revisi SIDAT di HAPA

yang tertulis:
Ini yang dilakukan Budi Setiawan untuk membesarkan 18 kg bibit sidat 50 – 60 g/ekor. Peternak di Salabintana, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu memakai 12 hapa – masing-masing berukuran 2 m x 1 m, terbuat dari waring – di kolam seluas 30 m2. Dengan tingkat kelulusan hidup 80 – 90%, selang 6 bulan Budi memanen 30 kuintal sidat isi 3 – 5 ekor/kg.

seharusnya:
Ini yang dilakukan Suharjo untuk membesarkan 18 kg bibit sidat 50—60 g/ekor. Peternak di Salabintana, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu memakai 9 hapa—masing-masing berukuran 2 m x 1 m dari waring yang dipasang di dalam kolam. Dengan tingkat kelulusan hidup 80-90% berselang 6 bulan Suharjo memanen sekitar 100 kg sidat isi 3-5 ekor/kg.

author note:
mohon maaf bagi para pembaca, karena ada kesalahan perhitungan data ketika editing bahan sementara perbaikan terlambat dikirimkan sehingga timbul kekeliruan tersebut!

ref :
http://www.trubus-online.co.id/

Info Global Budidaya Ikan

Pada akhir tahun ini, 50% konsumsi ikan dunia diprediksi akan berasal dari ikan hasil budidaya dibandingkan dengan hasil dari tangkapan, demikian sebuah publikasi internasional melaporkan (http://www.pnas.org/content/106/36/15103). Dari laporan tersebut, secara global, menunjukkan suatu peluang pasar yang sangat besar bagi usaha produksi budidaya ikan. Peningkatan permintaan sumber protein hewani yang berasal dari ikan diyakini berkaitan dengan adanya kebutuhan asam lemak omega-3 yang aman dikonsumsi manusia, terutama untuk menurunkan resiko penyakit jantung.

Laporan tersebut juga menunjukkan adanya penurunan yang sangat signifikan pada penggunaan ikan tepung ikan yang berasal dari penangkapan melalui pakan pada budidaya ikan. Rasio penggunaan tepung ikan menurun sepertiga pada tahun 2007 dibandingkan dengan tahun 1995. Penurunan ini lebih dipercaya akibat adanya perbaikan pada teknologi budidaya. Kondisi ini juga merupakan suatu kekuatan nyata bagi usaha produksi perikanan budidaya.

catatan: posting pada Indonesia bukan merupakan translate langsung dari English.

Mengapa Kita Harus Banyak Makan Ikan

Ikan diperhitungkan sebagai sumber zat gizi yang sangat tinggi. Kandungan Omega 3 pada ikan mampu mencegah penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya.

Sebuah studi yang dipaparkan dalam Jurnal American College of Cardiology pada July 2008 menunjukkan, masyarakat Jepang yang gemar mengonsumsi ikan memiliki kualitas jantung yang lebih sehat dibandingkan masyarakat Amerika Utara yang jarang mengonsumsi ikan.

Hasil penelitian yang dilakukan dr Daat Kromhout dari Universitas Leiden, Belanda, juga menunjukkan, masyarakat yang mengonsumsi ikan sekitar 30 gram sehari memiliki risiko terserang penyakit jantung 50 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tak pernah mengonsumsi ikan.

“Masalah utama yang kami alami dalam budaya Barat adalah kami sangat sedikit mengonsumsi ikan,” kata William Harris, Direktur Penelitian bidang Metabolisme dan Nutrisi Universitas South Dakota.

Harris mengatakan, konsumsi dua makanan mengandung ikan seminggu sekali telah memenuhi kebutuhan Omega 3 dalam tubuh yakni sebesar 500 miligram. Omega 3 merupakan asam lemak yang dihasilkan melalui persenyawaan lemak ikan dalam metabolisme tubuh. Selain menghasilkan Omega 3, ikan juga mengandung banyak protein, vitamin, dan mineral.

Selain bermanfaat positif terhadap organ jantung, Omega 3 juga bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, melemahkan pertumbuhan sel kanker, dan meningkatkan kecerdasan anak. Bahkan, masyarakat yang gemar mengkonsumsi ikan memiliki harapan hidup lebih panjang.

sumber: http://kosmo.vivanews.com/news/read/103536-mengapa_kita_harus_banyak_makan_ikan