“Claresse” & Peluang di Tanah Air

“Claresse” adalah lele HIBRID antara Clarias gariepinus vs Heterobranchus longifilis yg dikembangkan Fishion Aquaculture (punten pak Husen, berbasis di Belanda bukan Norway, http://www.fishion-aquaculture.com/). Gariepinusnya sendiri sudah 30 tahun lebih dikembangkan di Belanda (bukankah KITA juga diajari wong londo utk mijahin lele dumbo dulu??) dan diklaim sudah berdaging putih. Longifilisnya merupakan jenis lele lain yang NATIVE Afrika.

Peluang di tanah air:
KITA biasanya suka INSTAN, mendingan mengambil barang yang sudah jadi dibanding mengembangkan sendiri (mis. Nila GIFT atau Lele…..), masih mending kalo MENGAMBIL untuk diIMPROVE (misalnya dengan seleksi menjadi STRAIN baru seperti Nila Nirwana atau Lele Sangkuriang), mirisnya justru hanya untuk MENGAMANKAN bisnis (siapa tuh…???).
syukurlah, dari info yg ada, “Claresse” bersifat steril, sehingga kalopun ada yang mau INSTAN setidaknya harus mendatangkan kedua tetuanya.
Kalo Wong Londo sudah mengembangkan gariepinus lebih dari 30 tahun, apa tidak lebih baik KITA DUKUNG (baca yang keras: DUKUNG) upaya kawan-kawan di Jaringan Pemuliaan Ikan Lele untuk mengIMPROVE lele Afrika yang sudah ada di kita. KAMI sudah mulai dan akan terus melakukannya untuk menghasilkan LELE PAKUJAJAR (InsyaALLAH Tahun 2015-2016 setelah Sangkuriang 2004 dan generasi keduanya 2012-2013). Mimpi menyaingi mereka untuk impor ke luar negeri boleh aja, tapi secara realistis, pasar dalam negeripun pasti masih akan menggiurkan untuk lele (pasti pak Husen lebih tahu), setidaknya untuk para pembudidaya bukan untuk perusahaan besar!!!

Posting ini merupakan komen pada http://www.facebook.com/groups/321315741264779/336262286436791/

Lele Sangkuriang: Back to Africa

Berawal dari November 2007: Beberapa petugas perikanan dari Kenya datang ke BBPBAT Sukabumi. Mereka belajar teknik budidaya lele sangkuriang.

Kilas balik: Lele Sangkuriang memiliki akar keturunan dari lele Afrika yang masuk ke Indonesia Tahun 1985, yang kemudian dikenal sebagai lele dumbo. Terlepas kontroversi apakah merupakan hibrid atau murni, perbaikan mutu genetik sudah dilakukan. Tahun 2004, secara resmi direlease lele SANGKURIANG.

Kembali to Afrika: dinihari ini, lele Sangkuriang terbang kembali ke tanah leluhurnya, Kenya Afrika. Terlepas dari kebijakan politik pemerintah, pengiriman ini semestinya merupakan pengakuan atas keunggulan lele SANGKURIANG!

Selamat Jalan!

Protokol Pemuliaan Ikan Lele

Pertemuan broodstock center lele telah diselenggarakan pada tanggal 2 – 4 Juni 2010 bertempat di BBPBAT Sukabumi dan diikuti oleh 24 peserta yang mewakili 14 broodstock center, baik pusat maupun anggota delapan orang pakar akuakultur yang berasal dari enam perguruan tinggi dan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.
Pertemuan tersebut telah melakukan finalisasi lima protokol, yaitu: 1) Protokol Perbanyakan Calon Induk Lele, 2) Protokol Produksi Induk Lele Galur Murni, 3) Protokol Produksi Populasi Dasar Sintetik Lele, 4) Protokol Produksi Lele Hibrida, dan 5) Protokol Seleksi Individu Ikan Lele serta perbaikan draft Produksi Lele (Clarias sp.) Super Growth.

Berikut adalah draft final kelima protokol tersebut (ditampilkan hanya pada diagram proses, naskah lengkap dapat dimintakan melalui email)

1. Protokol Perbanyakan Calon Induk Lele

2. Protokol Produksi Induk Lele Galur Murni

3. Protokol Produksi Populasi Dasar Sintetik Lele

4. Protokol Produksi Lele Hibrida

5. Protokol Seleksi Individu Ikan Lele