15 Juli 2010
Pertemuan broodstock center lele telah diselenggarakan pada tanggal 2 – 4 Juni 2010 bertempat di BBPBAT Sukabumi dan diikuti oleh 24 peserta yang mewakili 14 broodstock center, baik pusat maupun anggota delapan orang pakar akuakultur yang berasal dari enam perguruan tinggi dan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.
Pertemuan tersebut telah melakukan finalisasi lima protokol, yaitu: 1) Protokol Perbanyakan Calon Induk Lele, 2) Protokol Produksi Induk Lele Galur Murni, 3) Protokol Produksi Populasi Dasar Sintetik Lele, 4) Protokol Produksi Lele Hibrida, dan 5) Protokol Seleksi Individu Ikan Lele serta perbaikan draft Produksi Lele (Clarias sp.) Super Growth.
Berikut adalah draft final kelima protokol tersebut (ditampilkan hanya pada diagram proses, naskah lengkap dapat dimintakan melalui email)
1. Protokol Perbanyakan Calon Induk Lele
2. Protokol Produksi Induk Lele Galur Murni
3. Protokol Produksi Populasi Dasar Sintetik Lele
4. Protokol Produksi Lele Hibrida
5. Protokol Seleksi Individu Ikan Lele
Kategori: lele&patin
30 Juni 2010
Alfred Russel Wallace (1869): The Malay Archipelago… (tapi yang dibeli edisi Bahasa Indonesia ‘Kepulauan Nusantara…2009) perlu untuk dibaca tuntas setelah Simon Winchester: Krakatoa… (lagi-lagi yang sudah diterjemahkan menjadi ‘Krakatau…). Kepulauan Nusantara diterima kemarin sore dan hingga saat ini merupakan buku termahal yang pernah dibeli. Tentu saja, baru pengantarnya saja yang usai dibaca.
Wallace, telah didengar sejak SMP ketika belajar peta buta kepulauan nusantara pada Ilmu Pengetahuan Sosial (dulu nama mata pelajarannya seperti itu). Tersadar lagi tentang Wallace pada Krakatau yang cukup mencengangkan. Karena pada Krakatua, seperti yang juga tertulis pada back-cover dan pengantar editor Kepulauan Nusantara, disebut bahwa teori evolusi Darwin lebih bersandar pada surat Wallace yang dikirim dari Ternate. Sehingga, cukup punya alasan untuk coba menelusuri apa yang Wallace laporkan dari perjalanannya di kepulauan nusantara.
Bila Winchester sukses menyambung dan mendeskripsikan beragam publikasi hingga menjadi bacaan yang sangat menarik dan enak dibaca, maka referensi publikasi terpenting Winchester, yang akan menjadi bacaan beberapa hari ke depan, adalah Kepulauan Nusantara.
juragan@E72
Kategori: 2community, onmymind
27 Juni 2010
not difficult but complicated! begitu kata orang tentang genetik (ini tentang genetika ikan khusunya pada populasi). setali tiga uang adalah mengenai manajemen induk; tidak sulit tapi merepotkan! dan materi tentang manajemen induk unggul, entahlah pada sisi mempertahankan kualitas induk ataupun pada sudut pandang memperbaiki mutu, harus disajikan kepada para pembudidaya ikan.
tentu, yang menjadi tantangan adalah bagaimana membahasakan manajemen induk agar bisa dipraktekkan, setidaknya didengar dan diterima, oleh pembudidaya dengan ragam tingkat pendidikannya, dari tamatan sekolah dasar hingga perguruan tinggi. dari ’sesederhana’ memilih induk yang harus tidak dari satu keturunan, hingga menghitung bilangan pijahan efektif. dari mengenalkan prosedur perbanyakan calon induk hingga cerita mengenai pendekatan seleksi individu atau famili.
sejauh mana perlunya? Sederhana saja; program peningkatan produksi perikana budidaya bukan hanya milik birokrat, tapi yang lebih menentukan keberhasilan program tersebut adalah para stakeholder, termasuk para pembudidaya kecil di seluruh pelosok tanah air. Dan tentu saja, pendorong utama untuk peningkatan produksi adalah penggunaan induk unggul. Lalu, bila ada keyakinan faktor genetik (dalam hal ini induk unggul secara genetik) hanya menyumbang 20% dalam keberhasilan produksi, apakah masih relevan untuk dipertimbangkan? Lho, jangan-jangan yang 20% tersebut menentukan apakah sisanya akan muncul atau nggak. Kalau tanpa yang 20% lalu sisanya tidak berarti, apa mau dikata!!!
faktanya, kebanyakan pembudidaya sangat berharap bisa melakukan usaha budidaya dengan menggunakan induk dan benih unggul. Yang lebih menggembirakan, mereka juga ingin mengetahui bagaimana teknik memproduksi yang unggul tersebut dengan hasrat tinggi untuk juga melaksanakannya. Dan setelah mereka tahu bahwa proses perbaikan mutu dan proses produksi perbanyakan (dalam arti mempertahankan kualitas atau memperlambat laju penurunan kualitas) bukanlah pekerjaan mudah dan memerlukan sarana prasana yang besar, menjadi sangat wajar bila pada akhirnya mereka berharap institusi pemerintah melakukan hal tersebut. juga, setidaknya, kita dapat berharap mereka dapat mengetahui dan menghargai bahwa kedua pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang merepotkan dan perlu konsistensi dalam rentang waktu yang panjang.
bila kita berharap penghargaan itu ada, sudah selayaknya secara institusi dan khusus penghargaan itu juga dialamatkan kepada para pelaku proses perbaikan mutu dan proses produksi perbanyakan induk ikan. Sudah ada?
juragan@e72.tjk
note: ide muncul karena harus menyampaikan materi pengelolaan induk unggul kepada para petugas teknis dan pembudidaya di Lampung.
Thanks to: Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Lampung
Kategori: onmymind