkan adanya suatu Assosiasi Belut Jawa Tengah.
Untuk penentuan Harga Exspor, Metode Budidaya yang cepat, Sertifikasi Benih yang Bermutu, Metode Pasca Panen, dan Pengenalan Hassap Budidaya.

Diharap untuk Para Ketua Belut khususnya yang berada di Jawa Tengah mohon kontak ke saya , untuk mendaftar. agar nantinya kami bisa me”Mapping” keberadaan petani belut dan sekaligus pasokannnya untuk memenuhi Kuota Exspor.

Yang baru daftar adalah :
Ketua Belut Sragen : Bp. Ari
Ketua Belut Jepara : Bp. Nur Fuad

Alamat Sekretariat Sementara :

Bp. Budy Kuncoro.SPi
Jl. Pleburan Barat no. 24
Semarang- Jawa Tengah
Indonesia

Saya Pribadi Berharap terhadap para Ketua-Ketua Belut : ” Kasihanilah Para Petani, Janganlah memberi metode yang kita anggap Benar(padahal kita sendiri belum pernah melakukannya), Mereka(para petani) sudah bersusah payah mencoba, namun berkali-kali gagal, sudah banyak uang mereka yang terbuang, sudah saatnya kita sadar,marilah menggabungkan ilmu kita, kepandaian kita,semangat kita untuk membantu mereka. Bisnis memang kita lakukan, namun sewajarnya. Masalah rejeki tetap Allah yang mengatur !”Saya sendiri pernah mengalami kegagalan dalam budidaya belut sampai 3 kali. namun Alhamdulillah sudah ada metode yang bisa panen 5~5.5 bulan menghasilkan size dibawah 7 ekor per kgnya. Saya akui Metode Yang Paling Baik adalah yang dilakukan oleh Ketua Belut Kendal.


Author: wawans

Time: Nopember 30, 2008 (5:01 am)

Salam..da informasi..benih belut bs di dptkan daerah banyu biru semarang.matur nuwun..


Author: Aris Setyawan

Time: Nopember 30, 2008 (7:42 am)

Bapak Budi dari Semarang, salam kenak

Untuk Budidaya Belut banyak yang membicarakan tetapi ide bapak bagus sekali untuk. segera direalisasikan alpen_mandiri@yahoo.co.id


Author: anna

Time: Nopember 30, 2008 (12:13 pm)

pak, saya tertarik untuk usaha belut tersebut. yang saya tanyakan untuk daerah jogja gimana cara mendapatkan bibit dan apakah sudah ada komunitasnya?
kalau sudah alamatnya di mana ya?
boleh tahu pengurusnya??
terimakasih


Author: juragan

Time: Nopember 30, 2008 (1:47 pm)

@Budi Kuncoro, SPi:
thanks infonya. Saya yakin akan berguna buat pengunjung blog ini dan siapapun yang berminat terhadap budidaya belut.
Budidaya belut di air bersih sedang saya lakukan, dan sejauh ini sudah menghasilkan informasi awal namun belum sampai tingkat efisien untuk diterapkan di masyarakat sehingga Saya belum bisa menampilkannya di blog. Berkait dengan hal tersebut, Tim kami juga sedang mengukur laju pertumbuhan belut sejak tingkat ‘larva’ (benih yang baru menetas) hingga mencapai tingkat konsumsi. Data tersebut akan berguna untuk membuat standar proses produksi belut (metode budidaya yang efisien dan sertifikasinya) hingga HACCP. Tentunya, proses penyusunan standar tersebut harus melibatkan semua stake holder.

@wawan, @aris, @anna:
silahkan hubungi nomor kontak terdekat yang disediakan pak Budi


Author: Budy Kuncoro,SPi

Time: Desember 2, 2008 (8:01 pm)

Yth Bp. Sunarma
Mohon ijin untuk memakai Forum anda.

Percobaan di air bersih saya dulu banyak mengalami kematian pak, apabila ada seekor yang mati, teman2nya ikut mati semua. hampir kematian sehari 1 kg benih. (kemungkinan serangan Aeromonas)
Suhu air sangat mempengaruhi, perbedaan 4 digit kelihatannya dapat membuat mereka stress. Mungkin didalam media air harus dikasih pralon2 agar supaya mereka tidak terganggu.
kalau kita lewat disampingnya , mereka tersentak kaget. penelitian saya dulu cuma saya kasih pakan ikan kecil2 pak, bagaimana dengan bapak ? Mari kita sharing dengan penelitian ini pak.tq


Author: Budy Kuncoro,SPi

Time: Desember 2, 2008 (8:06 pm)

Oh ya, pak Sunarya bisa kasih masukan
untuk menentukan (memilih ) Induk Pejantan ???
soalnya sekarang saya masih belum bisa memastikan,bahkan 3 orang ahli “sedek” belut pun tidak bisa, ciri2 Fisiknya bagaimana sebenarnya, soalnya Kloakanya sama antara yang jantan dan betina, kadang2 yang ukuran besarpun adalah betina ?? TRm Ksh


Author: juragan

Time: Desember 2, 2008 (8:30 pm)

Saya sangat senang bila kawan-kawan yang berminat pada budidaya belut menggunakan blog Saya untuk diskusi. Tentu, Saya akan selalu posting/update apapun yang sudah Saya capai pada kegiatan yang sedang dilakukan dan tidak akan ada yang disembunyikan!!!
mengenai temperatur: lokasi Saya di Sukabumi dengan rentang temperatur air 19 – 25 oC, fluktuasinya berjalan alamiah dan tidak mendadak. sejauh ini, Saya masih melakukan budidaya belut di air bersih dalam ruangan (indoor). secara teoritis, perubahan temperatur 4 digit yang mendadak dapat menyebabkan stress/kematian.
mengenai stress: tingkat stress relatif rendah, beberapa kali masih bisa menyaksikan aktifitas belut menangkap ikan kecil bahkan makan pakan buatan (melalui latihan terlebih dulu). pemberian paralon sudah dilakukan, meskipun Saya masih melihat beberapa paralon kurang efektif karena belut justru berkumpul hanya pada satu-dua paralon sehingga seperti berdesak-desakan.
mengenai kelamin: sampai saat ini, Saya belum mengetahui pembeda visual kelamin belut. Namun Saya sedang berkomunikasi secara intensif kepada beberapa ahli di China untuk menanyakan hal tersebut. mudah-mudahan dalam beberapa waktu ke depan Kita bisa mendapatkan informasinya. Saya berencana untuk melakukan pemijahan buatan pada belut.
mengenai sharing: kegiatan Saya saat ini diarahkan dulu mencari kondisi ekstrem dimana belut tidak bisa survive. bila kondisi ekstrem yang dapat menyebabkan stress/sakit diketahui (Saya lakukan termasuk identifikasi laboratoris pathogen), mudah-mudahan kita bisa mencari cara untuk menanggulanginya sehingga budidaya belut di air bersih dapat sukses.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Desember 8, 2008 (6:06 pm)

Yth. Bp. Sunarma

Pada saat penelitian , kondisi suhu berkisar 24oC ~ 29oC. mungkin pada saat perubahan musim. Belut kami banyak yang stress dan terjangkit penyakit “bercak-bercak ” merah. Sehari kurang lebih yang mati ada 2 kg, sekitar 250 ekor/ hari. pada kolam ukuran 1X 5 meter saya isi benih belut sekitar 20 kg. ini tanpa menggunakan pralon dan memakai air bersih. saya kasih pakan ikan-ikan kecil. Saya heran , ternyata belut bisa kaget(terhenyak) pada saat saya melewati kolam tersebut. mereka bergerak bersama – sama , seakan akan ketakutan.
Saya malah berpikir belut jangan sampai melihat kita, kalu melihat kita mereka “kaget” kalau sering kaget mereka jadi stress. dan kelemahan di air bersih bahwa tidak ada pakan alaminya seperti hewan renik air. serta tidak ada plankton yang menjaga keseimbangan pakn awal mereka. Apa tidak baiknya airnya kita “Hijaukan ” dulu pak ? ini sebagai bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya. Dalam penelitian saya, saya belum bisa menahan kematian belut. akhirnya sampai habis.
Mungkin dengan air Hijau, pemberian banyak pralon, pakan yang memadai, mungkin sebagai alternatif pertimbangan. Oh ya , saya juga memakai pakan “yuyu” sawah. Untuk Ph masa pemeliharaan , baiknya kita bikin asam atau basa pak ?
Terima kasih.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Desember 8, 2008 (6:11 pm)

Ma’af pak, pak Sunarma pernah menyinggung mengenai “Larva” belut, larva belut tersebut bapak dapatkan dari pembenihan skala laborat ataukan sistem tradisional memakai lumpur sawah ? saya seumur hidup baru sekali lihat pembenihan di daerah Demak Jawa Tengah. sisitemnya Kolam di dalam Kolam. Bagaima dengan sistem Pembenihan di Petani Jabar pak ? Mohon infonya, trm ksh


Author: juragan

Time: Desember 10, 2008 (4:29 pm)

termasuk beberapa saran diatas memang sudah Saya rencanakan lakukan pada tahap lanjut pengujian budidaya belut di air. Air hijau nampaknya akan lebih menjanjikan meskipun harus dicari cara untuk mempertahankan “warna hijau (plankton)” pada air yang dangkal. Sementara, pH air yang akan digunakan relatif normal, pada kisaran 6,5 – 8,5 (fluktuasi secara alamiah).
mengenai larva: sampai saat ini Saya masih menggunakan larva tangkapan dari bak induk (dengan lumpur). Pemijahan secara terkontrol akan dilakukan dalam waktu dekat, masih menunggu beberapa penjelasan yang saya tanyakan sama ahlinya di China. mudah2an lancar!


Author: muchlis

Time: Januari 2, 2009 (4:48 pm)

Pak saya tertarik dengan usaha belut ini,dan saya baru akan memulai.kira -kira dimana saya dapat belajar untuk menjadi petani belut.
saya tinggal di daerah parung bogor.mohon informasinya.terima kasih

sejauh ini saya baru memulai. perkembangan teknik budidaya akan disajikan lebih lanjut di blog ini


Author: dhedhe

Time: Januari 15, 2009 (4:09 pm)

saya sangat tertarik sekali dengan budidaya belut. terus terang sampai saat ini saya masih kesulitan dalam mencari bibitnya. beberapa hal yang membuat saya bingung adalah mengenai ukuran belut yang akan dipelihara. selama ini belut yang dijual di pasaran berukuran >25 cm. jika kita beli dan pelihara,apakah saat panen nanti ukurannya tidak terlalu besar? karena masyarakat daerah tempat saya tinggal lebih suka belut yang berukuran < 30 cm. thank infonya.

memang benar, usaha budidaya harus menghasilkan ikan sesuai dengan kebutuhan pasar. kalo pasar menghendaki size 30 cm, tentunya Anda harus memulai dari size yg lebih kecil agar margin profitnya lebih besar.
Saya belum produksi benih belut size tersebut, tapi mungkin ada pengunjung lain yang punya. mohon memberikan infonya


Author: bambangsudasto

Time: Januari 21, 2009 (3:49 pm)

saya tertarik dengan budidaya belut mohon informasi dimana bisa mendapatkan buku2 tentang budidaya belut . Saya tinggal di jalur pantura daerah sukamandi kira2 dimana yang dekat beli bibit dan menjualnya kemana bila berhasil, terima kasih


Author: monang napitupulu

Time: Januari 22, 2009 (7:10 pm)

saya sekarang sdh budidaya lele dan saya ingin coba belut mohon diberitahu diaman saya dpt beli bibitnya terimakasih


Author: arie

Time: Januari 29, 2009 (10:29 am)

pak saya tertarik untuk budidaya belut, saya di madura. untuk mendapatkan bibit belut di daerah madura atau sekitarnya yang dekat madura dimana ya pak?? mohon informasinya dan terima kasih!!!!


Author: athur yusri

Time: Januari 30, 2009 (9:44 am)

saya sudah bikin kolam belut tapi benihnya susah dicari,dimana ya ada yang menyediakan benih belut?
tolong ya pak/buk infonya tentang benih belut.


Author: Timur

Time: Januari 30, 2009 (3:34 pm)

Tlg kasih tau tmpt mencri bibit belut dikab.pekalongan atau yg lebih dekat..terima ksh


Author: Deni

Time: Januari 31, 2009 (7:52 pm)

Bagi teman2 yang punya informasi cara mendapatkan bibit belut disekitar serang/banten tolong kasih informasi.
Soalnya saya tertarik untuk mencoba budidaya belut.

Thanks


Author: juragan

Time: Januari 31, 2009 (9:16 pm)

bagi yang mengetahui info bibit belut, mohon agar bisa share disini!
bagi yang memerlukan bibit melalui blog ini, sebaiknya menyebut daerahnya sehingga yang memiliki info bibit dapat kontak langsung. mohon juga agar mengisi alamat email yang valid sehingga dapat dikontak lanjut!


Author: hariyanto

Time: Februari 1, 2009 (12:20 am)

teman,aku di sidoarjo.kalo butuh bibit dan info yang dekat kemana ya ? mohon infonya……
\makasih


Author: hariyanto

Time: Februari 1, 2009 (12:45 am)

hariyanto031@gmail.com


Author: iwan

Time: Februari 2, 2009 (12:11 pm)

Yth,
saya tertarik untuk memulai usaha budi daya belut, namun sebagai tahap uju coba juga karena lahan saya terbatas hanya sekitar 2m x 2m bisa gak pak. kemudian dimana saya bisa membeli bibit belut saya tinggal di daerah perumnas tanggerang setelah siap panen kemana saya bisa menjual belut tsb. terima kasih

untuk coba2, bisa digunakan. tentang pemasaran, Saya tidak mengetahui, mohon maaf!


Author: Moeri

Time: Februari 2, 2009 (8:33 pm)

wah menarik nihh… rekans yang seputaran Medan ada gak ya yang bisa diajak sharing on the spot, sekalian pengen dapetin bibitnya neeh, ayoo Medan dan sekitar


Author: Aed Apendi

Time: Februari 7, 2009 (1:13 pm)

Aku hanya membaca ide2 yang anda2 tuliskan biar aku mengerti end of nya gimana, baru…. bersikap

Dipasar peterongan semarang kekurangan, kalau aku mau beli kemarin jawabane…..belut sedang kosong mas. lokal aja kekurangan


Author: mutiarasani

Time: Februari 9, 2009 (10:18 am)

salam kenal pak Sunarma, pak Budi Gobes, hasil percobaan dari pak Sunarma ini sangat dinanti oleh para petani, saya hanya melakukan percobaan kecil-kecilan di belakang rumah dan coba sharing, kebetulan ada temen yang juga penyedia bibit, pak Ali namanya. saya mencoba membuat forum diskusi untuk belut , namun masih jauh dari pencerahan, semoga pak Sunarma bersedia menjadi narasumber, terimakasih


Author: carlo tendean

Time: Februari 9, 2009 (8:46 pm)

mas punya teman yang sukses membudidayakan belut d daerah surabaya atau sekitarnya?saya mau lihat langsung cara membudidayakn belut,


Author: carlo tendean

Time: Februari 9, 2009 (8:49 pm)

mas klo pake kolam terpal,umur terpal tersebut bisa sampe berapa tahun?

biasanya 4 tahunan, bergantung pemakaian dan pemeliharaan. Bila terjadi kerusakan kecil (bolong atau sobek) bisa ditambal dengan bahan sama menggunakan perekat.


Author: iskandar sjahromulhadi

Time: Februari 10, 2009 (8:11 am)

met kenal pak budy kuncoro dan juragan….?
saya berdomisili di cirebon…..dan tanggal 8 feb yang lalu saya sempat mengikuti acara panen belut dan cara2 memelihara pakan belut ( cacing, kodok dsb ) didaerah kuningan sangkan erang pembicaranya sekaligus peternaknya adalah bapak akhmad sarkan…
disitu saya mulai tertarik untk ikut serta membudidayakan belut cuma saya tidak terlalu suka dengan lumpur…
jadi bagaimana hasilny juragan ama bp budi mengenai budidaya belut di air bersih…
saya tunggu perkembangannya…
wass


Author: didik

Time: Februari 11, 2009 (12:16 am)

mohon informasi pak, penyedia bibit belut di sekitar solo atau jogja, saya jg berminat budidaya belut. matur nuwun.


Author: bush

Time: Februari 17, 2009 (1:04 pm)

Pak saya tertarik dengan usaha belut ini,dan saya baru akan memulai.kira -kira dimana saya dapat belajar & mendapatkan benih
saya tinggal di lamongan,mohon informasinya.terima kasih

sejauh ini saya baru memulai. perkembangan teknik budidaya akan disajikan lebih lanjut di blog ini


Author: Ana

Time: Februari 17, 2009 (1:38 pm)

Sore Pak,
Saya ingin tau dimana mendapatkan bibit belu di wilayah Bali,Jatim,ntt

Terima kasih


Author: nawawi

Time: Februari 17, 2009 (2:36 pm)

sore pak jogja udah ada komunitasnya belum? kalau ada bisa menghubungi siapa ya? trimakasih


Author: yogi sokmana

Time: Februari 18, 2009 (7:34 am)

saya tinggal di Serang Banten , untuk Juragan tolong dong informasi penjual benih belut didaerah saya dan artikel ternak belut yg baik 3 thn lagi saya pensiun jadi akan mencoba ternak belut dari sekarang mohon bantuan teman teman peternak belut yang membaca artikel ini , apakah ada peternak sistem patner di Serang Banten jika ada mohon informasinya alamat dan telp/hp / email terima kasih semoga Allah membalas semua kebaikan teman teman semua


Author: yogi sokmana

Time: Februari 18, 2009 (7:36 am)

saya tinggal di Serang Banten , untuk Juragan tolong dong informasi penjual benih belut didaerah saya dan artikel ternak belut yg baik 3 thn lagi saya pensiun jadi akan mencoba ternak belut dari sekarang mohon bantuan teman teman peternak belut yang membaca artikel ini , apakah ada peternak sistem patner di Serang Banten jika ada mohon informasinya alamat dan telp/hp / email terima kasih semoga Allah membalas semua kebaikan teman teman semua


Author: muhidin

Time: Februari 22, 2009 (1:03 pm)

wah menarik sekali budidaya belut di air bersih, saya tunggu hasil penelitian bapak lebih lanjut…


Author: tri

Time: Februari 27, 2009 (12:00 pm)

ada suplier belut di jogja nggak ya
butuh belut banayk 1ons an


Author: wakid

Time: Maret 8, 2009 (6:33 pm)

saya tertarik u budidaya belut?beberapa buku telah say baca tapi tdk ada yang menjelaskan terperinci mengenai budidaya belut ini….mohon bantuannya kemana saya harus konsoltasi…trims


Author: dnee

Time: Maret 9, 2009 (4:33 pm)

mohon informasi penyedia benih belut di madiun, semarang, dan sumedang. terima kasih


Author: dnee

Time: Maret 9, 2009 (4:35 pm)

mohon informasi penyedia benih belut di madiun, semarang, dan sumedang. bisa langsung kirim imel terima kasih


Author: jikun

Time: Maret 10, 2009 (4:47 pm)

mohon info, saya tertarik dg budidaya belut ini dan ingin segera merintis.
bagi yang tau, harap share, dimana mendapatkan bibit belut di daerah saya purwokerto, banyumas…?
makasih


Author: ajat tyaz

Time: Maret 10, 2009 (9:08 pm)

saya ada komunitasnya 7 bln ke depan kami baru panen, contak person indramayu


Author: turisno

Time: Maret 16, 2009 (2:16 pm)

Selamat siang
Saya tertarik dengan informasi Saudara
Bagamana untuk daerah dingin seperti dilereng gunung slamet (
BATURADEN) apaakah cocok untuk budidaya dan pakan nya apa?
terima kasih


Author: athutomo

Time: Maret 17, 2009 (1:50 am)

Saya belutter pemula.dari Kudus ..stlh 3 bulan baru berhasil membuat media (kunci utama)…dgn pakan alami sesuai teori dari p Danar& p Kuncoro….hari ini sudah memasukkan bibit 5 kg pd kolam ukuran 3x1m2.banyak temen yg saya pandu utk sama2 mulai kegiatan ini….salam….ath-kudus


Author: jumadi

Time: Maret 17, 2009 (10:25 pm)

terimakasih infonya di blog ini semoga bisa sangat bermanfaat bagi orang lain yg ingin berwira usaha di bidang peternakan belut, saya mohon infonya bagi yg tau penyedia atau penjual bibit belut di sekitar solo harap memberitahu saya, karena saya tertarik usaha belut dan ingin mencoba dulu kecil – kecilan, sekiranya ada yg tau penjual bibit belut harap hubungi saya di email
atas infonya saya ucapkan banyak terima kasih


Author: Amir

Time: Maret 20, 2009 (5:52 pm)

Kalau ada info mengenai budidaya belut di air bersih tanpa pake lumpur, tolong saya dikasih tau dong!! caranya, saya mau nyoba di kampung saya di Demak Jawa Tengah, Salam buat Bp. Budi Kuncoro, salut dengan idenya, trims


Author: athutomo

Time: Maret 22, 2009 (11:51 pm)

Salam Beluter,….
Mohon petunjuk bapak2 senior 1. Bgmn cara mencegah penyakit akibat aeromonas?( bagian rahang bawah ada garis merah / bintik merah….shg belut kelihatan lemas…dan akhirnya mati.Terima kasih..AThutomo Kudus.


Author: arifin

Time: Maret 23, 2009 (10:09 am)

tolong kasih tahu bibit belut untuk daerah pati


Author: rita

Time: Maret 23, 2009 (12:03 pm)

Pak, mohon informasinya, untuk budidaya belut di kalimantan, dimana saya bisa mendapatkan benihnya karena di kalimantan jarang ada sawah, saya di samarinda, kaltim, terimakasih


Author: achmad cahyana

Time: Maret 23, 2009 (3:48 pm)

tolong saya di informasikan atau di libatkan dalam forum ini jika ada perkembangan yg terbaru – sebentar lagi saya MPP


Author: Syailendra

Time: Maret 24, 2009 (11:54 am)

pak tolong Juknis budidaya belut dan di Batam bagaimana cara memperoleh bibit/indukan. trims


Author: ahmad karwafi

Time: Maret 25, 2009 (8:18 am)

saya mau mencoba budidaya belut dimana yah bisa belajar,saya tinggal di depok.


Author: Purwanto

Time: Maret 25, 2009 (3:19 pm)

Pak, mohon informasinya untuk mendapatkan bibit belut di wilayah Semarang / Salatiga. Kalau pemasarannya susah apa nggak ya Pak ? Kalau ada yang mau kasi informasi silahkan kirim langsung ke email Terima kasih.


Author: jumadi

Time: Maret 25, 2009 (8:14 pm)

untuk mencari bibit belut di sekitar solo ada di daerah mana yg’ bagi yg tau mohon informasinya


Author: Mang Heran

Time: Maret 26, 2009 (8:10 am)

Duh ramainya soal belut. Semuanya ingin memelihara belut.
Apa nggak ada yg ingin memelihara ular? Atau memelihara
burung rajawali, misalnya? Atau memelihara pohon pisang? Atau jengkol, pete?
Maaf, sekedar heran saja.
Terimakasih.


Author: pdo3004

Time: Maret 26, 2009 (10:57 am)

@ Mang Heran,
Kalau mang Heran masuk blog-nya pemelihara ular, mungkin semakin heran, koq ga ada yg pingin memelihara belut ?


Author: ipe

Time: Maret 27, 2009 (4:25 pm)

salam,

sy di jakarta, ingin sekali usaha ternak belut. dimana saya bisa ikut pelatihan untuk ternak belut ya?


Author: Eric

Time: Maret 28, 2009 (11:14 pm)

Saya baru saja membaca blog ini, karena saya sedang mencari informasi mengenai budidaya belut, saya sangat tertarik dan ingin menggeluti bidang ini, apakah ada dari rekan beluters yang bisa membantu memberikan informasi yang akurat. saya akan mencoba dan bereksperimen namun bagaimana saya mendapatkan bibit nya. apakah sudah ada komuitas untuk daerah cirebon atau wilayah yang dekat dengan cirebon. terima kasih atas jawaban dari rekan2 semuanya.


Author: Wahyu

Time: Maret 30, 2009 (1:12 pm)

wah bagus yaa….forum ini…saya jadi tertarik dengan bisnis ini…saya juga minta info penjual bibit belut di sekitar Sukabumi, dan Purwakarta…. sebab saya bertempat di 2 kota tersebut. sebelum ke tempat yang luas saya mau experimen pada drum saja dulu… klo hasilnya bagus saya mau pindah ke tempat yg luas…sekalian minta info pemasarannya.

demikian dari saya terimakasih. Wahyu Thea


Author: Ali Basarah

Time: April 6, 2009 (10:58 am)

Dear All…

Beberapa minggu ini saya mempelajari cara budi daya belut ini…
namun saya sudah mencari bibit belut yang baik, namun lumayan susah mencarinya…
saat ini saya berdiam di Sumatera Selatan – Palembang…
Apakah rekan2 memiliki jaringan bibit yang baik sampai sumatera yach ???

Thx b4 atas infonya…

salam,


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: April 6, 2009 (4:52 pm)

Pecinta belut Yth.
Sekarang saya sudah bekerja sama dengan petani pengepul benih belut dari Semarang di daerah atas. sistemnya dengan menggunakan penjepit. namun hasilnya baru kurang lebih 10 kg benih belut per minngu. Saya berusaha benih yang saya jual ke petani Belut benih yang berwarna “kuning” dan atau yang “hijau muda rata kecoklatan” dan hasil laporan dari beberapa petani benih tersebut cepat perkembangaanya, selama 1 bulan pemeliharaan dengan pakan yang tercukupi bisa sebesar jari tengah kecil sedikit. Namun sementara stok saya utamkan untuk petani Semarang dan sekitarnnya dahulu karena sangat terbatas,trm ksh


Author: Thomas

Time: April 7, 2009 (4:50 pm)

@ Mang Heran, saya juga heran ama anda. lah udah jelas blog belut kok nanyanya gituh. aneh aja sampeyan. kok nggak nanya sekalian kenapa nggak mlihara singa? saya mlihara singa tuh dirumah, singa jingkrak peugeot 406 hehehehe…
@ pengasuh blog, kok belom ada jawaban yg signifikan ya ttg pemasok bibit? mungkin bisa direlease disini kalo punya data? Saya juga pengen kalo ada info pemasok bibit di solo.

@mang Heran: untungnya, dari nama yang Anda tulis, Saya bisa memahami keheranan Anda. Tapi memang bener seperti kata @Thomas, ini blog ikan (termasuk belut) bukan blog lainnya. btw, Saya seneng mang Heran sudah memberi komentar
@Thomas tentang belut: memang benar Saya belum memberi jawaban yang signifikan. Rasanya cukup jelas pada postingan ini, bahwa Saya ingin berbagi ide dan menjelaskan pekerjaan yang AKAN Saya lakukan agar juga bisa ada yang berbagi cerita/pengalaman.


Author: Ikhwan

Time: April 7, 2009 (7:09 pm)

asalamualaikum juragan saya ikhwan yg dlu pernah d indoor dari IPB tmnna s moey, gini juragan saya mau cba budidaya belut kira2 langkah2 apa yg mesti saya ambil soalnya baru pertama kali….kira2 lahan bogor / cigombong bagus ga untuk belut ??? dan kira2 saya bsa dapat indukan / bibit dimana yach ? bogor / sukabumi ? ap langsung ke tempat juragan aja ?? he… dan klo ada info harga dari bibit / indukan itu sendiri. haturnuhun sateacanna juragan. d tunggu emailnya juragan . wassalam


Author: andhika

Time: April 8, 2009 (11:01 am)

perkenalkan saya andhika. saya tinggal di sulawesi tenggara kota kendari. saya ingin sekali budidaya belut soalnya saya punya kolam lumpur yang lumayan luas dan di depan rumah saya juga ada kolam semen untuk budidaya air bersih. tapi yang jadi masalah, dimana pemasaran belut di kota kendari atau paling tidak di sulawe tenggara atau sulawesi selatanlah yang terdekat. trims. kalau ada yang bisa bantu ngasi info tolong dikabari yah..


Author: iwaynet

Time: April 12, 2009 (6:07 pm)

apakah wajar bila baru menabar bibit belut banyak yang mati,kira-kira berapa lama


Author: igoo

Time: April 13, 2009 (9:59 pm)

permisi…. saya mo numpang tanya pak, klo mau usaha belut gimana ya? kebetulan saya ada lahan yg bisa dipakai, walaupun tidak terlalu luas, tapi cukup. sementara ini sebagian lahan sudah saya isi dengan lele, dan saya ingin mengembangkan ke belut, bisa minta tolong info tentang seputar belut, bagaimana cara memeliharanya, dimana mencari bibit dan dimana tempat untuk membuang hasilnya, karena saya buta sama sekali tentang belut. jika ada yang berkenan untuk memberikan informasi tersebut, mohon di emailkan , terimakasih atas perhatiannya, salam
igoo


Author: igoo

Time: April 13, 2009 (10:01 pm)

mohon maaf, ada yang kurang, saat ini saya berdomisili di tegal, jika rekan rekan petani belut ada yang berdomisili di tegal dan sekitarnya mohon informasi dan bantuannya
terimakasih


Author: Najib

Time: April 14, 2009 (10:36 am)

saya juga yang termasuk tertarik untuk mencoba budidaya belut ini, baik pakai lumpur atau air bersih, karena saya didaerah kendal – Jateng, bisa minta alamat komplit dari ketua peternak belut kendal gak..ya..? atau terima kasih lah… kalau ada teman-teman yang mau kasih bahan untuk beternak belut ( soalnya masih “NOL” Besar nich…) bisa ke alamat


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: April 15, 2009 (4:13 pm)

Untuk Ketua Belut Kendal namanya Bapak Nuh
Untuk pemasok bibit belut dari Solo setahu saya silahkan menghubungi bapak Tony Wardan


Author: gandhes

Time: April 15, 2009 (10:54 pm)

Untuk pak Budi Kuncoro dan rekan2 beluter, mohon alamat pemasok bibirt untuk daerah serang, banten.


Author: Rudiana

Time: April 16, 2009 (7:45 am)

saya ingin belajar dan mempraktekan budidaya belut, saya mohon petunjuknya untuk daerah bandung, sebelumnya saya ucapkan terima kasih


Author: dudik

Time: April 16, 2009 (11:31 am)

saya adalah pemula dalam budidaya belut,sebelumnya saya mohon petunjuk sebaiknya pembuatan kolam yang baik gimana krn saya pernah baca ditabloid ada yg pake air mengalir,ada juga yg pake media lumpur.saya tinggal disurabaya dimana dikenal daerah yang suhunya panas. untuk info bisa dibagi


Author: widi

Time: April 18, 2009 (8:22 pm)

pak tolong saya minta alamat da no tlp orang jual benih dan pelatihan belut


Author: imam

Time: April 26, 2009 (11:19 pm)

pak sy sangat ingin sekali bs cara dudidaya belut, dimana sy bisa mendapatkan benih nya


Author: imam

Time: April 26, 2009 (11:24 pm)

pak sy sangat ingin sekali bs cara dudidaya belut, dimana sy bisa mendapatkan benih nya, bs minta nomor hp bapak….?


Author: fauzi

Time: April 28, 2009 (12:03 pm)

selamat siang mas, ni dari ponorogo : klo menurut mas, budi daya belut itu menjanjikan ndak to? saya kan tahu nya hanya baca2 aja… mungkin mas bisa ngirim tata cara pembudidayaan belut.. ke emil saya, terima kasih..


Author: arifin

Time: April 28, 2009 (1:54 pm)

Salam kenal pak,
a. sy minta tolong Infonya untuk Pembudi Daya Belut diRembang, sudah banyak belum dan didaerah mana ??
b. Kemana, dimana dan dengan siapa sy bisa belajar budidaya belu ?

Saya tinggal di Rembang tepatnya di pesisir, saya dulu pernah mencoba budidaya Lele di terpal hasilnya pun lumayan, sebelum berhasil sy diketertawakan orang2 tapi sekarang mereka pada ikut budi daya Lele diterpal dan ahirnya mereka bs ikut merasakan jerih payahnya merawat Lele diterpal. sekarang saya pingin membuka lahan baru untuk saya sendiri dan mereka yg mau belajar untuk maju.

Mohon kasih penjelasannya ke Email saya Pak, trimakasih.


Author: aan ab

Time: April 29, 2009 (1:21 pm)

bapak yang ahli dalam budidaya belut, mohon informasinya apakah budidaya belut apakah berpotensi jika dikembangkan dijakarta mengingat cuaca jakarta yang panas. Dan untuk pemasok bibit belut disekitar jakarta serta tempat pelatihan budidaya belut dimana? Terima kasih atas infonya mengingat budidaya ini mempunyai potensi yang bagus dimasa datang.


Author: Hilda Harijono

Time: April 29, 2009 (11:01 pm)

bapak yang ahli.. saya mulai minat dengan budaya belut. saya ada di surabaya. Buku- buku mana yang bapak anjurkan untuk saya baca. Benihnya bisa didapat dimana di sby?
mohon infonya ya pak…


Author: cholik

Time: April 30, 2009 (8:41 am)

salam kenal dan sukses untuk semua rekan beluter……
mohon infonya, apa disekitar sidoarjo/jatim sudah ada yang menjual bibit belut…..soalnya kasihan lahan yang terpakai ditumbuhi rumput….hi hi hi


Author: cholik

Time: April 30, 2009 (8:42 am)

lupa email.


Author: Teguh Wargiyanto

Time: Mei 1, 2009 (9:54 pm)

Salam kenal,,
saya tinggal di pekanbaru. Akhir2 ini teman dikantor asyik ngomongin soal belut dan saya jadi tertarik. Mohon dibantu, dimana saya bisa dapatkan bibit belut yang bagus?


Author: Angyadi

Time: Mei 2, 2009 (3:41 pm)

Wah Bagus nih….Ikutan ya..


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Mei 4, 2009 (10:30 am)

Ma’af saya hanya mengetahui pembudidaya di sekitar jawa tengah, terutama di derah Pantura.

Untuk pak Teguh W, usahakan mendapat bibit dari daerah sekitar Bapak, karena bibit seukuran jari (finger ling) cuma kuat dalam perjalanan tidak lebih dari 4 jam, itupun kematian( Mortalitas ) , antara 10 sampai 20 %.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Mei 4, 2009 (10:33 am)

Untuk Mas Cholik……
Wah ini aneh….Bibit belut terbesar pasokannya dari Jawa Timur… yaitu Lamongan , Blitar dan Malang, Surabaya juga ada……..Namun Hati-hati …!!!!…..Benih belut yang dari Jawa Timur rata-rata kecampuran dengan benih yang berwarna hitam,,,,jenis belut yang lama sekali pertumbuhannya….yang sebenarnya di pasok ke daerah Klaten Jateng untuk dibikin Kripik belut


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Mei 4, 2009 (10:44 am)

Tolong pak Sunarma. …di ON kan…
Ada petani saya yang sudah berhasil membudidayakan Belut di Air bersih…sampai 4 Bulan, tebar 5 kg (1 kg isi 120 ekor ) mati cuma 40 ekor. Jangka waktu 4 bulan, hasilnya seukuran jempol tangan, tapi ada yang seukuran jempol kaki. Pakan cacing sutera, ikan cethol dan cacahan cacing tanah. Dia juga pakai water pump. Pergantian air 2 hari sekali setelah tebar pakan. Namun baru sekali berhasil saya belum berani mengumumkan. rencana saya suruh coba sekali lagi. Dan saya mau teliti lebih dahulu…………………………..Saya yakin Belut itu Rumusnya Cuma 1. Air Harus Jernih(bersih) dan 2. Suhu ( pengaturan Suhu ). Kalau perihal pakan itu wajib…


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Mei 5, 2009 (5:32 pm)

Pak Sunarma………..Wah Kelihatannya belut sudah mulai digembar – gemborkan lagi….Tapi saya sangat yakin banyak petani yang gagal !!! Mereka belun tahu benar metoda dan Persiapan pakannya. Baiknya kita berkumpul bersama membahasnya….kalau bisa dengan pak Ifan Gunawan yang dari Kuningan JABAR, beliaunya sangat intens ke Masyarakat. Membantu memecahkan problema budidaya, namun tidak diikuti dengan Kebohongan Publik (rekayasa).


Author: imbar

Time: Mei 5, 2009 (7:51 pm)

Saya tinggal di purwakarta. saya mau nyari bibit ukuran 1 kg 250 – 300 ekor. kira-kira ada yang tau ga dmn ya? kalo ada info kasih tau ya!!! thanks a lot


Author: imbar

Time: Mei 5, 2009 (7:54 pm)

buat pak budi bisa minta alamat e-mailnya? mau kumpul di mana neh


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Mei 6, 2009 (12:09 pm)

Insya Allah kemungkinan saya ke Cirebon selama 4 Bulan , saya akan menemui pak Ifan Gunawan, saya juga rencananya mau mengundan Bp. Stanley ( Ketua Belut Indramayu ). Mungkin kalau ada kesempatan bisa ketemu pak Sunarma di Sukabumi. Rencana Aplikasi ” Budidaya Belut di Air Bersih” di kolam petani untuk daerah yang berhawa panas ( Pantura) dan membicarakan rancang bangun “Alat untuk menangkap Anakan (Benih belut) dalam Lumpur” . Kita sebenarnya tidak usah pusing-pusing memilih jantan dan betina untuk dikawinkan, Ingat Belut adalah Hermaprodit seperti cacing, sekali kita beli benih seharusnya tidak usah beli benih seterusnya, karena mereka kawin dengan sendirinya. dan saling kawin mengawini antar sesama. Saya pernah menemukan seukuran bibit ya mereka bertelur namun pernah juga 2 kali menemukan yang seukuran 1 kg isi 7 ada yang bertelur. Malah telurnya banyak. Do’akan saja semoga Allah meridhoi, besoknya petani bisa pelihara belut di air bersih dan sekali beli benih tidak usah beli benih selamanya.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Mei 6, 2009 (12:23 pm)

Kepada Bp. Gandhes…..Usahan beli bibit belut di daerah bapak sendiri…usahakan jangan beli bibit dari luar daerah kalau tidak terpaksa….rata-rata kalau beli benih dari luar daerah …karena pengangkutan ….kematian setelah tebar di kolam dan selang 2 minggu setelah penebaran adalah 10 %- 20 %. Itupun kalau media bapak tidak ” Bermasalah”


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Mei 6, 2009 (12:26 pm)

Kepada Bp. Arifin…..
Pak, saya orang Pati…nanti kalau pas saya pulang ke Pati kita bisa ketemu disana.


Author: bayu

Time: Mei 7, 2009 (9:56 am)

saya pengin budidaya belut untuk dapatkan benih belit dimana mhon email ke saya


Author: munajat

Time: Mei 8, 2009 (9:15 pm)

kalau belajar di gobes hasil panennya bisa ditampung ga nih


Author: munajat

Time: Mei 8, 2009 (9:18 pm)

kalau belajar di gobes hasil panennya bisa ditampung ga nih


Author: ajang sudrajat

Time: Mei 10, 2009 (5:08 pm)

mohon informasi alamat penjual benih belut,dan pembudidaya belut yang didaerah sukabumi


Author: ajang sudrajat

Time: Mei 10, 2009 (5:11 pm)

kalo ada info penjual benih belut. pembudidaya belut dan eksportir belut didaerah sukabumi or jawa barat tolong email.trims


Author: Kafi

Time: Mei 11, 2009 (9:22 am)

Sebelumnya saya mengucapkan banyak terimakasih atas berbagai info mengenai belut dan yang terkait dengannya. Jujur saya katakan saya sangat berminat untuk budidaya belut. Saya tinggal di lamongan, dan akhir-akhir ini saya sering browsing untuk mencari informasi bagaimana cara beternaik yang baik. Kendala awal saya untuk beternak belut adalah saya kesulitan mendapatkan bibit belut. Kalau ada yang mengetahui tolong diinformasikan ke email saya yaaa. terutama bibit belut yang ada di daerah lamongan dan sekitarnya.


Author: Hengky Ardiansa

Time: Mei 11, 2009 (8:28 pm)

Salam kenal buat juragan.
Mohon bantuan informasinya, sekitar 3 bulan lalu saya coba budidaya belut dengan media lumpur, kedebong pisang, dan pupuk urea dengan perbandingan yg sesuai pada buku dengan kolam ukuran 2 x 3 mtr dengan pematangan media dalam kolam selama 3 minggu. setelah itu di isi dengan bibit 30 kg.
Pada hari pertama belut terlihat beringas/stress ketika dimasukkan ke kolam dan pada hari2 berikut kematian terus menerus dalam jumlah banyak. setelah saya perhatikan pada belut yg mati terdapat luka pada tubuhnya dan pembekakann pada bahian dubur.
Mohon bantuannya juragan untuk solusinya.terima kasih


Author: budi

Time: Mei 11, 2009 (11:48 pm)

salam kenal,nama saya budi.saya tinggal di jepara. saya ingin belajar menjadi petani belut.kalau ada yang tahu alamat atau no telpon pak fuad,petani belut dari jepara, tolong kirim lewat email terima kasih


Author: antot

Time: Mei 12, 2009 (2:48 pm)

saya anto dari Medan,
saya kesulitan mencari benih belut di daerah Medan
kalau ada info kabari saya
thank all


Author: Tonny Wardana

Time: Mei 13, 2009 (1:14 am)

Buat beluter air bersih mania… :-)
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Whisgoo Eel R&D Center, sebenarnya belut sudah bisa dibudidayakan menggunakan media 100% air bersih. namun untuk hasil yang maksimal diperlukan strain belut F2 dari belut yang sudah diadaptasikan dg 100% air jadi kalau mau pelihara belut dengan media 100% air bersih jangan gunakan strain dari “belut lumpur” karena bisa dipastikan angka kematiannya lebih dari 50% lha wong dari strain lumpur yang dibudidayakan dimedia lumpur sendiri aja kematiannya masih sangat tinggi kok.. apalagi harus dipaksakan dg media baru (100% air). just share info :-)


Author: Tonny Wardana

Time: Mei 13, 2009 (1:34 am)

Untuk Pak Hengki Ardiansa…
Jika berdasarkan keterangan yang bpk uraikan diatas, kematian bibit yang terjadi disebabkan oleh beberapa hal, diantarana adalah :
1. Penggunaan pupuk urea dalam waktu 3 minggu sebelum tebar adalah sangat riskan sekali.
2. kemungkinan besar media bapak masih dalam proses dekomposisi mengingat bibit mati disertai dengan gejala pembengkakan pada anus.
3. Jumlah bibit yang bapak masukkan sudah melebihi batas padahal untuk kolam ukuran 2X3 M maksimal kepadatan yang dianjurkan adalah 10 Kg sementara bapak sudah memasukkan 30 Kg ?!

Solusinya yaitu dengan memberikan aliran air dalam kolam secara terus menerus selama 2 minggu pertama hal ini bertujuan setidaknya dapat mengurangi efek dari proses dekomposisi yang sedang berlangsung.

Demikian pak Hengki semoga bisa membantu. Terima Kasih.


Author: iyan

Time: Mei 13, 2009 (3:01 am)

Assalam mang maaf saya mau tanya kalo beternaknya tidak melalui kolam tapi saya menggunakan tong plastik saya mau sarannya dari mamang dan cara caranya?


Author: Hengky Ardiansa

Time: Mei 13, 2009 (4:51 pm)

Terima kasih atas solusinya saya akan saya terapkan untuk pembibitan berikutnya yang rencananya bulan depan.
Sekali lagi terima kasih.


Author: aba

Time: Mei 13, 2009 (6:25 pm)

mohon informasi tentang pembelian bibit belut daerah jember jawa timur ?


Author: Whisgoo's Eel

Time: Mei 14, 2009 (8:17 pm)

Buat mas Iyan……
Pada prinsipnya, baik itu budidaya di kolam maupun tong/drum adalah sama yang paling penting untuk diperhatikan adalah komponen media yang tepat dan “status” media yang sudah mengalami proses decomposisi dengan sempurna. Tq


Author: Budy Kuncoro,Spi

Time: Mei 18, 2009 (5:40 pm)

Hallooo….Pak Tony…siipp…….tambah ramai nih ….Tuh sudah ada pakar belut yang bergabung….silahkan rekan-rekan tanya rame-rame…


Author: Budy Kuncoro,Spi

Time: Mei 18, 2009 (5:44 pm)

Kepada Whisgooe’s EEl :

Bisa diinfokan anda penelitian Belut di air bersih untuk suhunya berkisar berapa Derajad Celcius ?


Author: Budy Kuncoro,Spi

Time: Mei 18, 2009 (5:55 pm)

Kepada pak Tony….

Wah bukan itu maksud saya….Penelitian di Air bersih tetap saya lakukan dan mungkin pak Sunarma juga melakukan.
Saya mencari info petani sebanyak-banyaknya. Dari Demak, Kendal, Batang ..mungkin sampai Kuningan untuk menghitung SR (Survival Rate) petani belut pada saat mereka panen. dan akan saya bandingkan dengan Mortalitas selama menggunakan media air bersih. Kalau Mortalitasnya sama…Kenapa kita harus budidaya Pembesaran di air bersih?!?. Repot …cari Lumpur, jerami dan gedebog pisang. Kalau memang kita mau pembesaran sambil ngambil anakannya lhaa…memang harus di Lumpur. Saya sudah didesak petani Belut Semarang untuk segera menuntaskan penelitian di air bersih. Mortalitas sudah berkurang, Belut sudah tenang, sudah mau makan, tinggal memaksa mereka untuk makan terus…Kita aplikasikan di tempat gelap biar dikira malam terus. Rencana sekala agak besar mau saya coba di daerah Ungaran., karena suhunya tidak berbeda jauh dari suhu asal bibit……Doakan biar berhasil …ya Bos..


Author: Anwar

Time: Mei 18, 2009 (10:35 pm)

Untuk yang berminat beli bibit belut untuk wilayah semarang dan sekitarnya hubungi saja Bp. Danar


Author: hanif

Time: Mei 19, 2009 (11:40 am)

Saya sekarang lagi ikut pengembangan budidaya belut di Dinas Perikanan Kotamadya Surabaya, mungkin bisa menginformasikan pembuatan media yang cocok n cepat jadi medianya. Program ini melibat kan masyarakat dalam pemberdayaannya. Jika berhasil n produksinya banyak agar ada yang bantu menampung hasilnya


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Mei 20, 2009 (10:29 am)

Kesimpulan saya :

Dari beberapa pengamatan di Petani belut bahwa : Budidaya Belut yang baik untuk daerah PANTURA adalah di”Dalam Rumah” ataupun di “Teras Rumah”. Sehingga tidak kena sinar matahari secara langsung., Ini dikarenakan suhu yang lebih dingin. Belut ternyata ” Lebih Nyaman ” pada suhu yang lebih sejuk atau dingin. sehingga dapat mengurangi kematian. Kita tidak usah memikirkan tanaman enceng gondok.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Mei 20, 2009 (10:40 am)

Beberapa Sanggahan – sanggahan terhadap Pernyataan-Pernyataan Pendahulu Kita :

1. Dinyatakan : Belut ukuran kecil berkelamin Betina ,
sedangkan yang berukuran 40 cm keatas adalah jantan.

“Itu tidak selamanya benar”. Karena saya pernah
menemukan yang kecil bertelur, sedangkan yang
besarpun juga bertelur, bahkan telurnya banyak sekali.
Ini bisa menambah keyakinan kita bahwa belut itu gonta
ganti kelamin(berubah ) kelamin.

2. Dinyatakan bahwa : Belut harus dikasih makan pada
sore hari dan makannya malam hari. Hewan malam.

Ini selamanya tidak benar : Karena belut ternyata mau
makan di siang hari, bahkan 3 kali sehari, pagi siang
dan malam.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Mei 20, 2009 (12:21 pm)

Bagi para petani belut yang ingin melihat belut mau makan pada siang hari dan belut besar tapi bertelur, lihatlah di webblog kami: tehnikbudidayabelut.blogspot.com
dan anda juga bisa melihat jenis bibit belut yang bisa besar dan tidak bisa besar bila dibudidaya


Author: Haryono

Time: Mei 20, 2009 (6:14 pm)

pak tolong saya cari bibit belut di daerah purwokerto banyumas
terimakasih atasbantuanya


Author: bonar

Time: Mei 21, 2009 (9:10 am)

pak saya mohon informasi. untuk budidaya belut disekitar jawa tengah dimana saja? ini saya di solo. saya ingin lihat langsung cara budidaya belut yang baik dan benar sebelum saya menggeluti usaha belut. terimakasih


Author: Haryono

Time: Mei 21, 2009 (8:28 pm)

tolongsiapa saja yang tau bibit welut dan cara penjualanya kami sdh bikin kolam 4 biji uk 300×400 cm.tingal di tabur bibit welut,saya tgl di purwokerto. maturnuwun


Author: Daniel Bara Pa Ratu

Time: Mei 22, 2009 (12:45 pm)

wah hebat jadi peternak budidaya belut air jernih


Author: Eko Heri

Time: Mei 23, 2009 (1:28 pm)

mohon bantuannya…..yang di maksud dengan air mengalir di kolam belut itu apa air baru atau air yang sama tp di sirkulasikan.terimakasih


Author: riadi

Time: Mei 24, 2009 (4:19 pm)

saya lagi cari bibit belut,untuk daerah pekanbaru tolong informasikan kemana saya bisa beli bibit belut trims.


Author: dodo

Time: Mei 26, 2009 (11:48 am)

saya sedang mencari bibit belut untuk daerah purwokerto. tonlong yang mengetahui . dan harga per kg berapa.
trims


Author: Satrio

Time: Mei 27, 2009 (9:08 am)

Buat teman2 yang ada di Jatim, kalau ada yang berminat untuk budidaya belut , saya siap membantu, kalau ada yang kesulitan cari bibit bisa hubungi saya , semoga infoini bermanfaat, terima kasih


Author: Mas.Kris

Time: Mei 29, 2009 (8:53 am)

Saya dengar di bendungan Cirata ada budidaya belut melalui jaring apung. Mungkin ada yang tahu, kasih tahu dong infonya. Info : Saya tinggal di Cikalong wetan – Bandung Barat .


Author: Dani R

Time: Mei 29, 2009 (9:34 am)

salam hangat,
Mas Budi alamat peternak belut yg ada di kuningan itu di mana…..saya tinggal di bandung dan sering main ke kuningan
Mohon informasinya tempat diklat peternakan belut di bandung
trm ksh


Author: awan suprianto

Time: Mei 29, 2009 (10:17 am)

saya domisili di samarinda,beberapa bulan lalu saya sempat baca artikel mengenai belut,saya jadi tertarik utk budidaya belut tapi gak tahu dimana saya bisa dapatkan benih belut di sekutar samarinda…?


Author: awan suprianto

Time: Mei 29, 2009 (10:20 am)

saya baru mau memulai usaha budidaya belut,domisili saya di samarinda(kaltim) gmn cara dapatkan benih belut di sekitar samarinda,krn yg saya baru saya tahu ada di parung bogor…/


Author: gamar

Time: Mei 29, 2009 (7:17 pm)

Terima kasih kepada para beluters di forum ini. semua pertanyaan dan semua jawaban serta komunikasi disini semakin menambah informasi tentang belut.
Saya saat ini sedang menyiapkan media pemeliharaan belut. Kolam ukuran lebar 1,5 x panjang 3 x tinggi 1,5 bekas kolam lele. Sudah saya isi dengan lumpur sawah (tanah sawah), gedebog , jerami busuk, kotoran sapi, dengan ditumpuk diselang-seling. sekarang sedang diairi, dan rencana setelah 2 bulan baru saya tebar. saya tinggal di Desa Tunggur, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jatim. Bibit rencananya saya beli dari solo, sudah ada kontak dan akan saya coba ngubungi berdasar postingan Pak Kuncoro. Jika disarankan sebaiknya bibit itu berasal dari lingkungan sekitar, saya mohon informasi dari para beluters, adakah penjual bibit disekitar kabupaten magetan?, dan jika berhasil memelihara, adalah pengepul belut ini disekitar magetan? berapa daya tampung dan sistem pembayarannya?. maaf agak rinci. Salam kenal juga kepada para beluter di jateng. apakah di jatim ada komunitasnya juga? siapa Hostnya?….hehehehe..maaf kebanyaken ya tanyanya….


Author: n.ridwan

Time: Mei 31, 2009 (2:10 pm)

mohon imformasikan dimana dapat membeli bibit belut daerah jakarta timur


Author: Whisgoo Eel's Center

Time: Mei 31, 2009 (8:45 pm)

Buat pak gamar…
Hati-hati dengan penggunaan pupuk kandang, jika bpk tidak bisa memastikan benar-benar pupuk sudah tidak bereaksi berakibat kematian masal pada bibit. karena residu NH3 + gas methana sangat berbahaya bagi kehidupan belut.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 1, 2009 (3:35 pm)

Kepada mas Dani R. coba hubungi Pak Ifan Gunawan alamat : Campus Itus, Jl. Pajajaran 1 A, Peusing Jalaksana. Kabupaten Kuningan Jawa Barat
SEMOGA SUKSES !!!


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 1, 2009 (3:39 pm)

Kepada Mas Eko Hery…
Yang disebut air mengalir itu air baru jangan air lama yang dimasukkan kembali. Kalau keberatan cukup dengan ember besar yang ditaruh diatas kolam dan dikasih lubang sebesar sedotan aqua.. sebelum kasih makan belut…airnya dialirkan ..kemudian setelah kurang lebih satu jam belut dikasih makan.


Author: zaenal

Time: Juni 2, 2009 (10:24 am)

kapan kepati banyak rekan yang pengen ngansu kawruh tlng tanggal pasti dan kesempatan waktunya agar didapatkan manfaat sebesar besarnya mengingat kesibukan panjenengan trims


Author: Joel

Time: Juni 2, 2009 (6:17 pm)

salam kenal buat semua….
sy sdh buat kolam 2,5 m x 5 m dan 5m x 5m, media : lumpur,jerami,npk + urea, gedebong pisang, sudah fermentasi 2 minggu. Mohon infonya ke email sy ……Berapa lama masa fermentasi yang aman untuk tebar bibit? dan untuk ukuran kolam saya,masing masing berapa kg bibit yg bisa ditebar?
untuk indonya,sebelumnya sy ucapkan terima kasih ya….


Author: Yogi

Time: Juni 2, 2009 (9:33 pm)

Mas Budy Yth,

Saya tertarik untuk budidaya belut. Saya tinggal di Mijen. Apakah saya bisa membeli bibitnya dari Mas Budy?
Kapan bibit tersedia?

salam saya
Yogi


Author: Mochammad Safii

Time: Juni 3, 2009 (1:07 pm)

Seru juga baca tulisa2 diatas, dan membangkitkan keinginan saya untuk mencoba ambil bagian dalam budidaya belut, tapi tempat saya di denpasar yang saya rasa budidaya belut ini belum ada atau saya yang ketinggalan info……untuk itu kalau ada belutter di denpasar, mohon di info ya………!! trims.


Author: Nurhadianto

Time: Juni 5, 2009 (11:35 am)

Salam kenal Bpk.Kuncoro dan Belutters di seluruh nusantara.sy domisili d cirebon,pternakan sy d wilayah kab.majalengka.sy pada tgl 22 maret kemarin tabur benih belut sbnyk 2kwintal (@100 ekor/kg+-) dibagi kdlam 3kolam uk.3m x 5m.t 60cm. alhasil banyak kmatian skitar 30%-45% dan ukuran belut smpai saat ini belum ada perkembangan yg signifikan,memang ad beberapa yg sudah sbesar jempol tangan dan kaki, tapi yg sebesar rokok(saat tabur) masih banyak.kmatian tiap hari masih bertambah,sdngkan target panen bulan juli,sy sudah berusaha melakukan seperti petunjuk dari buku2 dan juga dari pemasok bibit di kuningan JABAR.bpk. A.Sarkan.slama ini pakan bekicot,keong,cacing,karena blum terlihat besar2 skrng mncoba dtmbah pelet.sejak tbur pemasok tdk dtng2 lagi untk mmberi pengarahan slnjutny.mngkin krna sibuk atau apa sy brusha mmkluminya.akhirny sy mmutuskan utk cari info d internet.sy mnta pendapat bpak untk langkah selanjutnya untk pembesaran belut sy harus bagaimana?.klo bisa sy mnta referensi alamat peternak belut yg sudah berhasil mlkukanny.dan untk beluter yg mau berbagi info boleh email:.Atas jawabanya sy haturkan banyak terima kasih utk bpk kuncoro dn juragan.


Author: Chy0

Time: Juni 6, 2009 (4:10 pm)

Saya se0rang mhasiswa faperta 2008 UNS surakarta,saya tertarik untuk menggeluti usaha ini,meski untuk sementara dalam skala kecil. Kepada rekan rekan semua yg sudah dulu berhasil berbelut ria,saya m0h0n bimbinganny tntang tata cara budidaya beluT. dan Kepada rekan rekan semua yg tau tempat beli benih belut di daerah solo,t0l0ng saya minta alamatny.
trims..


Author: chy0

Time: Juni 6, 2009 (5:02 pm)

email sy


Author: Slamet

Time: Juni 8, 2009 (12:18 am)

Saya juga tertarik and pengen nyoba tuh yg namanya budidaya ternak belut,tapi beli bibitnya dimana? Saya dari sragi lampung.


Author: Bambang

Time: Juni 9, 2009 (4:02 pm)

rekan2 sekalian yang sudah beternak belut,,untuk tempat beternaknya menggunakan lahan sewa atau lahan sendiri…ada yang tahu lahan yang murah dimana,,,saya mencari lahan untuk ternak belut,,,mgkn yang tinggal di daerah ada yang tahu,,,
trimakasih


Author: letto silaban

Time: Juni 9, 2009 (9:12 pm)

saya sangat tertarik utk budidaya belut tanpa lumpur atau budidaya belut air bersih , tapi caranya bagaimana…..???


Author: masrukhin

Time: Juni 10, 2009 (7:49 am)

salam kenal, saya sangat tertarik dengan penjelasan dan uji coba yang dilakukan Juragan pak Budy Kuncoro, SPi. dari beberapa masukan dan penjelasan, satu yang kemudian terbesit dalam pikiran saya, kira-kira bisa tidak belut tidak dikasih makanan alami, maksudnya dikasih pakan pelet seperti ikan lele, thanks


Author: yan faiz

Time: Juni 10, 2009 (12:40 pm)

saya berminat sekali untuk ikut usaha budidaya Belut
saya punya lahan 300 m di citayem bogor pak,dimana saya bisa mendapatkan bibit nya yg terdekat daerah saya pak,saya tinggal di Jonggol bogor pak ,trimakasih ya pak.


Author: Pakje

Time: Juni 11, 2009 (10:13 pm)

Salam hormat pak budi dan pak ifan gunawan beluter…
sy pernah coba tanam belut media lumpur, debok pisang, jerami dan urea + npk seharus nya fermentasi nya sy baca dibuku 3 – 4 minggu, benih belut sy masukkan 10 kg area/media 2×5 m, hasilnya belutnya pd mati dan pd keluar media dengan merambat dinding media dari tembok semen yg tingginya dari air hanya 20 cm.
Apakah karena itu disebabkan dari :
1. Media yg saya buat fermentasi terlalu lama yaitu 6 bln dan di dlam media sy tusuk lumpurnya keluar busa gelembung angin dari bawah lumpur yg saya tusuk.
2. Hanya saya kasih makan dengan pur / pelet saja
3. Hasilya belutnya habis.
Menurut Bapak gimana analisa nya.. tks Wassalam Nuwun


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 12, 2009 (9:58 am)

Kapada Mas Yogi, silahkan anda datang ke Pleburan Brat n0. 24 Semarang, nanti anda saya kasih contoh Time Scedule Budidaya belut sampai panen sistem Bokashi/Fermentasi di luar, karena ternyata metode terakhir ini yang kematiannya lebih sedikit ketimbang fermentasi di dalam media…tq


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 12, 2009 (10:06 am)

Mas Letooo….
Saya sedang Uji coba lagi …untuk pelihara belut di air bersih..
di Daerah Ungaran dan Jangli Jawa Tengah…rencana nanti tambah lagi yang di Pati.. Saya cobakan untuk 3 daerah yang suhunya berbeda-beda…. Untuk kali ini saya tidak menaikkan suhu seperti pada penelitian dulu saya…akan tetapi menurunkan suhunya…. Ingat kepada para Beluters !!! bahwa belut lebih menyukai air yang bersuhu rendah/sejuk ketimbang suhu panas/hangat.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 12, 2009 (10:14 am)

Kepada bapak Nurhadiyanto…
Yang bapak harus Chek adalah :
1. Lumpurnya memadat atau tidak ?
2. Masukkan tangan anda sampai dasar lumpur, ambil sebagian lumpurnya, masih bau seperti combaran apa tidak ?
3. Kemudian dichek lagi, ada cacing Lornya atau tidak ??
4. Dulu pada saat beli benih , lemas-lemas semua atau tidak ??
5. Pada saat beli benih warnanya campur atau tidak ? karena ada yg bisa besar dan ada yang tidak bisa besar.
6. Media gedebog dan jerami sudah hancur apa tidak ? kalau belum hancur berarti bisa jadi proses fernmentasi masih berlangsung.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 12, 2009 (10:18 am)

Kepada pak Masrukin..
Belut di beberapa petani belut , pernah dicoba pakan pelet…ada yang mau dan ada yang tidak…
mungkun yg mau pas lapar. Sebenarnya bisa kita latih dengan mem-puasakan dulu mereka beberapa hari…Namun ingat..ada petani yang memberi pakan pelet malah belutnya pada mati, karena perutnya pecah dan terlihat gosong-gosong. Mungkin karena efek pelet bisa mekar didalam perut belut,,,sedangkan usus belut itu sendiri memanjang (Carnifore) dan bukan berkelak-kelok seperti ikan lele.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 12, 2009 (10:24 am)

Kepada Para Beluters….

Jangan pernah menanyakan kapan masa berakhirnya Fermentasi….karena kita harus tahu bahwa lumpur yang kita pakai untuk media, adalah berbeda-beda dari satu daerah dengan daerah lainnya. kita tidak tahu berapa jumlah bakteri Lactobacilus sp dan bakteri Metanogen sp yg merombak bahan organik menjadi nutrien dalam lumpur. Yang penting kita harus mengecheknya dengan cara mengembil lumpur dan media yang terdapat dalam kolam dan kita bau, sudah hancur seluruhnya apa belum ? sudah tidak bau apa tidak ? kalau sudah hancur lebur/memes dan kita bau sudah tidak berbau berarti sudah selesai fermentasinya, tinggal kita mengganti air media sampai bening, untuk mengeluarkan residu dari proses fermentasi yang membikin air media keruh, kecoklatan, bahkan berwarna hitam (H2S).


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 12, 2009 (10:33 am)

Kepada pak Je….
Jelas itu yang bermasalah di Fermentasi ..
Dan Fermentasi terlalu lama . Cacingnya pada kurus-kurus ya, karena sudah habis nutriennya. Dan kalau di genangi terus itu yang timbul adalah bakteri Metanogen sp…yang menghasilkan gas Methane…Kondisi tersebut karena bakteri Metanogen sp bersifat anaerob.


Author: Novita Dewi

Time: Juni 13, 2009 (1:14 pm)

Kepada Pak Budi Kuncoro dan rekan2…
Saya mau tanya nih…bagaimana ya saya mendapatkan bibit belut di daerah Gombong, Kebumen, Purwokerto, Kutoarjo ? Kebetulan bapak saya tinggal di Gombong, dan dia ingin mencoba ternak belut ini. Ada yg bisa bantu saya? Bila rekan2 mengetahui dimana saya bisa mendapatkan belut di daerah saya, mohon kirimkan ke email saya :
Terima kasih banyak.


Author: k-rir

Time: Juni 17, 2009 (1:08 am)

salam ..saya ada ternak belut..tapi masaalahnya belut saya ramai banget yg mati. ada bintik2 di badannya. kemudian ada yg perutnya bengkak. jd skg sudah satu bulan .tapi ngak nampak perkembangan tumbesarannya.ggi mana ya mau kasi ubat belut yg sakit tu.?dan gi mana mau kasi belut selera makan supaya cepat besar.. tlg saya siapa yang ada infonya..


Author: Agus

Time: Juni 17, 2009 (4:03 pm)

salam…
saya tertarik untuk budidaya belut, rencana saya akan buat dengan kolam semen. Pak Budi / temen2 lain, mohon kiranya bisa di-share info budidaya belut yang sudah ada didaerah jatim.
terima kasih,


Author: gathot

Time: Juni 18, 2009 (4:04 pm)

Assalamualaikum…………..

Saya mohon info untuk komunitas belut di daerah Indramayu, karena saya sekarang lagi mencoba budidaya di kolam semen atau tembok dengan penebaran bibit 100 kg, sampai sekarang sudah satu bulan .
Saya mohon info secepatnya. Terima Kasih.
email saya di

Wassalamualaikum…….


Author: weny

Time: Juni 18, 2009 (7:12 pm)

apakah budidaya belut cocok juga dilakukan didaerah pinggir pantai?


Author: suprapto

Time: Juni 19, 2009 (5:39 pm)

saya mau tanya pada pak Budi sekarang harga belut siap jual yang update berapa ya? terima kasih.


Author: Pakje

Time: Juni 19, 2009 (6:47 pm)

Ass Wr wb… Terima kasih Pak Bos Budi atas analisanya, aq mo coba lagi deh… Oh ya pakan cacing, keong, yuyu sawah, atau ikan cethol itu diberikan makan ke belut dengan cara hidup utuh apa bagaimana, proses pengolahan pakan untuk belutnya… tanya lagi deh…. Tks nuwun Pak Bos Budi…..


Author: rakhmadi

Time: Juni 22, 2009 (10:55 am)

mohon informasinya untuk daerah pemalang / pekalongan yang jual bibit belut alamatnya? saya minat untuk budidaya belut cuma masih sangat minim teori,untuk wilayah pemalang siapa yang menjadi ketuanya?


Author: okwin

Time: Juni 22, 2009 (2:00 pm)

Assalamu’alaikum wr wb

Pak Budy and belutters mania
mohon bimbingannya dong, sabtu 20 juni kmarin saya baru aja blajar bikin media utk belut dengan komposisi humus+debong pisang+tanah+kotoran kambing yg sudah matang+air utk kolem terpal ukuran 2×1.5 meter dgn kedalaman 50cm, nah yg saya mau tanya kan adalah:

1. kira” media yg saya buat tadi bagaimana menurut bapak
and belutters mania ?
2. utk ukuran 2×1.5 meter kedalaman 50cm kira” bisa
ditanam bibit belut brapa kilogram ???
3. kira ada yg tau ngak yg jual bibit di wilayah jakarta kontak
person and nomer tlp yg bisa saya hubungin

thank’s banget ya sebelumnya
bagi yg punya info bibit belut wilayah jakarta bisa kontak saya di

wassalamu’alaikum
yg baru aja blajar budidaya belut


Author: paijosmile

Time: Juni 22, 2009 (4:29 pm)

kami d malang ad bibit belut klo anda anda butuh silakan
esen lwat email ato ym aq


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 23, 2009 (10:22 am)

Kepada Mas Rahkmadi ,
Untuk komunitas belut di daerah Pemalang ,

Kepada Pakje :
Untuk Cethol dalam keadaan hidup.
Untuk Yuyu , diambil cangjangnya, kakinya, lalu di geprak
Untuk keong, di geprak, dibuang isi perutnya, lalu dicacah
Untuk anak katak , dicacah diberikan termasuk isi
perutnya, atau utuh tidak apa2 , disesuaikan deng lebar
mulutnya.

Kepada Suprapto :
Untuk belut ukuran 1 kg isi 15 ekor, harga di pengepul
berkisar antara Rp 19.000 sampai Rp 20.000
Untuk 1 kg isi dibawah 10 mekor, harga berkisar antara
Rp 22.000 sampai Rp 24.000.
Untuk belut berukuran 1 kg isi 30 sampai 40 ekor, harga
berkisar antara Rp 14.000 sampai Rp 16.000

Kepda pak Agus :
Saya belum tahu komunitas belut di daerahnya Jenengan

Kepada Mas Gatot.
Didaerah Indramayu ada mas, namanya pak Stanley, tapi saya lupa no hp nya. kalau tidak ada hubungi pak Ifan Gunawan, didaerah Manis Huri kab. Kuningan. Dari Cirebon sekitar 3/4 jam

Kepada mas Okwin :
Jangan pakai pupuk Kandang !!!

Kepada K-rir :
Kemungkinan itu aeromonas sp.
Bongkar kolam, keringkan di bawah sinar matahari. belut
yang masih hidup kumpulkan di air yang bersih.
Pengobatan tyercepat adalah memakai Formalin beberapa
ppm saja per liter air, namun karena sekarang pengobatan
tersebut dilarang, saya terpaksa tidak memeberitahujkan
ke anda, ma’af


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 23, 2009 (10:26 am)

Kepada Bp. Paijosmile.
Saya sangat berterima kasih anda bisa membantu petani dan minta tolong, petani nantinya tolong pilihkan bibit yang benar-benar bagus ( kuning-kuning dan tidak lemas), agar mereka bisa panen semua. Yang warna kehitaman dan lemas sebaiknya dibikin untuk bahan baku kripik, tq


Author: anton parjono

Time: Juni 24, 2009 (10:58 am)

wah belut memang susah…..harus tau banyak ilmu untuk memeliharanya
1. ilmu hidrologi.
2. ilmu tentang bakteri
3. ilmu tentang tanah dan batuan
4. ilmu tentang suhu dan perbintangan (belut ga akan keluar pada terang bulan)
5. pokoknya banyak ilmu


Author: anton parjono

Time: Juni 24, 2009 (11:10 am)

dari pengamatan saya, numpang tanya dan mungkin bisa di teliti kenapa belut keluar pada malam hari?
a. takut sinar matahari
b. takut panas
kenapa belut sering menogolkan kepalanya diatas permukaan air?
a. ambil napas
b.air tidak ada o2
kenapa belut kadang membuka mulut saat kepala nongol diatas permukaan air?
a. apakah sama dengan buaya buka mulut saat panas?

mohon siapa yang tau dan ada jawaban karena ini penting sebelum ada penelitian lebih lanjut tentang hidup belut dan perkembangannya……..


Author: M.SUPANDI

Time: Juni 24, 2009 (11:29 am)

Yth, Mas Budy Kuncoro
Kebetulan saya ingin mencoba budidaya belut non media, saya mengharap ada sharing buat kemajuan bersama.

Pertanyaan ?
1. bagaimana proses pengadaptasian bibit belut yang dari media Lumpur Ke non media ? apakah perlu aerator ?

2. Apakah bisa pakai media paralon atau bambu untuk media sembunyi belut dan media pasir dibawahnya sebagai proses awal untuk adaptasi sementara dari bibit belut yang dari media lumpur ?

3. Berapa hari dipuasakan selama proses pengadaptasian ? selanjutnya pakan apa yg diberikan selama proses pengadaptasian tsb ?

4. Mohon ditampilkan foto-foto hasil bududaya non media tersebut . ( mohon dengan hormat )

Terimakasih.
M.SUPANDI
KARANGAMPEL
INDRAMAYU


Author: anton parjono

Time: Juni 24, 2009 (2:37 pm)

YTH. MAS BUDI SAYA BELUM COBA TERNAK BELUT BARU SEKEDAR MENGAMATI DARI KAWAN2 YANG TERNAK……..TAPI RATA2 PADA MENYERAH KARENA GA PADA ULETDAN TERBATAS MODAL…..ADAKAH PETERNAK BELUT DI SEMARANG YANG SUDAH BERHASIL….MUNGKIN ADA ALAMAT YANG BISA DI KUNJUNGI….OBJEK PENELITIAN MASBUDI …DI PETERNAKAN APA DI ALAM LANGSUNG TEMPAT HIDUP BELUT


Author: anton parjono

Time: Juni 25, 2009 (10:45 am)

yth. para peneliti dan pengembang belut…..

mungkin ini dapat di jadikan bahan kajian sebelum meneliti lebih lanjut tentangbudi daya belut di air bersih
1. pola hidup belut di alam
2. ketahanan hidup belut dalam kondisi minim pakan dan ogsigen( bisa diamati cara bertahan hidup belut terhadap penyesuaian perubahan lingkungan)
3. efek cahaya terhadap belut
4. suhu maksimal dan minimal untuk belut bertahan hidup
5. posisi belut dalam ekosistem asli belut (sawah, rawa)
6. cara bertahan hidup belut terhadap predator tingkat tinggi (ular, katak, manusia, musang dll)


Author: boneka

Time: Juni 25, 2009 (2:10 pm)


Author: dedi

Time: Juni 27, 2009 (11:06 am)

apa bibit dari daerah sidoarjo itu bibt budidaya/tangkapan sawah,karena saya mau datangkan bibit dari sana @rp 525
apa ada bbit dari solo yang baik .dari solo


Author: dana

Time: Juni 27, 2009 (11:17 am)

saya mau budidaya belut cari tahu metode budidaya belut yang ketua kendal blog/website apa mohon dibalas pak budi kuncoro.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juni 28, 2009 (5:47 pm)

Kepada Mas Dana
Ketua belut Kendal belum bikin Blog, silahkan hubungi
Beliau Bp. Nuh

Kepada Mas Dedi
Saya tidak bisa mengetahui itu tangkapan alam maupun bibit budidaya, tanpa melihat sendiri, tangkapan alam bisa dengan setrum , pakai bubu, pakai jepit dll.
Sedangkan bibit budidaya adalah kita memelihara belut, nanti setelah 2,5 ~ 3 bulan keluar anakanaya, kita tangkap anakannya deng cara mengocorkan air agak keras, nanti anakannya akan dibawah air tersebut karena mereka suka air sejuk dan kaya oksigen lalu kita tangkap dengan seser kecil dan kita pindahkan ke media lain.
Di Solo saya belum tahu penjual benih yang benar – benar bagus.

Kepada Pak Anton Parjono…
Kelihatannya pak Anton seorang peneliti, mari bergabung pak, kita bahas bersama – sama, namun yang bapak sampaikan kelihatannya harus ada penelitian lebih lanjut. Kita perlu mahasiswa Perikanan yang nantinya bab-bab yang bapak sampaikan bisa dipakai untuk judul sekripsi.
Namun ada beberapa bab yang bisa saya sampaikan :
1. Belut bersifat fototaksis negatif ( tidak akan keluar pada siang hari).
2. Belut cenderung menyukai air yang sejuk kearah dingin
3. Belut menongolkan kepala bisa jadi :
a. Berupaya mencari makan
b. Bernafas, karena media masih berlangsung
fermentasi yang terdapat gas methana yang bisa
mengurangi / meracuni o2 .
c. Membuka mulut kemungkinan ada peradangan di
insangnya, munkin juga bernafas

Kepada Mas Supandi
Kami belum bisa membuat rincian penelitian kepada anda sebelum saya benar-benar berhasil, nanti petani kasihan pada meniru yang belum sempurna hasilnya, tapi kalau anda bersikeras untuk mencoba budidaya di air bersih, nanti bisa saya pandu.


Author: sis

Time: Juni 28, 2009 (10:15 pm)

mohon informasi bibit belut di daerah mjokerto,malang,surabaya


Author: sis

Time: Juni 28, 2009 (10:20 pm)

mohon informasi bibit belut di daerah m jokerto,malang,surabaya.


Author: anton parjono

Time: Juni 30, 2009 (7:59 am)

yth. pak budy saya senang dan ada keinginan meneliti belut, untuk memajukan perbelutan semarang langkah nyata apa yang mungkin bisa saya lakukan….? adakah kelompok petani belut semarang? di semarang daerah mana yang bisa di kembangkan untuk usaha belut…adakah tempat yang bisa dikunjungi?


Author: kiki imanuddin

Time: Juni 30, 2009 (5:35 pm)

Saya, di daerah Palembang lagi cari informasi bibit belut, mohon informasinya.


Author: Reza

Time: Juli 2, 2009 (8:49 am)

Saya jualan keripik belut disemarang…Tp saya masih sulit memasarkann


Author: dedi

Time: Juli 2, 2009 (10:51 am)

tanya alamat ketua belut sragen bpk ari sukono


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juli 3, 2009 (8:46 am)

Kepada Pak Anton :
Untuk Semarang baiknya pemeliharaan di air bersih, jadi tidak usah pakai lumpur,jerami dan gedebog. Kalau mau coba silahkan datng ke Jl. Pleburan Barat no. 24, Kita bisa ngobrol – ngobrol masalah perkembangan belut. Untuk menghidupkan belut di air bersih selama hampir 2 bulan , kita sudah berhasil dan bisa menekan kematian. Mulai bulan depan kita penelitian bagaimana supaya bisa gemuk – gemuk . Teman di Ungaran berusaha menciptakan pakan belut yang berbentuk pelet, dari itu kita bisa mencampurnya dengan Microorganisme atau Bakteri khusus yang mengefisienkan pakan, karena cepat dapat dirombak menjadi protein oleh bakteri tersebut. Kita masih berupaya membuat atractant bagi si belut agar mau makan pelet .tq

Kepada pak Reza :
Kapan kapan mampir pak ke Pleburan , saat ini kami baru memasarkan belut segar dan belut bakar, karena permintaan banyak sekali. Dan kita juga baru memasarkan kripik belut, karena bibit yg tidak terjual kami buat keripik, monggo , asalkan kita bisa menjualkan dan sama – samu untung pak , trm ksh.

Kepada mas Dedi
Kalau alamatnya saya agak lupa, beliau kerja di DPU sragen yang dekat alon -alon kota sragen.


Author: anton parjono

Time: Juli 3, 2009 (2:32 pm)

terima kasih pak budi, ini ada kawan2 juga yang nanya ke saya tentang belut mungkin nanti bisa saya arahkan ke pak budi langsung yang lebih dulu dan tau tentang belut..


Author: Acep suryana

Time: Juli 3, 2009 (8:49 pm)

Salam pak Saya tertarik untuk mencoba budidaya belut. Mohon infonya pak untuk cari bibit, cara buat kolam dan persyaratannya, teknik pendewasaan, marketnya dan analisis usahanya. apa bisa bermitra Cianjur pa. Terima kasih atas perhatiannya.


Author: Muawwidz

Time: Juli 4, 2009 (2:31 pm)

Pak, Saya baru pengen mulai, tapi kesulitan untuk cari bibit yang bagus.Saya di Bandung, barangkali ada info ?

Suwun


Author: herry kuswanto

Time: Juli 7, 2009 (12:54 pm)

saya merasa tertarik membuka usaha dibidang peternakan belut. jika dikembangkan di kota garut, bibit belut dpt diproleh dimana dan harganya brp?lalu cara pemasarannya kemana?


Author: agungfirmansyah

Time: Juli 7, 2009 (3:19 pm)

Untuk Pak Sunarma dan Pak Budi, saya mahasiswa UI. Saat ini sedang mengikuti program inkubator bisnis dari UI.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya membutuhkan tempat magang budidaya belut di daerah jabodetabek (atau di daerah jabar-banten jg tidak mengapa). Bila memiliki info dan berkenan mohon kirimkan informasinya ke:

Terimakasih.


Author: teguh

Time: Juli 8, 2009 (11:38 pm)

salam kenal Bp Budy Kuncoro, nama saya teguh alamt di solo. mohon bimbingannya tentang beternak belut. terima kasih


Author: sapto

Time: Juli 9, 2009 (2:47 pm)

Salam kenal.

Saya mau jual belut konsumsi berat 350gr – 700gr, stok perminggu 3ton.
harga 35rb, langsung ambil ditambak, makanan belut saya cuman cacing dan kodok, nggak ada yg lain.

Bagi yg berminat, silahkan hubungi saya.

Salam
Sapto


Author: Pakje

Time: Juli 9, 2009 (4:08 pm)

Ass Wr Wb .. Pak Budi Aq mau tanya larutan Decomposer dan Mocrostarter itu apa berbentuk apa, produk merk nya namanya apa dan belinya dimana. Pak BUDI PUNYA GAK Kalau Pak BUDI punya bisa beli dong. Trus utk dosis dan aturan pakainya gimana Pak. Trims.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juli 10, 2009 (10:42 am)

Kepada Mas Teguh
Silahkan pas jalan-jalan ke Semarang, mampir ke Jl.Pleburan Barat no. 24 dekat UNDIP Simpang Lima.

Kepada Pak Je.
Larutan Decomposer biasanya berbentuk cairan. Cairan tersebut untuk sementara ini berisi bakteri Lactobacillus sp yang telah ditidurkan dan dikemas dalam botol. Biasanya banyak dijual di toko toko obat obatan pertanian , mereknyapun bermacam – macam seperti EM4, Biosugih, Biosimba dll. Yang penting dibaca berisi Lactobacillus sp.

Kepada Mas Sapto
Harga segitu kemahalan Mas(untuk Jawa Tengah), saya jual 1 kg isi dibawah 10 ekor (rata- rata 7 ~ 8 ekor ) ditempat harganya antara Rp 28.000 sampai Rp 29.000. Kami bisa memasarkan sementara ini 1 minggu 1 ton, cuma kalau harga dari sampeyan segitu, kami tidak dapat untung, kami biasa menjualkan dari tangkapan dan dari petani. Kalau berminat silahkan hubungi saya di
Terima kasih.

Kepada Pak : agungfirmansyah, herry
kuswanto,Muawwidz,Acep suryana

Untuk masalah benih dan Magang (Jawa Barat)
Coba Hubungi Ibu : Lenny Huang :
atau Bp. Ifan Gunawan : Hp :


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juli 10, 2009 (10:50 am)

Kepada mas Sapto, mohon ma`af – RALAT-, sementara ini saya baru bisa memasarkan ke pasar lokal dan Supermarket : seminggu 1/2 ton( 5 kwintal). Trm kash


Author: Pakje

Time: Juli 10, 2009 (6:36 pm)

Ass Wr Wb. Pak Budi.. Yang satu nya belum yaitu Microstarter itu bentuk apa merk nya apa.. Teng You..


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juli 11, 2009 (9:51 am)

Kepada Pak Je.
Microstarter itu berfungsi untuk menumbuhkan Microorganisma. Bisa juga untuk mengembangkan bakteri Bisanya di dalam larutan Probiotik yang kita beli sudah mengandung glukosa untuk perkembangbiakan bakteri dan unsur-unsur mineral perairan untuk menumbuhkan phytoplankton , dari pabriknya sudah ditambahkan berbagai macam mineral tsb. Mineral itu untuk mendukung tumbuh merebaknya Phytoplankton, dengan merebaknya Phytoplankton pasti nanti akan muncul zooplankton, karena pakan zooplankton ini adalah phytoplankton. Zooplankton ini bermacam macam jenisnya seperti Dapnia, infusaria dll yang kita sebut sebagai udang udangan renik air tawar. ini yang merupakan pakan benih ikan. Sedangkan fungsi bakteri adalah memecah selulose menjadi protein yang dapat mudah terserap oleh hewan2 renik dan cacing lor sawah.


Author: Pakje

Time: Juli 11, 2009 (3:17 pm)

Ass Wr Wb Pak Budi … Trims ya’ …atas advisnya.


Author: Steven

Time: Juli 12, 2009 (4:07 am)

Salam kenal untuk semua nya..
saya sekarang masi seorang mahasiswa..dan saya mempunyai rencana untuk membudidayakan belut..
namun saya masi sangat awam untuk masalah ini..

Saya mau bertanya kepada para ahli yang ada di sini..
kira2 apa yg harus saya lakukan untuk pertama2??
kira2 adakah yang bisa membantu saya di sini??
lalu karena saya masih mahasiswa, apakah memungkinkan jika saya membudidayakan belut untuk awal2 nya di rumah??

dan kira2 untuk saat2 seperti ini berapa modal awal yang dibutuhkan??

@pak Budy Kuncoro
Pak boleh tidak jika saya membutuhkan bantuan saya bertanya kepada bapak lngsng ke no hp bapak di atas??

lokasi saya saat ini ada di jakarta..

Thx b4 for the answer..

Best Regards,

Steven


Author: Hengky Ardiansa

Time: Juli 13, 2009 (7:29 pm)

Mohon bantuannya.
Pada pembibitan yang pertama saya gagal total kemudian yang kedua ini juga hampir sama.
Setelah pemasukan bibit (jam 17.30 luas kolam 2 x 3 mtr dengan jumlah bibit tebar 10kg) sampai hari ke 2 kematian cuma 5 ekor tetapi memasuki hari ke 5 kematian mencapai 40-50 ekor per hari sampai sekarang. Pada bagian perut dan bagian leher terdapat bercak merah yang besar (seperti gosong).
Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya/mengobatinya.
Terima kasih mohon petunjuknya.


Author: Hengky Ardiansa

Time: Juli 13, 2009 (7:32 pm)

oh ya menyambung yang diata media dari gedebong pisang, jerami padi (damen = bhs jawa) lumpur, pupuk kandang dari kotoran sapi dan urea dengan komposisi yang sesuai dengan di buku di tambah dengan EM4. Proses pembusukan sampai lumer dan tidak berbau dan airnya menjadi jernih 8 minggu.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juli 15, 2009 (11:54 am)

Kepada pak Steven,
Silahkan pak, menghubungi kami

Kepada Pang Hengky,
Metode yang bapak pakai dari metodenya siapa ?
Berapa lama waktu angkut benih sampai ke tempat
bapak ?
Pada saat ngankut benih pada waktu siang atau malam
hari ? dan menggunakan apa ? dan bagaimana kondisi
benih sampai ke tempat bapak ?
Dikarantina dulu apa tidak ?
Apa bapak yakin kalau media bapak benar – benar siap
untuk ditanami benih ? ( lumpur tidak memadat, sudah
tidak berbau, sudah ada cacing lornya, jerami dan
gedebog sudah benar-benar hancur dll).


Author: okwin

Time: Juli 16, 2009 (4:23 pm)

waduh,
jadi piye Pak Budy
brarti pupuk kandang (kotoran kambing) yg sudah terlajur saya masukin harus di angkat dong pak ????

mohon penjelasannya lebih detailnya pak ???

thank


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juli 17, 2009 (3:46 pm)

Kepada Pak Okwin
Coba anda ke toko obat-obatan perikanan , cari Probiotik khusus untuk perikanan, misalnya EM4 Perikanan (botolnya berwarna putih) atau produk lainnya, yang mencamtumkan bakteri yang bertugas untuk memakan(menekan ) amoniak NH3 atau H2S. Minta info untuk mengaktifkan bakteri tersebut. Aplikasikan ke kolam anda mudah mudahan dapat mengurangi residu amoniak yg sudah tyercampur ke lumpur setelah mengalami fermentasi beberapa lama.
Cara ini kami aplikasikan di daerah Gajah(Demak) Jawa Tengah, ternyata efektif mengurangi kematian benih setelah tanam pada saat media terlanjur dicampur dengan kotoran hewan. Sebenarnya kalau anda sudah “benar” mencari lumpur sawah, sudah banyak cacingnyua kok, jadi tidak usah memakai pupuk kandang untuk memancing cacing keluar. Menurut penelitian orang Jerman (Perusahaan Sidat di Karang Jati Jawa Tengah) dan Bp. Henry Haryanto(almarhum) Dosen Perikanan UNDIP bahwa pupuk kandang tetap meninggalkan residu amoniak walaupun difermentasikan cukup lama sekali. Kadar amoniak yang tinggi akan mengakibatkan kematian, karena merusak insang, sedangkan apabila berkadar rendah akan mempengaruhi hemoglobin (Fe) dalam pengangkutan oksigen dalam darah(oksidasi). Hal ini akan menurunkan nafsu makan ikan tersebut dan berdampak langsung dengan pertumbuhan.


Author: Hengky Ardiansa

Time: Juli 17, 2009 (7:51 pm)

-Lama pengangkutan benih 30 menit (sktr pukul 17.00 / petang)
-Ditaruh dalam wadah plastik bungkus besar ( plastik kresek dan tatasnya tida ditutup ( sirkulasi udara baik )
-Sampai di tempat didiamkan di bak besar dan dikasih telur kocok 1 butir
-Untuk media gedebog dan jerami sudah hancur, tanah gembur (lembut ditusuk dengan jari/tidak keras) dan airnya bening tidak berbau
-Lama fermentasi media lebih kurang 8 minggu
Mohon bantuannya


Author: Pakje

Time: Juli 18, 2009 (12:33 pm)

Pak Hengky…Benar itu mungkin seperti pernah dikatakan Pak Budi utk fermentasi media jangan gunakan pupuk kandang, saya juga pernah memang begitu adanya kematian terus karena gas metana…penyebab kematian
Gimana Pak budi analisanya…Trims


Author: Pakje

Time: Juli 20, 2009 (11:45 am)

Ass Wr Wb Pak BUDI .. utk membuat belut nafsu makan nya tinggi, belutnya dikasih obat apa atau caranya bagaimana ? Trims Pak…


Author: okwin

Time: Juli 21, 2009 (1:22 pm)

Thank Pak Budy utk advice nya
kira” di JKT nyari EM4 dimana pak ???


Author: M.SUPANDI

Time: Juli 21, 2009 (2:20 pm)

VBVBV


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juli 22, 2009 (10:56 am)

Kepada pak Okwin
Coba bapak buka – buka majalah TRUBUS, nanti ada banyak
Agen EM4.
Kepada pak Je.
Kalau saya ketik disini banyak sekali pak, bapak punya alamat E-Mail ?

Kepada Pak Henky .
Kondisi benih bagaimana ? apa lemas-lemas atau sehat dan gesit ?
Banyak yg mendongak keatas atau tidak ? Badannya membalik apa tidak ? sehingga kelihatan warna perutnya ?


Author: M.SUPANDI

Time: Juli 22, 2009 (11:10 am)

Ternyata budidaya belut air bersih . Lebih mudah, lebih efktif dan lebih efesien. Ketinggian air hanya 20 Cm, peneduh pakai eceng gondok, dan sarang sembunyi hanya pakai media paralon dan bata Roster, selama pemeliharaan selama satu bulan, hanya mati 3 Ekor pada 2 Hari pertama, dari bibit 227 Ekor. Pakan pakai keongmas dan pakan hidup pakai anakan ikan Mujair dan Bandeng. tiap minggu 1000 ikan Habis, dilahapnya Hm….. sungguh sangat menjanjikan budidaya belut ini…. dan juga sangat mengasikan, bagaimana liukan belut menyantap pakan-pakan hidupnya, tidak siang tidak malam. siangpun suara ” Croop ” berkali-kali terdengar jelas, bahwa satu ikan sudah masuk keperutnya, sayang ya diforum ini belum bisa mengakses gambar-gambar buat ditampilkan.


Author: Pakje

Time: Juli 22, 2009 (11:48 am)

Yth. pak Budi … Ass Wr Wb ..Bagaimana Pak supaya belut lebih nafsu makannya baik, diberikan obat apa dan cara nya email saya :
Tks Pak Budi..


Author: okwin

Time: Juli 23, 2009 (11:10 am)

Iya tuh Pak Budy boleh juga dong di forward ke alamat email saya: ocktwin@gmail.com
jawaban pertanyaan dari Pakje

thank ya Pak Budy


Author: ardiyanshah

Time: Juli 23, 2009 (2:43 pm)

Setelah saya pikir2 ternyata berternak belut sangat mengasikkan….???
pak, saya tertarik untuk usaha belut tersebut. yang saya tanyakan untuk daerah Rembang gimana cara mendapatkan bibit dan apakah sudah ada komunitasnya?
kalau sudah alamatnya di mana ya?
boleh tahu pengurusnya??
terimakasih


Author: soman

Time: Juli 23, 2009 (5:20 pm)

pak juragan bisa kasih info bibit di daerah sidoarjo


Author: Tandipayuk

Time: Juli 24, 2009 (9:39 am)

Saya tertarik untuk budidaya belut. Saya mau tanya dimanakah saya bisa dapat bibit belut di daerah sulawesi selatan tepatnya di Palopo???, apa sudah ada pembudidaya disana??? dan pemasarannya kemana tolong bantuan rekan2 yang sudah berhasil.
terimakasih.


Author: aryo

Time: Juli 24, 2009 (7:11 pm)

salam kenal semuanya..

saya aryo dari Purbalingga dan sekarang bekerja di Jakarta, saya beberapa kali membaca artikel mengenai belut dan budidayanya, terus terang saya tertarik untuk budidaya belut. sebagai seorang pemula saya tentu memerlukan banyak informasi mengenai cara-cara dan persiapan, modal awal untuk budidaya belut tersebut serta pemasarannya.

kepada para ahli, saya mohon bantuannya untuk informasi dan bimbingannya..

terima kasih atas jawabannya.

rgds,

aryo.


Author: otong

Time: Juli 26, 2009 (4:30 pm)

mohon maaf.. tolong untuk para pebisnis belut.!! janganlah menipu orang susah, kalo ndak punya kolam belut mbok jangan ngaku punya. apalagi ngaku punya banyak petani. doa orang terdholimi itu cepat terkabul


Author: otong

Time: Juli 26, 2009 (4:33 pm)

untuk bapak budi kuncoro.. tolong saya diperlihatkan kolam milik bapak pribadi. kapan bapak libur kerjanya, biar saya bisa ketempat bapak. mks.


Author: otong

Time: Juli 26, 2009 (4:37 pm)

untuk para peminat budidaya belut. hati-hati dengan para pebisnis belut. jangan tertipu dengan kata-kata muluk mereka. budidaya belut itu itu tidaklah mudah. perlu kesabaran, ketelatenan dan butuh tangan-tangan yang hangat. juga pandai-pandailah memilih bibit, pilihlah yang hasil dari pijahan sendiri. setahu saya di pulau jawa ini tidak lebih dari 10 orang pemijah bibit belut, tapi yang jual ratusan.


Author: Wa2n

Time: Juli 26, 2009 (8:13 pm)

Ingin belajar secara langsung cara budidaya belut, apakah saya dapat ketempat bapak budi kuncoro untuk melihat secara langsung ??


Author: otong

Time: Juli 27, 2009 (7:01 am)

untuk rekan2 semua..


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juli 27, 2009 (10:32 am)

Kepada Bp. Otong
Memang benar apa yg disampaikan oleh Bapak Otong. Banyak orang – orang yang tertipu pada oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab. Baik pemberi seminar, penjual benih, bahkan ketua paguyuban belut itu sendiri. Saya sebagai peneliti belut, saya juga merasa kasihan kepada para petani yg coba – coba terus tetapi mereka gagal. Saya sangat prihatin akan hal itu, maka untuk itu saya buka Forum disini sebagai tempat sharing berdasar atas ilmu Perikanan dan pengalaman – pengalaman di lapangan ( Insya Allah berdasar atas fakta dan tidak kebohongan belaka). Bapak – bapak semua bebas menanyakan tehnik budidaya belut pada kami dan kami akan berusaha menjawabnya berdasar atas keilmuwan dan pengamatan pengamatan di petani – petani belut , baik yang gagal dan yang berhasil panen. Kita menganalisa kenapa banyak terjadi kegagalan dan kenapa ada juga yang berhasil. Ilmu yang terbaik adalah belajar dari pengalaman orang lain sebanyak – banyaknya.

Kepada Bapak Supandi
Saya sangat berterimakasih kepada anda yg sudah membeberkan kepada kita semua budidaya belut di air bersih, itu yang sedang juga kita lakukan pada teman kita di Lampung, beliau sudah memelihara sekitar 2 kg dan sudah berjalan 1 bulan tidak ada kematian sama – sekali. Cuma sampai saat ini kami belum bisa menggemukkan belut tersebut di air bersih, kita berusaha terus agar berhasil. Doakan saja , nanti metode tersebut akan kami sampaikan ke para petani, terutama bagi mereka yang di daerah mereka kesulitan mencari lumpur sawah , jerami dan gedebog pisang. Memang sampai saat ini petani sudah mampu membesarkan belut 1 kg isi 7 ~ 8 ekor di media lumpur, namun kematian ( Mortalitas) masih tergolong masih sangat tinggi yaitu hampir 50 %, tetapi budidaya di air bersih kita bisa menekan kematian benih maksimal 2 % namun kita belum bisa membesarkannya.. Alangkah baiknya kalau kita mulai membentuk komunitas petani belut di air bersih , membuka pelung siapa saja yg mau mencoba, dan kita sharing metode untuk membesarkannya. Hasilnya sudang barang tentu sangat di tunggu oleh para petani.

Kepada Para rekan – rekan yg mau ” mencoba ” budidaya belut diair bersih silahkan mendaftar di Forum ini, anda akan menjadi Volunteer dan siap untuk tidak menyesal apabila terjadi kegagalan . Demi masa depan anak cucu kita dan demi ilmu pengetahuan .
Syarat : cuma sekitar 2 kg benih yg langsung dari tangkapan sawah (tanpa setrum ) , yang berwarna kuning saja., kolam terpal atau kolam tembok ukuran kecil saja misal 1 m X 1 m, dilakukan di dalam rumah atau bisa diluar rumah dengan atap peneduh, anda harus memelihara cacing lumbricus dahulu 2 ~ 3 bulan sebelumnya dan di sekitar daerah anda terdapat pakan : ikan cere, anak katak hijau, keong emas dan cacing sungai atau cacing merah yg terdapat pada kotoran sapi. Siapkan termometer air.
Percobaan meliputi 2 tahap : Tahap pertama selama 3 bulan, yaitu tahapan mempertahankan benih tersebut hidup dan menekan kematian seminim mungkin.
Tahap ke 2 : Membesarkan belut dengan pakan secara kontinyu, baik pakan hasil dari budidaya maupun dari alam dan memaksa belut tersebut untuk mau makan terus, baik dengan penambahan jamu nafsu makan atau tehnik2 lainnya. Dan hal ini harus dipantau dan diamati tiap hari.

Kapada mas Wawan
Silahkan mas kita ngomong2


Author: M.SUPANDI

Time: Juli 27, 2009 (1:00 pm)

Pada dasarnya belut butuh suasana tenang dan nyaman, Maka butuh pelindung, Pelindung bisa kita buat dari bahan Loster, bambu, atau parlon, atau pelepah pohon kelapa, atau akar-akar pohon yang banyak akar serabutnya. secara psikologis belut akan nyaman. selanjutnya untuk mempercepat pertumbuhan maka kata kuncinya adalah ” PAKAN” . belut butuh pakan, sudah menjadi sifat binatang air, bukan lezatnya makanan yg ingin dimakan, tapi bagaimana daya rangsang ” BAU ” dari simakanan itu sendiri kita bisa berikan kesumber makanan, Jadi yg perlu diingat adalah bahan makanan yg bisa memberikan “BAU AMIS” bisa kita berikan ke sumber makan itu sendiri, maka sibelut dengan sendirinya akan terangsang akan BAU makanan tadi, Maka secara naluri akan mendekat, dan akan memakanya,. Bentuk pakan buatan yg paling amis dari semua pakan adalah pakan “Udang windu”. sekaligus jenis pakanya yg tidak mengapung tapi tenggelam dan butiranya kecil-kecil maksimal 3 MM, maka sangat layak untuk dapat diberikan ke Belut, Bukan pakan Ikan Apung. Selanjutnya, Kolam juga perlu Filter sebagai penjernih air dan pengurai kotoran da amoniak, sekaligus peneduh. maka yg paling efektif dan efesien adalah Eceng gondok atau tanaman air lainnya, dibandingkan dengan Pompa filter yg butuh listrik dan alat Filter itusendiri, yg jelas biayanya mahal. pakan hidup juga perlu diberikan untuk keseragaman pertumbuhan, seperti anak ikan Mujair/Nila, Benih lele yg ukuranya sebesar pentol korek, dan ikan cere, keongmas dan cacing, bisa diberikan tergantung kultur wilayah setempat dan bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan yg ada. contoh Kalau dekat laut/pantai Ikan rucah dapat diberikan dengan cara digiling pakai alat penggiling daging yg manual. kALAU FAKTOR kENYAMANAN DAN KEKENYANGAN terpenuhi, maka Faktor GEMUK dengan sendirinya akan mengikuti. Oh ya…. kita tidak perlu 3 Bulan untuk mempertahankan benih tbs tidak mati, cukup puasakan 3-4 hari sejak benih datang, jgn dikasih pakan apapun, dan pelindung diberikan dengan dengan baik, maka hari ke 4 dan selanjutnya belut sudah mulai menyukai pakan. selanjutnya bunyi CRooop …Croooop..dan Crooooop lagi . akan terdengar ditelinga kita.


Author: tri purbalingga

Time: Juli 27, 2009 (1:46 pm)

Assalamualaikum,wr,wb…….. saya penyuka belut,lebih2 kalo cari mlm2 di sawah,haya skarang belutnya semakin menyusut hasil tangkapanya,jadi saya ingin pelihara belut.dari informasi yg saya dapat ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan.untuk kolam lebih bagus kolam tradisional ( tanah) atau terpal?di tempat saya belut sawah masih ada,ukuran rata2 sebesar jari kelingking.apakah bisa untuk benih?jika di tangkap dengan pancing gmn?perlu di karantina dulu apa ga?pa mungkin da pembenihan belut di sekitar purbalingga?trima kasih pak….


Author: Pakje

Time: Juli 28, 2009 (9:01 am)

Ass Wr Wb …Pak Budi gmn kabarnya kemarin sy bertanya utk meningkatkan nafsu makan belut menggunakan jenis obat apa atau jamu apa, kalau ditulis disini banyak sekali katanya Pak Budi minta email sy utk diinformasikan Tk


Author: Pakje

Time: Juli 28, 2009 (10:16 am)

To. Pak Budi … Trims telah dikirim email dimaksud …


Author: gesty

Time: Juli 28, 2009 (9:55 pm)

untuk semua pakar2 belut.
disaat benih lagi adaptasi, pasti ada kematian. siapa saja yang tahu cara menanggulanginya. tolong dibantu. kira2 waktu adaptasi itu sampai berapa hari.
mks


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juli 29, 2009 (10:59 am)

Kepada Gesty
Disaat benih adaptasi untuk menanggulangi kematian adalah dengan cara :
1. Mengalirkan air dengan debit yang kecil dan langsung terbuang melalui saluran pembuangan ( debit air jangan terlalu besar, nantinya malah bibit belut pada keluar semua dan tidak mau masuk,jadi malah pada mati).
2. Memberikan Jamu Nafsu makan, yaitu membuat biang EM4 Perairan yang dicampur dengan jamu nafsu makan, kalau ada e-mail saya kirim.
Total kematian selama 1 bula setidaknya 5 ~ 10 %, namun apabila setelah 1 bulan tanam kematian mencapai lbih dari 20 % kalau tidak media anda ya bibitnya yang tidak beres.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Juli 29, 2009 (11:03 am)

Kepada Tri Purbalingga
Baiknya pakai kolam Terpal, bibity sawah malah lebih bagus, asalkan tidak berwaran hitam dan berdada putih, cari yang kekuningan atau kecoklatan bening, ada batikannya. Kalau sawahnya dekat denga rumah anda, tidak perlu karantina asalkan membawa bibitnya pakai lumpur.Kalau mulutnya luka ada yg bilang tetap hidup tapi ada yang bilang mati, saya sendiri belum pernah mencobanya, silahkan anda mencobanya.


Author: ajat

Time: Juli 30, 2009 (11:43 am)

salam kenal
saya berencana untuk menanam belut di kolam pake jaring.
saya dari cianjur dimana bisa saya dapatkan benih belut yang bagus. gimana kalo benihnya didapat dengan setrum .trims


Author: Anton parjono

Time: Juli 30, 2009 (1:39 pm)

betul pak supandi………tapi untuk pakan…pkan yang diberikan ma berat bdan belut itu sendiri berapa persen pak perbandingannya…….ya biar bisa ngitung pakan per hari n tidak boros pakan…….klo banyak sisa pakan kan mubadir n mencemari kolam…….


Author: imam

Time: Juli 30, 2009 (9:37 pm)

saya pernah coba ternak belut dengan lumpur yang sudah banyak cacingnya tapi perkembanganya kurang bagus. menurut saya baiknya pakan dari ikan kecil-kecil dan kolam tanpa lumpur tapi atasnya di kasih tanaman air kaya teratai dan airnya terus mengalir walupun kecil


Author: weny

Time: Juli 31, 2009 (9:17 am)

apa saya bisa mendapat cara-cara dan ilmu beternak belut di air bersih? terimakasih sekali jika anda bersedia membantu…saya baru akan belajar usaha ini tapi terkendala material2 yang harus dicampurkan ke air..


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Agustus 4, 2009 (9:43 am)

Kepada Weny
Silahkan kalau anda mau mencoba, nanti saya pandu,dan syarat – syaratnya nanti saya kirim lewat e-mail anda.

Kepada mas Imam
Kalau cuma dikasih makan cacing dari hasil fermentasi itu belum seberapa, paling paling cuma bisa untuk 1 bulan masa pemeliharaan, anda harus rutin kasih makan belut tiap hari. baik ikan2 kecil maupun cacing dari luar, cacing sendiri proteinnya sampai 65 %.

Kepada pak Anton
Saya pikir kalau kita sudah bisa menemukan “Formula”, sehingga belut benar – benar mau makan pelet, seperti lele, maka kita bisa dengan mudah menghitung FCR (Food Convertion Ratio), berap kg pakan yang dibutuhkan untuk menjadikan berat tubuh per kg nya. Sampai sekarang berbagai macam pelet sudah kami uji coba, tetapi tetap tidak mau. Belut memang butuh atractan khusus agar supaya dengan bau tersebut mereka mau makan. Yang pada nantinya setelah mau makan pelet, dengan cara menimbang hasil sampling berat belut dan menentukan FCR nya, kita tidak akan boros dipakan dan pakan tersebut tdak akan mubazir.

Kepada Mas Ajat.
Saya bernah ketemu sam 2 orang penyetrum belut di daerah Demak JATENG, yang memelihara hasil tangkapan belut yang kecil kecil (karena yg laku cuma yg besar) lalu dipelihara dalam bak. yang medianya lumpur dan dikasih makan sama yuyu/tutut, ternyata belut belutnya bisa besar – besar. Ini kenyataan , saya sendiri setelah melihat , belum berani menyimpulkan bahwa semua belut atau benih hasil setruman semuanya mati kalau dipelihara, namun seberapa besar Volase dari ACCUnya ? itu yg menjadi pertimbangan kesimpulan.

Kepada Rekan -rekan Beluter
Sampai sekarang saya tunggu ternyata belum ada yang berani mencoba di air bersih untuk pembesaran belut, kalau ada yang berminat hubungi saya :
Kita masih butuh paling tidak 5 petani lagi yang mencoba dan berhasil, sehingga nantinya kita bisa membikin SOP ( Standard Operasional Prosedur) yang bisa dilakukan dengan mudah dipetani manapun merka berada.


Author: abdul gani

Time: Agustus 4, 2009 (1:34 pm)

saya sangat tertarik untuk membudidayakan belut, untuk itu kalau bapak atau rekan2 yang berkenan tolong berikan informasi kepada saya tentang teknik baudiaya baik pembibitan, pembesaran, pakan maupun yang lainnya berkenaan dengan budidya belut.
terima kasih sebelumnya


Author: Tandipayuk

Time: Agustus 4, 2009 (1:38 pm)

Saya tertarik untuk budidaya belut dimana saya bisa dapat bibit belut di Sulawesi Selatan tolong kalau ada yang tahu tempatnya hubungi saya di saya sangat butuh bibit belut. Saya mau kembangkan di Palopo SulSel.
Terimakasih atas bantuannya.


Author: Heru

Time: Agustus 6, 2009 (1:32 pm)

Kepada Bapak2 (sesepuh belut) pada umumnya dan Pak Budy pada khususnya, saya tertarik dengan budidaya belut khususnya untuk budidaya belut tanpa lumpur (media air). Kebetulan saya ada tanah 500 m2 (tanah 1) dan 800 m2 (tanah 2), rencana saya ingin budidaya belut di tanah 1 dan budidaya pakan belut di tanah 2. Masalahnya sampai sekarang budidaya belut dengan media air masih belum banyak yang membahasnya termasuk buku-buku referensi-nya. Bisakah Bapak2 memberi solusi/masukan untuk :
1. Desain kolam permanen yang paling baik ? Apa saja kriteria-nya ? Berapa PxL yg ideal ? Bagaimana sistem air yang masuk dan keluar ? Aapakah harus ada sistem filtrasi ? Bila ya, bgmn dengan sistem filtasi-nya ?
2. Kolam2 apa sajakah yang harus disediakan ?
3. Apakah belut sudah dapat dipijahkan tanpa lumpur (dengan media air saja) sampai saat ini ? Bila ya, bgmn caranya ?
4. Saya pernah membaca utk ukuran kolam dgn media lumpur seluas 1 m2 idealnya ditaruh bibit sebanyak 1 kg, bagaimana dengan kolam budidaya tanpa lumpur berapa berat bibit maksimal yang dapat ditaruh untuk 1 m2 ?
5. Bgmn dengan atap peneduh-nya (bahan, desain dll) ? Apakah sinar matahari msh boleh masuk ? Bila sudah ada peneduh, apakah masih harus di beri enceng gondok ?
6. Untuk tanah 2 (800 m2), pakan belut apa sajakah yang dapat dibudidaya dengan tingkat pertumbuhan yang cepat ? Bila Bapak tidak keberatan, dapatkah dijelaskan teknik budidaya pakan belut yg mudah, efektif & efisien ?
7. Benarkah budidaya belut dengan media air tidak boleh terganggu dengan kemunculan manusia ? Bila ya, bagaimana dengan tehnik pemberian pakan-nya ?
Maaf, bila pertanyaan saya terlalu banyak, soalnya pembahasan mengenai budidaya belut tanpa lumpur ini masih belum banyak pembahasannya.
Bapak2 sekalian juga dapat memberikan masukan apapun di luar dari pertanyaan saya. Karena masukan sekecil apapun sangat berharga bagi saya.
Bila jawaban Bapak2 / Pak Budy terlalu banyak, Bapak2 dapat mengirim
Untuk informasi, lokasi tanah 1 dan tanah 2 saya tidak berjauhan (30 m), disekelilingnya masih banyak areal persawahan (maklum letaknya terpencil di desa). Lokasi tanah saya termasuk berhawa panas/tropis (tidak sejuk), tetapi disekeliling lokasi tanah saya banyak pohon rindang dan kebun.
Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas informasi Pak Budy dan Bapak2 sekalian.

Salam
Heru


Author: dwi

Time: Agustus 9, 2009 (4:19 pm)

pak budi..
ngajak kok coba-coba.
emang kalo saya rugi, bapak mau mengganti???
kolam belut dengan air bersih punya bapak dimana ?
saya mau lihat tingkat keberhasilannya.
saya udah beternak belut 7 tahun.


Author: Yuyun

Time: Agustus 10, 2009 (7:19 am)

Bagi siapa yang ingin menjual belut hidup @250 gr ke atas dapat mengajukan penawaran ke
Sertakan dengan :
1. Harga / kg (+ ongkos kirim ke indramayu)
2. Minimal order
3. Belut tangkapan atau budidaya
4. Kemampuan suplai belut / hari / minggu / bulan
5. Contact person + No. Telp / HP / Email + Kota (posisi) anda
Kami tunggu email dari anda
Yuyun


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Agustus 10, 2009 (12:08 pm)

Kepada Bp. Heru
Wah, ma`af pak, kalau saya ketik banyak sekali pak,, sebenarnya sudah ada 3 orang (sepengetahuan saya ,termasuk saya ) yg sudahmencoba di air bersih. Rata rata sudah bisa menekan kematian seminim mungkin dibanding dengan kematian bibit yang apabila dipelihara dalam lumpur. Namun untuk sementara ini kami belum bisa membesarkannya. Kami masih penelitian untuk itu.
Bapak Heru bisa menanyakan kepada : Bp. Supandi (Idramayu), dan Bp. Eman (Lampung), atau nanti hubungi ke saya

Kepada Dwi
Ma`af saya cuma menawarkan untuk mencoba dan melakukan penelitian, Silahkan bagi yang mau dan tidak apa-apa bagi yang tidak mau, bagi yang mau nanti saya akan pandu. Kalau anda mau ketemu saya silahkan ke Jl. Pleburan barat no. 24 Semarang (Dekat UNDIP) simpang Lima.

Kepada Yuyu.
Bisa dikasih alamat lengkapnya di Indramayu ? Insya Allah dalam waktu dekat saya dolan ke rumah Kakak yang ada di Balongan.Trm ksh


Author: Rianto

Time: Agustus 10, 2009 (2:14 pm)

Salam Pak Budi,

Kalo saja ada yang memodali pembuatan kolam tembok dan bibit belut, saya pasti ikut Pak Budi. Karena bibit kualitas baik, harganya masih cukup tinggi. Kendala ini yang agak berat bagi saya terutama sebagai “pembesar” belut. Tapi semestinya bukan menjadi kendala bagi para investor belut, yg “concern” menghasilkan belut kualitas ekspor dengan mengupayakan riset berkelanjutan sembari membentuk petani plasma.

Kalau benar ada pemodal kontak saya Pak. Trims.


Author: okwin

Time: Agustus 12, 2009 (9:57 am)

Assalamu’alaikum Pak Budi and para beluters mania

nanya dong,
saya pernah baca bahwa “sebelum bibit dicemplungin ke dlm media harus dikarantinakan selama 3-4 hr di dlm kolam air bersih, selama masa karantina harus diberi putih telur adn perasan air kunyit setiap 2 hr skali and setiap hr nya air di kolam harus diganti”

Nah yg saya mo tanyakan :
1. Benar tidak teorinya sperti ini ?
2. Biasanya sbelum bpk nyemplungin bibit tahapan” apa
saja yg bpk lakukan ??

makasih Pak Budy sbelumnya atas jawabanya

okwin


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Agustus 14, 2009 (4:21 pm)

Kepada pak Okwin
Kalau dikarantina, itu benar pak, cuma kalau samapi 4 hari saya pikir itu kelamaan. cukup 1 hari, paling lama 2 hari. Metode putih telur dan perasan air kunyit itu baru saya dengar sekarang, tapi dicoba saja siapa tahu lebih bagus, karena yang dilakukan petani analah memberi kocokan telur (kuning beserta putihnya). Dan kalu memberikan empon-empon adalah temulawak, untuk menambah nafsu makan.
Hal 2 yang dilakuakan adalah :
sehari sebelumnya sudah dipersiapkan kolam karantina beserta airnya, jadi jangan benih datang baru ambil air.
Benih yang datang lendir yang terdapat dalam drum dibuang, benih di masukkan kolam karantina, ditunggu beberapa saat biar tenang dulu, baru dikasih kocokan telur dengan cara disebar – sebarkan, ditunggu beberapa jam, kemudian air dikuras/diganti dengan yang baru, ditunggu beberapa saat , dikasih perasaan “temu lawak”. ditunggu beberapa saat lagi, kemudian air diganti kembali, ditunggu beberapa saat lagi dan apabila benih ada yang mendongak kepalanya, benih tersebut diambil lalu dibuang,karena sudah lemah. Bibit yang tenang didasar dan gesit itulah yang kita ambil untuk bibit untuk ditanam.

Kepada Pak Rianto
Ma’af pak, Bapak dari daerah mana ?
Sebenarnya saya sangat tidak setuju dengan “Petani Plasma”, karena pada dasarnya saling merugikan kedua belah pihak, atau rugi satu pihak. Berusahalah menjadi Wirausahawan (Enterpreneurship). Karena rata-rata orang yang dimodali oleh orang lain ternyata banyak gagalnya. Bekerja dengan tidak sepenuh hati, beda kalau modal kita sendiri, baik pinjam mertua atau Bank misalnya, kita lebih berhati – hati untuk megelolanya. Pada dasarnya kalau suatu usaha itu dilakukan dengan coba-coba maka hasilnyapun akan coba-coba.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Agustus 14, 2009 (4:48 pm)

Kepada Rekan – rekan Petani Balut :
SEKEDAR INFO :
Berdasar pada Motto ” Belajarlah sebanyak – banyaknya dari Pengalaman orang lain ”
Saya akan memberikan info beberapa petani belut yang memberikan pakan yang berbeda beda pada belut peliharaannya :
Namun rekan rekan harus selektif dan arif dalam menimba ilmu, tidak langsung diaplikasikan ,tetapi dipertimbangkan dengan baik – baik dan dibandingkan dengan yang lainnya :
1. Dengan pakan Ikan runcah :
Bp. Agung (indramayu)
2. Dengan Pakan Ulat Hongkong
Bp. Kimpling (Jepara)
3. Dengan Pakan Usus Ayam
Bp. Darmaji (Jepara)
4. Dengan Pakan Cacing Lumbriccus
Ibu Lenny Huang (Kuningan jabar)
( Beliau juga mengembangkan Budidaya Belut sistem
Mina Padi Organik )
5. Dengan Pakan : anak katak hijau, anakan ikan, keong
Bp. Kasjo (Batang)

Info Budidaya Belut di air bersih :
Bp. Hermanto (Kudus)
Bp. Hadi ( Pati )
Bp. Supandi (Idramayu)
Bp. Eman (Lampung)

Petani pemakai jamu Nafsu makan :
1. Bp David ( Gajah – Demak)
2. Bp. Kasjo ( Batang)

Ifo Petani yang memfermentasikan Media diluar Hasilnya Lebih Baik :
Bp. Ahmad ( Kendal)

Ahli Proses Bokashi yang Baik, beliaunya juga pernah kerja di FAO :
Bp. Pujiwanto

SEMOGA Allah S.W.T Meridhoi dan BERMANFAAT untuk rekan – rekan semua….AMIN !!!


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Agustus 14, 2009 (4:59 pm)

TIPS – TIPS BETERNAK BELUT SAWAH

Hal-hal yang “Perlu” diperhatikan dalam beternak belut
adala sbb :

1. Carilah lumpur sawah yang dominan berwarna abu- abu dan di permukaan tanah / lumpurnya banyak mengandung sisa-sisa kotoran cacing lor sawahnya ( tahi cacing).

2. Pastikan dengan menanyakan kepada petani yang memiliki sawah tersebut, apakah disawahnya terdapat banyak belutnya dan ukurannya besar-besar ? Apakah banyak pencari belut (ngobor) disawahnya ? Kalau memang jawabannya “ya” berarti lumpurnya potensial dan cocok sebagai media kehidupan belut.

3. Carilah jerami yang di bagian “batangnya”, jangan pada bagian tangkai bulir padi, karena batang padi lebih cepat membusuk dibanding dengan tangkai bulir.

4. Untuk mempercepat proses Bokashi, jerami dan gedebog, dicacah semakin halus semakin baik karena mudah busuk. Kalau perlu untuk jumlah banyak sebaiknya di Chopper dengan mesin yang punya pisau khusus. Hasil bokashi hendaknya dipisahkan antara yang sudah jadi dan serat-serat yang belum jadi secara sempurna dengan cara diayak memakai ayakan pasir. Nantinya serasah – serasah yang belum jadi sempurna kita bokashi sekali lagi. Hasil Bokashi bisa disimpan dalam jangka waktu lama (sampai 1 tahun) asalkan dimasukkan kedalam karung dan ditimbun ditempat yang kering dan jangan lembab. Sebaiknya dasarnya di kasih pallet biar karungnya tidak bersentuhan langsung dengan tanah (biar tidak lembab).

5. Untuk menghemat pembelian Probiotik. Biasakanlah membiakkan bakteri (probiotik) dengan cara membuat biang sendiri. Bahkan bakteri ini dapat berkembang biak sampai pada F5, namun efektifnya / bagusnya sampai dengan F3.
Yaitu dengan cara memperamnya dan memberi makan Bakteri tersebut dengan Glucosa, seperti gula pasir / merah atau tetes tebu (Molase) maka bakteri dari jenis Lactobacillus sp akan berkembang biak menjadi bermilyar-milyar jumlahnya. Setelah itu baru dipakai untuk bokashi atau campuran jamu. Jadi dengan cara ini kita cuma membeli beberapa botol Probiotik untuk kolam kita yang sangat luas.

6. Carilah Gedebog pisang yang tidak “busuk”, karena gedebog yang busuk akan sulit dicacah. Gedebog yang sudah membusuk serat yang berbentuk seperti benang akan lebih ulet dibanding dengan yang masih segar.

7. Lakukan “Bokashi” diluar terlebih dahulu terhadap bahan-bahan yang mengandung selusose (karbohidrat) maupun lemak, seperti jerami dan gedebog pisang. Karena proses dari fermentasi akan potensial menghasilkan gas Methan (CH4) yang sangat berbahaya. Ini sangat meracuni belut, dan hasil sampingnya juga terbentuk CO2 yang dapat megurangi O2 dalam media kolam. Dengan Bokashi diluar kita bisa mengeluarkan gas-gas methannya dan energy panas akan keluar bebas ke udara.

8. Media jerami dan gedebog yang sudah dibokashi dengan sempurna hendaknya sebelum digunakan dimasukkan dalam karung dan direndam (dicuci) beberapa saat dengan cara diinjak-injak atau dipukul-pukul agar air yang berwarna kemerahan atau hitam (H2S nya bisa keluar). Setelah agak berwarna kecoklatan atau jernih, jerami kita pakai dan kita susun berlapis- lapis dalam kolam pemeliharaan.

9. Jangan mendirikan kolam terpal dekat dengan pohon kelapa, karena akar pohon kelapa yang tajam-tajam dengan mudah melobangi terpal. Untuk menghemat terpal agar tidak dilubangi oleh semut, hendaknya setelah panen, terpal harus segera dicuci dan dimasuki air / digenangi air sampai penuh.

10. Maksud diberinya air pada media budidaya belut dengan ketinggian 5 ~ 10 cm diatas permukaan lumpur adalah untuk pemeraman dengan maksud untuk mempercepat proses Fermentasi yang bersifat Anaerob (tidak membutuhkan O2). Sehingga hasil nutrient yang terdepat di jerami dan gedebog segera dapat dimanfaatkan oleh cacing lor sawah agar berlimpah. Apabila dalam jangka waktu 2 minggu kita sudah melihat cacing kecil-kecil atau cacing rambut yang muncul banyak sekali di permukaan, bukan itu tujuannya. Tujuan kita adalah menumbuhkan cacing lor sawah yang terdapat pada media lumpurnya bukan cacing rambut atau cacing sutera. Jadi fermentasi harus dilanjutkan sampai jerami dan gedebog benar-benar hancur dan terbentuk / muncul cacing lor. Dan untuk mempercepat cacing lor keluar adalah dengan cara menusuk-nusuk media dengan galah atau menginjak-injak lumpurnya (maksudnya juga untuk memasukkan O2 dalam lumpur) setelah itu air media dibikin mancak mancak saja.

11. Untuk menumbuhkan cacing lor sawah dalam jumlah berlipat-lipat adalah dengan cara menaburkan bekatul halus lalu disiram dengan biang EM4 yang botolnya berwarna kuning. Atau pakai pupuk organic cair seperti NASA.

12. Berhati hatilah kalau mencari lumpur sawah !.
a. Lumpur yang berasal dari areal sawahnya berwarna Coklat Kemerahan, biasanya mengandung unsur lempung, dan cenderung mengeras bahkan memadat kalau terendam air.
b. Lumpur berasal dari areal sawah yang berwarna kehitaman , biasanya banyak mengandung pasir, lumpur ini jangan digunakan, karena dapat melukai badan belut.

13. Janganlah memesan benih belut kepada penjual benih, sebelum media anda benar-benar sudah “SIAP“ untuk ditanami ! lihat syarat-syarat wajib dipenuhi sebelum tebar benih.

14. Cara lain untuk mempercepat proses “penetralan” zat kimia pada kolam semen adalah memberi “cairan cukak “ yang biasa untuk memasak pada kolam yang sudah berisi air dan direndam dalam beberapa hari sampai permukaan diatas air tersebut terdapat lapisan seperti minyak.

15. Belilah bibit belut yang berukuran sebesar “jari kelingking”, jangan beli benih yang berukuran “sebesar lidi”. Karena semakin kecil benih belutnya semakin besar resiko kematiannya, sedangkan semakin besar belutnya maka akan semakin kuat.

16. Belilah benih belut yang berwarna coklat kekuningan atau coklat cerah saja, karena benih belut yang berwarna kehitaman dan berdada putih sangat lambat pertumbuhannya (bisa jadi kerdil / kuntet).

17. Yang kita harapkan setelah fermentasi adalah melimpahnya cacing lor sawah bukan cacing rambut atau cacing sutera. Terkadang petani terkecoh akan hal ini. Cacing sutera sudah mulai tumbuh setelah 1 ~ 2 minggu masa fermentasi di dalam kolam (jumlah cacing ini belum cukup untuk memenuhi jumlah konsumsi yang dibutukan bibit belut yang kita tanam). Sedangkan cacing lor sawah akan Nampak melimpah setelah jerami dan gedebok stelah mengalami pembusukan karena nutrient tersebut sebagai sumber pakannya.

18. Jagalah air media kolam dalam keadaan jernih – bening tidak keruh. Belut tidak menyukai air yang keruh. Ingat semua lubang belut yang berada dibawah pematang semuanya ada airnya dan airnya berwarna jernih.
19. Jagalah suhu kolam dalam keadaan “sejuk” airilah kolam walaupun dalam debit yang sangat kecil. Misalnya menaruh ember besar atau drum diatas kolam dan melubanginya sebesar sedotan aqua, air walaupun dalam debit yang sangat kecil akan sangat berpengaruh bagi kondisi kolam menjadi sejuk, menambah oksigen dan membuang amoniak dari sisa pembusukan media dan pakan belut.
Biasanya dipersawahan, orang memancing belut pada siang hari tidak akan dapat hasil tangkapan, karena belutnya pada kebawah semua. Ini dikarenakan suhu air dipermukaan lebih panas dan kebetulan belut juga fototaksis negative (tidak menyukai cahaya).

20. Cara lain untuk untuk menumbuhkan plankton pada media tanam belut yaitu deng memberinya “Vitamin”, Vitamin ini kita bisa membikin sendiri yang terdiri atas :
a. Tepung kacang hijau
b. Tepung kedelai
c. Tepung beras
d. Sayur-sayuran (seperti sawi, daun ketela, bayam, sedikit daun papaya, dll)
e. Air kelapa yang masih segar.
Kesemua bahan tersebut diblender kemudian disaring dan airnya disiramkan ke penampungan benih atau kolam karantina, dibiarkan selama 2 ~ 3 jam baru airnya diganti.

21. Usahakan membawa benih pada malam hari dan menabur benih pada malam hari itu juga karena kondisi media dinginnya masih panjang dan udara di luar media masih dalam keadaan sejuk.

22. Apabila ditemukan bibit belut yang mati segera keluarkanlah dari dalam kolam. Apabila membusuk dan empedunya pecah serta darahnya keluar, akan meracuni belut lainnya. Kalau perlu apabila ada yang sudah membalikkan badannya, hendaknya segera diambil sebelum mereka mati.

23. Pada masa adaptasi dari tebar benih jangan memasukkan air secara besar (menggerojok) karena posisi benih pada saat itu masih disekitar permukaan (± 20 cm di bawah lumpur). Kalau sudah keluar sulit bagi mereka untuk masuk kembali ke lumpur karena kondisinya masih dalam keadaan lemah, ini yang menimbulkan banyaknya kematian.

24. Belut harus dipaksa mau makan. Berikan pakan yg berselang-seling menurut selera mereka dan jangan diganti kalau mereka masih mau makan dengan jenis pakan tersebut. Gantilah pakan dengan jenis lain apabila mereka sudah bosan dengan pakan yang biasa kita berikan.

25. Berikanlah pakan yang ukuran pakan tersebut lebih kecil dari mulut belut yang kita pelihara, baik dengan cara dicacah maupun dihancurkan.

26. Untuk menarik / merangsang belut mau makan hendaknya dipancing dengan pakan yang segar dan berbau amis seperti :
o Cacahan yuyu
o Cacahan cacing merah atau cacing lumbricus
o Cacahan lambung katak hijau

27. Apabila ada kematian benih setelah tebar, kondisi kolam dialiri air mengalir kecil dan diberi jamu empon-empon (campuran biang dan jamu)

28. Untuk tumbuhan air bisa memakai enceng gondok atau kiambang. Jangan menggunakan kangkung air karena akarnya dapat mengeringkan lumpur. Enceng gondok berfungsi menyerap zat racun yang ada perairan, zat-zat racun diserap melalui akar dan disimpan dalam batang yang menggelembung. Jadi kalau semakin subur enceng gondoknya, maka akan semakin tercemar perairan tersebut. Tapi apabila semakin kurus tanaman enceng gondoknya, maka akan semakin subur perairannya.

29. Hewan-hewan renik air sebenarnya tidak begitu kita perlukan karena benih belut yang berada di pasaran atau yang biasa kita tanam besarnya seukuran jari kelingking (finggerling). Namun dikarenakan setelah pemeliharaan menginjak 2.5 bulan keatas biasanya akan keluar anakan (benih) belutnya. Hal ini yang harus kita pikirkan agar media pemeliharaan tetap tersedia hewan-hewan renik.
Dan bentuk pakan yang kita berikan sebaiknya selain berukuran besar untuk belut besar juga berbentuk remahan untuk makan anakannya yang kecil-kecil.

30. Jangan memberi pakan yang terlalu besar yang melebihi ukuran mulutnya, karena belut bersifat menarik dan menyimpan makanannya kedalam lubang-lubang persembunyiannya sehingga mereka harus menunggu sampai menunggu agak lunak hingga bisa dimakan.
31. Bersabarlah melatih mereka keluar lubang persembunyiannya sebelum memberi makan sehingga mereka akan terbiasa keluar lubang menanti makan yang kita berikan. Jadi ini lebih mengefisienkan pakan, karena di daerah Batang Jawa Tengah ada petani belut yang bisa melatih belut-belut mereka untuk keluar menunggu majikannya member makan.

32. Jangan mengganggu belut selama masa pemeliharaan, misalnya mengaduk-aduk media atau memasuk-masukkan galah ke dalam kolam karena belut sangat mudah stress.

33. Baik benih maupun hasil panen, jangan terlalu banyak tersentuh oleh tangan. Mereka mudah stress bila tersentuh oleh tangan. Upayakan menggunakan seser (jaring kecil) pada saat memindahkan benih atau menggunakan alat saring khusus (alat sortir) pada saat panen agar tidak terlalu banyak dipegang-pegang tangan.

34. Jangan memberi pakan belut dengan cacing tanah berjenis cacing kalung di beberapa petani di daerah Demak jawa tengah dan Batang Jawa Tengah setelah cacing tersebut diumpankan, belutnya banyak mengalami kematian.

35. Apabila di kolam pemeliharaan terdapat lumut yang berwarna hijau hendaknya segera diambil dengan cara air baru dimasukkan , setelah agak tinggi permukaan lumpur yang ada lapisan lumpurnya disemprot untuk dikeluarkan.

SEMOGA BERMANFAAT….AMIN…..


Author: nunk crb (nur.h)

Time: Agustus 15, 2009 (9:48 am)

Assalamualaikum wr.wb.
Terima kasih banyak kpd Bpk. Budy,karena selama ini banyak memberikan info2ny kpda saya,kemarin sya juga k tempat Pk agung indramayu,bnyak info yg saya dapat.Klo k tmpt pk supendi belum sempat,kpan2 kalo Bapak k cirebon kontak 2 ksy biar kita bisa ketemu langsung,biarpun panen yg sekarang kmungkinan besar gagal,tapi ilmu yg bapak berikan kdepan saya akan coba aplikasikan smoga berhasil dan para petani belut d sluruh indonesia akan mncapai kesuksesan yg luar biasa dgn adanya masukan2 dri bapak dan rekan2.makasih banyak buat smuanya.
wassalamualaikum.wr.wb.


Author: Rianto

Time: Agustus 15, 2009 (10:19 am)

Pak Budi,

Thx responnya. yang saya maksud karena ajakan Pak Budi fokus kepada pencapaian Standar Prosedur Baku dalam pemeliharaan dan pembesaran belut air tawar, maka ini termasuk skala riset. Biaya riset dan penelitian tentu saja berbeda dengan biaya pemeliharaan produksi massal yang sudah jadi dan sudah memiliki standar baku yang harus diikuti, yang pastinya jauh lebih mahal. Untuk itu memang harus ada keberanian untuk mendapatkan investor khusus untuk proyek riset dan penelitian ini, sampai didapat standar baku yang spesifik dengan species belut di Indonesia dan lingkungan pemeliharaan yang paling paling efisien dicapai.

Begitu Pak.
Salam.


Author: yuri satria

Time: Agustus 16, 2009 (3:08 pm)

saya dlu pernh beternak belut, tiba2 ada yang tanya moa.
ditempat kami memang banyak moa.kemudian saya ingin memasarkan dalam jumlah besar didaerah medan gak tau dimana. kalo tau dimana bisa memasarkan moa harap di kasih tau silahkan contact kami di .khusus didaerah mdn


Author: iman

Time: Agustus 17, 2009 (1:42 pm)

ass.wr.wb
Pak saat ini saya berencana untuk ternak belut skala bisnis, menurut bapak untuk ternak sebaiknya sistem lumpur atau system air bersih. mohon informasi tentang teknik budidayanya kalau bisa kirim lewat email. untuk bibit dimana saya bisa mendapatkannya didaerah bandung? sebelumnya saya ucapkan terima kasih


Author: okwin

Time: Agustus 18, 2009 (3:38 pm)

Terimakasih Pak Budy atas ilmunya
yg saya mo tanyakan adalah : air di dalam kolam karantina itu tinggi nya harus brapa cm dari dasar kolam ???

makasih sebelumnya


Author: ellis

Time: Agustus 19, 2009 (7:40 pm)

As..
Saya brminat mngembangkan budy belut ini…namun sy bru thap mncari2 info yg skiraY bs sya terpkan d tmpt sya… ssuai dg yg bpk srnkn bhw kt prlu ht2 u mngapliksikan agar trhindr dr kmtian yg ckp bsr…
Pak yg mau sya tnyakan…u jerami or debog pisang yg dipke itu yg sdh kering or yg msih bsah…
Misl : jerami yg baru diambil pdiY or yg udh didiamkn lama (agk kring) or kring bgt
n klo u debong pisang apa yg sdh coklat or yg msih sger…


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Agustus 20, 2009 (9:39 am)

Kepada Bp. Nur (Cirebon)
Saya harap begitu pak, mudah mudahan ” Misteri Budidaya Belut” segera terpecahkan, biar tidak ada petani yang gagal panen. Saya berharap kalau yang sudah pernah panen dan berhasil silahkan berbagi ilmu sesama petani belut lainnya dengan bergabung di mailist ini . Saya yakin Allah akan membalas kebaikan bapak2 semua, dan akan menambah ilmunya dan bukan menguranginya….Amin


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Agustus 20, 2009 (9:58 am)

Kepada Bp. Rianto
Terima kasih pak, benar sekali apa yang bapak sampaikan..Sebenarnya saya sangat kecewa dengan Dinas terkait..Kapan mereka memulai membantu kita untuk membikin Tehnik Budidaya belut ini… Kalau sudah ada petani yang sukses panen baru ramai – ramai turun ke lapangan..Kalau begini siapa yang rugi dan siapa yang diuntungkan ?? Petani harus berkorban banyak dulu ( berkali kali dulu) baru bisa dikatakan mau sukses.
Kasihan Mereka………..Mereka cuma mencari tambahan untuk hidup dengan harapan panen yang menguntungkan, ingat..mereka juga punya anak – anak yang harus disekolahkan dengan cita – cita yang setinggi langit . Yang akan membantu bapak – ibunya kalau sudah tua renta dan tidak bisa bercocok tanam lagi.
Percobaan Belut di air bersih kami upayakan untuk menekan biaya sekecil mungkin dan resiko kematian seminim mungkin. Namun : Tinggal kita kurang bisa membesarkannya, kita berharap ada masukan – masukan agar supaya belut bisa membesar. ini tinggal 1 langkah lagi, kalau berhasil nanti menjadi suatu kemajuan yang sangat berarti bagi kita semua…Amin…

Kepada pak Iman :
Sampai sejauh ini Kemajuan di Bidanmg Perbelutan KIta adalah :
1. Untuk Media Lumpur.
– Kematian Benih masih sangat tinggi
( kematian di awal Buylan sampai 20 %—Kematian
diluar media— Kematian di dala media sampai 30 %
( diketahui semuanya setelah kita panen)
– Hasil panen menghasilkan anakan yang cukup
lumayan
– Petani sudah bisa memberi makan 3 kali sehari dan
bisa membesarkannya sampai 1 kg isi 6 ~ 8 ekor.

2. Media Air bersih
– Kematian bibit sangat kecil, cuma beberapa ekor
dalam waktu sampai 3 bulan.
– Belum bisa keluar anakannya
– Petani belum bisa membesarkannya
Ini sebagai Pertimbangan anda…semoga bermanfaat…

Kepada pak Okwin.
– Air Karantina cukup 5 ~ 10 cm saja
– Mengkarantina benih jangan sampai berhari – hari ,
cukup maksimal 2 hari.

Kepada Bp. Ellies
Jerami yg dipakai yang masih basah, begitu juga dengan gedebog pisangnya , agar mempermudah untuk mencacahnya…Namun jerami dan gedebog tersebut harus di fermentasi di luar media ( Di Bokasi di Luar media Budidaya Belut ).


Author: zulfikar

Time: Agustus 22, 2009 (10:05 am)

ass.
pak budi pripun kabare? saya yang dari sidoarjo itu pak.
saya sekarang baru mulai buat biang nih pak…maklum banyak gawean…saya buat dengan komposisi…1/2 liter tetes tebu & 10 L air dedak….dan seperempat botol EM4…
kira-kira ditunggu berapa lama baru bisa matang “biang”nya?
btw keliatannya pembesaran dalam media air juga sama2 dapat rintangan ya pak? tapi kok kapan hari ada tulisan di Trubus (edisi Utamanya ttg Belut) yang bilang dah ada yang membesarkan dlam waktu 3bulan dengan hanya pakan ikan cere hidup…apa mungkin cuma trik penulisan aja yah?^_^
btw, saya penasaran apakah trik ala “profesor Sidoarjo” itu memang bisa diterapkan pak? percobaan pak budi sudahkah berhasil ?

ayo pak semangat…semangat….majukan belut nasional…!!

salam,


Author: budi

Time: Agustus 26, 2009 (6:26 am)

Saya Budi, dari Malang. saya baru baca2 soal belut di buku dan internet, lalu sampai ke situs ini. maaf belum bisa bantu saran apa2, tapi yang jelas saya SANGAT SALUT dengan dedikasi para Guru Belut yang aktif di forum ini. semoga lain hari akan lebih banyak Guru Belut yang mau memberikan ilmunya.

Dan semoga dinas2 terkait terketuk hati nuraninya untuk mau menganggarkan dana bagi pengembangan ternak belut di Indonesia ini.

SALUT!!!

Budi


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Agustus 26, 2009 (10:14 am)

Kepada Mas Zulfikar
Biang bisanya maksimum pertumbuhan bakteri setelah 3 minggu, namun yang penting kalau sudah berwarna kecoklatan dan baunya semegrak, seperti tapai berarti bakteri sudah berkembang berlipat.
Masalah di TRUBUS saya tidak bisa mengomentari mas.
Mengenai Trik Pembenihan Aala Professor dari Sidoharjo saya yakin benar mas, sudah say konfirmasikan berulang – ulang, Kami masih membikin medianya dulu untuk percobaan Pembenihannya.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Agustus 26, 2009 (10:33 am)

Kepada Rekan – Rekan Belut
Belajarlah juga dari rekan – rekan yang pernah mengalami kegagalan. Belajarlah sebanyak banyaknya dari kegagalan orang lain. Kami akan beri INFO mengenai orang/petani yang bisa menginfokan kegagalan di petani maupun beliaunya sendiri pernah mengalami kegagalan :
1.Bp. Nur ( Kegagalan di Petani Belut Indramayu )

2. Bp. Sukeno ( Kegagalan di Petani Belut Kendal )

3. Bp. Uki ( Kegagalan di Petani Belut Tegal)

4. Bp Kimpling ( Kegagalan di Petani Belut Jepara )

5. Bp. Hasan ( Kegagalan di Petani Belut Kudus )

6. Bp. Sunarto (Kegagalan di Petani Belut Tangerang)

INFO-INFO PENTING

1. Belut mau makan TELUR MENTAH DIKOCOK
a. Bp. Heru (Weleri)
b. Bp. Kamto (Demak)

2. BIBIT BELUT YANG BERWARNA “HITAM” TIDAK BISA
BESAR/LAMA BESARNYA BILA DIBUDIDAYA .

Pernyedia Cacing Limbricus untuk pakan belut :
1. Daerah Jawa Tengah
Bp. Seno
2. Daerah Jawa Barat
Bp Ifan Gunawan

SEMOGA BERMANFAAT ……………!!!!


Author: okwin

Time: Agustus 26, 2009 (12:16 pm)

assalamu’alaikum….Pak Budy

alhamdulillah saya dapet bibit juga dr daerah sukabumi skitar 19kg, dikarnakan kmarin wkt saya sdikit skali ….jd pas malem minggu bibit dateng langsung saya masukan ke dlm media air bersih yg sudah dienapkan………..tapi gak lama pak hanya skitar 2.5 jam aja………..saya angkat trus langsung saya cemplungin ke dlm media lumpur ……. minggu paginya sy cek ada 5 ekor yg mati………..trus di hr ke-3 sy cek lg ada skitar 150ekr bibit yg mati, nah yg mo sy tanyakan adlh:

1. wkt karantina bibit itu apakah harus 1-2 hr pak ???
2. langkah” apa saja yg harus sy lakukan pas di hr ke-3 sy temukan ada skitar 150ekr bibit yg mati ???
3. budidaya belut air besih itu bisa tidak menggunakan media terpal ???

makasih pak sblm nye
wasalamu’alaikum


Author: Aden

Time: Agustus 26, 2009 (3:14 pm)

assalamu’alaikum….Pak Budy
Pak Budy saya mau tanya
1. Dimana saya bisa dapatkan benih belut di sukabumi?
2. Bagaimana kalau saya mau masuk kemitraan di sukabumi?

Terima Kasih sebelumnya
wasalamu’alaikum


Author: rizkysurya1BDG

Time: Agustus 27, 2009 (1:26 pm)

salam sukses mas budi,gimana belut di air bersihnya??? adakah hal menggembirakan untuk diketahui, dan bagi ellsmania di seluruh penjuru tanah air, mohon update info apapun, merasa tertantang dalam hal budidaya belut, saya tunggu update “selangkah lagi” hahaha… dari mas budi atau dari rekan lainnya, lebih tertarik untuk budidaya air bersih dengan pakan organik, saya pernah bertemu langsung dengan buyer ikan-ikanan orang jepang, sempat mengobrol (dengan sedikit memaksa), beliau menceritakan tujuan mencari belut dari indonesia, alasannya adalah banyak belut hasil tangkapan yang tidak terlalu banyak mengandung residu kimia (walaupun tetap ada,dikarenakan perstisida disawah), dan medio 2004-2009 kuantitas cukup dapat diandalkan dikarenakan petani senior kita Pak.son son di BDG, memasok juga dalam jumlah luar biasa. pokoke update belut di air bersihnya sangat diidam-idamkan oleh para pebelut dan para calon yang ternyata jumlahnya buanyak dan tersebar diseluruh penjuru tanah air, makasih banyak lho, ini semua selain mencerdaskan bangsa juga memberikan peluang untuk hidup, wuahhh luar biasa, allohu akbar, tetap semangat sukses ya kawan-kawan.do’a dari saya untuk semua, sukses-sukses-sukses

PS: akhir bulan ini atau awal juli saya buat kolam plastik dilahan 1000m2, daerah cangkuang kab.Bandung.


Author: Deni

Time: Agustus 28, 2009 (10:29 am)

Kepada Bp.Juragan Sunarma

Posisi saya di cibadak sukabumi
1. Dimana saya bs dptkan bibit belut di sukabumi?
2. Boleh tahu alamat bpk tepatnya dimana,agar saya bs berkunjung,dan brp no hp bpk?

Terima Kasih


Author: iwonk

Time: September 2, 2009 (6:09 am)

Pa budi good job.. Salut.. God bless u, amin.. Pa budi saya akan coba, Mohon dikirim panduan u/ pembesaran di air bersih ke . untuk media lumpur saat ini sedang berjalan untuk penanaman yg kedua.. Mohon trus update info2ny pak..

Thanks


Author: zulfikar

Time: September 3, 2009 (9:19 pm)

assalamualaikum pak Budi,
mau tny lagi tentang pembuatan biang EM4 perikanan.
apakah setelah semua bahan telah tercampur, kemudian dimasukkan dalam wadah yang tidak ada keluar masuk angin selama 3 minggu ?
apakah bisa jika cukup ditutupi kain biasa ?
terima kasih sebelumnya…


Author: budi

Time: September 6, 2009 (5:19 pm)

pak saya tinggal didaerah sukoharjo solo, saya pengen tau alamat peternak belut sragen, kalo boleh alamat lengkap dan teleponya, saya pengen belajar usaha ternak belut.matur nuwun


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: September 7, 2009 (11:52 am)

Untuk Zulfikar tidak harus tertutup sama sekali, harus ada udara keluar masuk. boleh pakai kain


Author: taufik

Time: September 7, 2009 (1:13 pm)

kebetulan mudik kali ini ingin sekaligus saya manfaatkan utk belajar perBeluTan ..
mohon info untuk rekans di sekitar malang/ jogya yang bisa dihubungi …
lokasi saya di banjarmasin, harus mengandalkan bibil lokal or bisa dari jawa?
terimakasih


Author: syarif azis

Time: September 7, 2009 (1:41 pm)

ass…pa budy mohon dikirimkan syarat beternak belut di air bersih ke ……….saya di tasikmalaya,untuk lebih mendekatkan informasi adakah tokoh/petani/pengusaha yang bisa dijadikan referensi di daerah saya tersebut..Atas jawabannya saya haturkan terima kasih


Author: Eko Budi Sulistiyo

Time: September 9, 2009 (3:20 pm)

Saya sudah beberapa kali mencoba budidaya belut di Tong Plasti kapasitas 200 liter,dengan komposisi 20 cm lumpur,diatasnya 20 cm cacahan jerami dan pohon pisang,trus diatas nya 10 cm pupuk kandang dan diatasnya lagi lumpur sawah serta saya tambah air setinggi 10 cm dari permukaan lumpur sawah,dan saya diamkan sekitar 2 minggu setelah saya kasih EM-4,trus air nya saya buang untuk diganti yang baru…baru saya tebari benih belut sekitar 50 ekor per Tong nya.
setiap 3 hari sekali saya kasih pellet dan setelah selama 3 bulan saya bongkar ( panen ),ternyata isinya cuma ada sekitar 9 belut yang besar dan 10 belut masih kecil kecil ??
serta cacahan pohon pisang dan jerami tidak semuanya membusuk ???
Ini kenapa ya ?? mohon pencerahan nya buat teman teman senior yang sudah sukses berbudidaya belut selama ini !!
Sekian dan semoga sukses selalu buat Kita semua !!

Salam,

Eko BS./ Ambarawa.


Author: Hari Purwito

Time: September 10, 2009 (9:47 am)

Saya berdomisili di Samarinda saya berencana untuk budidaya belut kira2 dimana ya jual bibit belut ?
Salam,


Author: Kimp ling

Time: September 10, 2009 (3:09 pm)

Pak Budy Saya dah coba bikin palet kusus belut sore ini akan Saya coba kasih makan, doakan ya Pak Budy mudah mudahan mau memakanya…?!


Author: iwan

Time: September 10, 2009 (9:11 pm)

Selamat malam,
Pak moderator dan Pak Budi, saya tertarik untuk share dibisnis ini, apakah ada kelompok atau petani dilokasi bapak yg mau joint ?


Author: asad

Time: September 12, 2009 (10:46 am)

pak budi tentang budidaya belut di air bersih yang sudah dilakukan apa saja kok belute gak iso gede?, saya ingin membesarkan belut dimedia air kalau aku berhasil tak kandani ya.


Author: asep

Time: September 12, 2009 (11:18 am)

bagaimana sih beli benih belut yang bagus di jawa barat


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: September 22, 2009 (7:43 pm)

Kepada Mas Asep
Untuk bibit belut yang baik setahu saya coba hubungi

Semoga Bermanfaat…..


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: September 22, 2009 (7:56 pm)

Untuk Bp. Syarif dan rekan2 yang berminat di Budidaya Belut air bersih, Kalau mau mencoba perlu syarat2 sbb:
Semakin yg banyak mencoba akan semakin baik , karena bisa saling sharing :
Syarat :
1. Air harus benar – benar bening kedalaman 15-20 cm
2. Kalau air sudah mulai berubah kecoklatan dan agak
berlendir harus segera di ganti.
3. Di pertahankan suhu air mak 26 derajad Celcius
4. Lebih bagus lagi diberi pelindung genting atau pralon
5.Pakan untuk media di kolam air bersih :
a. Cacing Lumbricus
b. Keong dicacah
c. Anak Katak Hijau dicacah
d. Ikan – ikan kecil (usahakan ikan2 kecil hasil
peliharaan)

Karena anda dituntut pemberiab pakan yang secara kontinyu, maka ada baiknya anda memelihara cacing Lumbricus, karena cacing tersebut selain mudah pemeliharaannya juga cepat perkembangannya.


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: September 22, 2009 (8:06 pm)

Kepada Mas Asad :
Pendapat saya kenapa pemeliharaan belut di air bersih susah besarnya karena :
Belut atau ikan air lainnya, memerlukan pakan untuk diubah menjadi panas dan untuk pertumbuhan, dalam hal ini dibutuhkan Karbohidrat dan Protein.
Beruntung ikan Lele mau makan Pelet, jadi energi yang untuk menyesuaikan suhu tubuh terhadap suhu air diambilkan dari Karbohidrat yang berbentuk tepung dalam Pelet dan Protein yang terdapat pada pelet dipakai untuk pertumbuhan badannya. Karena sampai saat ini belut belum mau makan Pelet, maka energi yang diperlukan untuk mempertahankan suhu badan terhadap suhu air diambilkan semuanya dari protein yang di konsumsinya.
dalam hal ini dari keong, ikan2 kecil, anak katak dll
Jadi kita berharap suatu saat belut mau makan Pelet…


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: September 23, 2009 (2:47 pm)

Kepada Rekan-rekan Beluter
Berhati – hati dengan media yang diambil dari tanah kebun
(bukan dari tanah lumpur sawah/sungai), karean ada petani Jepara yang gagal panen, silahkan Hub : Bp. Kardi (Jepara) .
Silahkan anda belajar dari beliau, semakin banyak belajar semakin baik.
Semoga bermanfaat………………Amin.


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: September 23, 2009 (2:53 pm)

Kepada Semua rekan rekan BELUTER,
Saya MOHON MA’AF LAHIR BATHIN apabila ada kesalahan2 dan kata-kata yang kurang berkenan di hati rekan – rekan semua. ……….Minal Aidzin wal Faidzin………………..


Author: Asmoro

Time: September 24, 2009 (2:45 am)

Assalamualaikum, Minal Aidin Wal Faidzin,
Pak Budy, saya tinggal di sunter, Jakarta Utara. Dulu semasa remaja saya pernah mencoba beternak belut di tong bekas aspal, tetapi setelah waktu panen, jumlah belutnya tidak bertambah juga tidak berkurang. Saya akui memang media yg saya pakai mungkin tidak memenuhi syarat, begitu juga dengan pakannya.
Sekarang saya ingin mencoba beternak belut lagi dengan cara yg benar, namun kendalanya adalah di daerah saya hampir tidak ada lagi sawah (dulu banyak sawah kangkung), sehingga sulit untuk mendapatkan lumpur sawah, namun untuk pelepah pisang masih banyak ditemukan. Pertanyaan saya:
1. dapatkah saya menggunakan lumpur dari parit/got didepan rumah yg saya keringkan lebih dulu?
2. sebagai pengganti jerami, apakah bisa menggunakan alang-alang?
Atas penjelasannya, saya ucapka terima kasih.


Author: anggi

Time: September 28, 2009 (10:53 am)

mencari pencerahan ttg budidaya belut:
1. apakah bisa memelihara/ternak belut dalam tong palstik yg berukuran 100kg??
2. perbandingan antara lumpur dgn jerami dan urea berapa banding berapa?
3. dimana bisa mendapatkan bibit belut di wilayah jakarta timur?
terima kasih sebelum dan sesudah nyaaa…reply ke email


Author: ipur

Time: September 28, 2009 (12:17 pm)

salam kanal…….!!
mohon beri tahu saya bagaimana membedakan belut jantan dan betina??
dan bagaimana cara mengawinkannya??
terima kasih…
email : purwanto.wan@yahoo.com

The way of identification:

Body length: a bit difficult for pre-matured, generally, 20-35 cm in body length for females and 45 cm for males mostly;
Body Color: Male, distribution of leopard spot pigmentations, three stripes on the dorsal part from head to tail, yellow in abdominal part, big size with orange color, female: gray in dorsal part, but three stripes in gray, no spot, light yellow in abdominal part.
External features: Breeding season, take the brooder in hand with abdominal part upward, full in shape, thin in kyte, visible in ovary with the length of 7-10 cm for female.

ref.: personal communication to Prof BING XUWEN, Office Director, FFRC,WUXI 214081, China


Author: galih

Time: September 28, 2009 (2:09 pm)

salam kenal…
saya baru saja mencoba budidaya belut di daerah bogor..
saya ingin tau didaerah saya pemasarannya ada dimana ya? tolong bila rekan2 tau..


Author: Mahani

Time: September 29, 2009 (11:28 am)

Salam kenal untuk semuanya. Saya pegawai swasta yg tertarik mencari penghasilan tambahan dengan beternak belut. Saya tinggal di kota, tapi saya punya halaman belakang rumah sekitar 75m2 yang bisa dimanfaatkan untuk kolam. Jenis budidaya belut apa dan media apa yang paling sesuai untu kondisi seperti itu. Saya juga memerlukan info dimana beli bibit dan pakan, serta pelatihan budi daya belut untuk saya dan rekan saya.
Mohon sharing informasinya. Terima kasih.


Author: Lela

Time: September 29, 2009 (10:07 pm)

Pak, saya ingin mencoba ternak belut di air bersih.
rencana mw make ember aja krn ga ada lahan.
tolong dikirim ke email saya ya pak.
trims.


Author: Piko Kalpiko

Time: September 30, 2009 (7:27 pm)

Yth. Beluters dimanapun berada,

Ada yang punya strategi atau tips membangun petani binaan tidak? Saya berencana untuk membangun petani binaan agar mereka memahami betapa bahwa belut itu adalah komoditas yang menguntungkan dan bukan hama.

Saat ini saya dan rekan saya masih dianggap orang kurang waras karena pelihara belut di kolam, sementara para petani itu menganggap kalau mau belut ya tinggal turun saja ke sawah. Malah mereka sengaja mencari belut karena dianggap hama.


Author: Piko Kalpiko

Time: September 30, 2009 (7:57 pm)

Yth. Pak Budy,

Sekedar sharing saja berhubung saya masih pemula. Waktu itu saya sempat mencoba pemeliharaan belut di kolam semen 3 x 5. Ketinggian air sekitar 30 – 40 cm dan hanya mengandalkan curah hujan saja.

Dasar kolam saya pasangi ijuk (seperti kalau mau memijahkan lele). Pakan belut adalah yuyu dan cacing.

saya taburkan belut 3 kg ukuran kelingking. Selama 2 bulan belutnya gesit dan tidak ada yang mati. Belutnya pun terlihat seperti lele, yakni bolak-balik mengambil napas ke permukaan. Tapi anehnya kok mereka sepertinya membuat suatu genk ya? Jadi ada belut tertentu yang kelihatan seperti diusir oleh belut lain dan menyendiri di pojokan sementara belut lainnya berkumpul.

Namun memang benar, memasuki bulan ketiga …begitu air terlihat mulai berlendir dan kecoklatan, mulai ada belut yang mati satu demi satu. Nah berhubung waktu itu saya kurang serius pelihara belut di air bersih, melihat gejala itu dan karena agak susah ganti air kolamnya maka karena kasihan lalu saya pindahkan semuanya ke kolam lumpur…hehehe


Author: Piko Kalpiko

Time: September 30, 2009 (8:08 pm)

Tambahan, berhubung dulu saya sering main-main ikan hias, mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan (meski saya belum coba juga sih)

Kalau pemeliharaan ikan di air bersih maka yang biasa diperhatikan, yakni:
1. suhu – biasanya antara 25 – 28 derajat C
2. kadar NH3 terlarut – agar tidak menumpuk, terkait erat dengan pergantian air
3. pH air – perlu tapi tidak harus tiap hari dikontrol
4. alkalinitas atau kesadahan air – berkaitan dengan kadar unsur alkali terlarut dalam air, jika kebanyakan biasanya bikin ikan stres
5. adanya tempat bersembunyi/berlindung
6. komposisi pakan dengan kandungan yang dibutuhkan oleh ikan

Nah terkait dengan pakan, sepertinya memang harus/kudu/wajib menggunakan pelet. Apakah Pak Budy sudah ada solusi untuk treatment pakan belut menggunakan pelet?


Author: noer.h(nunk cerbon)

Time: Oktober 1, 2009 (9:04 pm)

Assalamualaikum,kpd semua beluter d Indonesia,meskipun terlambat tapi saya ucapkan minalaidzin walfaidzin.mohon maaf lahir bathin.Gimana kabarnya Pak Budi?Smoga skeluarga sehat dan tetap energic dan aktif di dunia perbelutan nusantara.belajar dari banyak kegagalan bulan2 kemarin,insyaalloh musim penghujan ini saya akan memulai lagi dari awal beternak belut,tentunya dengan teori yang agak berbeda dari sebelumnya.semoga kedepan saya bisa.berhasil dengan bantuan do’a dan dukungan Pak Budi dan rekan2 tentunya.semua informasi dari Pak Budi dan rekan2 tentang kegagalan dan keberhasilan,adalah sebagai pelajaran bagi kita semua.sehingga kita tidak terlalu terburu-buru untuk memulai beternak belut tanpa ilmunya samasekali.Hati-hati,didunia perbelutan sama seperti halnya didunia bisnis lainnya akan banyak ditemui para makelar yang hanya memanfaatkan moment ketertarikan para beluter.sehingga yang hanya seorang makelar bibit(CALO),bisa mengaku-ngaku sebagai pakar yang seolah-olah paling ahli dalam dunia belut.Akan tetapi setelah berhasil menjual bibitnya,boro-boro membimbing hingga selesai panen.memunculkan batang hidungnya sekali saja gak pernah.masih mending kalo bibitnya dikirim kalo uang udah transfer bibit gak dikirim ya gigit jari lah kita.jadi, untuk para beluter,sekedar berbagi,sy hanya mengingatkan.Gagal dalam perencanaan sama saja dengan merencanakan kegagalan.apa yang saya alami semoga tidak sampai dialami oleh para beluter.Untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih,Jazakallah khairan katsiron,kepada Pak Budi dan juga Juragan dan rekan2 semua yang telah berpartisipasi dalam forum beluter ini smoga perbelutan di Indonesia semakin maju,dan banyak patani belut yang sukses dan bisa mengangkat perekonomian kita.Dan Yakinlah dengan berbagi ilmu walaupun satu ayat,Yang Maha Tahu akan melipatgandakan pahalanya apalagi ilmu nya itu bermanfaat untuk orang banyak.Terima kasih untuk semuanya.mohon maaf atas kata2 yg kurang berkenan.JANGAN MENYERAH JANGAN MENYERAH BELUTER…NEVER GIVE UP…GO SUCCSESS…..!!!!!! Wassalasm.


Author: ihsan

Time: Oktober 5, 2009 (12:58 pm)

asslmualaikum….. saya dah lam tertarik tuk budidaya belut, tp ga tau d purwokerto yg sedia bibitnya, dah coba nyari d alam susah, apa ada info utk area purwokerto.thks


Author: iswanto

Time: Oktober 5, 2009 (5:15 pm)

Asalamualaikum WR.WB
Salam kenal semua ….
munkin rekan – rekan butuh bibit belut untuk daerah Surabaya dan sekitarnya kami bisa bantu


Author: syifauddin

Time: Oktober 8, 2009 (11:00 pm)

sejak saya iseng2 online di situs budidaya belut,,,saya mulai tertarik dengan usaha ini…
sehaingga suatu hari saya jalan mencari tempat budidaya belut di daerah jatim,tapi belum menemukannya…
bagi siapa saja yg tau tolong beri kabar saya di nmr
makasih…


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Oktober 10, 2009 (2:23 pm)

Assalam,wb

Para Beluter Yth .
Perlu saya sampaikan kepada rekan -rekan beluter ” Pemula” untuk memahami prinsip Budidaya berdasar tujuannya. Hal – hal yang penting dan mendasar yang perlu diingat adalah :
1. Bahwa I. : Rata-rata atau bahkan semua bibit belut dari sebesar lidi sampai sebesar jari kelingking itu menyukai “air” dan suka pada “media yang gembur” !!
Mereka sering ditemukan ditengah – tengah sawah yang mau siap ditanami padi. saat itu areal sawah sangat gembur dan berair. Jadi apabila mau membudidayakan belut dengan benih yang seukuran lidi atau sebesar jari kelingking, media yang kita siapkan harus gembur dan berair (lendhot) seperti yang mereka sukai ,kalua perlu dari permukaan sampai dasar harus “Gembur” kalau kita benar – benar ingin benih kita matinya sedikit. Dan kegunaan air mengalir walupun sedikit, itu berfungsi untuk mengurangi efek racun hasil fermentasi dan untuk mendinginkan suhu.

2. Bahwa II. Semua belut Dewasa yang kawin/mau kawin dan menyimpan anaknya/penetasan telurnya, itu ternya hampir semuanya atau dapat dikatakan semuanya adalah terdapat pada dibawah Galengan atau “Pematang sawah” Galengan / atau pematang ini dicirikan sebagai bentuk lumpur yang memadat atau agak kering. Yang mana analisa kami belut dapat membikin lubang yang lubang tersebut tidak tertutup lumpur karena tanahnya memadat/ tidak gembur, sehingga dapat untuk meletakkan telur -telurnya. Dan kami yakin telur belut menetas pada kondisi lumpur yang tidak berair. Walupun dibawah pematang notabene tetap basah dan berair juga agak lunak. Belut akan kawin dalam 1 lubang yang berair dan basah namun meletakkan telurnya pada tempat yang kering agar menetas. Oleh karena itu banyak sekali petani pada saat mencangkul pematang sawah,mereka mendapati anakan belut yang begitu banyak dan terkadang terdapat belut besar yang merupakan indukan belut.
Jadi pada dasarnya kalau kita mau mengawinkan belut, media kita harus kita bikin sebagian ada yang memadat untuk tempat meletakkan telur dan menetaskannya.

Jadi kesimpulannya : Karena bibit yang kita dapat sebesar jari kelingking atau bolpoint, maka prinsip nomor 1 yang kita kerjakan ( akan tetapi laporan dari para petani, setelah berlangsung budidaya selama 2 bulan sampai 3 bulan, mereka mengadakan perkawinan), berarti mereka mencari tempat yanga agak kering, dan ini kewajiban kita membikin tempat perkawinan mereka : bikinlah kolam kita sebagian mirip dengan pematang sawah dan bagian atasnya tanami padi biar tanahnya agak mengeras .

note Bahwa II
Belut akan kawin dalam 1 lubang yang berair dan basah namun meletakkan telurnya pada tempat yang kering agar menetas.
apakah ini hasil pengamatan atau pendugaan?
dari beberapa literatur internasional yang ditulis peneliti China, saya membaca bahwa belut meletakan telur pada busa/gelembung pada permukaan air. busa/gelembung tersebut sangat berperan pada keberhasilan penetasan telur dan mencegah terjadinya infeksi.


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Oktober 10, 2009 (2:45 pm)

Kepada Mas Asmoro .
Pada dasarnya media yang bagus untuk bibit belut adalah yang empuk, gembur, nglenyit,latri, alus banget dll.(menurut bahasa daerah masing2) dan banyak mengandung cacing LOR nya. dan tidak mengandung racun/bahaya.
Kegunanaan jerami adalah setelah jerami mengalami fermentasi / pembusukan ini sebagai pakan cacing, biar cacingnya berkembang banyak. Kalau alang alang kita Fermentasikan dan cacing Lor nya mau ya apa salahnya kalau kita coba, tapi kita harus bandingkan, banyak cacing yang mana yang di jerami atau alang – alang ?


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Oktober 10, 2009 (2:59 pm)

Kepada Mas Ipur.

Baiknya kita jangan membuat kita pusing sendiri,
Yang namanya hewan dengan sistem “HERMAPRODIT”
kita tidak usah mencari mana yang jantan dan mana yang betina !!! Berarti ilmu kita mundur ! Ingat !! cacing dengan perkawinan sisitem Hermaprodit, kita tidak usah pusing pusing mencari yg mana jantan dan yang mana betina untuk dikawinkan tetapi campurkan saja biar mereka kawin sendiri sendiri…..ya …to..? Kita tinggal mikir kondisi yg bagaimana biar mereka suka kawin dan makanan apa yg membuat mereka mau sering kawin.
Jadi anda jangan terjebak dengan Ilmu yang membingungkan yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh pihak pihak tertentu untuk jual Indukan Super dll.
Rata – rata petani belut kita banyak dari mereka yang pada saat panen ada anakannya. ada yang dapat 2 kg sampai 4 kg anakan tergantung jenis pakan dan jumlah pakan yang diberikan. Anakan hasil perkawinan ditandai warna kuning kecoklatan, tapi apabila warnanya hitam legam dan perutnya putih…..wah itu memang dari bibitnya sudah ,,,kunthet,,,/..kerdil….tidak mau besar.


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Oktober 10, 2009 (3:03 pm)

Kepada Mas NOER.
Alhamdulillah……Semoga banyak yang membantu kita,,,AMIN,,,,,dan Semoga Allah,SWT meridhoi,,…..
Kalau banyak yang mendoakan , ilmu belut kita segera dapat terpecahkan…..sehingga suatu saat kita mudah memeliharanya….


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Oktober 10, 2009 (3:17 pm)

Kepada Pak Calpiko.
Kami masih taraf penelitian mengenai “atractant” yang tepat agar belut mau menyantap makanan dalam keadaan kering (pellet), pernah kita coba dengan : minyak ikan , tepung ikan , minyak cumi, dll, ternyata masih gagal.
Tetapi kalau kita bikin “Pasta” dari ikan , keong atau bekecot, dan anak katak , mereka mau memakannya.


Author: andi kurniawan

Time: Oktober 10, 2009 (4:05 pm)

saya mau tanya dmn tempat pemasaran belut?terus palet untuk pakan belut apa sama dengan palet untuk lele?mhn bantuannya.mksh


Author: juragan

Time: Oktober 11, 2009 (2:18 am)

@Ipur & @Budi Kuncoro,
dalam sistem budidaya, pemisahan jantan vs betina bukan suatu hal yang MUNDUR tetapi justru hal yang MAJU, dan tidak bergantung pada sistem kelamin hermaphrodit atau bukan. apakah kita sudah mengetahui, berapa lama waktu yang diperlukan untuk perubahan kelamin itu? kalo kita baca dari penelitian orang lain, perubahan kelamin memerlukan waktu hingga satu tahun (lihat http://el.erdc.usace.army.mil/ansrp/monopterus_albus.pdf)!!! bayangkan dengan proses produksi budidaya yang kita lakukan yang hanya beberapa bulan, sehingga bila dalam satu populasi tidak terdapat jantan atau jumlahnya kurang, tentunya pemijahan tidak akan terjadi atau frekuensinya kecil sehingga jumlah anakan yang dihasilkan sedikit.
bila kita masih berkutat dengan sistem KONVENSIONAL, memang tidak perlu bersusah payah membedakan jantan dan betina. tapi bila kita ingin mencoba hal yang lebih PROGRESIF, pengetahuan dan keterampilan membedakan jantan vs betina adalah suatu keharusan. contoh kasus yang menarik adalah pada pengembangbiakan ikan arwana vs ikan nila. dengan sistem pemijahan alamiah, orang sudah berhasil ‘memijahkan’ arwana tanpa harus membedakan jantan dan betina, namun tentunya jumlah anakan yang dihasilkan tidak dapat diduga. bandingkan dengan nila dengan pemijahan yang juga alami tapi dengan perbandingan 1 jantan vs 3 betina. hasilnya relatif sudah bisa diduga bahkan terjadwal.


Author: Lia

Time: Oktober 11, 2009 (5:35 pm)

saya tinggal di magetan.saya tertarik untuk budidaya belut tapi karena terbatasnya lahan, saya ingin mencoba menggunakan media tong.dimana saya bisa beli bibit belut.mohon petunjuknya.terima kasih. kabari saya di


Author: wawan

Time: Oktober 12, 2009 (9:25 am)

salam kenal belutter semua
saya tinggal di madiun dan saya ingin menggeluti belut….
sejauh ini saya sudah mengalami kegagalan-kegagalan dalam berwirausaha …. mungkin ada para belutter yg mau memberikan informasi mengenai budidaya belut di dekat tempat tinggal saya… yg terdekat sragen…. mungkin tahu yg harus saya hubungi… terima kasih.


Author: wawan

Time: Oktober 12, 2009 (9:27 am)

oh yaaa saya belum memberi no. telepn saya tolng dikasih kabar mengenai budi daya belut di dekat madiun.. wawan


Author: Linggar Tri Anggoro

Time: Oktober 17, 2009 (10:57 am)

Pak Mohon infonya untuk mendapatkan bibit belut di kawasan Medan Sumatra Utara

Thanks


Author: Agus hariyanto

Time: Oktober 17, 2009 (3:32 pm)

Pak, kalo kolamnya dari terpal cocok gak ya??thanks


Author: julius sinulingga

Time: Oktober 18, 2009 (12:47 am)

saya tinggal di daerah bekasi timur jawa barat, saya mau tanya mengenai belut pak mohon dibantu :
1. Untuk medianya kalau dicampur dengan tanah comberan apakah bisa pak?
2. Untuk penggantian air apakah bisa diganti dengan sirkulator pak?
3. Saya sudah membeli buku bapak tapi ada yang saya bingung mengenai warna lumpur yang bapak bilang warna abu-abu, di daerah saya warna lumpur nya kecoklatan pak dan bahkan ada yang merah, apakah yang kecoklatan tsb bisa dipakai? kemudian untuk lumpur yang warna merah tersebut apakah masih bisa dipakai?
3. Saya buat kolam dari terpal, mohon saran bagaimana cara membersihkan terpal tsb dari anti rayap?apakah cukup dengan mendiamkan air selama 2 minggu dengan ditambah garam sedikit?atau dengan cara disikat dengan deterjen?
4. Mengenai bibit di daerah sekitar bekasi dimana ya pak?

Atas perhatian bapak saya ucapkan terimakasih
Salam, Julius Sinulingga


Author: Sadya Bustomi

Time: Oktober 24, 2009 (9:07 pm)

kpd Yth. Bpk Juragan dan Bpk Budi serta sesepuh Beluters, mohon kiranya dapat membantu saya mencarikan alamat penjuak bibit belut di daerah serang khusunya dan banten sekitarnya…. atas bantuan dan informasinya terima kasih.


Author: Budy kuncoro,Spi

Time: Oktober 27, 2009 (3:41 pm)

Kepada Pak Sunarma,

Ma’af pak saya cuma memberi nasihat kepada para Beluters, kelihatannya masalah pemijahan belut yang mempunyai sifat Hermaprodit kelihatannya bukan merupakan “proporsi” mereka untuk membahas dan menelitinya. Sampai saat ini mulai dari orang – orang ahli di bidang Belut, Dosen – Dosen Perikanan dari berbagai Perguruan tinggi, Bapak – bapak dari Dinas Litbang , bahkan Dinas Perikanan dari tingkat Kabupaten sampai Tingkat Propinsi “Belum bisa membedakan antara belut yang jantan dan belut betina” mereka baru bisa mengira – ngira dengan ciri – ciri yang jantan begini dan yang betina begitu……..Tapi mereka semuanya tidak berani menjamin apakah yang jantan akan membuahi betina kalau kita kawinkan/ dipijahkan ??
Bahkan kami ada infestor yang akan membiayai project Pemijahan Belut sekala besar…apabila ada orang yang sanggup memijahkan belut dan dengan percobaan tersebut berhasil keluar anakannya…
Saya pernah Berbincang – binacang dengan orang yang mengaku ngaku bisa memijahkan belut yaitu dari Demak, dari Jawa Barat dan dari Magelang Jawa Tengah..Namun setelah kita menantang dan menyiapkan MoU untuk Project tersebut…mereka pada mundur tidak berani untuk menjamin keberhasilannya….

Beluters tercinta…….
Biasanya setelah umur pemeliharaan selama 2 sampai 3 bulan, belut karena mempunyai sifat hermaprodit akan mengadakan perkawinan. Namun karena didalam lumpur, kita tidak tahu, sehingga ada sebagian dari mereka menjadi santapan belut dewasa lainnya, mungkin dikira cacing sawah ???
Anda sementara tidak usah berpikir bagaimana mereka kawin………Akan tetapi berpikir bagaimana menangkap anakan belut tersebut sebelum menjadi santapan belut lainnya……..Kita harus bisa menciptakan suatu alat rancang bangun yang bisa menangkap khusus anakan belut sebesar Lidi atau kabel….Ayoooooooooo…………….kiya pikir bersama…sama….Kalau kita berpikir berjamaah…Insya Allah cepat pemecahannya……..Amin……


Author: Budy kuncoro,Spi

Time: Oktober 27, 2009 (4:13 pm)

Kepada Bp. Julius.

1. Mengenai Media apabila dicampur dengan Comberan….
– Comberan memang berwarna abu-abu, karena kaya akan bahan organik buangan rumah tangga…saya yakin banyak cacingnya, namun yang kita perhatikan adalah bahan-bahan berbahaya lainnya seperti sabun cuci dll. dan itu bisa mematikan cacing dan hewan renik air lainnya kalau dari tekstur kehalusan memang sudah halus sekali..

2. Jangan menggunakan Sirkulator
Bahan yang dipakai untuk Filter Sirkulator belum mampu untuk menetralisir proses hasil fermentasi dan metabolisme yang ada di kolam tersebut. Anda nanti dibikin pusing dengan seringnya mengganti filternya…..Lebih baik anda beli ember atau Drum besar yang ditaruh diatas kolam yang diberi lobang kecil sebesar sedotan …diisi penuh dan dikucurkan pada saat udara panas(siang hari)…dan dilakukan minimal 2 hari sekali…..Kalau ada punya uang ya…dibelikan alat otomatis yang dihubungkan langsung dengan sanyo atau shimitzu(pompa air)…. nantinya apabila airnya sudah habis maka secara otomatis akan langsung mengisi sendiri…….

3. Mengenai Lumpur Merah…..
Coba anda renungkan…!!!!!!
Pembentukan lumpur warna abu-abu !
Terbentuk karena dekomposisi/pembusukan jerami dan daun – daunan yang berada di sawah..dibusukkan oleh bakteri yang setelah busuk mula – mula berwarna hitam pekat, setelah beberapa waktu lamanya berubah warna menjadi abu-abu dan nota bene sangat halus dan lentur. Namun Tekstur tanah memang berperan juga dalam hal ini, karena tiap gunung Vulkanik yang mengeluarkan lahar pembentuk tanah mempunyai jenis batuan yang berbeda – beda. Tanah merah setahu saya …potensial memadat, jadi hati – hati. … tanah tersebut miskin akan bahan organik dan bersifat menggumpal…mungkin ada unsur lempungnya…

3. Mengenai Mencuci terpal…
Mencuci terpal bisa dengan deterjen atau tidak, dengan sikat yang halus agar tidak melukai terpalnya.dan dicuci atau disemprot sampai bersih…..Ada juga rekan beluter yang setelah dicuci dan merendamnya dalam air selama beberapa hari…itu lebih baik….

4. Mohon maaf saya belum ada info penual bibit bekut yang baik disekitar tempat anda.

Sekian dari saya semoga bermanfaat…………..Amin..


Author: beluter

Time: Oktober 29, 2009 (2:01 pm)

bpk Budi bilang :”Saya pernah Berbincang – binacang dengan orang yang mengaku ngaku bisa memijahkan belut yaitu dari Demak, dari Jawa Barat dan dari Magelang Jawa Tengah..Namun setelah kita menantang dan menyiapkan MoU untuk Project tersebut…mereka pada mundur tidak berani untuk menjamin keberhasilannya….”
siapa yang bilang dan mau kasih projek itu tentang pemijahan belut?
yang penting itu dananya, kalau ada dana saya jamin keberhasilannya. mau minta berapa kolam pak?
jangan hanya mau ngasih MoU, tapi ndak ada tindak lanjutnya sampai sekarang dari PT. Whindika !!
Apu-apus tok…
Kesel aku mondar mandir rak ono untunge !!!!!!!!!!!!!!
kami tunggu jawaban dr. Bpk Budi


Author: beluter

Time: Oktober 29, 2009 (2:09 pm)

kata siapa pak tanaha merah ndakbisa untuk budidaya belut???
didaerah kabupaten batang banyak petani sukses budidaya belut. di area sawah juga banyak belutnya. di daerah Sukorejo Kendal juga sukses budidaya belut, padahal semua memakai tanah merah karena dasar struktur tanahnya memang pegunungan.
bagi siapa yang dilingkungan tanah merah dan mau budidaya belut, jangan ragu atau takut.
saya siap bantu.


Author: beluter

Time: Oktober 29, 2009 (2:13 pm)

bagi siapa saja yang pernah budidaya belut dan gagal karena kematian saat adaptasi.
saya punya formula untuk menanggulangi kematian saat adaptasi.
Hub. 081325530491


Author: iwonk

Time: Oktober 30, 2009 (9:23 pm)

Halo semua,
wah forumny semakin menarik, pro-kontra selama ada dasar kajiany akan jd langkah tuk berkembang.. Toh masing2 kita bisa turut menilai..
@beluter metoda yg dimaksud bagaimana? Bisa d share kajiany? seperti halny bp juragan, bp budi kuncoro, dan rekan lainy agar
Kami dpt turut berapresiasi..

Salam…


Author: ipiq pangestubumi

Time: Oktober 31, 2009 (3:59 am)

saya sangat awam dengan belut dan baru mau mulai, rencana bulan ini, bolehkah hasil semua sharing saya taruh di blog saya untuk pembelajaran saya pribadi, syukur biosa bermanfaat buat para beluter baru seperti saya……..
terimakasih sebelumnya……..


Author: Piko

Time: Oktober 31, 2009 (9:40 pm)

Mr. Beluter, saya rasa yang dikatakan oleh Pak Budy adalah benar. Tanah merah biasanya berpotensi memadat alias kandungan lempung atau tanah liatnya cukup tinggi. Yang penting, asal jangan menggunakan tanah yang kandungan lempungnya tinggi.

Mungkin yang di Batang dan Kendal itu punya formulasi tertentu sehingga kandungan lempungnya menurun. Terus terang saya asli wong mBatang (meski tinggal di Bandung), nanti saya cek apakah benar yang dikatakan Mr. Beluter tersebut.

Pak Beluter, mengenai bantuan investasi, kalau boleh tahu bagaimana terms of agreement-nya?


Author: abror

Time: Nopember 1, 2009 (8:40 pm)

untuk proses fermentasi/bokashi jerami dan gedebog pisang di luar media gimana caranya pak Budi ? Mohon jawaban secepatnya karena sekarang saya baru tahap menyiapkan media. Tp sebelumnya saya sdh berhasil membudidayakan cacing tanah utk pakan belutnya walaupun dlm taraf kecil.


Author: beluter

Time: Nopember 2, 2009 (4:49 pm)

salam semua
untuk bapak piko yang di bandung.
saya rasa semua tanah itu sama, ndak yang merah atau hitam. ada yang mengandung lempung semua. tinggal kita memilih lumpur yang bener-bener sudah jadi lumpur(bukan di buat). di daerah batang sudah ada petani +-20 petani yang berhasil dengan menggunakan lumpursekitar.
mengenai investasi, coba bapak tanyakan ke bpk. budi Kuncoro. Investasi apa yang sudah beliau tawarkan?

untuk bp. iwong
datang aja ke kendal, nanti tak ajari.

untuk bpk. abror
yang paling bagus itu fermentasi di dalam kolam, kecuali bapak pake drum sebagai tempat budidaya, karena tempatnya kecil jd harus fermentasi di luar.
smoga sukses


Author: abror

Time: Nopember 3, 2009 (10:16 am)

@ beluters : aku mau ngangsu kawruh ke bapak di kendal minta tolong alamatnya di share di sini ttg cara2 budidaya belut versi bapak. thanks sebelumnya moga amal bapak dilipat gandakan. amin


Author: okwin

Time: Nopember 4, 2009 (11:16 am)

Yth, Juragan Belut
Pak Budy
semua bluter mania

nanya dong, tatacara pemakain EM4 perikanan itu tahapan”nya bagaimana sih ????

makasih


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Nopember 4, 2009 (11:32 am)

Kepada Yth Bapak Beluter ( atau mungkin ini pak Zaenal… ya ? )…….

Saya mohon ma”af kalau memang kata – kata saya menyinggung anda.

A. Mengenai hal Exsport Belut :
Memang berhadapan dengan Exportir sekelas PT. Windika itu tidak semudah yang kita bayangkan.
Mereka menanamkan Sistem “3 K” yaitu Kapasitas, Kualitas dan Kontinyuitas. ( jumlah, kualitas barang dan ketersediaan selanjutnya). Soalnya untuk 1 container Refeer (yang memakai pendingin) 40′ feet apabila belut dalam bentuk Froozen itu sekitar kurang lebih 16 ton, dan perusahaan itu menginginkan paling tidak (minim) kita bisa memasok kepada mereka 1 container per bulan secara terus menerus dengan jumlah dan kualitas yang sama.Apabila dalam 1 container itu terdapat sebagian kecil saja yang jelek (mis. Melanggar ketentuan HACCP) misalnya : mengandung bakteri salmonela atau bakteri Colli, maka 1 container tersebut di tolak olah Buyer.
Kadang kita sebagai petani itu tidak bermasalah, namun cobalah kalau kita sebagai Exsportirnya yang sudah menandatangani kontrak, maka akan dikenakan “Pinalti” /denda maupun pemutusan kontrak miasalnya.
Tidak mungkin denda itu akan di kenakan pada pihak petani karena memang jumlahnya yang sedemikian besar.
Kemarin dulu dari Team PT. Windika sudah meninjau ke Daerah Brangsong atau Bandengan, namun penilaian mereka Para petani belum siap dan belum mencukupi (secara Data yang ada) untuk Quotanya/kapasitas produksi……dan alhasil…petani nya sendiri memang belum bisa menunjukkan keberhasilan yang benar – benar “Sukses” dalam hal Budidaya…..Walaupun memang belut sampel yang dari Kendal tersebut sudah di test secara laboratoris memang tidak mengandung Bakteri yang diterakan dalam ketentuan HACCP Budidaya…….
Banyak petani yang mengatakan Berhasil panen …!!! Berhasil panen…!!! tapi….Berhasil yang bagaimana ????
Kemarin memang ada utusan dari PT.Windika yang datang ke tempat saya yang “Menyatakan” untuk terus memprospek Belut sampai ketemu Buyer yang bagus dan tidak terlalu ketat dalam hal ketentuan Exportnya…
Dan Sampai sekarangpun saya dimina Dinas Perikanan secara Pribadi…apabila nantinya kalau ada petani yang benar – benar berhasil Panen maka saya disuruh untuk memberitahukan kepada beliau…mereka akan datang dan menghitung hasilnya seperti yang mereka lakukan di tempat Bapak Kasjo dulu yang di daerah Batang…

B. Masalah Pembenihan……
Demi Allah…Bapak yang dari Demak dan dari Jawa Barat yang sekarang tinggal di Gunung Pati (dalam hal ini tidak saya sebutkan namanya)…tidak mau tanda tangan atau menjamin bahwa belut yang dipijahkan atau dikawinakan akan berhasil atau beranak…mereka mengatakan kawinnya belut adalah secara “GAIB” jadi ya kalau kebetulan berhasil ya berhasil dan kalau tidak berhasil ya tidak berhasil….????…….Lha kepiye ???? sudah barang tentu Investornya yang punya uang mundur….to…..
Padahal kesuksesan Pembenihan ini untuk menunjang keberhasilan Expor Belut ……dikarenakan pasokan benih tercukupi dan dapat diplanning kontinyuitasnya karena sudah skala budidaya….kalau mengandalkan benih dari alam yang tidak menentu , ini akan membahayakan kontuinyitas panennya….

Beluters yang tercinta……..”.Keberhasilan” atau sukses dalam Usaha Budidaya Belut khususnya itu adalah :
1. Mortalitas. ( yaitu kematian yang sedikit/kecil)
paling tidak antara 5 atau max 10 %, tapi apabila kematian ini melebihi dari 20 % ,itu hitungannya sudah mengkhawatirkan..
Biasanya dalam hal ini yang dihitung para petani belut adalah kematian di awal (minggu- minggu awal ) sampai 1 bulan di awal pemeliharaan saja……..namun mereka tidak pernah menghitung kematian yang ada di dalam Media…
—-Cobalah .hendaknya dihitung Kematian diawal, kemudian pada saat panen juga dihitung jumlah totalnya,baik yang besar maupun yang kecil – kecil, kalau yang besar – besar itu dari bibit kita yang tanam dahulu. sedangkan yang kecil – kecil itu bisa jadi anakannya asalkan berwarna kekuningan…..Dari situ kita bisa menghitung Mortalitas atau Kematian Total..secara keseluruhanberapa persen kah….????….yang nantinya sebagai tolok ukur berhasil-tidaknya suatau Budidaya…

2. Keberhasilan di Bidang Ekonomi :
Yaitu kita “HARUS” menghitung semua biaya yang dikeluarkan secara keseluruhan yang berupa : biaya pembelian benih, persiapan media dan kolam,biaya pakan dan biaya untuk membayar orang yang memanen..nanti akan diketemukan yang namanya B/C Ratio..(Benefit and Cost Ratio)….yang menyatakan usaha yang kita jalankan apakah layak atau tidak kita jalankan…..kalau memang Rugi ..kenapa harus dijalankan ???…….baiknya dibelikan belut penyet saja…..Dan ini sebenarnya yang “dipertanyakan” oleh Bapak – Bapak dari Dinas Perikanan.
Namun Kita berupaya sekuat tenaga agar Budidaya Belut bisa benar – banar layak untuk dijalankan….

Yth. Bapak beluter…….
Saya ajak jenengan/anda ..marilah bersama sama dalam forum ini memecahkan masalah yang ada dalam budidaya belut ini….tolonglah mereka/petani dengan tanpa Pamrih……kasihan mereka…sudah banyak saya temui petani yang gagal atau merasa dibohongi/ ditipu oleh pihak – pihak tertentu yang cuma memikirkan Bisnis(uang) semata…..
Saya yakin seperti yang disampaikan oleh pak Nur dari Cireboh….Allah maha Tahu dan Tidak pernah Tidur…..pasti akan membalas amal Ilmu yang bapak sampaikan kepada orang lain yang menanyak kepada anda atau kita semua….tapi kalau kita menyembunyikannya….justru ilmu itulah yang menjerumuskan kita ke Neraka nantinya….Naudubillah min Dhalik………….
Mohon ma’af apabila ada kata kata yang tidak berkenan…..


Author: iwan

Time: Nopember 4, 2009 (7:02 pm)

Pak Budi Yth , media lumpur sebaiknya lumpur sawah, kolam atau sungai yg lebih bagus kualitasnya? dan bisakah lumpur sawah itu dibuat dg cara mengambil tanah sawah karena sekarang masih musim panas dan di rendam di air sampai menjadi lumpur? untuk media jerami dan gedebok pisang sdh saya coba fermentasikan di luar dan kelihatannya hasilnya bagus ( baru 3 hari) tinggal nyari lumpurnya. Mohon jawabannya!


Author: iwonk

Time: Nopember 4, 2009 (11:22 pm)

salam pak Budi kuncoro, terkait investasi projek pemijahan masal yg bpk infokan, saya teruskan info tersebut kpd pak iwan hermawan, pembudi daya belut di majalaya Jabar, beliau tertarik atas info tsb, dan menanyakan apakah dapat di infokan jg pak MOU atau term n condition-nya? Atau bila berkenan mohon di share ke

Trims…


Author: lee

Time: Nopember 8, 2009 (10:49 pm)

saya coba kasih pakan sayur mentah yang digiling dicampur telor,minyak wijen dan parutan kelapa al hasil belut berkenbang 2x lebih cepat


Author: ian

Time: Nopember 10, 2009 (11:24 pm)

assalamualaikum bapak2 semuanya…
saya ian…mahasiswa perikanan Brawijaya Malang…mohon bantuannya..saya pengen sekali budidaya belut ini..ada cukup lha modal yang tersedia…
tapi…kadang tuh gamang…karna bingung budidayanya,pemasaran…chanel masih 0% bisa dibilang…saya minta bantuan bapak2 sekalian ini…dimana saya bisa belajar cara budidayanya??kalo bisa yg lokasinya tidak jauh2 amat dari malang…mohon infonya..trima kasih..


Author: fieza

Time: Nopember 12, 2009 (2:00 pm)

Assalamualaikum..
Saya pengen sekali budidaya belut ini..modal sudah sedia, cuma mahu info budidayanya. Mohon infonya ya.. di share
please…


Author: beluter

Time: Nopember 14, 2009 (2:05 pm)

Assalam. wr. wb.
buat Bpk Budi Kuncoro, S.P
begini pak…
kalau tentang budidaya belut, itu banyak petani yang melakukan pembesaran belut dan banyak yang tidak berhasil. dikarenakan :
1. para pembimbing tidak mau tanggungjawab atas kegagalan petani tersebut. padahal, petani cuma ingin bimbingan sampai mereka berhasil seperti yang dipaparkan para pembimbing.
contoh:
- petani yang ada di Kudus ( Bambang), katanya pembimbingnya : “belut akan mati bila kena air hujan.”
Siapa pembimbingnya..?????????
- petani di Kartosuro Solo ( Bpk Badawi), katanya pembimbing : “Kolam belut harus ada kipas anginnya”
Siapa pembimbingnya..???????
2. masalah modal.
bagi petani itu tidak memandang besar ataupun kecil modal yang diperlukan. yang penting bener-bener belut yang dibudidaya itu bisa besar. seperti yang telah dipaparkan oleh pembimbing. contoh :
- petani di ngadirejo Temanggung (Bpk. Jalil) dia sudah habis sekitar 40 juta. beliau menggunakan metode kotoran sapi, jerami dan gedebok pisang. jangankan belut bisa besar, untuk hidup saja susah. malah banyak yang mati waktu penaburan benih. Beliau sudah sering menanyakan kepada pembimbingnya, tapi tak ada tanggapan.
- petani di Karangsari Kisik Kendal (Bpk. Karwani), beliau kurang lebih sudah habis
30 juta. bibit dari sumedang jawa barat. ternyata setelah diterapkan dirumah, semua benih mati. pembimbingny juga tidak mau tanggung jawab.
- petani Pemalang ( Bpk Abdul Hadi), beli benih di Kuningan Jawa Barat. ternyata setelah ditanam dikolam, semua benih mati. padahal beliau sudah mengeluarkan modal +- 45juta. pembimbing juga kabur !!!!!!!!!!
- petani Kebumen Sukorejo Kendal (Bpk Agus). beliau juga sudah banyak mengeluarkan modal untuk budidaya, tapi belum ada hasil, karena semua benih yang di tebar mati.
pembimbingnya juga ndak tanggung jawab.

Dari contoh diatas dapat kita simpulkan: “Petani itu tidak main-main dengan budidaya belut, berapapun modal mereka berani mengeluarkan, yang penting belut bisa besar-besar. dan bagi para pembimbing : Tolong jangan lari dari tanggung jawab, apa ndak takut dengan hkum karma????

3. masalah hasil
beginni pak…
kebanyakan petani itu tidak jauh berpikir tentang kuntitas ekspor. mereka cuma mencari untung, meski sedikit. yang penting modal yang mereka kelurakan sudah kembali. jadi para tengkulak jangan menyalahkan hasil dari petani.
contoh.:
- Bpk Suwardi (Parakan Sebaran Sukorejo Kendal). Semua dia kerjakan sendiri. ukuran kolam 4m x 2m, tabur benih 15 Kg. bambu dari kebun, cuma beli terpal, EM4, dan benih. dikalkulasi seluruh modal +-800 ribu, pakan keong mas +- 1000 Kg @ Rp.1000,-. setelah 4,5 bulan, hasil panen keluar 115 Kg(belut besar), yang belut kecil (benih) ada 23 Kg. waktu itu belut harga 25 ribu/Kg. jadi hasil panen 2.875.000,-. jadi untung beliau sekitar 1 juta. sekarang beliau punya 6 kolam.

Dari contoh diatas, berarti petani sudah berhasil. cuma kalau dilihat jumlah hasil panen memang tidak bisa mencukupi untuk ekspor. tinggal tugas para tengkulak untuk mengumpulkan dari hasi para petani,


Author: Piko

Time: Nopember 15, 2009 (10:33 pm)

Pak beluter,

Kalau saya pikir, jangan salahkan para pembimbing…wong mereka itu mata pencahariannya adalah dari uang pelatihan. Dan yang namanya pelatih tidak pernah ada kewajiban untuk bertanggung jawab sampai panen si ‘murid’-nya hingga berhasil.

Saya sendiri adalah seorang yang tidak percaya dengan pelatihan, kecuali mereka yang berani menawarkan pelatihan + pembahasan case study masalah-masalah tentang perbelutan.

Bagi saya, yang terpenting adalah terbentuknya suatu komunitas dimana komunitas tersebut untuk ajang sharing permasalahan dan perkembangan…istilahnya wadah untuk maju bersama-sama, dan bukan bermain sendiri.

Bagi siapapun yang bermimpi untuk ekspor belut, maka selamanya akan menjadi mimpi karena tidak mau gabung dengan komunitas (kecuali modalnya besar).

Dan yang terpenting, budidaya belut ini kan sebenarnya bisa ditularkan ke petani sawah melalui sistem mina padi. Nah, daripada main sendiri lebih baik kita bina mereka supaya mereka juga meningkat kesejahteraannya plus pasokan belut jadi banyak.


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Nopember 17, 2009 (7:43 pm)

Alhamdulilllah…,….lha sekarang pak Beluter sudah ada tanggapan……saya salut dengan anda…berarti anda satu visi dan misi dengan saya (mudah – mudahan begitu) …dan juga khususnya yang tergabung di Mailist ini yang memang dibuat oleh beliau bapak Sunarma untuk memecahkan masalah masalah di bidang Perbelutan dan yang lebih penting lagi adalah “Menyelamatkan” Petani Belut Kita……………………………………………………………
Mari pak di Forum ini memang saya berusaha menarik orang – orang yang Ahli (yang lebih paham) mengenai belut untuk membantu menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh beluter2, dan mengkajinya secara ilmu pengetahuan dan tentunya harus bisa dipertanggung jawabkan…..Kita tidak usah takut kalau ilmu kita berkurang apabila kita beberkan di Forum yang baik ini…..dan sebenarnya Apa yang bapak sampaikan itu juga menjadikan keprihatinan kami……karena sudah banyaknya korban – korban yang mengeluh kepada Kami……Dan masalah dengan PT.Windhika selaku calon Eksportir….Saya berusaha agar petani lebih semangat serta tidak kebingungan kalau suatu saat nantinya terjadi Blooming…..Terus terang saya sendiri agak bingung,………Membikin Petani sebanyak banyaknya dahulu(produksi belut)…………ataukah mencari Buyer dahulu…??


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Nopember 17, 2009 (8:13 pm)

Yth Mas Piko……..

Saya sependapat dengan anda “200%”
Seperti apa yang disyariatkan oleh Agama Islam, kita dianjurkan dengan tegas kalau sholat “Berjamaah”, artinya kalau sendirian kita gampang diterkam oleh Setan !!!
Begitu juga kalau seandainya di setiap Kota Kabupaten ada Club Pembudidaya Belut atau Gabungan Orang Belut ,tentunya orang-orang yang cuma sebagai Opportunis(pelatihan ataupun penjual benih) yang asal asalan tidak berani mendekat, karena nanti apabila namanya sudah dikenal suatu anggota (dgn nama jelek) nantinya akan tersebar luas ke anggota lainnya sampai keluar daerah….

Mengenai antara Pembimbing dengan yang DiBimbing
..Tidak selamanya Pembimbing itu salah…..Banyak juga petani yang sudah disarankan dan diwanti wanti …ternyata mereka masih tidak mau melaksanakan…akhirnya ya gagal juga………
Sebagai contoh : masalah Pakan…Kita sudah menyarankan untuk menyiapkan pakan jauh hari sebelumnya….misalkan dengan memelihara Cacing Lumbricus dan Memelihara atau mengumpulkan Bekicot untuk dipelihara……Lha mereka bilang, jangan kuatir pak !! stock keong emas dan yuyu kita di sawah melimpah……Namun setelah berjalannya waktu…ternyata yang pelihara belut satu desa itu bukan cuma 1 orang, bahkan mungkin ada 15 orang dan rata-rata seorang punya 2 kolam….lha mereka berebut keong tiap harinya…kadang kadang rebutan pembagian wilayah untuk mencari keong…….Sehari paling tidak 1 ember harus mereka cari……..sehari dua hari masih semangat….seminggu dua minggu masih agak semangat….tapi setelah mau berjalan 2 bulan , mereka pada lemas….tidak sempat cari makan untuk anak istri, cuma cari keong melulu untuk pakan belut…
Belum lagi pada musim Kemarau….keong pada habis semua, tidak mau muncul…….akhirnya kolam mereka terbengkalai…belutnya memang pada hidup…masih banyak lubangnya…tetapi…..tetap kecil kecil yang besar cuma kepalanya doang…..Ini yang harus kita cermati…..andaikan ada suatu kelompok Pembudidaya Belut..dan terdapat Divisi yang bertanggung jawab di bidang Ketahanan Pakan ……tentunya akan lebih baik lagi nantinya…..


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Nopember 17, 2009 (8:29 pm)

Yth.Bp. Beluter…

Mengenai permintaan Petani yang mintanya dibimbing sampai berhasil atau sampai selesai panen……..itu memang kalau kita pikir juga tidak Logis…..
Petani mintanya di beri Konsultasi secara khusus ,bahkan minta datang ketempatnya(kolamnya) paling tidak sebulan sekali atau bahkan 2 minggu sekali untuk mengevaluasi perkembangan budidayanya………namun mereka apabila kita bebankan dengan biaya transportasi, makan dan jasa….kita juga merasa sungkan ,karena rata-rata petani kita kurang mampu untuk menanggung biaya tersebut, kecuali kalau para investor-investor besar yang invest di belut…..Saya pikir memang baiknya di bentuk Komunitas Belut sebagai tempat sharing seperti apa yang disampaikan Bapak Piko……


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Nopember 17, 2009 (8:38 pm)

Kepada Yth. Beluter

“Belut kena air hujan ,mati dan kolam belut perlu pakai kipas angin” hee..he….he…….wah…. nganeh nganehi….sopo pembimbinge kuwi ???
Tapi kalau cerita “Korban korban bergelimpangan , itu sudah saya dengar dari dulu mas”…………yah….pada intinya sampai sekarang ini kok Dinas yang terkait tidak mau membuat SOP (Standartd Operasional Prosedur) ??? atau memang kalau budidaya belut itu “Merugi”, kenapa mereka tidak membikain SK pelarangan Budidaya Belut ???tentunya ini akan bermanfaat untuk tidak menambah daftar deretan Korban lagi…………..

tentang SOP:
semestinya, SOP disusun oleh setiap pelaku usaha, dalam hal ini pembudidaya belut, sesuai dengan teknik dan proses produksi yang digunakan. semestinya, pembudidaya “menulis apa yang biasa dilakukan” dan “melakukan apa yang sudah ditulis”. sehingga, SOP sangat dimungkinkan berbeda antar para pembudidaya. namun, perbedaan pad SOP harus tetap mengacu pada standar umum yang sudah disepakati.
sedangkan standar yang bersifat lebih ‘umum’ biasa dituangkan dalam SNI (Standar Nasional Indonesia). pada bidang perikanan budidaya, SNI diantaranya mencakup untuk proses produksi komoditas tertentu, misalnya: SNI proses produksi benih gurame kelas benih sebar. idealnya, SNI disusun oleh stake holder (asosiasi para pelaku) dan didaftarkan ke BSN. pada bidang perikanan budidaya, penyusunan SNI biasanya difasilitasi oleh pemerintah. pada sisi lain, pemerintah (pusat atau daerah) sangat dimungkinkan membuat suatu petunjuk teknis untuk budidaya komoditas tertentu, sejauh teknologinya sudah layak diterapkan.
TANTANGAN BAGI KITA: duduk bersama untuk menyusun suatu kesepakatan teknik budidaya belut yang dapat dijadikan acuan oleh setiap pembudidaya belut untuk menyusun SOP masing-masing. Akan lebih baik, bila kesepakatan tersebut dapat kita tuangkan ke dalam SNI untuk dapat kita manfaatkan dalam upaya mengarah pada sertifikasi proses produksi budidaya belut!


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Nopember 17, 2009 (8:44 pm)

Kepada Bp. Beluter….

….Mohon Bapak bapak (yang menjadi “Korban”) yang anda sebutkan diatas …tolong diterakan no HP nya…agar kita semua bisa mengetahui dan belajar berhati – hati untuk melangkah ke depannya.


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Nopember 17, 2009 (9:08 pm)

Kepada Bp. Beluter…

Ada point- point akhir yang saya kurang sependapat dengan anda……..
Jangan biarkan petani cuma berpikiran “yang penting hasil panennya besar-besar” tanpa memperdulikan aman tidaknya belut itu di konsumsi serta lolos tidaknya dengan ketentuan ekspor…….Kita berusaha memberi pelajaran yang baik pada petani kita………..pumpung belut baru masa awal awal…Nantinya kalau sudah melimpah(blooming) , kalau kita mau mengekspor…kita tidak akan terkendala dengan peraturan yang namanya HACCP……….terus terang kita harus melarang petani belut kita memberi pakan Bangkai apapun…baik itu bangkai ayam , tikus, atau bangkai lainnya….Karena di pencernaan bangkai tersebut potensian tempat hidup Bakteri Salmonella atau Colli…..Kita tentunya merasa kasihan pada petani, apabila hasil panennya yang siap diekspor dengan harga yang bagus, ternyata ditolak oleh pihak buyer karena terkontaminasi oleh Bakteri……….
Ingat………untuk ikan Lele di negara tujuan Ekport tertentu “Ditolak”.dikarenakan Lele mengandung bakteri yang jumlahnya diatas ambang batas….Mengapa ??? ya…karena petani kita “kadang kadang ” ada yang memberi makan bangkai ayam , bangkai tikus, bahkan memelihara di WC ……Hal ini menjadikan pelajaran berharga bagi petani belut kita, agar supaya lebih berhati hati…..


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Nopember 17, 2009 (9:40 pm)

Kepada Bp. Iwan..

Bisa mas, dan Cari Lumpur sawah yang berwarna dominan “ABU-ABU”.untuk “sementara” hindari yang berwarna hitam dan merah, yang hitam kebanyakan berpasir dan yang merah kebanyakan mengandung lempung. lumpur abu -abu itu rata-rata sangat halus,”nglenyit’/ lumpur latri.
Lumpur ini banyak mengandung cacing lor beserta telurnya, karena lumpur ini banyak mengandung pelapukan bahan organik. Sudah barang tentu juga banyak mengandung bakteri pengurai/pembusuk yang berlimpah, sehingga sangat bagus untuk membantu dalam proses fermentasi gedebog dan jerami.(apabila memakai sistem fermentasi di dalam media).
Kalau terpaksa memakai tanah merah……….harus lapisan lapisan media diperbanyak, walaupun tipis-tipis…..Gunanya media dibikin berlapis lapis agar lumpurnya tidak memadat …..Namun di satu sisi tanah merah jarang mengandung cacing Lor..


Author: Budy Kuncoro, Spi

Time: Nopember 17, 2009 (9:51 pm)

Kepada Bp. IWONK

Mengenai MOU
Kami sanggup mempertemukan bagi siapa yang bisa memijahkan Belut dengan para Investor di Jawa Tengah,
Namun dengan syarat :
1. Berani “menjamin” keberhasilan dalam pemijahan
tersebut.
2. Dengan perhitungan secara “Analisa Ekonomi”
layak dijalankan dan menguntungkan.
3. Sanggup menyimpan rahasia perusahaan dan mengikuti
aturan aturan yang diberlakukan.


Author: Budy kuncoro,Spi

Time: Nopember 18, 2009 (5:38 pm)

Kepada Beluters:…..

Info : Petani belut dari daerah Ambarawa yang mendapat Bimbingan dari Tegal Nama Bapak. Tomo .” Belum berhasil panen”, kami analisa karena medianya memadat dan pakan belum siap, beliau memiliki 10 kolam dengan total biaya sampai 18 juta. Silahkan para beluter sharing dengan beliaunya untuk belajar pengalaman agar jadi masukan.


Author: yuwan

Time: Nopember 19, 2009 (2:40 pm)

ko baynak komentar yaa tentang penipuan,, low kita mijah sendiri apa bisa yaaa
dari dulu belut yang ane ambil hanya dari nalam saja,,
tentang budidaya belut dari hilir ke huluu too gimana sebenernya,, buku,cd,tong udah semua ta beli untuk persediaan tp gak ada juga kepastian dimana kita dapat bibit belutt
palagi dapatnya di luar jawa,,,,,
hmmmm lok cob dengan cara manual n efisien ada gak yaa,,,,


Author: yuwan

Time: Nopember 19, 2009 (2:43 pm)

di lombok ada gak yaa info khusu tentang ternak belut,,, iar kita bisa kerjasama


Author: yuwan

Time: Nopember 19, 2009 (2:51 pm)

bluters mohon informasinya yaa


Author: M Arifuddin

Time: Nopember 23, 2009 (10:12 am)

Bagi-bagi pengalaman ya pak… Saya juga mulai beternak belut. Skrg dalam tahap menfermentasi media. Nah lamanya fermentasi media ini juga merupakan kendala tersendiri. Secara hipotesis memang bisa dilakukan ternak belut dengan air saja tanpa media lumpur. Bila hal ini memang benar-benar bisa dilakukan tentunya akan memangkas waktu dan biaya yang harus dikeluarkan buat media.


Author: okwin

Time: Nopember 23, 2009 (12:01 pm)

Assalamu’alaikum
Pak Budy tahapan tatacara penggunan EM4 itu bagaimana sich ???

makasih
wassalam


Author: aditya

Time: Nopember 30, 2009 (8:49 am)

Menarik sekali blog ini, sebelumnya saya haturkan terima kasih pada pemilik blog ini.

Saya adalah pemula dari segala jenis budidaya hewan air tawar konsumsi, rencana saya mau bikin kolam kecil2an [tahap awal] mungkin cuman 2×3 (cuman dalamnya enaknya brp maseh bingung hehehe). Kendalanya setelah kolam terbentuk, nantinya mau diisi hewan air tawar konsumsi apa, dimana cara perawatan sefektif mungkin sehingga bisa menghasilkan.

Melihat blog ini sepertinya menarik juga budi daya belut di air tawar, selain tidak menimbulkan bau [krn media lumpur] yg menyebabkan tetangga kampung [kampung saya di karangjati, jalan monjali, sleman yogyakarta] “ribut” soal bau, juga mungkin bisa meraih keuntungan dari budidaya ini.

Saya mau tanya, mengenai budidaya belut air tawar ini:
1. dasar kolam sebaiknya permanen ato tidak, karena komposisi tanah kelihatanya meyerap air dan lokasi cuma ada air sumur, serta kalo dasar kolam permanen, di permanen halus ato seadanya[kasar] ?

2. soal pakan, apakah harus di beri pakan hidup [ikan kecil2], oh ya ikan kecil2 ini apakah yg di maksud adalah ikan cethul [peto kalo daerah magelang] ato wader?

3. mengenai pakan juga, bisakah diberi cacahan keong emas/bekicot ato harusnya di berikan hidup2?

4. Beberapa diatas menyebutkan belut sering stress kaget melihat kita kalo lewat, seandainya diberi tanaman air seperti eceng gondok, apakah ada da dampat negatifnya?

5. mengenai air, saya mungkin akan memakai system yg dibuat oleh para hobi koi, yaitu system air filter, apakah denagn cara ini bisa memungkinkan ikut berbudidaya belut tanpa lumpur?

terima kasih semuanya


Author: adi

Time: Desember 1, 2009 (2:38 pm)

saya tinggal di tangerang selatan saya mau coba usaha budidaya belut di mana saya bisa dapatkan bibit belut?


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Desember 7, 2009 (10:53 am)

Kepada pak Okwin dan rekan – rekan Beluters lainnya Yth :

Pengetahuan seputar Bakteri Yang ” Menfermentasikan” Bahan Organik (seperti jerami dan gedebog) :

Ada sekitar 5 bakteri yang pokok :

1. Bakteri Lactobacillus sp.
Bakteri ini memproduksi asam laktat. Asam laktat berfungsi untuk mengurai bahan organik dengan cepat, selain itu berfungsi untuk menekan mikroorganisme berbahaya.

2. Bakteri Streptomyces sp.
Bakteri ini mengeluarkan enzim streptomisin yang bersifat racun terhadap hama dan penyakit yang merugikan.

3. Bakteri Actinomycetes
Actinomycetes merupakan organisme peralihan antara bakteri dan jamur yang mengambil asam amino dan zat serupa yang diproduksi bakteri fotosintesis dan mengubahnya menjadi antibiotik untuk mengendalikan patogen, menekan jamur dan bakteri berbahaya dengan cara menghancurkan khitin.

4. Bakteri Fotosintetik
Bakteri ini merupakan bakteri bebas yang dapt mensintesis senyawa nitrogen, gula dan substansi bioaktif lainnya. Hasil metabolik yang diproduksi dapat sebagai substrat untuk perkembangbiakan mikroorganisme yang menguntungkan.

5. Ragi/yeast
Substansi bioaktif yang dihasilkan oleh ragi berguna untuk pembelahan sel. Ragi ini berfungsi juga dalam perkembangbiakan atau pembelahan mikroorganisme menguntungkan lainnya seperti Actinomycetes dan Lactobacillus sp.

**** Bokasi di Luar Media (untuk Jerami dan Gedebog) ***

Bokasi lebih baik dilakukan diluar kolam / media dengan maksud untuk bisa mengeluarkan gas-gas Methan dan sisa residu H2s.
Gas methane sangat berbahaya, yang bisa menimbulkan ledakan di tambang batu bara dan kebakaran hutan didaerah Kalimantan, karena didaerah tersebut banyak tanah gambut yang potensial mengeluarkan gas Methane. Proses bokasi ini dipercepat dengan bantuan bakteri Lactobacillus sp. yang terdapat dalam pupuk Organik (EM4) dan untuk mempercepat proses fermentasinya lebih baik lagi ditambah dengan ragi tape beberapa keping (ragi tape ini sebenarnya juga sudah mengandung bakteri fermentasi). Selain bakteri, pupuk organik tersebut juga mengandung mineral-mineral yang bermanfaat untuk kesuburan tanah dan telah di coba petani Kendal – Jawa Tengah dan petani Sidoharjo Jawa Timur, ternyata cacing lor yang tumbuh lebih banyak dan kematian bibit setelah 2 minggu masa tanam lebih sedikit.

“Cara membuat Bokasi (membuat Biang Bakteri Lactobacillus untuk fermentasi) adalah sebagai berikut “:
1. 1/2 btl atau 1 (satu) Botol EM4 (Botol warna kuning).
2. 1 (satu) ons gula putih atau ½ liter tetes tebu. Yang
paling bagus adalah gula aren.
3. 5 liter air kelapa + 5 liter air bekas cucian beras (atau kalau tidak ada dapat diganti dengan 2 ons bekatul halus yang diaduk dengan 10 liter air, kemudian disaring dan diambil airnya saja).

4. Semua bahan dicampur jadi satu, didalam ember besar kemudian ditutup dengan kain yang bisa tembus udara atau 1 lembar kertas bekas bungkus semen.

5. Letakkan ditempat yang tidak terkena matahari langsung dan tidak boleh terkena air hujan.

6. Setiap hari digoyang goyangkan saja dan tidak usah diaduk-aduk. Karena kalau alat aduknya tidak steril maka akan ada bakteri dari luar yang ikut berkembang biak dalam larutan biang tersebut.

7. Setelah kurang lebih 3 minggu (perkembangan bakteri maksimal setelah 1 bulan) dan berbau kecut tajam seperti busukan tapai atau ampas tebu, berwarna coklat agak kemerahan dan sedikit berbusa maka hasil fermentasi ini sudah bisa digunakan dan ini disebut dengan ”Biang”, biang ini bisa kita biakkan bakterinya lagi sampai F5.

8. Kalau sudah berubah warna (hitam) dan berbau tidak enak (bacin) maka jangan digunakan karena bakterinya sudah mati semua biasanya setelah lebih dari 1 bulan.

“Langkah-langkah melakukan Bokasi” :

1. Cacah jerami yang masih segar atau sudah kering dengan halus, semakin halus maka akan semakin bagus karena mudah lumer.

2. Tata cacahan jerami ukuran 1 meter x 1 meter dengan tebal 20 cm, lalu atasnya siram dengan biang 1 liter (atau dengan cara lain biang dari EM4 yang sudah difermentasi diletakkan pada ember yang besar, kemudian jeraminya di rendam beberapa saat kemudian diangkat lalu baru disusun).

3. Susun lagi bagian atasnya dengan cacahan jerami setebal 20 cm yang sudah direndam dengan biang.

4. Begitu seterusnya dengan ketinggian maksimal 1 meter atau 5 lapis, sebaiknya dibikin cukup dengan ketinggian 80 cm saja. Kalau masih sisa jeraminya bikin di tempat lain. Karena kalau terlalu tebal nanti akan mengakibatkan panas tinggi dan merusak hasil fermentasi (nutrientnya).

5. Setelah itu tutupi dengan plastik atau terpal yang berwarna, jangan yang bening dan tembus sinar matahari karena bakteri ini sangat rentan terhadap sinar ultra violet jadi jangan terkena sinar matahari secara langsung serta jangan sampai kehujanan / terkena air hujan.

6. Setelah berlangsung 3 hari, diperiksa dan apabila telalu panas (karena memang proses fermentasi ini menghasilkan panas, bahkan sampai lebih dari 70 oC maka harus dibuka terpalnya lalu dibolak-balik jeraminya sampai tidak panas. Panas yang terjadi dalam proses fermentasi ini tidak boleh lebih dari 50 oC, karena akan merusak Nutrien yang terkandung dalam jerami. Kegiatan membolak balik jerami ini untuk menghindari panas tinggi dilakukan tiap hari sampai proses fermentasinya selesai.

7. Setelah 3 minggu atau kurang lebih 1 bulan biasanya hasil bokasi sudah jadi. Tanda-tandanya adalah kalau kita pegang terasa mawur, sudah tidak panas, berwarna kecoklatan dan berbau seperti tapai atau ampas tebu yang membusuk.

8. Untuk gedebog sama prosesnya, namun hasilnya agak seperti bubur berwarna coklat kehitaman.

9. Jerami atau gedebog yang telah difermentasikan lalu dimasukkan ke dalam karung plastik bekas beras atau pupuk urea dan dimasukkan ke dalam kolam yang telah berisi air. Digoyang goyangkan sambil diinjak-injak dan diganti airnya sampai air kolam yang semula berwarna coklat kemerahan menjadi berwarna bening. Ini untuk mengurangi residu H2S yang mengakibatkan warna merah pada jerami busuk dan warna hitam pada gedebog busuk apabila terkena air. Setelah selesai, karung kita angkat dan media siap untuk dibikin berlapis-lapis dengan lumpur pada media belut nantinya.

10. Sisa dari jerami hasil fermentasi apabila tidak dipakai bisa disimpan di dalam karung dan bisa tahan selama beberapa bulan. Asalkan disimpan ditempat yang kering dan tidak bersinggungan dengan tanah.

Silahkan untuk lebih jelasnya bisa kontak pada :
Ahli Proses Bokashi yang Baik, beliaunya juga pernah kerja di FAO :
Bp. Pujiwanto (Demak – Jateng).

——- Jamu Nafsu Makan —————-

Agar belut nafsu makannya bertambah maka dibuatkan ”Jamu nafsu makan”. Jamu ini merupakan campuran antara Biang Fermentasi (hasil pembiakan bakteri) EM4 untuk Perikanan dan Empon-empon ( Jamu-jamuan ).
Langkah I – Pembuatan Biang

Bahan :
1. 1/2 btl atau 1 botol EM4 Perikanan (1 liter)
2. 1 ons gula pasir atau tetes tebu
3. 5 liter air kelapa dan 5 liter air cucian beras atau 10 lt air dicampur dengan 2 ons bekatul halus, diaduk lalu diambil airnya ( disaring).

Cara membuat Biang :

Ketiga bahan tersebut dicampur, diaduk dalam ember, kemudian ditutupi dengan kain halus dan berpori atau kertas semen cukup 1 lembar. Diletakkan dalam ruangan yang gelap dan tidak boleh terkena air hujan maupun sinar matahari.
Sehari sekali digoyang goyangkan jangan diaduk-aduk, dikhawatirkan alat pengaduk tersebut tidak steril, bisa jadi ada bakteri lain yang bersifat patogen malah berkembang dalam media tersebut. Setelah berbau seperti tapai, agak berbusa dan berwarna kecoklatan maka biang ini siap untuk dipakai, karena bekteri sudah berkembang biak. Perkembangbiakan maksimal biasanya setelah 3 minggu. Warna kecoklatan dan berbau seperti tapai atau ampas tebu. Berarti bakterinya berkembang sempurna (melimpah). Apabila sudah berubah warna menjadi kehitaman dan berbau bacin, berarti bakterinya telah mati.

Langkah II – Pembuatan campuran Empon-Empon

Bahan Baku :
1. Kunir : ½ kg
2. Kencur : ½ kg
3. Temulawak : 1 ½ kg
4. Temu Ireng : ½ kg

* kesemua bahan tersebut diatas diparut lalu disaring dan diambil airnya.
* Jangan menggunakan : daun sirih dan Bawang Putih, walaupun banyak mengandung antioksidan yang membantu bakteri, akan tetapi ternyata kedua bahan ini mengandung juga Zat antiseptik. Kalau di campur dengan Em4 kita khawatir membunuh bakterinya.

Langkah III – Mencampur bahan Biang, Larutan Empon-Empon dan memfermentasikannya kembali
Yaitu dengan cara :
1. Kita ambil 1 liter ”Biang” +
2. 1 ons gula pasir atau tetes tebu +
3. 5 liter air kelapa & 5 liter air cucian beras (atau 10 liter
air + 2 ons bekatul halus dan dilarutkan) +
4. Larutan empon-empon, lalu kita fermentasikan lagi tapi
cukup 1 minggu saja.

Ketentuan Panggunaan Jamu Nafsu makan :

a. Air kolam dinaikkan ketinggiannya dari mancak-mancak, paling tidak menjadi 5 cm ~ 10 cm diatas media lumpur.

b. Jamu disiramkan diatas air pada sore hari yang mana per 1 m2 ditebarkan 1 liter jamu nafsu makan. (Jadi membuatnya harus dikira-kira jangan sampai kurang)

c. Selam penggunaan jamu ini, pada malam harinya belut tidak usah dikasih makan.

d. Pada pagi harinya air kolam dikuras / dikeluarkan semua dan diganti dengan air yang baru.
Dengan cara air kolam dikeluarkan lewat saluran pengeluaran bawah ,setengah terlebih dahulu, lalu salurannya ditutup. lalu air dimasukkan secara perlahan sampai penuh kembali, lalu dikeluarkan setengah lagi, lalu salurannya ditutup lagi, kemudian air dimasukkan kembali sebatas media lumpur teratas.

e. Selang 1 jam penggantian air, belut baru dikasih makan kembali.

f. Pemberian Jamu nafsu makan ini dilakukan seminggu sekali . Tapi kalau belut makannya tidak nafsu , biasa diberikan seminggu 2 kali.

** Karena jamu ini mengandung Em4 , yang diantara bakteri (EM4 Perairan) berfungsi menekan / mengurangi NH3 yang ada di media (karena sisa sisa pembusukan yang blm sempurna) dan juga mengandung jamu untuk nafsu makan, maka bisa digunakan pada awal awal tebar benih, setelah kedapatan ada benih yang mati, sehingga bisa mengurangi kematian benih diawal budidaya. **

—— SEMOGA BERMANFAAT…..AMIIN……..———

Ma’af untuk pak Aditya, lain waktu saya jawab ……


Author: nono

Time: Desember 8, 2009 (9:47 pm)

assalamu`alaikum
kenalkan nama saya nono, setelah saya membaca blog ini saya tertarik ingin ikut budidaya belut. saya pemula dan sangat awam dengan budidaya belut tersebut
Kepada Bpk Budy YTH dan para ahli belut,
.saya minta petunjuk langkah-langkah dan bimbingan-binganganya:
1.langkah-langkah apa saja yang harus saya lakukan untuk budidaya belut dan apa saja yang harus saya persiapkan?
2.bagaimana kalau kolam yang saya gunakan itu permanen dan dasar kolamnyapun permanen?karna lokasi yang saya bikin tanahnya nyerap air.
3.untuk media kolam paling bagus tingginya mencapai berapa cm? dan ketinggian (kedalam)air dari lumpur berapa cm?

trimakasih atas info-info dan bimbingan-bingannya. dari rekan-rekan para beluters
wassalam.


Author: Iwonk

Time: Desember 8, 2009 (10:01 pm)

@ bp. Budi, terima kasih atas responnya terkait mou tsb akan saya forward..

Salam.


Author: Siswanto

Time: Desember 9, 2009 (8:49 pm)

sugeng ndalu…Assl..Pak.Budi&Pak Juragan Buelut .wah bagus sekali blok ini saya Warga Riau asal Sragen..rasanya ingin juga dan sudah berjalan budidaya lele, sekarang coba melirik Belut…Info bibit belut di sekitar Riau dimana ya? kalo ada yang tahu…infoin ya…matur sembah nuwun sak derengipun….


Author: Komaruddin

Time: Desember 11, 2009 (12:59 am)

Pak Budi

kalau tidak kebertan bisa kirim alamat sukabumi budi daya belut bapak ke,,karena kebetulan saya akan meluncur sukabumi nanti tgl 25-27 2009,,saya sekarang baru mulai budi daya belu di daerah kuningan jawa barat

terima kasih atas perhatiannya
Komar


Author: Budy kuncoro,Spi

Time: Desember 17, 2009 (4:27 pm)

Kepada Yth Mas Adytya :

1. Memang bagusnya kolam permanen ( kolam tembok), karena memberi efek dingin pada belut, dan baiknya dibikin yang sehalus mungkin dasarnya agar tidak melukai perut si belut.

2. Bisa diberikan ikan ikan kecil seperti “cethol” atau anakan ikan lainnya seperti anakan wader, ikan mas, nila dll. namun untuk anakan ikan lele harus yang lembut(kecil sekali) agar duri pathilnya tidak melukai perut belut…………Dan yang harus diperhatikan adalah pemberian ikan cethol…..Sebelum dimasukkan ke kolam belut, ikan cethol hendaknya ditaruh dahulu di dalam kolam karantina yang sudah dikasih “Malacyt Green” atau Methyleen Blue yang biasa di jual di toko- toko ikan hias, ada yang merek nya “Raid All” dan lain sebagainya. Ini bertujuan membunuh bakteri yang bercokol di ikan cethol tersebut, karena ikan jenis ini sangat kuat di perairan yang sangat kotor dan penuh bakteri, sehingga memungkinkan di menjadi inang suatu penyakit tertentu.
Dan ingat !!! pemberian anakan ikan sebagai pakan belut harus ukurannya lebih keci dari pada mulut belut yang kita pelihara…..

3. Pakan Keong harus dicacah dahulu sebelum diberikan ke belut, begitu juga cacing, sebaiknya dicacah terlebih dahulu.

4. Bainya diberi ” batu bata dan genting ” yang sudah lama (bukan yang baru) dan ditata sedemikian rupa sehingga bisa untuk sembunyi belut. Batu bata dan genting ini juga memberi efek sejuk pada si belut.

Tumbuhan enceng gondok efeknya adalah rebutan “O2″ atau oksigen dengan belut, dan pembusukan daun enceng gondok tetap memberikan efek pencemaran sehingga mengakibatkan air menjadi agak asam.
Sebainya tidak usah diberikan. Dan kadang kadang di akar enceng gondok terdapat suatu parasit yang berbentuk jarum kecil kecil ini nanti akan menyerang belut yang kita pelihara.

5. Sebaiknya air mengalir , dan jangan air sirkulasi. Jenis ikan yang berlendir sangat cepat kondisi airnya menjadi kotor (kecoklatan),karena lendir. Kita belum bisa memastikan , apakah dengan pemakaian filter, karbon aktif dan batu zeolit lendir tersebut bisa dinetralisir…..????

Sekian………Semoga Bermanfaat…..Amin…..


Author: Budy kuncoro,Spi

Time: Desember 17, 2009 (5:01 pm)

Beluters Yth…………………..Mohon dipikirkan. dan dianalisa…

Inti pada Budidaya Belut dengan sistem Media “Lumpur” adalah :

1. Media tersebut “tidak boleh memadat “selam 3 ~ 4 bulan masa pemeliharaan. Biasanya proses memadatnya dari “bawah menuju keatas”. semakin memadat berati semakin “Gagal panen”, bisa jadi belutnya setelah kita panen masih tetap kecil – kecil dan cuma sedikit jumlahnya.
Hal ini bisa kita atasi dengan :
a. Berhati hati memilih jenis lumpur.
b. Dibikin sistem lapisan lapisan media lumpur, gedebog dan jeraminya dengan lapisan yang tepat.
c. Lumpur yang kita gunakan hendaknya dicairkan/diuleni terlebih dahulu seperti adukan semen sehingga partikel tanahnya renggang..(tidak mudah memadat)

2. Anda harus”bisa” menumbuhkan cacing “Lor” sebanyak banyaknya didalam media belut !! Keberadaan cacing ini bisa kita lihat pada permukaan media apabila dibikin manca-mancak (nyemek) banyak tahi cacingnya. Cacing lor ini sebagai stock pakan “Awal” bagi bibit belut yang kita tanam, karena masa adaptasi mereka masih jalan jalan dalam media. Selama belut mau makan , berarti sehat dan kalau sehat mereka tidak mudah terserang penyakit…(tidak banyak yanga mati)….

3. Anda harus bisa “Mengundang mereka “keluar “untuk makan. Agar mereka bisa makan… dan pakan yg kita berikan efektif (karena dimakan) . Sudah banyak petani yang bisa mengundang mereka keluar dari lumpur, dengan cara digetar getarkan kolamnya(yang pakai terpal) atau diperciki air yang agak kuat di atas media lumpurnya pada kolam tembok.
Kalau tidak bisa begitu kita seperti main “Petak Umpet”, yaitu kalau kita memberi pakan disini kita tidak tahu kalau belutnya ternyata berada disitu dan sebaliknya……dan…kalau kita kasih pakan pada malam hari dan berharap belut keluar untuk makan, …ya…kalau mereka keluar semua….kalau tidak… bagaimana??….Akhirnya ya …..besarnya sulit dan bisa dipastikan lama masa pemeliharaannya karena pertumbuhannya lambat.

Semoga bermanfaat…….Amin………


Author: Budy kuncoro,Spi

Time: Desember 17, 2009 (5:16 pm)

Yth Beluters……Untuk bahan Informasi dan Belajar….

Laporan “Berhasil atau Tidaknya” Petani Belut :
Silahkan ditanyakan kepada :

1. Untuk daerah Kendal
Bisa ditanyakan kepada
Bp. Nuh (Ketua CPBK)

2. Untuk daerah Tegal
Dengan Bp. Primulyanto

3. Untuk daerah Kudus
Dengan Bp. Abas

Semoga bermanfaat……………Amiin……..


Author: Danar Hudiono

Time: Desember 17, 2009 (5:43 pm)

Bagi yang membutuhkan Bibit belut, baik dari Jawa maupun Luar Jawa Kami siap membantu…Terima Kasih


Author: indobelutmuria

Time: Desember 21, 2009 (2:47 pm)

mohon maaf sebelumnya.sekedar berkomentar saja.untuk belut bisa hidup apalagi diternak dalam air bersih saja tanpa lumpur,kayaknya imposible.


Author: wido sragen

Time: Desember 25, 2009 (1:00 am)

ijin bergabung disini….salam kenal semua…
n selamat NATAL bg yg merayakanya…
saya sangat salut dgn site ini,jika kita smua terbuka seperti ini , saya sangat yakin dpt mengurangi kesulitan kita smua.
sebagai seseorang yg br bc,,,,sy ijin bertanya :
1.bagaimana desain kolam belut yg baik mnurut senior2 sy? mohon klo ada gambarnya
2.idealnya 1 m3 diisi xxxx belut??
3. jikalau 1 kelompok terdiri dr beberapa orng, 1 orng kembangkan cacing lot,1 kembangkan media kolam, 1 cr bibt, 1nya lg pelihara, dll apakah lebih efisien / tdk?
4.jikalau ada yg kembangkan spesialis cacing lot, trus belutnya hanya dikasih cacinglot apa lebih bgs / tdk?jd mudah dlm pemberian pakan
5.saya berdomisili d sragen,,,sbenarnya pgn bgt blajar kt4nya pak ari, tp klo telp/sms ,takutnya ganggu kerjaanya(DPU),mohon klo ada alamatnya,,,klo tdk denah( semisal alun2 keselatan trus perempatan ke…)
6. terimakasih atas smuanya,,,,,smoga tuhan membalasnya,amin n mhn maaf jika pertanyaan sy (mnurut tmn2 ngawur) maklum sy msh cr2 referensi,,dan yg terREAL mnurut sy ya site ini. sipp 100 buat admi n komentatornya.
m aju terus beluter’s!
salut buat pr komentator di site ini!


Author: Na Azzamy

Time: Desember 26, 2009 (7:47 am)

ana sedang menggeluti penanaman pohon jati, jeruk, belimbing, jambu, gaharu, cabai dengan stek pucuk.
saat ini ana baru mau coba budidaya belut MOHON INFO UNUTK WILAYAH KOTA SUKABUMI .TRIMAKSIH ATAS BLOGNYA


Author: nono

Time: Desember 28, 2009 (8:07 pm)

Kpd Yth Bpk Danar Hudiono:
Untuk harga bibit belut perkilo harganya berapa & perkilo isi berapa? biaya pengiriman ke Purbalingga mencapai berapa pak? & untuk pengirimannya minimal berapa KG?
makasih atas info nya.
salam Nono-Purbalingga


Author: wong kendal

Time: Desember 30, 2009 (4:57 pm)

mau lihat panen belut???
tgl 09 jan 10, di kendal ada panen belut. bagi yang berminat bisa hub. . dijamin memuaskan


Author: yayan

Time: Desember 31, 2009 (12:49 pm)

pak saya baru lulus sma,saya ingin mencari uang tambahan utk memebantu orang tua…..saya tertarik dengan budidaya belut ini
saya mau tanya penjual bib daerah semarang itu dimana ya????
dan berapa harganya,,soalnya modal saya pas2an,,,trimakasih sebelumnya…


Author: danar

Time: Desember 31, 2009 (2:40 pm)

Benih ada di semarang


Author: beluter

Time: Januari 1, 2010 (6:35 pm)

bagi yang mau cari referensi tentang belut.. munpung ada panen, silahkan kalau mau melihat hasil budidaya belut tanggal 09 jan 10 di kendal. . dijamin,… anda akn merasa puas..!!!!


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Januari 2, 2010 (4:17 pm)

Kepada Yth.

Terima kasih banyak kepada Bp. yang memberitahukan kepada kita semua kalau mau Panen. Semoga ditiru olah petani belut lainnya, karena mereka jarang memberitahukan perihal panen karena merasa sangat “Rahasia”. Padahal hal ini bisa jadi Pelajaran pengalaman dan untuk Menimba ilmu bagi yang lainnya (Study Banding).
Dan mudah mudahan tidak “Mbayar” pak !, kalau terpaksa bayar,jangan mahal – mahal pak. Karena banyak dari mereka , yang mau lihat panennya disuruh membayar mahal, padahal belum tentu hasil panennya “Berhasil” secara perhitungan Analisis Usahanya. Bahkan hal ini juga dimanfaatkan oleh seseorang untuk menarik orang lain untuk datang melihat dan musti harus bayar.

Dari Info yang dapat dipercaya….., ada diantara mereka memasukkan belut besar ke kolamnya sebelum ada acara panen dimulai. Wah..ini malah menjadi Kebohongan Publik, mohon hati – hati…!!!. Kita sendiri belum mengetahui Berapa kg benih yang ditebar…, di awal bulan mati berapa ekor…, setelah panen dihitung tinggal berapa ekor…,setelah itu bisa diketahui mati di dalam media berapa ekor. Ini harus dilakukan Penghitungan hasil panennya secara menyeluruh.

Kepada Beluters….

Bagi Petani belut yang mau Panen, silahkan menghubungi Kami. Insya Allah , kalau dekat dengan Semarang, kami atau rekan kami akan menghadiri dan menganalisa “Keberhasilan dan Kegagalan” bapak (apabila gagal panen). Kalau jauh, kami meminta rekan kami yang satu kota untuk melihatnya. Kita bisa memberikan Informasi dari petani belut lainnya yang telah kita kunjungi untuk sebagai sharing /masukan /bahan pertimbangan budidaya selanjutnya. Dan kalaupun berhasil ,kami akan menginformasikan hal ini ke Petani belut lainnya….Terima Kasih

….Semoga Bermanfaat….Amin……


Author: Waskito

Time: Januari 3, 2010 (3:24 pm)

Kepada pak Budy Kuncoro, SPi
Saya tertarik budidaya belut.’
Mohon kirim infonya ke email saya di
saya asli semarang tapi merantau ke aceh. pengen budidaya belut di aceh. bisa gak yaa..? mohon infonya.’terima kasih pak.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Januari 4, 2010 (8:53 am)

Kepada pak Waskito …

Anda bisa belajar lewat Mailist ini, atau coba hubungi di


Author: okwin

Time: Januari 4, 2010 (1:57 pm)

Assalamu’alaikum

Pak Budy………utk masalah pemijahan belut tahapannya bagaimana sih ???

terimakasih
wassalamu’alaikum


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Januari 5, 2010 (12:39 pm)

Kepada Beluters Yth…………..

Info…………..PANEN……Tanggal 4 januari 2010

Panen di Tegal oleh Petani LPMI Tegal dan PBN Tegal…
Hasil Panen silahkan hubungi :
Bp. Primulyanto (Tegal) dan
Bp. Mashadi (Pekalongan)

Kepada Yth : Indobelutmurya.

Seharusnya Bapak mencoba dulu dengan benih belut tangkapan dari sawah langsung, lalu dipelihara di air bersih, Bapak akan tercengang…, lho…..kenapa kok bisa hidup lama tanpa lumpur ? dan Info selanjutnya bapak bisa tanyakan langsung kepada beliau-beliaunya yang pernah mencoba :
1. Bp. Sunarma (Sukabumi)
2. Bp. Supandi ( Indramayu)
3. Bp Tony Wardhana (Solo)
4. Bp Hadi ( Pati )

Info…..

1. Belut mau makan darah dan cacahan Ikan Lele….
Ada petani di derah Klaten yang memberi makan belut mereka dengan “Darah” dan cacahan ikan Lele dan mereka berhasil panen…….
Bisa ditanyakan ke Mas Nono
2. Belut mau makan Bekicot
dilakukan oleh petani Belut dari Sidoharjo :
1. Bp. Heru
2. Bp. Parno

3. Belut mau makan “Kerang Hijau” dari laut
Dilakukan oleh :
Bp Purwanto ( Semarang)

” APAKAH BELUT HASIL SETRUMAN , KALAU DI PELIHARA AKAN MATI….????…TERNYATA TIDAK BENAR, KEMATIANNYA NORMAL, TIDAK SEPERTI YANG KITA BAYANGKAN, ASAL CARA MENYETRUMNYA DENGAN TEHNIK YANG BENAR….!!!!!!!

Silahkan anda tanyakan kepada beliaunya yang pernah mencoba dan dipelihara di Kolam lumpur :
1. Bp Kamto (Demak)
2. Bp. Totok (Boyolali)
3. Bp. Didik ( Mojokerto)
4. Bp Nono ( Prblnnga)

Info…….Petani Belut yang menggunakan” Tanah Merah” sebagai bahan media lumpurnya, ternyata sekian lama melakukan proses fermentasi gedebog dan jerami tidak bisa hancur – hancur…..
Bp. Ivan ( Semarang ) :

….Ditemukan Hama Baru, yaitu “Walang Sangit atau Pek – Pek Ring(orang Jawa bilang) yang banyak ditemukan dipersawahan…Hama ini kalau masuk kekolam pemeliharaan belut, dan belutnya makan , maka akan mengakibatkan “Kematian” !! hal ini diinfokan oleh
Bp. Nono
yang mengunjungi petani belut di daerah Klaten.

….SEMOGA BERMANFAAT…..Amin…..amin……

Untuk mas Okwin…..Seharusnya yang anda tanyakan bukan tahapan “Pemijahan” belut,karena belut adalah Hermaprodit , dan belut yang kita tanam seukuran bolpoint pun keluara anakannya setelah 2 bulan kita pelihara, akan tetapi bagaimana cara menangkap anakannya, dan dalam situasi yang bagaimana belut tersebut kemungkinan bisa keluar anakannya…..yang harus kita bahas lebih lanjut….
Mungkin di lain Kesempatan saya jawab mas.karena banyak sekali yang harus saya ketik….trm ksh.

……Untuk Bp. Agus (Kendal) ……
-Banyak rekan Beluter yang bertanya kepada bapak perihal metode Budidaya yang petani/bapak lakukan khususnya di dalam Forum ini, mohon dijawab sehingga kita dapat mengkaji bersama -sama demi ilmu Pengetahuan dan sudah barang tentu Manfaatnya untuk “Kemaslakhatan” bersama….Bapak tidak usah khawatir kalau ilmu Bapak akan habis nantinya….Bahkan Insya Allah akan ditambah oleh Allah SWT dengan cara yang tidak kita sadari……..


Author: nono

Time: Januari 5, 2010 (8:28 pm)

kepada Beluters..

Benar apa yang dikatakan Bpk Budy kuncoro.SPi . Tentang belut mau makan darah itu memang benar, asal darahnya masih segar dan jangan terlalu banyak . karna saya telah mencobanya sendiri dari belut hasil setruman yang saya pelihara. Sedangkan untuk kolam belut kalau kemasukan hama walang sangit saya belum pernah mencobanya, tapi saya dikasih tau oleh petani belut dari daerah klaten. tapi InsyaALLOH kpn-kpn saya pingin mencobanya dengan sedikit belut untuk melihat hasil yang sebenarnya,bukan cuma info. untuk hasil selanjutnya akan saya infokan di mailist ini..
Trimakasih


Author: nining

Time: Januari 6, 2010 (9:40 am)

pak budi saya ingin sekali berwiraswasta membuat produk makakanan dengan menggunakan bahan dasar belut. Dimanakah saya bisa mendapatkan belut di kota semarang ini.terimakasih


Author: robi

Time: Januari 6, 2010 (11:58 am)

yth pak sunarma,
saya dodi dari cirebon jawa barat ingin fokus dibidang perikanan khususnya pembenihan ikan bawal …dimana saya dpat mengikuti pelatihan pembenihan dan biayanya lokasi kalo bisa masih sekitar jawa barat.
terimakasih
info tolong diemail ke alamat


Author: mas herry dari pati

Time: Januari 6, 2010 (11:59 am)

JURAGAN DAN BAPAK BUDI, MOHON IJIN SY IKUT GABUNG, PAK BUDI KOLAM UJICOBA YANG DI PATI DIMANA ALAMATNYA . SAYA PENGIN LIHAT DAN BELAJAR , SYUKUR-SYUKUR BISA KETEMU DENGAN BAPAK.. SAYA TINGGAL DI GAMBIRAN SUKOHARJO PATI..


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Januari 6, 2010 (12:47 pm)

To . Mbak Nining
Silahkan datang ke kantor Jl. Pleburan Barat 24 Dekat simpang lima lewat undip hayam wuruk semarang


Author: Tomzzz

Time: Januari 7, 2010 (2:28 pm)

Salam. Saya dan seorang teman berminat untuk jadi “belutters” dan lokasi kami di semarang. Kami ada rencana untuk berkunjung ke tempat Pak Budi di Pleburan. terbersit pertanyaan sehubungan menggunakan media kompos dll. apakah nitrogen juga jadi musuh belut? terima kasih penjelasannya


Author: komaruddin

Time: Januari 8, 2010 (11:59 pm)

saya sgt tertarik ternak belut dgn air, sy br aja mulai mau mencoba, sekiranya bpk bisa sharing percobaannya ke saya..terima kasih.komaruddin


Author: agus

Time: Januari 10, 2010 (3:47 pm)

pak ilmu tdak akan habis selagi kita gunakan dengan benar. di sini ” beluter kompak kendal” selalu mempraktekkan dan selalu kita gunakan. kami selau memperbanyak petani belut meski tidak lewat dunia maya. alhamdulillah sekarang semakain banyak petani binaan kami.


Author: belut kendal

Time: Januari 10, 2010 (4:06 pm)

buat pak budi kuncoro yth.
panen kemaren tgl 9/1/10 itu didaerah boja kendal. hasilnya memuaskan. kolam ukuran 4m x 4m tabur benih 20kg panen 200kg. belut besar 170kg (1kg isi 1-8ekor). 30kg se ibu jari (1kg isi 18). sisa (kecil2 tidak dijual untuk benih lagi skitar 10kg) . untuk kolam yang satunya ukuran 4m x 4m tebar benih 25 kg panen 225kg. isi 1-10 ada 205kg, yang lainnya isi 10-25ekor. coba pak budi hitung sendiri keuntungannya. kemaren juga banyak petani belut yang pernah gagal asal semarang yang liat panen di boja. mereka kagum akan kewberhasilan ini. padahal mereka juga sudah ikiut pelatihan di semarang (gobes). salah satunya dari PT. Papros semarang. kalau ada panen kenapa harus hub. pak budi itu kenapa?? jangan jangan pak budi mau ambil dokumentasi untuk bahan pak budi atau ada maksud lain? siapa saja yang mau lihat silahkan, tapi ikuti prosedur dari kami. yang butuh bukti itukan para petani, jd yang diundang ya para petani dan calon petani yang berminat.
para beluter yang mau melihat bukti dari budidaya belut, silahkan hub. belut kendal (facebook). tgl 18 januari 2009 kami ada acra panen belut lagi, dan seterusnya karena bulan januari dan februari banyak petani belut kendal yang panen


Author: belut kendal

Time: Januari 10, 2010 (4:15 pm)

untuk masalah budidaya belut di air jernih.
apa pak budi punya kolam sendiri/pernah praktek sendiri. saya mau lihat. dimana alamat kolam pak budi?? jagngan kita disuruh menghubungi nomer2 orang lain yang letaknya jauh-jauh. saya di kendal, pak. budi di semarang, kan lebih enak lihat yang dekat.
sepengetahuan saya, itu emua hanya sebagai kolam penampung( bo’ong kalau budidaya). belut sampai kapanpun itu harus hidup dilumpur, krn kodratnta hidup di limpur (emang sepeda motor bisa dimodifikasi).

belut di air jenih atau media tanpa lumpur???
apakah belut seperti ikan laut yang harus selalu di air laut dan tidak bisa hidup di air tawar? atau belut seperti sidat yang hidup liar di sungai tetapi dapat juga berkembang di wadah budidaya?
belut memang bukan sepeda motor tapi saya yakin dapat membeli motor dari jual belut atau jual motor untuk beli belut….


Author: belut kendal

Time: Januari 10, 2010 (4:21 pm)

kok ada walang sangitnya dikolam belut?? emangnya pelihara belut di sawah atau di kolam???
sepengetahuan saya kalau di alam, belut makan apa saja, tidak lihat itu jenis apa. jangankan hewan hidup, mati aja tetap dimakan. itu di kolam itu mati, bukan karna hama. tapi karena media yang belum layak pakai.


Author: mas herry dari pati

Time: Januari 11, 2010 (2:30 am)

tepuk tangan yang meriah…..wah hebat beluter kendal,selamat atas keberhasilannya. ini patut utk diberikan penghargaan, ini ya baru namanya beluter sejati,wah ini perlu dikabarkan ke kawan2, tolong pak diceritakan secara detail mulai campuran media, tinggi media, benih yang ditebar(jenis, beli dimana,) jenis pakan yang diberikan, manajemen air. dll pokoke ceritakan sedetail mungkin supaya konco2 yang lain yang dulu pernah gagal merugi biar bisa balik modal , sekali lagi selamat., bravo untuk kawan2 di kendal. Ak jadi pengin ke kendal.


Author: belut kendal

Time: Januari 11, 2010 (4:32 pm)

kami petani yang dikendal dan rekan sejalan yang lain, tetep menggunakan lumpur sbg media pokok.
(lumpur 65%, gedebok pisang 30%, jerami 10%, air 5%).
pupuk yang kita gunakan hanya EM4 perikanan. formula tambahan vitamin yang diramu dari empon2.
tks tas dukungannya.


Author: Ruli

Time: Januari 11, 2010 (7:34 pm)

Salam Kenal,

Tempat tinggal saya di depok, saya ingin mencoba budi daya belut, tetapi karena saya baru ingin mencoba saya belum tahu kemana saya bisa pasarkan hasil panen saya nantinya?
Apakah ada yang mau menampung hasil panen saya nantinya?

Mohon Bantuannya
Terima kasih


Author: Danar Hudiono

Time: Januari 11, 2010 (9:09 pm)

Saya secara pribadi berkesimpulan budidaya belut di lumpur lebih baik untuk pembenihan dan budidaya belut di air bersih untuk pembesaran. ilmu selalu berkembang dan bukan hal yang mustahil kita bisa mengembangkan dan membesarkan budidaya belut di air bersih.
tidak setiap daerah bisa mengembangkan budidaya belut di lumpur karena prasarana yang tidak mendukung.
semoga tambah belut tambah maju ……………..


Author: Danar Hudiono

Time: Januari 11, 2010 (9:13 pm)

kita Insya Allah siap menampung hasil panen …..


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Januari 12, 2010 (12:02 pm)

Kepada Bp. Tomzzzz

Nitrogen apabila terikat menjadi NH3, Nitrat (NO3)dan Nitrit (NO2) dalam perairan akan berbahaya bagi ikan tertentu, karena apabila konsentrasinya tinggi akan mematikan dan apabila konsentrasinya rendah akan merusak insang dan mempengaruhi Oksidasi O2 oleh Fe (pengangkutan oksigen oleh Fe dalam darah), kalau hal ini terjadi akan “Memperlambat Pertumbuhan ” ikan. Jadi sebaiknya sebelum budidaya diteliti airnya maupun substrat lumpur yang akan digunakan.

Yth Kepada Beluters Kendal…….

Mohon Ma’af……….
Saya menghargai Pendapat anda Perihal “Budidaya Belut di Media Lumpur” silahkan teruskan pak…, saya tidak melarangnya , saya sangat mendukung kalau memang di daerah Kendal Lumpurnya potensial /cocok untuk Budidaya Belut, begitu juga untuk daerah lainnya ..Tapi bagaimana dengan daerah yang “sama sekali tidak cocok ” misalnya tanahnya mengandung lempung, tanah merah (di sebagian daerah Semarang) atau berpasir seperti daerah Yogya ? Apa musti harus mendatangkan lumpur dari daerah lain…??? Wah nanti hasilnya ndak masuk pak..kalau dihitung – hitung !!. Belum lagi repot cari Gedebog dan jerami …(pernah kami menghitung, apabila mendatangkan lumpur dari daerah lain, biayanya sampai Rp 1,5 juta untuk ukuran 4 X 4 m,dgn ketinggian media total sekitar 75 cm)….nanti kasihan petani, ..belum lagi pakannya ( seperti Keong, anak katak hijau, bekicot yg juga harus mendatangkan, karena belum tentu semua daerah/sawah ada )……Kita cuma berpesan kepada Petani, semua bisnis atau usaha itu harus tetap dihitung…!!! Bukan cuma setelah kita melihat hasil panen melimpah atau besar – besar lalu kita “LUPA” hitung hitungannya…..Tahu – tahu kita rugi atau tidak bisa mengembalikan pinjaman. Tapi kalau untuk percobaan ya…silahkan saja , tapi jangan banyak – banyak.
Sebenarnya Kami didesak oleh Para petani yang merasa “Kesulitan” untuk meneliti Budidaya Belut di Air Bersih…Karena kita sendiri yakin Syarat Hidup Belut bukan di Lumpur ,tapi di Air, karena setiap lubang belut yang ada di bawah Pematang itu Pasti ada airnya dan airnya berwarna Bening …!!! dan sudah banyak petani membuktikan bahwa benih belut hidup lama di air bersih , bahkan sampai 4 bulan tidak mati – mati. Masalah “Pembesarannya” , itulah tantangan kita…kita harus bisa membesarkan suatu saat nanti . Sudah barang tentu dengan berbagai percobaan dan penelitian…
Ingat Pak……sebaiknya Anda mengetahui…
1. Udang Vanamae…yang asli habitatnya di laut dan air
payau…dengan rekayanya dan usaha Teman – teman
Perikanan, udang tersebut bisa di pelihara oleh petani di
kolam – kolam air tawar.
2. Ikan Bandeng yang kita kenal biasa dipelihara petani kita
ditambak -tambak, sekarang bisa dipelihara di Air Tawar
seperti di daerah Talun Kacang-Pati…
3. Ikan Lele dan Udang Windu, dulunya bersifat Nocturnal,
makan pada malah hari, tetapi sekarang kita bebas bisa
memberi makan pada siang hari.
…Kesemua itu karena usaha kita bisa mengadaptasikan atau merekayasa lingkungan hidup dari biota atau ikan yg kita pelihara……Arti “Budidaya” Ikan itu sendiri adalah “Merekayasa” Ikan yang dulunya biasa hidup liar diluar sana, dapat kita pelihara di ruang terbatas dan dengan waktu dan ukuran yang kita inginkan..

Masalah Petani……..
Saya malah menyarankan kepada semua Petani belut dan juga termasuk binaan saya untuk belajar (studi Banding) kepada petani belut lainnya bahkan sampai Jawa Barat. ataupun Jawa Timur., Jangan terpancang dengan Metode saya, kalau ditemukan Metode yang lebih baik suatu saat nantinya ( setelah melalui Pengkajian dan Analisa) saya akan segera menggantinya …..dan ..Saya akan tetap memberikan nama Petani dan no Hp Petani yang saya ketahui , karena saya merasa kasihan bagi yang rumahnya jauh harus musti belajar sampai ke Semarang ( ya kalau punya uang, kalau tidak ? ) , siapa tahu petani petani yang saya sampaikan tersebut dekat dengan daerahnya.atau kotanya ..khan dapat untuk perbandingan.., dan anda semua akan bebas menanyakan sendiri secara langsung tanpa rekayasa dan kebohongan dari saya. …namun menimba ilmu itu harus Arif. dan hati – hati ..jadi tidak langsung ditelan mentah – mentah…., tapi harus di Analisa dan di Kaji secara mendetail…karena Ingat !! tidak semua petani Belut mau Memberikan semua Rahasia ilmunya kepada anda ——->( ini khusus untuk Budidaya Belut ,sepengetahuan saya )….karena rata – rata mereka pernah gagal…..Dan ini Mohon di Maklumi….

Yth Kepada Beluter…..

Saya Memang bukan Petani pak, walaupun saya dulu pernah memelihara belut di Air Bersih 2 kali ( sekali diluar dan sekali di dalam rumah), media gedebog 100 %-dalam tong, dan media lumpur dalam drum namun gagal. Karena kegagalan tersebut saya belajar dan berkeliling ke Pati, Kudus, Kendal, Batang, Sragen,Klaten bahkan sampai Kuningan Jawa Barat untuk Melihat…, Mempelajari …, Meneliti dan Menganalisa yang selama 3 tahun dan sampai saat ini di hampir 60-an Petani Belut baik yang gagal maupun berhasil (versi mereka), dan kemudian kami diskusikan dengan Teman – Teman dari Almamater Perikanan dan Dinas Perikanan. Yang nantinya akan saya ajarkan kepada mereka yang “Mau Belajar” dan “Memulai” usaha Budidaya sebagai Dasar Ilmu agar mereka lebih berhati hati dalam setiap langkah Budidaya….
Dan saya memang dilarang oleh salah seorang Petani Belut untuk jangan memelihara belut sekarang , kalau memelihara ,siapa yang akan meneliti dan yang mengupayakan supaya bisa sampai Ekspor nantinya…Tapi kalau sudah tua saya akan tetap budidaya belut, tapi tetap di “Air Bersih…”
Perlu di Ingat !!! seorang Dokter Specialist tidak harus sering sakit dahulu dan seorang Dokter hewan tidak musti memelihara sapi sebelum dia jadi Dokter ….

….Untuk Masalah Menampung Hasil Panen…

Kami berusaha keras mendekati Pihak Investor agar kita bisa mengatasi Problem di Petani, yaitu menampung hasil Panennya…Mudah – mudahan bisa segera dilaksanan.
Silahkan yang bisa Memasok Belut Konsumsi (mulai 1kg isi 30-40 ekor , sampai 1 kg isi 5-8 ekor) baik dari Penangkapan alam maupun dari hasil Panen menghubungi kami dulu
Silahkan menawarkan harga ,namun saya harap dengan harga yang wajar, karena memang akan kita jual lagi…..
Kami akan mendata terlebih dahulu.
Mudah mudahan ini sebagai Pijakan menuju ke arah Ekspor…

….Untuk analisa Keberhasilan Panen di Kendal tgl 9 Jan 2010 kemarin , akan saya analisa nantinya…….Terima Kasih…


Author: Nono

Time: Januari 13, 2010 (2:51 pm)

Kpd Yth. Beluter kendal selamat atas kesuksesan anda..
Dengan kesuksesan yg anda dapatkan tölong critakan tentang tehnik/cara-cara pembuatan media lumpur yg bagus dan benar (dari awal sampe akhir). Saya pemula dan saya kepingin banget untuk memulai berbudidaya belut,tp ilmu sya msh pas-pasan. Wlo sya sudah pra petani belut,tp kebanyakan mreka kurang terbuka, Untuk itu saya berharap kepda anda untuk menceritakan secara gamblang Ttg teknik-teknik yg anda lakukan. Sebelumnya sya ucapkan bnyak-banyak Trimakasih.


Author: Ruli

Time: Januari 13, 2010 (7:39 pm)

Yth Bpk. Budy Kuncoro,

Terimakasih atas jawaban bapak sebelumnya, tetapi saya msh butuh panduan bapak. Dan ada beberapa pertanyaan lagi dari saya yg awam akan ternak belut ini. Saya banyak membaca tentang bagaimana cara berternak belut dan banyak versinya ini membuat saya bingung. Rencananya saya akan membuat ternak belut tersebut dengan wadah kolam 1 M x 1 M yg di temboki dan sdh di aci, pertanyaan saya sbb :
1. Bahan-bahan apa saja yg menurut bapak cocok utk si belut dapat berkembang biak pada tempat tsb selain mengunakan lumpur?
2 . Saya pernah membaca penggunaan pupuk organik. Pupuk organik itu yg di buat dari kotoran apa yg baik?
3. Apakah di perlukan pemijahan pada ternak belut?Apa bila diperlukan bagaimana caranya dgn kondisi ternak dalam kolam?

Terimakasih dan mohon panduannya.
Ruli


Author: nono

Time: Januari 13, 2010 (7:47 pm)

Yth Bpk Beluters` kendal
masalah hama walang sangit (hewan malam yang sering brada dilampu) itu saya dapat info dari salah satu petani belut yang ada di klaten, menurut baliau seperti itu,
Knapa? saya sendiri juga bingun padahal itu salah satu hama yang ada di sawah tho? sedangkan belut kebanyakan hidup disawah, kata Beliau “BELUT PELIHARAAN ITU LEBIH SENSITIF DARI PADA BELUT LIAR.” Beliau memang pelihara dirumah(digarasi),tapi rumahnya dekat dengan persawahan. Karna dengan adanya info tersebut, saya penasaran DAN saya pingin tau hal yang sebenarnya. oleh karna itu saya mau mencoba dan membuktikan sendiri. Sekarang saya sudah mulai memelihara belut untuk uji coba tentang masalah hama tersebut, saya TIDAK akan memasukan hama walang sangit/hewan malam yang sering brada dilampu dulu, tapi saya AKAN menunggu sampai belutnya bener-bener SEHAT, baru saya akan memasukan hama walang sangit/hewan malam tersebut. Bagaimana hasilnya? saya sendiri belum tau…
Doakan supaya kita bisa menguak masalah tersebut.


Author: nono

Time: Januari 13, 2010 (9:05 pm)

Yth Bpk Budy. Kuncoro SPi.
Budidaya Belut diair bersih????
menurut saya itu ide yang sangat bagus. LANJUTKAN PAK..!!! dan harus bisa.!! hehehe…..sapa tau dikota-kota besar yang susah cari lumpur ikut budidaya. kan jadi lebih efisien dan menghemat tenaga, syukur-syukur Bpk bisa nemuin pakan belut yang bukan dari alam seperti pelet ato apalah…jangankan hewan manusia yang punya akal aja bisa berubah-rubah tampilan karna kondisi dan situasinya. seperti temen saya yang sudah kodratnya laki-laki,sebelum pindah keluar kota dia bener-bener laki-laki yang kuat dan perkasa Tapi setelah dia pindah keluar kota, pulang-pulang sifatanya,tampilanya berubah jadi kewanitaan/bencong sampai sekarang hehehe….orang kota yang biasa makan roti/makanan yang enak-enak kemudian pindah ke desa terpencil akhirnya harus makan makanan seadanya misal singkong ato apa aja yang ada. begitu juga sebaliknya. Tapi sekarang masalah belut yang harus kita pikirkan karna belut yang kodratnya hidup dilumpur sekarang harus dibudidayakan diair bersih. Dan saya harap Bpk Budy ga usah merasa bersalah jika mengalami kegagalan pada petani-petani yang Bpk bimbing, toh kegagal adalah ilmu terbaik bagi kita. tanpa ada kegagal kita tidak akan bisa maju.

SEMOGA BERHASIL PAK……!!! AMIEN.3.X.


Author: nurman

Time: Januari 14, 2010 (9:58 am)

Kpd pa Budi & pakar belut yg lain:
Kenalkan sy nurman. Sy sedang belajar budidaya belut tanpa lumpur di jonggol, bogor.
Menurut pengetahuan & pengalaman sy u/ belajar budidaya belut harus melihat langsung ke lokasi atau ikut pelatihan.
Sy dan tman2 pernah kontak ke beberapa petani sukses belut disekitar jagotabek. Hasilnya : “DISURUH IKUT PELATIHAN DULU”. padahal biaya pelatihan bervariasi antara 500rp-2jutaan. Klau 10 orangkan jd besar (bisa buat modal). Sy dng tman2 (10orang) inginnya melihat & bertanya dulu budidaya petani yg sukses.
- adakah petani belut tanpa lumpur yg sukses mau dikunjungi sy & tman2 disekitar jagotabek?
- harga bibit belut rawa sat ini?
- Kenapa eksportir lebih suka belut sawah? apakah lebih enak? atau ada kelebihan yg lain?


Author: Ruli

Time: Januari 15, 2010 (10:55 am)

Kepada Pakar Belut,

Saya tertatrik sekali budi daya belut, skrng ini sy sdh membuat kolam uji coba dengan di tembok ukuran 1m x 1m tingginya 70 CM. Rencanya sy akan isi INDUK BELUT. Yang saya mau tanyakan adalah:

1. Medianya apa saja yg cocok utk kolam tersebut?

2. Tolong di jelaskan dengan rinci cara pengolahan media tersebut hingga induk belut siap di tempatkan ke dlm kolam?

3. Bagaimana cara perawatan induk belut selama masa pengembang biakan?

4. Bagaimana cara pengolahan dan perawatan kolam tsb apakah diperlukan pengurasan?

5. Apa bila anak belut ini sdh menetas apakah perlu pemijahan (sampai usia brp pemijahan dpt di lakukan?)?

6. Adakah peternak belut di jakarta dan sekitarnya?

Saya sangat berterima kasih sekali apabila ada pakar yg mau menjawab pertanyaan sy ini. Jawabannya boleh juga di email ke saya :

Rgds,
Ruli


Author: Dahrul

Time: Januari 15, 2010 (10:00 pm)

Kepada Pakar Belut

Sy coba ternak belut 8bln yg lalu tp sekitar bln juni dan sampai saat ini blm pernah bs panen karena semua belut tdk besar dan sebelum_nya kebanyakan mati selama 2-3 minggu setelah penebran benih, utk itu sy mohon kpd para pakar untuk memberi masukan dan arahan serta bimbingan untuk kelanjutan_nya, untuk informasi sy membeli belut dr kuningan ( Bpk Eko / Bpk. Ahmad Sarkan ).


Author: warta

Time: Januari 17, 2010 (11:17 pm)

Dear all/pecinta belut,

Saya pemula, mau ikut nimrung (bergabung) di blog ini.
- pertama yang ingin saya sampaikan: alhamdulillah telah dibuat blog pecinta belut ini, sehingga kita dapat berbagi pengalaman tentang budidaya belut, saya sangat suport.
- kedua; dengan dibuat blog ini kami sebagai pemula tentunya ingin menimba ilmu dari para pakar belut
- ketiga; marilah kita saling berbagi pengalaman siapa tahu dapat manfaat yang baik buat yang lainnya.
- keempat; saya salut serta suport buat bapak Budi Kuncoro SPi, analisanya tentang belut sangat dalam dan saya pikir ini bisa membangun buat semua pecinta belut bahkan buat pembudidaya belut (teruskan informasinya jangan terpengaruh)
- kelima; karena saya pemula saya mau tanya sama semua pakar belut-, saat ini saya sedang proses pembudidayan belut, saya memiliki kolam ukuran 4×4 m, saya tebarkan benih sebanyak 2000 ekor/20kg tetapi dalam prosesnya saya kesulitan untuk memberi pakannya, tadinya saya pikir tanpa diberi pakanpun bisa karena kolam yang saya buat saya sesuaikan seperti habitatnya (maksudnya sama seperti di sawah/rawa karena didalam kolam tersebut sudah ada cacing sutra, ikan mujair, keong) tetapi setelah saya baca dari banyak artikel ternyata belut juga harus di beri pakan. pertanyaannya adalah;1.dalam kondisi kolam sya tersebut apakah belut yang saya budidaya tidak perlu dikasih pakan, 2.apakah bisa dikasih pakan pelet sama sperti ikan. 3.mohon infonya untuk pakan buatan apakah dijual di toko2, namanya apa?

thanks,

by warta-tangerang-banten


Author: okwin

Time: Januari 18, 2010 (10:01 am)

Assalamu’alaikum….

Thanks Pak Budy atas suport nya selama ini

menyambung pertanyaan saya yg kmarin pak :

1. Bagaimana cara memisahkan (menangkap) anakannya
dari induknya ?
2. Dan dalam situasi yang bagaimana belut tersebut
bertelur & kemungkinan bisa keluar anakannya
bagaimana ?

tetap semangat !!!!!
wasalamu’alaikum….

okwin


Author: Timin

Time: Januari 18, 2010 (12:03 pm)

saya anggota belut madiun dgn nama KELOMPOK TANI BELUT MULIA ABADI. Bulan Nop 2009 kelompok MULIA ABADI mendatangkan bibit 170 kg dari cv labio . saya tanya kepada JURAGAN apa bisa kelompok saya pesen bibit ke juragan dan berapa harga untuk kelompok mulia abadi madiun.


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Januari 19, 2010 (8:22 pm)

Kepada Yth Beluter…..

….Mohon ma’af, untuk menjaga agar dari rekan beluters Kendal kita tidak tersinggung kami terpaksa tidak bisa membeberkan hasil “analisa” sementara kami dalam mailist ini . Memang ada data yang belum lengkap, jadi belum bisa untuk perhitungan suatu analisa Ekonomi , dengan Metode tersebut layak dilakukan atau tidak ?
Silahkan Beluters sendiri yang menanyakan kepada rekan Beluter kita yang datang pada acara tersebut di Bp. Totok ,Boja – Kendal, Desa Merbuh. yaitu :
1. Bp. Eric
2. Bp. Mashar
Dari info yang kami peroleh :
a. Petani Mendatangkan Lumpur sawah dari daerah lain.
warna lumpur abu-abu.(?)
b. Fermentasi di luar media ( Bokasi)
c. Kematian 25 % (?)
d. Pakan : Keong sawah dan “Kerang Hijau” jumlah &
harga (?)
e. Rata -rata besarnya seukuran jempol tangan
f. Di sekitar masa 2 bln pemeliharaan, dilakukan proses
pembalikan media, (media masih memadat) ?
g. Dibeli ibu -ibu Pkk seharga Rp 35.000 per kg. (?)
h. Dll

……….Info Petani Pembudidaya Belut :…………
1. Indramayu – Binaan dari Kuningan (jabar)
Info : Bp. Stanley (Indramayu)
2. Jepara
Info : Bp. Kimpling ( Jepara )

Kepada Mas Okwin…dan Beluters lainnya ….

Saya akan analisakan mengenai “Pembenihan Belut ”
Mohon Beluter resapi dan tolong ditanggapi dan dianalisa bersama menurut ” Pengalaman di Alam dan Berdasara pada Ilmu pengetahuan ”

Pertama : Kita padukan antara Informasi dari para Pengobor belut, penyedek belut dan Penyetrum belut. Yaitu mengenai “HASIL TANGKAPAN MEREKA”.
Kebanyakan tangkapan mereka didapat : bahwa rata -rata ditangkap belut seukuran “Bolpoint” atau sebesar jari kelingking, itu kebanyakan terdapat ditengah sawah yang lentur dan halus (dengan lubang2 persembunyiannya), dan didapatkan belut besar – besar (seukuran jari jempol keatas) itu terdapat didekat atau dibawah “Pematang sawah”
Lha…….yang kecil – kecil seukuran jarum atau kabel atau lidi dimana ????…..Ternyata dari Info Petani penggarap sawah, pada saat mereka memperbaiki pematang sawahnya mereka menemukan lubang belut “Besar” yang juga di huni belut besar (jantan) dan anakannya kecil – kecil seukuran lidi ,sampai ratusan banyaknya. Ini berarti anakan belut tersebut dijaga oleh belut Jantan (kita yakin itu) sampai seukuran bollpoin , lalu mereka menyebar mencari makan ke tengah sawah. Padahal menurut Penelitian di Cina (menurut Beliau Bp. Sunarma : Belut jantan sebelum mengadakan Perkawinan, mereka membikin sejenis busa untuk mengundang betina (belut kecil mulai seukuran bolpoint) untuk kawin dalam satu lubang dekat dengan pematang. Ada info : cara kawin mereka seperti ular, yaitu “melilit”. setelah kawin yang betina meletakkan telur dibawah busa.
Ini yang kita belum tahu……setelah telur menetas jadi seukuran jarum atau masih berbentuk telur….lalu dibawa dengan mulut si jantan di bawa…. ke bawah pematang.
Info dari mas Nono (Purbalingga) melihat sendiri bahwa belut yang besar pada saat dia nyetrum ada , kaget , lalu belutnya naik keatas (dari lubangnya) dan menyerap busa yang terdapat anakannya sebesar jarum ke dalam mulutnya , untuk dibawa masuk ke lubang persembunyian. Lalu disetrum sekali lagi, belutnya kaku., lalu diambil kemudian sampai rumah dibuka mulutnya dan digrojok dengan air kran. Ternyata terdapat anakannya sebesar jarum sekitar 30 ekor. lalu dipelihara mas Nono dalam gelas aqua dan dikasih makan telur ayam dan hidup…..
Ini bisa di analisa (walaupun masih dini untuk disimpulkan), bahwa : Belut ternyata mempunyai sifat seperti Tilapia sp. (sejenis mujair, Nila dll). yaitu dengan kondisi tertentu yang dianggap “membahyakan” Induk belut akan menangkap anakannya dalam mulutnya untuk dikeluarkan lagi disuatu tempat yang dianggap “cocok” atau ” aman”
Kesimpulan Sementara :
a. Benih belut seukuran jari kelingking sukanya di lumpur
yang halus dan lembek serta berair.
b. Belut mengadakan perkawinan di dekat pematang yang
tanahnya agak memadat dan kering, karena lubang
perkawianan tidak boleh tertutup kembali.
c.. Belut butuh tempat yang agak kering dan ” aman” untuk
menempatkan anakannya ( di bawah Pematang).

jadi Kesimpulannya ” BAIKNYA KALAU KITA BIKIN KOLAM PEMELIHARAAN BELUT, LEBIH BAIK ADA BAGIAN YANG TIDAK KENA AIR , AGAK TINGGI DAN AGAK MEMADAT SEJENIS PEMATANG (sebagian kecil saja sekitar 30 cm) ”
karena selain kita melakukan Pembesaran , juga bisa sekaligus Bisa Pembenihan……Lumayan, kalau gagal di Pembesaran dapat anakannya…….

Cara Menangkap anakan Belut ada Bermacam – macam :
1. Dengan cara mengguyur air baru agak deras dengan
slang/kran, anakan belut naik keatas lalu berenang
dibawah slang(jatuh nya air, kita tinggal menangkap
dengan seser. Ini dilakukan Petani belut di Kuningan
(Jabar)
Bu Lenny Huang
2. Dengan cara “mengasatkan” dulu air media , sekitar 3
hari menjadi agak kering, lalu diisi dengan air melebihi
batas media teratas, kurang lebih 15 cm lalu kita
masukkan Enceng gondok yang akarnya agak panjang ,
setelah beberapa saat benih akan terkumpul pada akar
enceng gondok tersebut. Baru kita pindah ke tempat lain
yang sudah kita sediakan.
Bp. Purwanto (Semarang) .
3. Dengan alat khusus yang dimasukkan di dalam lumpur
sehingga anakannya dapat masuk , namun setelah
berjalan waktu alat tyersebut diangkat dan anakannya
sudah tidak dapat keluar lagi.
Bp. Hexa ( Sidoharjo).

Mereka mengadakan Perkawinan pada situasi yang bagaimana ?? saya belum tahu. ataukah musim penghujan atau kemarau, namun dari data kami peroleh, kebanyakan bibit belut yang kita tanam /tangkap dari sawah , ternyata kebanyakan bertelur pada saat musim kemarau menjelang sebulan dua bulan awal musim penghujan.
Dan baiknya belut yang kita pelihara , dikasih makan anak katak hijau. Karena menurut teman yang memijahkan ” Lele” kalau dikasih makan anak katak , lelenya cepat bertelur, ujarnya. Mungkin ada Hormon khusus……..

…..Semoga Bermanfaat. bagi kita semua …..Aminnn………

Ma’af yang lainnya , lain waktu…..


Author: okwin

Time: Januari 20, 2010 (12:21 pm)

thanks Pak Budy
Semoga menjadi ilmu yg sgt bermanfaat Pak……..amiennn


Author: Arif T

Time: Januari 21, 2010 (11:09 am)

Salam kenal untuk semuanya terutama untuk Admin web site ini..

Dalam forum ini,saya sebagai pemula yang ingin ikut beternak belut dan ingin bertanya mengenai beberapa hal mengenai media pemeliharaan Belut :
1. Apakah penggunaan jerami adalah mutlak harus ada mengingat tempat tinggal saya di kota jakarta yang tentunya sulit mendapatkan jerami. kalo tidak bisa dihilangkan, kira2 apakah ada media lain yang memiliki kegunaan/manfaat yang secara substantif memiliki kesamaan dengan jerami.
2. Lumpur, hal ini tentunya juga sulit untuk diperoleh d jakarta(atau saya saja yang ga gaul yah ? he.. ). kira2 kalo menggunakan tanah merah yang ada di halaman bisa tidak? kalo bisa, kira2 bagaimana prosesnya agar tanah tersebut bisa menyerupai lumpur yang layak bagi belut.
3. Mengenai media bokashi.., saya pernah lihat ada pedagang tanaman hias yang menyediakan media bokashi instant dimana (menurut tulisan di karungnya) komposisinya terdiri atas kotoran hewan, serasah daun, serbuk gergaji, mikroorganisme, dll (tanpa insektisida). Kira2 apakah media ini bisa langsung digunakan yang artinya tidak perlu melakukan dekomposisi bahan2 lain ?
4. kalo media bokashi tersebut bisa digunakan, kira2 apakah bisa dicampur dengan lumpur tanah merah ? kemudian bagaimana cara mencampurnya ?

saya sangat berterima kasih atas jawaban dari para beluters

Arif T


Author: Ruli

Time: Januari 26, 2010 (9:49 am)

Pakar Belut,

Tgl 23 januari 2010 saya masukan belut sebanyak 3 Kg ke kolam 1M x 1M dengan media air di kolam permanen, sampai hr ini kematian sudah mencapai 100 ekor. Tolong di bantu saran bagaimana cara yg benar pembibitan dalam kolam air tawar.

Rgds,
Ruli


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Januari 26, 2010 (12:38 pm)

Kepada Beluter Yth ……

Kita tidak boleh “GEGABAH” memakai media baru (selain Gedebog Pisang dan Jerami Padi) untuk Media belut kita, Seperti ” Bag Log” sisa jamur atau “Cascing” atau Lumpur Hitam dari rawa-rawa yang banyak Enceng Gondoknya , seperti di Rowo Pening (Jateng) untuk media Pemeliharaan Belut……
************************************************************
kITA HARUS MEMERIKSAKAN “SUBSTRAT” YANG AKAN KITA PAKAI .KE DINAS PERIKANAN (Balai Karantina dan Kesehatan Ikan) ATAU LABORAT UNTUK PENGUJIAN AIR MINUM.
************************************************************
Yang paling penting kita checkan antara lain adalah :
1. Amoniak (NH3)
2. Nitrit (NO2)
3. Nitrat (NO3)
Karena ketiga unsur kimia tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ikan atau belut yang kita pelihara.
Kami sudah mengechekkan di Dinas Karantina dan Kesehatan Ikan di Jl. Mpu Tantular No. 2 Semarang.untuk “Cascing” . Ternyata substrat tersebut mengandung ketiga unsur di atas yang sangat tinggi diambang batas optimal untuk kehidupan Ikan..
Hasilnya :

SAMPEL CASCING
—————————————————————————-
PARAMETER OPTIMAL PERIKANAN ” HASIL”
—————————————————————————–
1. Amoniak (NH3) 0 – 0.50 ppm 0.73 ppm
2. Nitrit (NO2) 0 – 0.350 ppm 0.956 ppm
3.Nitrat (NO3) 0 – 30 ppm 154.9 ppm
—————————————————————————–
Kesimpulan :
** Kami mohon Beluters harus berhati – hati dan
mempertimbangkan terlebih dahulu apabila memakai
Cascing untuk media Belut .
* Kami belum memeriksakan : – Sisa Bag Log Jamur
– Substrat Rowo Pening
Silahkan Beluters lainnya Yang memeriksakan, karenacukup murah, 1 analisa unsur kimia cuma Rp 20.000 sampai Rp 25.000.

……Semoga Bermanfa’at……Aminnn…………..


Author: NURMAN

Time: Januari 30, 2010 (5:09 pm)

Ass. Kpd Pa Budi Kuncoro
Sy baca milis ini dari awal – akhir (bahkan sy printer) ada bahan2 yg pa budi kirim kepada para bluter ( diminta emailnya) u/ dikirim hal2 yg menyangkut permasalahn belut. contoh schedul pembesaran belut dll
Maaf sblmnya bisa dikirim trim pak budi smga ilmu bpk dpt menjadi ladang amal sholeh. amin


Author: gagah

Time: Januari 31, 2010 (7:40 pm)

ass.

saya ingin tau cara memelihara belut dan membesarkan serta pengembangbiakannya,saya seorang mahasiswa yang baru lulus dan sudah bekerja,saya liat usaha belut cukup menjanjikan.
saya ingin menjalankan usaha ini,mohon petunjuk???


Author: Taufik Y. Wirawan

Time: Februari 1, 2010 (8:00 am)

Taufik Yudhoyono Wirawan
BUDI DAYA BELUT DI KOLAM BUATAN MUNGKINKAH ???
UPAYA
Upaya banyak pihak untuk membudidayakan belut sudah dimulai sejak hampir dua setengah dasa warsa yang lalu, namun hingga sekarang belum pernah memberikan hasil yang memuaskan. Budidaya belut yang dilakukan orang sampai akhir-akhir ini adalah menggunakan media bak, kolam permanen, atau drum besi yang dimiringkan yang diisi dengan bahan-bahan sebagai media untuk menyediakan pakan bagi belut. Binatang primitip yang ternyata mampu mejeng sampai di Super Market setelah dicampur bumbu dengan tepung dan digoreng renyah, ternyata bukan dipanen dari hasil budidaya yang selama ini susah payah diusahakan orang .
RENUNGAN
Belut-belut ini ditangkap dari sawah dengan sangat keji seperti menggunakan stroom, apotas dan jenu. Mereka hidup subur di lahan sawah yang pemilik sawahnya sangat suka mengembalikan jerami setelah dipanen dan memberi sedikit pupuk kandang dan pupuk hijauan. Namun belut tidak suka hidup disawahnya Kontak Tani atau petani maju yang sangat rajin mendengarkan rekomendasi PPL dengan teknologi tinggi yaitu pupuk berimbang, pestisida yang cespleng dan pestisida tabur…. Lihat Selengkapnya
Sebagai dampak dari euphoria politik peningkatan produksi pangan terutama beras, belut yang nyata-nyata dapat menghidupi dan member lapangan kerja banyak orang termarginalkan. Belut membawa misi kehidupannya sendiri yang orang tak pahami.
KONSEP
Mengapa orang tidak berhasil membudidayakan belut ? Segudang pertanyaan menghantui penulis selama satu dasa warsa terakhir. Benarkah belut itu sejenis ikan ? Belut tidak pernah mau menjawab pertanyaan itu. Beberapa ahli dibidang perikanan tempo dulu langsung mengklaim bahwa belut termasuk binatang sejenis ikan, maka dibuatlah konsep budi daya belut. Komunikasi dengan belut tidak pernah dilakukan, namun upaya mengatur kehidupan belut dibuat dan dilakukan. Yang paling memprihatinkan adalah tidak pernah dilakukan evaluasi apalagi penelitian.
Setelah mengamati hampir satu dasa warsa, penulis mencoba memahami apa yang dimaui belut.
1. Konsep dasar “budidaya belut” yang selama ini dilakukan adalah menggunakan konsep “budidaya ikan”
2. Konsep pembuatan media hidup bagi belut yang dibuat di kolam, drum atau bak permanen adalah “konsep penyediaan pakan”, bukan konsep “tersedianya pakan yang baik di lingkungan hidup yang cocok bagi belut sawah”.
3. Sifat kanibal dan berganti kelamin merupakan sifat bawaan belut yang sulit dikendalikan, sehingga hanya lahan sawah yang subur merupakan media yang paling cocok bagi perkembang biakan belut.
4. Habitat asli belut yang berupa lumpur sawah yang subur ternyata tidak dapat diimitasi di kolam-kolam pemeliharaan.

HARAPAN
Setelah orang selama hampir 25 tahun memaksa belut untuk hidup di kolam dan tidak seorangpun berhasil, kini belut benar-benar menjawab pertanyaan banyak orang bahwa dirinya adalah bukan ikan dan tidak mau hidup di kolam. Dia akan mengabdikan hidupnya bagi kepentingan manusia namun dengan syarat hanya akan hidup dan berkembang biak dengan baik apabila ia di sawah.
“Kembalikan jerami padiku setelah engkau ambil gabahnya, bebaskanlah lingkunganku dari pestisida apabila engkau olah tanahnya, kirimilah aku dengan kotoran ternakmu, maka akan aku berikan pada anak cucumu protein yang baik untuk kecerdasannya, rejeki yang banyak bagi yang mengusahakannya dan akan menjadi terkenal namanya bagi siapa saja yang menggoreng dan membungkusku dengan kemasan yang baik”
Demikianlah apa yang dikatakan belut kepada kita semua termasuk kepada mereka yang jijik, ngeri dan geli bila melihat belut.

PENUTUP
Jangan tanyakan padaku bagaimana caranya memelihara belut di kolam, karena itu hanya omong kosong.
Tanyakan padaku “bagaimana membiakkan belut ?”…………
Jawabannya adalah :” suburkanlah sawah, maka belut melimpah”

Adji Pribadi R. ( PPL Perikanan Kecamatan Godean )
Hp 08174123018


Author: Taufik Y. Wirawan

Time: Februari 1, 2010 (8:02 am)

Saya tidak tertarik menggunakan kolam buatan …. karena resiko kegagalannya tinggi …. sifat belut memerlukan tempat hidup yang alami ada kanibalisme, pergantian kelamin menjadi jantan setelah bertelur ( jadi hanya bertelur satu kali ), memerlukan sebuah suhu udara tertentu di musim penghujan untuk terjadinya perkawinan dan menetaskan telur yang … Lihat Selengkapnyakondisi-kondisi ini tidak bisa didapatkan dengan mengimitasi sawah dengan memindahkan belut ke kolam buatan. Kembalikan sawah seperti jaman nenek moyang kita dulu perlakukan sawah dengan menggunakan pupuk alami ( kotoran sapi / organik ) adalah jalan termurah dan termudah anda tidak perlu memberikan pakan karena pakan alami sudah tersedia di sawah. Kota kami Godean, Sleman ( Yogyakarta ) adalah penyerap belut terbanyak +- 30 ton yang kami datangkan dari Jawa Timur ( Bojonegoo, Kediri, Malang, Jombang dll ) nilai uangngyaRp 240 Juta per bulan Rp 2,9 milyar per tahun. Karena pemakaian pupuk kimia di sawah menyebabkan populasi belut punah sehingga kami harus mengimpor dari Jawa Timur selama kurun waktu 20 tahun ini. Buku buku tentang budi daya belut itu “bull shit semua”.


Author: M.SUPANDI

Time: Februari 1, 2010 (10:19 am)

Budidaya belut di Bak Kolam….
jawabnya ………. bisa.

Budidaya belut di air Bersih….. ?
jawabnya……. Bisa sekali

Budidaya belut dengan pakan Pelet ?
jawabnya …… Sangat Bisa sekali.

Yakin….
Jawabnya … Yakin sekali…. ( wong saya membuktikanya koq )


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Februari 1, 2010 (11:22 am)

Kepada Beluters Yang Terhormat :
Menyambung masalah “PEMBENIHAN” :
Ada kendala Berat pada “Bibit” yang pertama kita masukkan ke dalam kolam Budidaya sebagai awal untuk PROSES pembibitan kita yaitu :

1. Ternyata Ada bibit yang bisa besar dan tidak bisa
besar, terutama warna “hitam dan berbadan kecil”
yang dibeberapa petani setelah 3 bulan masa
pemeliharaan tidak bisa besar. Di Bp. Kamto (Demak)
.Hal ini juga dituturkan oleh beberapa
“penyedek” belut yang sudah bergelut di perbelutan
sampai puluhan tahun.
2. Dan Ternyata : Walupun bibit yang kita peroleh dan
sudah “berwarna kuning/coklat”’ yang kita yakini bisa
besar kalau dipelihara,akan tetapi
mereka diperoleh ada dari sawah yang subur dan tidak
subur atau kurang subur , bisa jadi yang berwarna
kuning pun,ada yang “Kuntet”, karena bibit belut
tersebut hidup di areal persawahan yang tidak banyak
cacing “Lor” sawahnya.Sehingga pertumbuhannya
terganggu. Dan ini ditunjukkan dengan banyak
ditemukannya bibit seukuran Finggerling atau jari
kelingking sudah matang Gonad (perutnya sudah
banyak mengandung butiran telur yang berwarna
kuning), Kalau mereka sudah mengeluarkan telurnya,
lalu kita tangkap untuk dipelihara, bisa jadi “ Tidak Bisa
Membesar” walupun sudah dipelihara selama lebih dari
4 bulan, akan tetapi masih bisa bertelur, karena fa’al
tubuhnya sudah mendukung(dewasa)/matang gonad
walaupun badannya kecil.Karena lingkungannya kurang
Gizi(kurang asupan makanan cacing lor dll).
Seperti anak kita, mulai dari lahir apabila dikasih
makanan yang kurang bergizi, bisa kuntet, bahkan
setelah anak kita berumur 18 tahun kita ngasih makan
tiap hari 1 kg daging, tidak berpengaruh banyak pada
pertumbuhannya. Maka dari itu kalau kita melihara benih
“Lele” yang ukuran kecil harus dikasih makan pellet “999”
karena memang pellet tersebut mengandung Protein
tinggi untuk pertumbuhan. Nanti setelah berumur 2 bulan
lebih proteinnya pada pakan akan “dikurangi” karena
pertumbuhannya mulai konstan ( tidak menanjak).

Hal ini memang membuat petani Belut kita dibikin “Pusing Tujuh Keliling” Memang kalau kita membesarkan ikan seperti “lele,nila,patin dll”, kita sudah yakin bisa membesar kalau dipelihara, karena memang sudah “dibibitkan”, jadi sudah ada galur bibit bisa besar, dan kalau dikasih makan mulai ukuran kecil, seukuran jarum sampai kelingking, sudah pasti besoknya bisa membesar. Karena diberi asupan gizi dari kecil.

—————————————————————————–
Sampai saat ini kesimpulan yang kami tarik dan saya sarankan kepada para Beluters dan Para Pembimbing Pelatihan Budidaya Belut adalah :
—————————————————————————–
A . Untuk Para Pelatih /Pembimbing Budidaya Belut :
1. Saya harap Jangan memberikan Pelatihan di
Pembesaran/Budidaya dahulu, namun diajarkan Cara
“Pembenihan” terlebih dahulu, baru Tehnik
Pembesarannya. Karena menurut penelitian kami ,
mulai dari Jawa Timur, jawa Tengah dan Jawa Barat.
Benih yang ada,yang beredar di pasaran, adalah 90 %
dari tangkapan alam ,baik dengan cara
disedek,diestrum , dijepit atau pakai telik. Dan Cuma
10 % dari kolam Budidaya yang anakannya berhasil
ditangkap. Hal ini bisa terjadi benih yang berwarna
kuningpun yang kita yakin bisa ada yang Kuntet,karena
banyak ditemukan yang sudah “bertelur”.
Dan di Balai Benih ikan di seluruh Indonesia belum
membibitkan belut.

2. Ajarkanlah cara menangkap anakan bibit belut tersebut
, karena memang didalam lumpur . dan petani memang
masih belum tahu kalau belut tersebut sudah beranak
atau belum .Setelah tertangkap kita harus bisa
“memelihara dan memberi” pakan mulai seukuran
jarum sampai seukuran jari kelingking, karena waktu
pertumbuhan tersebut adalah yang tercepat .
Sebenarnya belut yang kita pelihara selama 2 bulan di
kolam kita , sudah banyak keluar telurnya/beranak. Ini
laporan lebih dari 4 orang petani, namun karena di
dalam lumpur, mereka bingung cara menangkapnya.

3. Dari hasil bibit yang kita tangkap , bibit inilah yang kita
“Gunakan” sebagai “Bibit “ untuk dibesarkan !!!, saya
yakin bibit ini akan membesar.

4. Bibit yang tertangkap, di cobakan di “adaptasikan” di air
bersih terus , dan diberi asupan pakan yang cukup dan
selanjutnya , diteruskan “Budidaya Pembesaran di Air
Bersih”

5. Dengan cara begini, Petani bisa membibitkan belut
sendiri dan bisa membudidayakan/membesarkan di air
Bersih : Beberapa petani yang sudah berhasil
membesarkan di air bersih namun baru 45 % dalah di
Kudus yaitu pak Hasan dan pak
Kasan sedangkan pak Ritma Hp :
baru beberapa persen , walaupun sudah
ada yang membesar. Dan yang mencoba baru berjalan
adalah pak Totok (Boyolali) dan Mas
Nono (Klaten) .

Doakan supaya mereka berhasil. Kalau berhasil…, petani Belut kita akan makmur dan berhasil, karena bisa membibitkan sendiri dan membesarkannya di air bersih, sehingga sangat efisien, karena tidak usah beli benih lagi, tidak usah beli lumpur, tidak usah cari gedebog dan jerami untuk pembesaran. Namun petani “HARUS”memelihara pakan alami yang berupa Cacing Lumbricuss, ikan cethol/gupy, keong atau bekicot 4 bulan sebelumnya. Agar kita tidak diombang ambing oleh pabrik pakan dengan harga pakan yang tidak menentu. Sehingga kita bisa menekan seminim mungkin dan menaikkan “B/C” Ratio , paling tidak mendekati angka 2, sehingga usaha kita “Layak” /”Menguntungkan”untuk dikerjakan.

6. Ajarilah Petani Belut kita untuk bisa menghitung
“Analisis Ekonomi”, agar mereka bisa menghitung
sendiri, apakah Usaha budidaya yang dikerjakan
“Layak” dikerjakan atau tidak ? dalam arti
menguntungkan atau tidak ?

B. Bagi Petani Belut :

1. Kalau anda usaha di Pembesaran,
Dari hasil penelitian kami rata – rata maksimal hasil
panen yang diperoleh petani di Jawa, adalah 1 : 6, yaitu
1 kg benih menghasilkan 6 kg hasil panen. Dengan
waktu pemeliharaan 4 – 5 bulan, dan dengan pakan
yang cukup. Kalau ada yang mengatakan 1 : 10 adalah
Hebat !!! Kenyataannya di lapangan tidak segitu.

2. Kalau kepingin hasil panennya banyak, jangan
memanen 3 atau 4 bulan, tetapi dipanen 8 bulan atau 1
th. Maka panennya banyak dan besar – besar. Tapi
waktunya lama…
Karena pada awal pemeliharaan ada yang mati dan
sebagian ada yang kuntet, namun di masa
pemeliharaan 2 -3 bulan mereka beranak, maka
jumlahnya bertambah. Dan kalau diteruskan sampai 8
bulan maka anakannya menjadi besar besar dan
jumlahnya menutup kematian pada saat awal tebar.

3. Buatlah kolam anda ada sebagian tanah yang
meninggi(tidak kena air) sehingga agak sedikit
memadat dan kering, karena belut kawin dan
meletakkan telurnya menyukai tempat dan kondisi
seperti ini.
Sehingga kalaupun kita gagal di pembesaran , paling
tidak kita dapat anakannya.

4. Berusahalah membibitkan sendiri. Karena belut
bersifat Hermaprodit dan Transexual. Yang Besarpun
bisa Bertelur —> lihat di
http://www.tehnikbudidayabelut.blogspot.com. Dan Penelitian
di Amerika menyatakan bahwa “Pada saat Proporsi
yang betina kurang, maka yang jantan(besar) berubah
kelamin menjadi betina”.Hal ini sangat menguntungkan
bagi kita, karena apabila belut yang besar bertelur,
sudah barang tentu akan banyak telurnya, jadi jangan
digoreng !! dikira jantan dan tidak bisa bertelur, padahal
mereka bisa berubah kelamin jadi “Betina”.
Ingat Cacing Lumbricuss yang bersifat Hermaprodit, 1
kg cacing apabila di pelihara dengan baik, akan
menghasilkan 1 ton cacing dalam jangka waktu 1 tahun
(pernyataan petani cacing di Yogyakarta). Dalam hal ini
saya yakin Petani belut kita besoknya sekali beli benih,
tidak usah beli benih untuk selamanya.

Kesimpulan :
1. Memelihara Pakan Alami 3 – 4 bulan sebelumnya,
setelah dirasa cukup baru menyiapkan kolam
Pembenihan.
2. Terpakasa Benih didapat dari hasil tangkapan di
sawah dahulu
3. Dikawinkan/ dibenihkan dalam kolam Budidaya
4. Anakannya seukuran jarum atau lidi dipelihara ,dan
dikasih makan
5. Diadaptasikan di air bersih
6. Seterusnya, setelah beradaptasi di Air bersih
dilanjutkan pembesarannya untuk mencapai ukuran
Konsumsi.
7. Diadakan Sortasi, Pemilahan antara yang besar dan
yang kecil.
8. Yang kecil dilanjutkan kearah Pembesaran.

Kalau ini bisa dilaksanakan, ini namanya Baru Petani Belut Kita bisa dikatakan “Berhasil secara Perhitungan Analisis Ekonomi”

Semoga Bermanfaat……Aminnn……………..


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Februari 1, 2010 (12:42 pm)

Kepada Yth : Adji Pribadi R. ( PPL Perikanan Kecamatan Godean )

…Mohon Ma’af, terus terang saya sangat kecewa dengan pernyataan anda , anda bukannya memberikan “SOLUSI” dan memberikan masukan – masukan ilmu pengetahuan yang baik kepada petani Belut kita…….Saya juga orang Perikanan pak…
Seperti yang saya sampaikan di Koran suara merdeka , di Halaman Surat Pembaca :

Sampai saat ini Dinas Perikanan tidak mau mengeluarkan SOP (Standart Operasional Prosedur) dan juga tidak mau mengeluarkan Surat Pelarangan Budidaya Belut. apabila Budidaya Belut memang “merugi” apabila dibudidayakan. Padahal disana Gudangnya orang orang pandai di Bidang Perikanan bahkan sudah banyak yang menyandang Gelar S2. Kalau kita ajak Riset bersama untuk Penelitian Jangka Panjang yang kalau berhasil bisa untuk membantu petani Belut, mereka menolaknya. jawabannya Klise, mas Program tahun ini sudah di “GedoG” bukan untuk belut, tapi untuk ikan ini-itu. Jadi selama 1 tahun petani belut kita “Pusing” menantinya, dan belum tentu tahun depannya bakal untuk belut.
Kalau Begini terus , kapan kita bisa Maju seperti negara THAILAND yang Pemerintahnya begitu getol memperhatikan dan membantu petaninya. Kalu cuma tanya “MANA PETANI YANG SUDAH BERHASIL ??” Itu adalah Pertanyaan “aneh” !! , justru yang penting adalah : Ayoo….kita bersama – sama dengan penuh semangat meneliti belut , membantu petani sampai ditemukan Metode yang kita nilai berhasil secara Perhitungan Analisa Usaha….dan jangan sampai malah Petani yang menemukan Metodenya…….Kalau kita melarang mereka jangan Budidaya Belut dan ternyata nantinya Mereka Berhasil, …ya….kita sangat malu sebagai orang Perikanan yang menyandang Gelar Sarjana dan mereka…..cuma “kebanyakan” lulusan SD….Lho Kok lebih pandai mereka ya !!!

Mohon ma’af apabila ada kata2 yang kurang berkenan…..


Author: nono (nuno)

Time: Februari 2, 2010 (5:55 pm)

Kepada Yth Bpk Taufik Yudhoyono Wirawan (Adji Pribadi. R)

BUDI DAYA BELUT DI KOLAM BUATAN MUNGKINKAH ???
Sebelumnya maaf
Jujur saya sangat heran dengan kata-kata itu…sedangkan Bpk sendiri dari Dinas perikanan dan belut juga sudah terkenal termasuk jenis IKAN,, walau saya pemula N baru coba-coba budidaya belut,saya baru tebar belut awal bulan januari kemarin sampai sekarang baru mati 3 ekor dengan media air bersih karna itu saya sangat-sangat yakin kalau belut itu bisa dibudidayakan, walau saya belum membuktikan 100%, tapi saya juga sudah meliat buktinya sendiri (mendatangi petani belut) di daerah klaten jawa tengah ada petani belut yang sukses dan untuk budidayanya sekarang dipindahkan ke daerah boyolali Jawa Tengah karna beliau disana mempunyai lahan yang lebih luas. memang benar sampai sekarang masih banyak pembudidaya belut yang gagal,, bukankah kata orang pintar kalau “kegagalan adalah awal dari keberhasilan???” TANPA ADA KEGAGALAN MAKA KITA TIDAK AKAN BERHASIL ya tho pak??
trimakasih.
wassalam


Author: M.SUPANDI

Time: Februari 3, 2010 (9:02 am)

KEMBALI KE LAPTOP…..

Kedepan,,,,
budidaya belut akan seperti budidaya ikan lele….
Begitu tebar benih…. akan kita beri pakan buatan/Pelet. ( setelah masa adaptasi 7 hari dari perubahan pakan hidup ke pakan pelet ).
metode perubahan pakan hidup ke pakan pelet ini, kita harus dipenuhi dulu unsur KENYAMANAN bagi belut itu sendiri.
sedangkan faktor kenyamanan terdiri faktor internal dan eksternal
I. Faktor internal.
a. Media harus tersedia yaitu. Substrat ( paralon, roster, eceng gondok maupun kiambang, dsb)
b. Faktor Oksigen. (sangat berpengaruh besar terhadap reaksi dan nafsu makan, sekaligus kelangsungan hidup) Khusus Untuk budidaya air bersih, faktor oksigen sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup dan daya nafsu makan belut)

II. Faktor Eksternal.
a. Faktor eksternal adalah suasana Gelap dan tenang. ( Gelap berarti tempat harus ditutup dengan terpal hitam atau coklat, tidak boleh warna lain, Tenang berart tidak bolel ada aktifitas lain di lingkungan budidaya)
b. Pakan, perubahan pakan hidup ke pakan pelet bisa berjalan apabila Faktor eksternal dan internal terpenuhi )

( Metode Memberikan pakan hidup ke pelet akan saya sampaikan ditulisan sesion lain, karena perlu bahasa penyampaian yang khusus )

Kalau faktor ekstenal dan internal sudah dipenuhi. maka unsur KENYAMANAN bagi belut sudah terpenuhi.

Selanjutnya adalah pertumbuhan. faktor pertumbuhan belut akan melaju dengan pesat, apabila kandungan gizi dan vitaminya terpenuhi. maka kita harus bisa memasukan unsur gizi dan vitamin dengan baik ke pelet. diantaranya adalah kandungan Protein minimal 40%.
Saya memberikan pakan pelet dalam sehari semalan sebanyak 3 kali. Pagi siang dan malam. Pagi 20%, siang 20%, dan malam 60%. Banyak pendapat bahwa belut makan di malam hari saja, tapi kenyataan disiang hari dengan pakan peletpun , belut makan dengan lahap.

Kenapa kami ngotot dengan Pakan pelet. karena saya bisa menghitung nilai keefektifan dan mungkin keefesienan. Pertama .
Apabila kita menanam 50 ribu ekor saja kalau dikonversi ke kilo adalah 500 Kg, dan kalau 500 Kg bisa menghasilkan Daging 2.5 Ton dengan perbandingan ( 1 : 5). maka kita memerlukan pakan 5 Ton ( karena konversi pakan belut 1: 2), maka kita selama budidaya harus memerlukan pakan sekitar 5 Ton, apakah kita akan mencari ikan anak jaer, lele dan ikan imun sebanyak 5 ton…. ? ) Justru menurut pengalaman kami pakan hidup lebih mahal dibandingakan dengan pelet itu sendiri, ) dan kita akan kewalahan dan mungkin akan menghabiskan ekosistem ikan di perairan kita sendiri ), sedangkan kita tahu bahwa Pakan bisa menghabiskan biaya 60% dari biaya budidaya secara keseluruhan.

Jadi pesan yang ingin saya sampaikan adalah bahwa :
a. Budidaya belut bisa di bak kolam, bisa di air bersih dan bisa menggunakan pakan pelet, karena dengan system ini keefektifan kerja dan keefesienan biaya bisa dapatkan. bukankah kita mengarah ke intensifikasi lahan, bukan ekstensifikasi lahan budidaya belut, dan mengeluarkan tenaga dan biaya sedikit mungkin dengan hasil yang maksimal.
b. Budidaya belut diair bersih dengan wadah dan Ruangan 5X5 meter, bisa dikembangkanya 5 Kali lipat dari wadah budidaya itu sendiri, karena dalam budidaya air bersih kita hanya memerlukan ketinggian air 30 Cm, maka tempat budiaya kita bisa tingkat menjadi 5 susun atau 5 apartemen.

Begitu Efektif dan Efesien bukan….. ?


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Februari 3, 2010 (1:04 pm)

Alhamdulillah……Lama ndak Nongol pak SUPANDI, khabar baik pak ..??…wah mereka rupanya masih belum percaya kalau Belut bisa di Budidayakan di “Air bersih…”
Dai Pernyataan Bapak :
“Metode Memberikan pakan hidup ke pelet akan saya sampaikan ditulisan sesion lain, karena perlu bahasa penyampaian yang khusus “ i
tu yang sangat ditunggu – tunggu oleh Beluters semua.

Analisa Bapak yang saya tunggu-tunggu. Karena anda yang sudah Mencoba Memelihara Belut di Air Bersih. Dan sekarang Petani Belut di Semarang sudah mulai mencobanya : dan Dari semua yang bapak sampaikan adalah benar, namun ada beberapa yang saya analisa yaitu mengenai pakan Pellet (bentuk kering)

Mengenai keefektifan antara pakan Alami dan Pakan Pelet :
Untuk Pakan yang berbentk Pellet , kita bagi menjadi 2, yaitu
“Buatan sendiri dan yang Bikinan Pabrik”.
*Keuntungan Pakan Pellet secara umum :
a. Mudah dibawa, tahan lama dan tidak perlu ber-Kotor
– kotor ria
b. Dapat disesuaikan dengan ukuran “mulut “ belut
c. Dapat dikasihkan ke Belut kapanpun.
d. Bisa menyesuaikan dengan kebiasaan makan Belut,
jadi yang bentuk “tenggelam atau mengapung”.
e. Tidak perlu tempat yang luas untuk penyimpanan.
f. Dapat dihitung FCR nya.

—————Analisa Untuk Pellet Buatan Sendiri :————–
1. Butuh biaya produksi (tempat produksi , beli alat2
produksi, bayar karyawan , listrik , Packing ,dll)
2. Tetap dibutuhkan bahan baku yang harus kita pelihara
sendiri, karena kalau beli dari orang lain nantinya
perhitungannya tidak masuk.misal : tepung cacing,
kalau kita beli mahal harganya(min. dalam jumlah
banyak bisa Rp. 35.000/kg, tepung bekicot juga mahal.
Juga bahan baku ikan runcah (yang agak murah
harganya) ,kalau kita tidak dekat dengan TPI ongkos
angkutnya mahal (jatuh di ongkos angkut).
3. Untuk menjaga agar pellet tersebut tahan lama , harus
diberi Antioksidan (pengawet kimia ), agar supaya tidak
gampang jamuran dan gampang membusuk. Ini agak
mahal beli bahannya. Kalua Chitosan malah lebih
mahal.
4. Kita tidak bisa memastikan , apakah tepung bekicot
kering atau tepung cacing kering itu mengandung
Protein 40 %, ini nyata nyata berbeda dengan apabila
dalam bentuk bahan segar.
5. Kita harus memeriksakan ke Laborat Pengujian Mutu
apabila untuk memastikan kandungan : Protein ,
Lemak, Karbohidrat dll, secara tepat. Sebelum meramu
pakan tersebut karena dalam bentuk Kering dengan
proses yang berbeda atau salah , akan menentukan
jumlah kadar proteinnya.
6. Butuh alat pengering seperti alat Oven, supaya MC
(Moisture Content) /Kadar Airnya bisa rendah, agar tidak
mudah jamuran. Kalau mengandalkan Sinar matahari
terkendala pada saat musim hujan.
7. Mudah – mudah mudahan Belut mau dikasih makan
Cuma bentuk “tenggelam”, kalau bentuk “ mengapung”,
pusing kita, karena untuk membikin pellet agar bisa
mengapung, kita butuh alat semacam Blower yang
minimal harganya Rp 12.000.000, yang bagus sampai
Rp. 25.000.000.
8. Sekali bikin harus jumlah banyak, karena kalau bikin
dalam jumlah sedikit jatuh di biaya Produksi dan tenga
kerja tidak efektif.

—————–Analisa Pellet Bikinan Pabrik :————————-
1. Mudah, tinggal beli di toko yang jual makanan Ikan
2. Tahan lama, awet, kalau sisa tinggal disimpan di
tempat yang kering.
3. Biasanya harganya “Mahal” dan “Tidak Menentu”, ini yang menjadikan kita Pusing, karena bisa menjatuhkan B/C Ratio kita(Biaya /Cost Tinggi). Alasan mereka biasa, klasik ! bahan baku naik karena BBM naik !,UMR pada naik ! dll. Pabrik pakan bisa mengombang -ambing petani , karena kita sudah terbiasa dari pakan buatan mereka, kalau kita ganti merek lain misalnya,karena harga pakan mereka tinggi , kita jadi bimbang, malah nanti bisa gagal panen. Ini semacam keterikatan “Terselubung” yang sangat sulit dilepas. Sedangkan Pemerintah tidak bisa mengatur dan membatasi Harga (Tata Niaga) Pakan Ikan….

Analisa Pakan ALAMI :
——–>. Budidaya Cacing Lumbriccus :……….
1. Mudah : bahan baku dari Kotoran dan serbuk Gergaji kayu sengon saja(yang sudah direndam lama), tidak usah dikasih makan ampas tahu, atau nasi aking…….malah terlalu Ribet !!
2. Hasinya berlipat, karena bersifat Hermaprodit : jadi sekali kita beli Bibit, kita Pelihara besoknya kita tidak usah beli bibit selamanya. Dari Laporan Petani Cacing di Daerahn Yogyakarta : Dari bibit 1 kg cacing Lumbriccus , apabila dibudidaya dengan baik , setahun bisa menjadi 1 Ton Cacing !!
3. Memang butuh tempat yang agak luas dan lembab.
4. Hasil Cacing bisa di Jual sebagai “Bibit” untuk peternak Belut lainnya atau untuk sebagai obat Typus(dibikin serbuk)
5. “Cascing”nya bisa laku di jual ,bisa sebagi pupuk yang sangat bagus untuk tanaman.
6. Menurut petani cacing di Demak -Jateng, apabila kita memelihara dari Beli Bibit Rp 50.000/kg, kita budidaya dengan baik, maka akan mendapatkan HPP sekitar Rp 2.500/kgnya. Karena Cascingnya dapat kita jual, sehingga bisa untuk membayar Karyawan Cacing kita.
7. Yang paling mahal adalah untuk beli “Shampo” ya…biar wangi untuk mandi, karena kita sering angkut angkut kotoran sapi/kerbau…….
——————————————————————————
Untuk Budidaya Keong , Bekicot , katak Hijau, ikan Guppy atau cere saya kira sama. Kelebihan hasil bekicot bisa dijual, keong bisa dijual, katak bisa dijual dan Ikan Cere pun bisa di jual di tempat pakan ikan dan harganya tinggi……(pada intinya butuh biaya di awal tetapi seterusnya kita tinggal memanen(tidak usah beli bibitnya lagi)…. )
——————————————————————————–
Kesimpulan saya :

1. Efisiennsi dan efektif tetap harus dilakukan namun harus di hitung B/C Rationya, kalau jatuh bisa tidak Visible yaitu tidak layak di Usahakan karena Biaya tinggi (misal : kita gagal bikin pellet dengan nilai protein yang melenceng jauh dari prosentase yang kita harapkan, bisa jadi …malah membuang- buang pakan, makannya banyak tetapi Belutnya tidak bisa besar – besar)….Karena ini dibutuhkan Ilmu khusus untuk meramunya….

2. Alangkah baiknya dengan Model “PASTA” yang masih bentuk agak segar atau setengah kering(jangan terlalu kering) , bisa sampai awet maksimal 1 minggu dan Bahan bakunya tetap kita Pelihara semua, jangan Beli !!…..nanti bisa ndak masuk.!!

Semoga Bermanfaat …..Aminnn………….


Author: Piko

Time: Februari 3, 2010 (6:11 pm)

Rekan saya yang di Belgia menginformasikan bahwa belut hidup dilarang diimpor ke wilayah Uni Eropa karena belut merupakan jenis ikan yang sangat mudah beradaptasi di lingkungan baru dengan tingkat pertumbuhan yang pesat. Di AS pun, monopterus albus sudah dianggap hama impor karena menjadi pemangsa baru di ekosistem perairan air tawar AS. Ini banyak dibawa oleh imigran dari Cina.

Hal ini membuktikan bahwa belut di rumah sendiri seharusnya bisa menjadi salah satu primadona perikanan. Oleh sebab itu, sebaiknya rekan-rekan pemula yang berminat membudidayakan belut sebaiknya juga mengajak petani sawah untuk ikut andil. Mulailah berbudidaya dari cara konvensional dulu. Biarlah para begawan belut yang mencoba ternak belut di air bersih.

Maksud saya, kalau secara konvensional sudah bisa plus perputaran modal sudah ada…toh uang lebihnya bisa dialokasikan untuk coba-coba membudidayakan belut dengan air bersih.

Ataupun rekan-rekan pemula bisa coba membudidayakan belut dengan air bersih skala kecil / skala lab.


Author: M.SUPANDI

Time: Februari 4, 2010 (10:06 am)

KORELASI MATA BELUT TERHADAP CAHAYA.

Pernahkah kita berpikir, apabila mata kita yang elipensinya 7 Cm. kemudian kita berikan cahaya sebesar 100 watt pada wajah kita, tentunya rasa kurang nyaman dan merasa terganggu akan kita rasakan. Dan apa akibatnya…. ? mata akan merasa suram dan lingkungan akan merasa Buram.

Sekarang Bagaimana kalau mata kita identikan dengan mata Belut ? yang hanya elipensinya 1-2 mm, kemudian kita masukan cahaya matahari secara langsung ? apakah kita akan menyalahkan belut, karena tidak mau makan, apakah kita akan menyalahkan belut karena tidak respon terhadap jenis pakan lain ? atau memang kita yang tidak memahami factor psikologis dan morfologis si belut .

Sehingga kita berprinsip bahwa BELUT MAU MAKAN PADA MALAM HARI SAJA, gara-gara kita tidak memperhatikan factor MATA si Blut. dan kita langsung berpendapat bahwa Belut saya Pertumbuhanya Lambat, gara-gara kita tidak memahami Si Belut.

Oleh karenanya…. Kita perlu merekayasa system budidaya sebaik mungkin, sebab prinsip budidaya adalah system rekayasa dari habitat yang aslinya…. Ke habitas rekayasa kita yang bentuknya berbeda tetapi isinya/substansinya mendekati persamaan dengan aslinya.

Dan oleh karenanya pula….. kita juga harus memperhatikan factor-faktor lainnya, bukan hanya factor cahaya, factor psikologis dan morofologis lainnya perlu kita analisis. Seperti Media substrat , pakan, Oxygen, tenang dan yang lainya yang outputnya hanya satu yaitu PERTUMBUHAN MAKSIMAL..

Terima kasih
Semoga jadi renungan bersama ……

Dalam Sistem usaha budidaya Pembesaran belut, kita harus memperhatikan pameter yang ada karena dalam usaha budidaya kita memerlukan kesatuan system yang terintegrated, bila salah satu saja system terabaikan dan tidak berjalan, maka akan mempengaruhi system secara keseluruhan.

Sebagai contoh
1. Dalam system pembesaran Budidaya daya belut, supply benih terhambat saja , maka akan mempengaruhi system usaha pembesaran belut itu sendiri., baik kapasitas produksi, produktivitas produksi, maupun Quota market.
2. Dalam system budidaya pembenihan dan pembesaran belut , kita juga akan butuh pakan untuk pertumbuhan itu sendiri, supply pakai terhambat, maka akan mempengaruhi usaha budiaya itu sendiri. Kanibal, timbulnya penyakit, dan kematian akan menghantui usaha budidaya kita.
3. Parameter-parameter budidaya belut seperti Substrat, Gelap, Oxygen, pakan dan
Ketenangan, tidak dilaksanakan, maka akan mempengaruhi terhambatnya
Pertumbuhan. Dan tentunya kapasitas dan target produksi tidak tercapai.

Oleh karenanya, jangan mengabaikan salah satu factor yang dianggap sepele, Justru akan mempengaruhi proses secara keseluruhan, seperti yang kita laksanakan dan rekan-rekan petani kita alami bersama , dalam keseharian budidaaya belut kita jalani selama ini. Yaitu Faktor GELAP kita abaikan. Kita sering Memberi pakan Belut yg kita jalankan selama ini pukul 17.00. dan hal ini kita laksanaan secara rutin. Karen kita mempunyai prinsip bahwa belut makan pada malam hari saja. Sehingga kitapun melaksanakan pemberian pakan pada jam-jam itu. Dan tentunya akan mempengaruhi jumlah pemberian pakan secara keseluruhan
Kalau kita hitung-hitungan kebutuhan pakan, semisal dalam satu bulan saja kita cumulativekan pemberian pakan berjumlah 200 Kg Yang diberikan pada malam hari saja, maka belut akan menjadi daging 100 Kg (FCR 2:1).
Sekarang kita Upayakan Paktor Gelap ini kita laksankan pada Siang hari , Sehingga pada siang haripun belut mau makan, maka biasanya dalam satu bulan kita memberikan pakan sebanyak 200 Kg, Maka, dengan Paktor Gelap ini, kita laksankan pada Siang hari, maka cumulative pakan dalam satu bulan, bukan lagi 200 Kg, tetapi akan meningkat sebanyak 400 Kg, dan dagingpun akan kita dapatkan bukan 100 KG tetapi 200 KG ( FR 2:1) dalam bulan yang sama. Sehingga kita tidak bicara lagi pertumbuhan Budidaya belut di air bersih sangat lama dan terhambat pertumbuhannya. Atau Budidaya belut air bersih tidak tercapai target produksinya.

Ini catatan buat kita semua bahwa salah satu factor dan parameter yg ada apabila tidak kita laksanakan, maka akan mengganggu system budidaya keseluruhan. Dan uraian diatas baru salah satu Pactor GELAP. Belum pactor-paktor lainnya.

Terima kasih.
Semoga Bermanfaat


Author: Nono

Time: Februari 5, 2010 (1:26 pm)

Kpd Yth Bpk. M.Supandi, Bpk. Budy Kuncoro.SPi dan para pakar belut.
seperti yg Bpk N.Supandi infokan, klo belut yg kita budidayakan terkena sinar matahari, maka mata belut akan suram sehingga belut kita kurang nafsu makan,pertumbuhanya pun akan terhambat dan lain sebagainya. Yg saya tanyakan:
Bagaimana menurut Bpk-bpk klo tmpt budidaya belut kita kasih lampu (tp tdk slalu dinyalakan) Apakah juga akan sangat berpengaruh terhadap belut kita? Karna setiap saya nguras (media air bersih), lampu saya nyalakan untuk meliat sisa-sisa makan yg dikolam,memang akhir2 ini,nafsu makan belut berkurang,apakah itu karna efek dari sinar lampu atau karna saya terlambat dalam memberi jamu nafsu makan belut? Karna sudah 1 minggu lebih saya belum memberi jamu nafsu makan.

Sebelumnya banyak2 trimakasih atas jawabnya.


Author: Nono

Time: Februari 5, 2010 (1:27 pm)

Kpd Yth Bpk. M.Supandi, Bpk. Budy Kuncoro.SPi dan para pakar belut.
seperti yg Bpk N.Supandi infokan, klo belut yg kita budidayakan terkena sinar matahari, maka mata belut akan suram sehingga belut kita kurang nafsu makan,pertumbuhanya pun akan terhambat dan lain sebagainya. Yg saya tanyakan:
Bagaimana menurut Bpk-bpk klo tmpt budidaya belut kita kasih lampu (tp tdk slalu dinyalakan) Apakah juga akan sangat berpengaruh terhadap belut kita? Karna setiap saya nguras (media air bersih), lampu saya nyalakan untuk meliat sisa-sisa makan yg dikolam,memang akhir2 ini,nafsu makan belut berkurang,apakah itu karna efek dari sinar lampu atau karna saya terlambat dalam memberi jamu nafsu makan belut? Karna sudah 1 minggu lebih saya belum memberi jamu nafsu makan.

Sebelumnya banyak2 terimakasih atas jawabnya.


Author: M.SUPANDI

Time: Februari 10, 2010 (10:40 am)

Pak nono….
kalau Untuk kuras air dan pembersihan media budidaya dan control belut, yang sifatnya insidentil atau sewaktu-waktu, tidak ada masalah menyalahkan lampu, dan supaya jangn sering-sering kuras air, sebaiknya media budidaya airnya disirkulasi dan dibuatkan filter, walaupun kecil sirkulasinya, tapi kotoran, amoniak dan partikel lainnya bisa disaring difilter dan akan memeperpanjang mutu dan kualitas air, sehingga dengan adanya air yang bersih dan pasokan oksigen yang banyak, Nafsu makan belut akan kembali meningkat.
Semoga bermanfaat.


Author: Nono

Time: Februari 10, 2010 (11:56 am)

Kpd Yth. Bpk M.Supandi.
Trimakasih pak atas sarannya.
Mungkin bpk benar, karna kolam sya slama ini blm sya ksih sirkulasi air dan slam ini penggantian air, sya lalukan 2 hari sekali,karna klo tdk dilakukan, air cpet keruh.
Sekali lagi trimakasih banyak pak. Aka sya lakukan saran bpk.
Salam sukses.


Author: beluter kompak

Time: Februari 10, 2010 (5:07 pm)

saya sependapat dengan bpk. wirawan di godean jogja, memang akhir-akhir ini belut di persawahan sudah semakin jarang. itu karena ulah petani sendiri yang merusak tanah mereka. untuk pemulihannya dengan cara seperti pak irawan paparkan. tapi… butuh waktu berapa lama gara sawah itu kembali semula?? terus belut akan dapat muncul kembali itu kapan??? mohon itu dipertimbangkan. padahal basar belut itu sudah terbuka lebar. maka kami peternak belut di kendal membuat media pameliharaan belut menyerupai habitat asli. memang kita harus memasok pakan belut sendiri karna belut ndak bisa ngeluyur cari pakan. alhamdulillah berhasil. silahkan bapak cek dan lihat sendiri disini. mudah-mudahan bisa di kembangkan di tempat bapak. sehingga daerah bapak tidak perlu impor dari daerah lain.
maaf dan tmks


Author: mas herry

Time: Februari 10, 2010 (9:23 pm)

belut kendal katanya bulan januari dan febuari banyak petani yang mau panen, lha ditunggu tunggu kok nggak ada kabar beritanya ?kapan ada panen lagi, konco2 diulemi yo …. tak tunggu pengumumannya,,,,,


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Februari 11, 2010 (11:04 am)

Kepada Yth Mas Nono…

Yang dimaksud Bp. Supandi adalah belut termasuk jenis Nocturnal Predator, yaitu sejenis pemangsa yang aktif malam hari. Ini artinya kalau “tempat” mereka gelap, maka mereka aktif mencari makan. dan Sudah barang tentu tidak ada gangguan dari sesuatu yang menyebabkan mereka takut beraktifitas makan. Ini juga sama ditunjukkan dengan Ikan Sidat. Pada pemeliharaan sidat , ikan tersebut tidak boleh diganggu dengan adanya aktifitas manusia , jadi harus tertutup, kalau perlu pakannya diberikan secara otomatis dan jangan sampai mereka melihat kita. Pada intinya kalau mereka tenang , makannya tidak terganggu.
Dan cara lain Untuk menambah nafsu makan , bisa
1. Diberikan jamu nafsu makan dan Em4 Perikanan.
————> Berilah makan belut pada Jam dan Tempat yang sama. Jada pada jam yang sama dan tempat disitu terus.
2. Kurangnya Nafsu makan bisa juga di dalam air ada yang “tidak beres”, misalkan penurunan PH, akibat adanya metabolisme dan pembusukan makanan , sehingga kadar O2 dalam air berkurang. Ini bisa ditatasi dengan penggantian air baru dan aerasi. Yaitu air masuk langsung keluar (Bukan Air Sirkulasi), maaf…saya tidak sependapat dengan pak Supandi, saya pernah melakukan air Sirkulasi ternyata kematian belut belum bisa diatasi, karena cuma air bening hasil Filtarsi cuma bertahan 3 hari setelah itu kualitasnya menurun, walaupun saya sudah memakai : Arang aktif (carbon Actif, zeolith, dan Bacteri trapper dan busa halus). mereka tidak berfungsi maksimal dalam hal ini, karena yang kita hadapi adalah : “Lendir dari Belut”, mungkin kalau sisa metabolisme dan pembusukan pakan bisa diatasi. Jadi baiknya : Air mengalir walaupun sedikit – sedikit tapi jangan Air Di-Sirkulasi.
3. Dengan Penambahah Aerasi O2, tapi gelembung gelembungnya jangan sampai mengganggu si belut, alangkah baiknya dilakukan didalam Drum “tersendiri” , baru di alirkan ke Kolam belut.
Ini yang bisa saya sampaikan mas Nono….

Kepada Beluters. Yth ………..BELUT DI AIR BERSIH …..
Hasil percobaan Air bersih oleh Mas Ritma di daerah Ringin Telu Semarang, Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan , sisa belut yang Hidup ternyata membesar sebesar jari telunjuk tangan orang Dewasa, padahal baru dipelihara selama 2 Bulan . Insya Allah ini bisa “membuktikan” bahwa memelihara Belut di Air Bersih bisa Hidup dan Bisa Membesar, silahkan ditanyakan sendiri sama Petaninya, Mas Ritma Hp :
Anda dapat belajar dari Beliaunya , karena saya yakin beliaunya orang Jujur. Hasilnya bisa dilihat di tempat beliau. Namun karena beliau kerja di pabrik , dimohon sms terlebih dahulu.
Dan Dari Kudus oleh Bapak Hasan dan asistennya yang memberi makan Belut, Bapak Kasan . Hasil Pembesarannya dalam jangka waktu 3 bulan sudah seukuran jari jempol. Tetapi Sekarang kolamnya sudah dibongkar.
Kami Yakin, selama kita bisa membesarkannya di Air Bersih…Hitung hitungan Ekonominya bisa masuk, karena lebih Effisien….Dan itu harus ditunjang dengan Memelihara pakan Alami terlebih dahulu.

……….MAKLUMAT KEPADA SEMUA BELUTERS………..
Untuk “memilih Bibit Belut ” Benar-Benar “S E H A T ” sebelum dimasukkan ke kolam Karantina, Hendaknya dimasukkan dahulu dalam Kolam “SCREENING”, yaitu kolam ukuran kecil, misal 1 X 1 m dengan media cuma Lumpur lembut dari sawah dengan kedalaman sekitar 25 cm. ———–>Bibit Belut yang anda Beli dimasukkan dahulu ke kolam tersebut……ditunggu sampai beberapa jam, atau sehari. yang paling bagus seminggu Apabila ada yang tidak mau masuk, atau mengumpul di pojok (diluar), maka belut itu tidak bagus, dan “pasti mati” apabila kita masukkan kekolam Budidaya kita. Baiknya diambil dan di Goreng saja !! Kadang kadang Kondisi ini disebabkan oleh : Benih “setruman” yang dayanya sangat kuat —–>ditunjukkan denga insang serta dubur yang” memerah” serta tubuhnya sudah membalik sehingga perutnya diatas.. Habis dimasukkan ke kolam screening , setelah 1 minggu baru dimasukkan ke kolam Karantina, lalu kolam pembesaran….
Faktor lainnya yang ikut menyumbang Kematian Benih adalah : “Penanganan Benih” /”Pengangkutan Benih” oleh pihak Suplier Benih yang “kurang ” memperhatikan “Keselamatan Benih” tersebut !!!……….
Seharusnya…:
1.Drum tidur yang biasa untuk mengangkut benih itu tidak boleh diisi lebih dari 10 kg….bibit belut
2. Selama Perjalanan, drum yang berisi bibit belut sebelum mereka “mengeluarkan Busa”, hendaknya Airnya harus di ganti…!! Jadi jangan sampai telat mengganti air.
3. Diangkut dengan Mobil yang Ber-AC, agar suhunya tidak cepat panas ,sehingga belut menjadi stress dan gampang mengeluarkan Lendir…
Jadi pada intinya Yang “Ikut andil “Mematikan Bibit” adalah…….
1. Bibit terlalu banyak Mengeluarkan Lendir…dan
2. Lendir yang tercampur bersama Air saat
pengangkutan , masuk kemulutnya
sehingga meracuni bibit terrsebut..!!!
3. Bibit yang terlalu “Lama” di Penampungan , yang
airnya tidak sering diganti dan dikasih makan , akan
menyebabkan bibit menjadi Lemas dan banyak
yang Mati…!!!
4. Telalu banyaknya jumlahnya di drum penangkutan,
jadi mereka berdesak desakan dan gampang
mengeluarkan lendir..
Jadi pada dasarnya Kematian Bibit di Kolam Petani tidak 100 % kesalahan Petani, namun juga kesalahan Pihak Suplier Benih !!! (50% : 50%).
Sangat Jarang Pengepul Benih yang mau membuat Kolam “Screening” untuk menyeleksi bibit yang dia terima dari pencari bibit dari alam( dari sawah), apakah benih tersebut “Benar -Benar ” dari tangkapan dengan cara yang Benar ??
Kadang – kadang Pengepul Benih “Kecolongan” Kadang-kadang benih yang diterima “dicampur” dengan bibit yang tidak baik.(setrooman) , belum lagi kecampuran dengan bibit yang “Kuntet”(yang tidak bisa besar”……..dari data yang kami peroleh bibit yang tidak baik mencapai hampir 30 – 40 %.
Dalam jual beli Benih Belut, ” seharusnya “tidak berlaku seperti sistem ikan lainnya. yaitu Benih sampai di Petani yang penting “Tidak Ada yang mati”, itu tidak Berlaku !!! akan Tetapi yang benar adalah —–> Setelah dimasukkan dalam Kolam Budidaya (dengan syarat kolam Petani sudah”Benar” —-> tidak memadat, tidak mengandung racun dan sudah banyak cacing lornya) selama sebulan (1 Bulan) matinya maksimal harus 5 % !! Kalau sampai lebih dari 25 % itu membahayakan !!!

…Semoga Bermanfaat……..Aminnn………….


Author: Nono

Time: Februari 11, 2010 (11:31 pm)

Kpd Yth Bpk.Budy Kuncoro.
Trimakasih atas saran-sarannya. Alhamdulillah belut sya nafsu makannya sudah mulai bertambah..Kmrin2 yg sya lakukan adlah karna sya blum sempat membeli eurator untk sirkulasi jd sya memberi aliran air pd kolam sya,dengan memakai jligen trus sya lobangin kecil biar air mengalir,trus sya kuras tp cuma -+40% sja. Disamping itu sya ksih jamu empon2 cuma sya belum memberi Em4 perikananya,karna slama ini sya sudah muter2 belum juga dpt. Sya blum tau tmpt yg nyediain em4 perikanan didaerah solo/klaten. InsyaALLOH dlm minggu2 ini sya akan cari ditmpt lain.
Bagi beluters yg tau tmpt penjualan em4 perikanan mohon infonya. Sebelumny terimakasih.
Salam sukses


Author: Nono

Time: Februari 12, 2010 (12:29 am)

Maksud sya..
Bagi beluters’ yang tau tmpt penjualan Em4 perikanan daerah Solo/Klaten, Mohon infonya.
Sebelumnya terimakasih.


Author: okwin

Time: Februari 12, 2010 (7:23 pm)

assalamu’alaikum…..
Pak Budy……..nanya lg dong
utk pemberian EM4 perikanan itu setiap beberapa hari sekali sih ???
dan berapa banyak takarannya utk kolem 2×2 meter ???

wassalamu’alaikum….
thanks ya pak

okwin


Author: Nono

Time: Februari 12, 2010 (8:31 pm)

Kpd Bpk. Budy Kuncoro.SPi,

yang dimaksud kolam SCREENING dengan ukura


Author: Nono

Time: Februari 12, 2010 (8:41 pm)

Kpd Bpk Budy Kuncoro. SPi.
Yang dimaksud kolam SCREENING dengan ukuran 1x1m dengan media lumpur sawah tersebut itu untuk kapasitas MAKSIMAL berapa KG/brapa ekor belut pak? Dan untuk lumpurnya disiapkan beberapa hari sebelum mendatangkan bibit atau bagaimana pak?
Terimakasih pak.


Author: beluter's kendal

Time: Februari 13, 2010 (5:19 pm)

untuk pak supandi
kalau emang belut akan berkurang nafsu makane bila kena sinar, terus belut yang disawah bagaimana???
adahal tiap hari disinari Yang Kuasa???
kok tetep banyak dan besar-besar? mohon penjelasane. mks


Author: M.SUPANDI

Time: Februari 15, 2010 (11:15 am)

Buat Belut kendal…

Ia tentu bos…. ia kan Binatang Noctural…. ia sensitif sama sinar. dia cenderung mau makan bila kondisi dilingkungannya gelap dan tenang. kalau kondisi lingkunganyna terang benerang, ia cenderung berdiam diri dan sembunyi, Walaupun perutnya keroncongan, ia tetap sembunyai Nunggu malam hari , apa kita nggak kasihan ama belut, nunggu malam hari aja gerak dan makannya, apa kita nggak rugi… ? dan kita diam diri aja mengkondisikan hal ini terjadi… dan tidak mau mengkondisikan/merekayasa tempat budidaya supaya gelap dan nyaman… ?.

Makanya Belut berkurang nafsu makannya bila kena sinar matahari langsung….. boro-boro menyantap makanan…. keluar dari lubang aja disiang hari belut enggan sama sekali…. apalagi mencari makan.

Ya kayak belut kitalah….. kalau ditutupin kan bisa Tegang. dan menjalar …. Kalau dikasih sinar ya… lembek kaya apem….. ha…..ha….

Oh ya….
Air… sinar… tanah….udara…. gedebog pisang…. Itu ciptaan yang kuasa……
Air….. sinar…. tanah….udara… kalau berlebihan bukan anugerah bos …… tapi bencana. makanya harus dikendalikan dan dikondisikan sesuai kebutuhanya….. bukan dibiarkan begitu aja apadanya…. ..

Ok. salam Buat Bupati Kendal…..


Author: Nono

Time: Februari 15, 2010 (1:24 pm)

Kpd Yth.Bpk. M.Supandi.

Betul pak, belut mau beraktifitas N mau makan dgn bebas pd mlm hari(keadaan gelap),buktinya org2/sya sendiri,klo mencari belut disawah pd malam hari,jrang pencari belut disawah mlakukan pd siang hari,karena belut disiang hari berada didlam tanah(lumpur) yg sangat dalam,klo belut disawah mau makan pd sing hri dgn bebas,pasti ga ada pencari/pengobor belut dimalam hari ya tho?He he….


Author: yus

Time: Februari 19, 2010 (11:54 am)

maaf juragan saya berminat budidaya beltu dlm drum,tp blm tau sm sekali caranya.langkah awal apa yg hrs saya kerjakan, bgm media, jenis pakan,memilih benih yg baik. dan dmn bs saya beli, brp per kilonya….thx


Author: Andi giriyanta cla- 10

Time: Februari 21, 2010 (7:53 am)

Salam kenal bt smua beluters indonesia,dsini saya hnyalah org yg bs dkatakan 0 besar dlm ilmu perbelutan,tp brantusias utk brpartisipasi di dalm forum beluters ini,seperti yg sdkit saya ketahui,belut bs dbda2kan menurut habitatnya yg diantaranya ada belut sawah,belut sungai,belut rawa,dan belut laut(sidat).jd dlm hal yg dikemukakan dlm forum ttg budidaya belut diair yg brsih,merupakan suatu wacana utk mgadakan evolusi trhdp belut,dg memberlakukan belut sawah dlm habitat dan makanan yg brbeda,dr habitat lumpur brair mjd murni air,menurut saya itu bkan hal yg mustahil,tp perlu pmikiran yg futuritif dg mempelajari perilaku dan kebiasaan belut itu sndri,wlpun brmedia murni air tp perlu dkndisikan krg lbh sperti ktika dihabitat aslinya lumpur yg brair,ya dr suhunya,kelembapannya,dan kmungkinan hal itu bs direalisasikan sejak belut msh brusia bayi dlm ukuran blut.jd sjak bayi sdh dikndisikan hdp diair bersih dan makanan yg dbrikan hsl buatan ato rekayasa kta,sprti pelet.jika yg mau dievolusikan adalh belut yg sdh dewasa baik hsil tangkapan ato budidaya yg trbiasa hdp dlumpur,kmgkinan kegagalan dan kematian sgt tinggi,sbg gambaran yg pernah saya alami sndri sbg pecinta brung,saya pernah melakukan percobaan mengevorkan ato merubah makanan brung dr serangga dg voer(makanan brung smcam pelet klo didunia perikanan) sama2 hsl tangkapan liar, tp satu msh muda/piyik dan satunya sdh tua,saya tmpatkan kehabita lain yaitu dr alam bebas dg makanan hanya serangga ke sangkar brung yg makanannya voer dan jangkrik sbg makanan tmbhan pgganti serangga dan hsilnya (dr.kawan2 jg bnyak yg pernah coba)brung yg msh muda lbh mudah bradaptasi dg makanan brunya voer dan tetap hdup,sdg yg tua sgt susah bradaptasi dg makanan brunya dan mati.dr pngalaman saya itu saya kbtulan posisi msh layar diarab,plg nanti saya akn coba ikut brpartisipasi menjawab tantangan dan permasalahan dalam forum ini,dg melakukan penelitian dan merealisasikan gagasan2 yg saat ini menggelayuti difikiran sayadmkian masukan yg saya brikan smg brmanfaat bgi kawan2 beluters.


Author: kin jayadikara

Time: Februari 24, 2010 (10:16 am)

orang baru serang pengen bergabung dan belajar budidaya belut .salam untuk semua


Author: kin jayadikara

Time: Februari 24, 2010 (10:22 am)

mohon bantuannya kepada kawan2 yg tau alamat penjual bibit belut untuk daerah serang banten.trims sebelumnya.


Author: asep

Time: Februari 25, 2010 (3:34 pm)

sy tinggal di pantura (patokbeusi, subang), mohon info tuk penampung hasil belut dan penjual bibit belut di subang dan sekitarnya, tks.


Author: dedi aryana

Time: Februari 25, 2010 (9:45 pm)

sudah lama saya tertarik dengan budidaya belut, tooloong di berikan petunjuk ke jalan yang benar mengenai usaha ini.informasikan saya . nuhhuun pisan kalau dibalas


Author: dedi aryana

Time: Februari 25, 2010 (10:08 pm)

kapan akan diadakan pelatihan dasar budidaya belut,saya sangat butuh informasi itu


Author: adi Bojonegoro

Time: Februari 27, 2010 (12:36 pm)

saya sebagai pencari belut mencari rekan yang menjadi pengepul/eksportir belut. email aja ( harga/no hp/alamat).


Author: belutkompak

Time: Maret 3, 2010 (4:43 pm)

to. bang Yos
liat di facebook kami.
moga bermanfaat


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Maret 4, 2010 (4:46 pm)

Beluters YTH……

Selama Pembesaran masih di Lumpur, ……….selama kita tidak Membenihkan sendiri……….., dan selama pakan tidak memelihara sendiri ( spt Cacing dll )…………….Kita tidak akan Berhasil !!!

Dari hasil penelitian dan monitoring di hampir 60 an petani belut :
1. Rata rata panennya 1 : 6
—-> kalau ada yang mengaku 1 : 10 itu cuma
beberapa orang yg bisa.
2. Rata rata yang besar ( 1 kg isi 6 ekor kebawah )
cuma 10 ~ 20 %
3. Rat – rata hasil panen sebesar jari telunjuk dan jari jempol


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Maret 4, 2010 (5:10 pm)

Beluters YTH……

Monitoring tersebut diatas adalah dari hasil panen petani setelah 4 ~ 5 bulan masa pemeliharaan.
Mulai sekarang……., marilah kita memikirkan :
1. Cara termudah memijahkan mereka (belut)
2. Cara menangkap anakannya yang masih kecil
3. Memberi anakannya yang masih kecil tersebut dengan
protein yang memadai
4.Mengadaptasikannya di air bersih yang menghijau
(plankton)
5. Membesarkannya di air bersih dengan pakan cacing
Lumbricus yang kita pelihara sendiri.

Bahan Pertimbangan :
1. Di lumpur ———> pakan tidak efektif (pemborosan)
2. Belut Hermaprodit Protandri dan Transexual
3. Belut yang di Rawa adalah “sama ” dengan belut yang di
Sawah ————> ” Monopterus Albus”
4. Sebagai pakan, Cacing Lumbricus proteinnya sampai :
76 %
5. Benih yang beredar di pasaran 90 % tangkapan dari
sawah.(ada yg bisa besar dan tidak bisa besar –> 20 ~
25 %)
6. Benih yang beredar di masyarakat di campur dengan
benih hasil setrooman ( 30 ~ 40 %).
7. Suplier benih “kurang memperhatikan keselamatan”
benih selama transportasinya.—-> di Petani banyak
Kematian
8. Tidak semua petani “lumpur”nya bisa dipakai untuk
budidaya belut. ( 1 kabupaten cuma sekitar 30 % saja).
Itupun tergantung daerahnya.
10. Banyak petani yang belum memahami “Proses
Fermentasi Media ” atau ” Proses Bokashi”

….Semoga menjadi bahan pertimabngan rekan – rekan semua…..dan semoga bermanfaat……Amin…….


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Maret 5, 2010 (9:26 am)

Kepada Pak Okwin Yth…………………….

Pemeberian Probiotik EM4 perikanan 10 hari sekali atau seminggu sekali pak..

Kepada Yth Mas Nono………………..

Yang dimaksud kolam Screeening adalah …Kolam yang berisi cuma lumpur halus dengan ketinggian sekitar 25 ~ 30 cm. Untuk lebarnya disesuaikan dengan jumlah bibit yang kita screening !!
Tujuan Screening ini untuk mengatasi ” Suplier ” benih yang mencampurkan antara Benih hasil tangkapan pakai bubu atau sedek, dengan bibi dari stroom yang kuat.
Dan untuk menyeleksi bibit yang sudah lemas/Klenger sewaktu di perjalanan , karena sistem pengangkutannya tidak diperhatikan….
Bibit yang tidak mau masuk ke media lumpur (yang menggerombol di pojok )…atau yang masuk lalu keluar lagi, diambil semua lalu digoreng saja …..!!!…… Mereka pasti nantinya mati kalau di pelihara di lumpur. Benih itu sudah tidak kuat lagi….

Semoga bermanfaat….Aminn……


Author: Nono

Time: Maret 5, 2010 (3:40 pm)

Kpd.Bpk. Budy Kuncoro SPi.
Trimakasih atas jawaban. Saran2 bpk sngat diharapkan dan sangat penting bagi kita smua.
Sekali lagi terimakasih banyak pak.
Salam sukses.


Author: juragan

Time: Maret 7, 2010 (9:43 pm)

Saya, sebagai pemilik blog ini, yakin banyak orang yang tertolong mendapat informasi dari komentar/diskusi pada posting ini. Memang, blog ini didedikasikan bagi para pembudidaya dan siapapun yang berminat pada budidaya ikan, agar bisa lebih maju!
Mudah-mudahan semua itu bermanfaat dan menjadi kebaikan bagi Anda semua.

Namun, Saya juga tidak ingin, ADA ORANG YANG MEMANFAATKAN BLOG INI UNTUK PROMOSI dan/atau MENJERUMUSKAN ORANG AKIBAT LANGSUNG/TIDAK LANGSUNG MENDAPAT INFORMASI DARI BLOG INI.

Setelah Saya membaca beragam komentar/diskusi, membuktikan di lapangan dan mendengar keluhan/curhat baik via email maupun telepon, alamat EMAIL dan NOMOR TELEPON yang sengaja DICANTUMKAN baik oleh pemiliknya atau oleh orang lain, SAYA EDIT HAPUS!

Mohon maaf bila Anda merasa tidak berkenan. Komentar/diskusi lebih lanjut silahkan hubungi juraganindoor@yahoo.co.id


Author: M.SUPANDI

Time: Maret 8, 2010 (10:23 am)

Usulan Juragan ….
Kalau bisa diforum ini disediakan Blog untuk gambar guna menampilkan gambar/foto yang bisa ditampilkan atau bisa diupload, jadi dalam forum ini arah diskusi lebih spesifik dan lebih dipahami secara jelas, dengan adanya tampilan data gambar/foto sehingga tidak perlu uraian/penjelasan lebih banyak. karena penjelasan melalui gambar/foto lebih enak dan lebih efektif. juga rekan-rekan bisa mengakses/menginput data/gambar yang disajikan diforum ini.

Karena saya yakin teman-teman bluters juga pgn menyajikan foto/gambar yang ada dimasing-masing farmnya bisa disajikan di forum ini sehingga bisa dianalisis bersama melalui forum ini.

Saya juga yakin para beluters dan khususnya Bos Budy Kuncoro akan semakin aktif mengolah data yang ada menyajikanya dan menjelaskanya ke forum ini. Sehingga permasalahan yang dihadapi rekan-rekan bluters bisa diatasi secepatnya

Demikian Juragan.

Ditunggu Aplikasinya Komandan

Terima kasih.

ide bagus dan Saya sebagai pemilik blog sangat satuju. Namun karena keterbatasan space (karena saya belum bisa mengupgrade), untuk sementara ide tersebut belum bisa diwujudkan. mudah-mudahan dalam waktu dekat space bisa saya upgrade sekalian nunggu donasi untuk bayar hosting


Author: Budy Kuncoro.SPi

Time: Maret 9, 2010 (11:05 am)

Kepada Beluters Yth…..

Di Toko Buku baik Gramedia Semarang maupun toko buku lainnya, mulai Februari adat buku “PANEN BELUT 3 BULAN DI MEDIA AIR BENING TANPA LUMPUR” sudah banyak beredar, kelihatannya yang mengarang bukunya orang jawa barat. Namun pembesaran tersebut dari bibit rawa.
Saya dengar rekan yang di Kendal mempunyai bibit belut persilangan sawah dan rawa ? kalau memang benar, dan sudah diketemukan tehnik pembesaran di air bersih, kenapa kita masih memelihara di Lumpur ???………Baiknya dipelihara saja di Air bersih ? khan sudah biasa hidup di air !
Padahal kalau kita “pikir” sebenarnya belur rawa itu satu species dengan belut sawah yaitu Monopterus Albus, tetapi mereka sudah mempunyai kemampuan beradaptasi baik di Air…..
Saat ini kami sedang mengadakan Penelitian bagaimana meng ” Adaptasikan ” bibit belut sawah (karena kebanyakan di petani bibit /belut dari sawah) agar bisa beradaptasi baik di Air….
Sampai sejauh ini kematian memang sekitar 50 ~ 60 persen (%) : Ini dikarenakan
1. Bibit yang kita dapat dari pengepul.——-> bisa jadi
campuran dan terlalu lama di penampungan …
2. Didatangkan dari jauh(luar daerah)—> banyak
mengeluarkan lendirnya dan masuk ke mulut belut.
3.Belum tahu pasti cara penangkapannya, stoom kuat ??
4. Dari sawah yang subur atau tidak subur , kita tidak tahu
5.Sudah sebesar jari kelingking.——-> agak sulit
beradaptasi
6. Kolam tidak menghijau ——–> minim plankton
7. Pakan belum maksimal ,
8. Sering terganggu, dilihat banyak orang.(nafsu makan
terganggu).

(mungkin kalau benih dari membibitkan sendiri dan kita tangkap yang seukuran lidi dan pakan cukup ) bisa jadi Insya Allah berhasil……………………….Amin………………….
Semoga bermanfaat…….


Author: Koko

Time: Maret 13, 2010 (1:54 am)

tolong saya sedang merencanakan usaha belut untuk memanfaatkan pekarangan. Saya tinggal di Samarinda. Tlg bantu cara dapatkan bibt di daerah tersebut.


Author: adung

Time: Maret 17, 2010 (9:06 am)

Pak Budi saya dari cilacap,kami pencari belut, hasil melimpah tapi bungung pemasaran. kami juga ingin tahu standar belut ekspot yang bagaimana? mohon informasinya trimaksih

adung_custom@yahoo.co.id


Author: nita

Time: Maret 19, 2010 (4:04 pm)

kurang lengkap artikel nya


Author: rheza

Time: Maret 19, 2010 (6:36 pm)

Sepengetahuan saya, belut sawah gak bisa hidup di air bersih seperti halnya belut rawa. Musti di lumpur. Tapi kalo belut rawa dicemplungin ke kolam lumpur bakal hidup. (asal media nya cocok). Yg jadi pertanyaan, lebih tinggi mana ya nilai ekonomis nya? belut rawa atau sawah??

Saya berguru kepada pengarang buku “PANEN BELUT 3 BULAN DI MEDIA AIR BENING TANPA LUMPUR”, pak Fajar. Dia tinggal di bogor. Skrg saya masih belajar koq, belum mulai budidaya belut.

rheza P
Jakarta Selatan
rhezov@yahoo.com


Author: danar

Time: Maret 22, 2010 (7:14 am)

Hasil yang luar biasa adlah belut sawah bisa dibesarkan di air bersih, kalau belut rawa dibesarkan di air bersih memang sudah wajar karena lingkungannya sudah di air.
sudah ada beberapa orang di jawa tengah termasuk di semarang, belut sawah bisa hidup dan dibesarkan di air bersih, terbukti….


Author: pemula

Time: Maret 22, 2010 (9:14 pm)

dari juragan:
Karena banyak yang komplain, akibat mendapat nomor dari blog/forum ini, tapi ternyata cuma TIPU!
Saya nggak mau orang memanfaatkan untuk hal yang tidak baik, termasuk dengan memberi alamat email PALSU, seperti ANDA!
Bila Anda menghendaki, semua nomor telepon dan email yang dipasang Saya back up dan bisa Saya berikan kepada Anda!

kepada Beluters` YTH.
Saya percaya kalau belut sawah sekarang sudah bisa dibesarkan di air bersih, saya sangat “yakin” itu.!!! Tapi sekarang bagaimana kita bisa tau untuk membuktikan sendiri (mengunjungi) ke petani belut yang sudah berhasil membesarkan belut sawah dengan menggunakan air bersih?kita bisa mendapatkan info dari mana selain dari forum-forum yang membahas tentang bidudaya belut diair bersih? klo cuma tetangga dekat, mungkin kita tidak membutuhkan forum-forum tentang belut air bersih..IYA KAN??sekarang kalau petani tersebut jaraknya jauh dari kota kita?????
Sekarang mari kita renungkan bersama-sama, sekarang didalam forum yang harusnya bebas , tetapi sekarang sudah sangat terbatas, kita sudah tidak boleh mencantumkan alamat email apa lagi nomor “TELEPON”.baik oleh pemiliknya atau oleh orang lain.!!! padahal smua itu sangat penting dan sangat kita butuhkan bersama-sama. Sekarang bagaimana kita bisa mengetahui posisi petani-petani tersebut dan membuktikannya sendiri secara langsung????
tanpa mengetahui alamat/nomor telepon???
Telepon…
Adalah salah satu sarana yang paling praktis. dengan adanya telapon, walau dengan jarak yang sangat jauh kita bisa ngobrol dengan bebas, kita bisa bertanya-tanya dan lain sebagainya….
Padahal sekarang tidak sedikit para pembudidaya belut yang gagal, walau kita sangat beruntung telah menemukan salah satu forum seperti ini…..tetapi kita masih kurang “PUAS” kalau kita tidak langsung berbicara kepada petani-petani belut yang sudah mencobanya baik yang sukses ataupun yang berhasil. apalagi bisa mengunjungi petani-petani tersebut????kita kan harus belajar dari para pembudidaya tersebut yang sudah membuktikannya sendiri. bagaimana kita bisa percaya kalau cuma dengan komentar-komentar yang katanya pakar, ahli, peneliti dll kalau kita tidak melihat buktinya sendiri…..?????????? benar atau tidaknya kita semua tidak tau kan??? sedangkan kita tidak kenal apalagi bertemu??? kadang orang yang sudah kita kenal saja masih mau menjerumuskan kita, bagaimana yang tidak pernah kita kenal???


Author: pemula

Time: Maret 22, 2010 (9:16 pm)

kepada Beluters` YTH.
Saya percaya kalau belut sawah sekarang sudah bisa dibesarkan di air bersih, saya sangat “yakin” itu.!!! Tapi sekarang bagaimana kita bisa tau untuk membuktikan sendiri (mengunjungi) ke petani belut yang sudah berhasil membesarkan belut sawah dengan menggunakan air bersih?kita bisa mendapatkan info dari mana selain dari forum-forum yang membahas tentang bidudaya belut diair bersih? klo cuma tetangga dekat, mungkin kita tidak membutuhkan forum-forum tentang belut air bersih..IYA KAN??sekarang kalau petani tersebut jaraknya jauh dari kota kita?????
Sekarang mari kita renungkan bersama-sama, sekarang didalam forum yang harusnya bebas , tetapi sekarang sudah sangat terbatas, kita sudah tidak boleh mencantumkan alamat email apa lagi nomor “TELEPON”.baik oleh pemiliknya atau oleh orang lain.!!! padahal smua itu sangat penting dan sangat kita butuhkan bersama-sama. Sekarang bagaimana kita bisa mengetahui posisi petani-petani tersebut dan membuktikannya sendiri secara langsung????
tanpa mengetahui alamat/nomor telepon???
Telepon…
Adalah salah satu sarana yang paling praktis. dengan adanya telapon, walau dengan jarak yang sangat jauh kita bisa ngobrol dengan bebas, kita bisa bertanya-tanya dan lain sebagainya….
Padahal sekarang tidak sedikit para pembudidaya belut yang gagal, walau kita sangat beruntung telah menemukan salah satu forum seperti ini…..tetapi kita masih kurang “PUAS” kalau kita tidak langsung berbicara kepada petani-petani belut yang sudah mencobanya baik yang sukses ataupun yang berhasil. apalagi bisa mengunjungi petani-petani tersebut????kita kan harus belajar dari para pembudidaya tersebut yang sudah membuktikannya sendiri. bagaimana kita bisa percaya kalau cuma dengan komentar-komentar yang katanya pakar, ahli, peneliti dll kalau kita tidak melihat buktinya sendiri…..?????????? benar atau tidaknya kita semua tidak tau kan??? sedangkan kita tidak kenal apalagi bertemu??? kadang orang yang sudah kita kenal saja masih mau menjerumuskan kita, bagaimana yang tidak pernah kita kenal???

Karena banyak yang komplain, akibat mendapat nomor dari blog/forum ini, tapi ternyata cuma TIPU!
Saya nggak mau orang memanfaatkan untuk hal yang tidak baik, termasuk dengan memberi alamat email PALSU,seperti ANDA!
Bila Anda menghendaki, semua nomor telepon dan email yang dipasang Saya back up dan bisa Saya berikan kepada Anda!


Author: pemula

Time: Maret 22, 2010 (9:18 pm)

semoga menjadi renungan kita semua…
terimakasih.
salam hangat.


Author: rheza

Time: Maret 23, 2010 (3:19 pm)

mungkin belut sawah dan rawa hrs dikawin silang kali ya supaya bisa hidup di air bersih.



Post Comment








切换访问:2.0版 | 1.1版
©2008-2010 sunarma.net; juraganindoor@yahoo.co.id; wap-version supported by tanggaowei.com