Budidaya Belut di Air Bersih

Ini bukan penampungan sementara tetapi budidaya. Daur hidup alami belut (Monopterus albus) biasa tinggal di dalam lumpur.  Banyak orang, baik penelitian atau usaha, yang sudah mencoba memodifikasi lumpur untuk kegiatan budidaya. mungkin beberapa berhasil meskipun kebanyakan yang lainnya masih bergelut dengan ‘teknologi doa’ untuk panen. karena hidup di dalam lumpur, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memastikan jumlah belut selama masa pemeliharaan. sehingga, sangat layak bila kemudian mencoba berinovasi: budidaya belut pada air bersih tanpa lumpur…

dalam hipotesis: mungkin belut bisa dibesarkan pada air bersih tapi tetap harus menggunakan lumpur untuk reproduksi alami. secara teknis: sejauh kebiasaan makan bisa diadaptasikan dan kebutuhan pakan bisa disuplai secara terkontrol, seharusnya pembesaran belut di air bersih dapat dilakukan. hanya saja, kontrol terhadap kemungkinan serangan penyakit akibat proses adaptasi harus benar-benar diamati dan dijaga.  keuntungan: dengan pembesaran belut pada air bersih, jumlah (yang berkaitan dengan kelangsungan hidup) dan pertumbuhan (yang berhubungan dengan penambahan bobot) dapat dimonitor sehingga target produksi bisa lebih realistis ditetapkan.

saya sudah memulai dan akan menyampaikan hasilnya pada blog ini di waktu mendatang. bila Anda punya pengalaman mengenai hal ini, dengan senang hati Saya akan menerima saran dan sharing Anda.

452 comments

  1. Komaruddin says:

    Pak Budi

    kalau tidak kebertan bisa kirim alamat sukabumi budi daya belut bapak ke,,karena kebetulan saya akan meluncur sukabumi nanti tgl 25-27 2009,,saya sekarang baru mulai budi daya belu di daerah kuningan jawa barat

    terima kasih atas perhatiannya
    Komar

  2. Kepada Yth Mas Adytya :

    1. Memang bagusnya kolam permanen ( kolam tembok), karena memberi efek dingin pada belut, dan baiknya dibikin yang sehalus mungkin dasarnya agar tidak melukai perut si belut.

    2. Bisa diberikan ikan ikan kecil seperti “cethol” atau anakan ikan lainnya seperti anakan wader, ikan mas, nila dll. namun untuk anakan ikan lele harus yang lembut(kecil sekali) agar duri pathilnya tidak melukai perut belut…………Dan yang harus diperhatikan adalah pemberian ikan cethol…..Sebelum dimasukkan ke kolam belut, ikan cethol hendaknya ditaruh dahulu di dalam kolam karantina yang sudah dikasih “Malacyt Green” atau Methyleen Blue yang biasa di jual di toko- toko ikan hias, ada yang merek nya “Raid All” dan lain sebagainya. Ini bertujuan membunuh bakteri yang bercokol di ikan cethol tersebut, karena ikan jenis ini sangat kuat di perairan yang sangat kotor dan penuh bakteri, sehingga memungkinkan di menjadi inang suatu penyakit tertentu.
    Dan ingat !!! pemberian anakan ikan sebagai pakan belut harus ukurannya lebih keci dari pada mulut belut yang kita pelihara…..

    3. Pakan Keong harus dicacah dahulu sebelum diberikan ke belut, begitu juga cacing, sebaiknya dicacah terlebih dahulu.

    4. Bainya diberi ” batu bata dan genting ” yang sudah lama (bukan yang baru) dan ditata sedemikian rupa sehingga bisa untuk sembunyi belut. Batu bata dan genting ini juga memberi efek sejuk pada si belut.

    Tumbuhan enceng gondok efeknya adalah rebutan “O2″ atau oksigen dengan belut, dan pembusukan daun enceng gondok tetap memberikan efek pencemaran sehingga mengakibatkan air menjadi agak asam.
    Sebainya tidak usah diberikan. Dan kadang kadang di akar enceng gondok terdapat suatu parasit yang berbentuk jarum kecil kecil ini nanti akan menyerang belut yang kita pelihara.

    5. Sebaiknya air mengalir , dan jangan air sirkulasi. Jenis ikan yang berlendir sangat cepat kondisi airnya menjadi kotor (kecoklatan),karena lendir. Kita belum bisa memastikan , apakah dengan pemakaian filter, karbon aktif dan batu zeolit lendir tersebut bisa dinetralisir…..????

    Sekian………Semoga Bermanfaat…..Amin…..

  3. Beluters Yth…………………..Mohon dipikirkan. dan dianalisa…

    Inti pada Budidaya Belut dengan sistem Media “Lumpur” adalah :

    1. Media tersebut “tidak boleh memadat “selam 3 ~ 4 bulan masa pemeliharaan. Biasanya proses memadatnya dari “bawah menuju keatas”. semakin memadat berati semakin “Gagal panen”, bisa jadi belutnya setelah kita panen masih tetap kecil – kecil dan cuma sedikit jumlahnya.
    Hal ini bisa kita atasi dengan :
    a. Berhati hati memilih jenis lumpur.
    b. Dibikin sistem lapisan lapisan media lumpur, gedebog dan jeraminya dengan lapisan yang tepat.
    c. Lumpur yang kita gunakan hendaknya dicairkan/diuleni terlebih dahulu seperti adukan semen sehingga partikel tanahnya renggang..(tidak mudah memadat)

    2. Anda harus”bisa” menumbuhkan cacing “Lor” sebanyak banyaknya didalam media belut !! Keberadaan cacing ini bisa kita lihat pada permukaan media apabila dibikin manca-mancak (nyemek) banyak tahi cacingnya. Cacing lor ini sebagai stock pakan “Awal” bagi bibit belut yang kita tanam, karena masa adaptasi mereka masih jalan jalan dalam media. Selama belut mau makan , berarti sehat dan kalau sehat mereka tidak mudah terserang penyakit…(tidak banyak yanga mati)….

    3. Anda harus bisa “Mengundang mereka “keluar “untuk makan. Agar mereka bisa makan… dan pakan yg kita berikan efektif (karena dimakan) . Sudah banyak petani yang bisa mengundang mereka keluar dari lumpur, dengan cara digetar getarkan kolamnya(yang pakai terpal) atau diperciki air yang agak kuat di atas media lumpurnya pada kolam tembok.
    Kalau tidak bisa begitu kita seperti main “Petak Umpet”, yaitu kalau kita memberi pakan disini kita tidak tahu kalau belutnya ternyata berada disitu dan sebaliknya……dan…kalau kita kasih pakan pada malam hari dan berharap belut keluar untuk makan, …ya…kalau mereka keluar semua….kalau tidak… bagaimana??….Akhirnya ya …..besarnya sulit dan bisa dipastikan lama masa pemeliharaannya karena pertumbuhannya lambat.

    Semoga bermanfaat…….Amin………

  4. Yth Beluters……Untuk bahan Informasi dan Belajar….

    Laporan “Berhasil atau Tidaknya” Petani Belut :
    Silahkan ditanyakan kepada :

    1. Untuk daerah Kendal
    Bisa ditanyakan kepada
    Bp. Nuh (Ketua CPBK)

    2. Untuk daerah Tegal
    Dengan Bp. Primulyanto

    3. Untuk daerah Kudus
    Dengan Bp. Abas

    Semoga bermanfaat……………Amiin……..

  5. Bagi yang membutuhkan Bibit belut, baik dari Jawa maupun Luar Jawa Kami siap membantu…Terima Kasih

  6. indobelutmuria says:

    mohon maaf sebelumnya.sekedar berkomentar saja.untuk belut bisa hidup apalagi diternak dalam air bersih saja tanpa lumpur,kayaknya imposible.

  7. wido sragen says:

    ijin bergabung disini….salam kenal semua…
    n selamat NATAL bg yg merayakanya…
    saya sangat salut dgn site ini,jika kita smua terbuka seperti ini , saya sangat yakin dpt mengurangi kesulitan kita smua.
    sebagai seseorang yg br bc,,,,sy ijin bertanya :
    1.bagaimana desain kolam belut yg baik mnurut senior2 sy? mohon klo ada gambarnya
    2.idealnya 1 m3 diisi xxxx belut??
    3. jikalau 1 kelompok terdiri dr beberapa orng, 1 orng kembangkan cacing lot,1 kembangkan media kolam, 1 cr bibt, 1nya lg pelihara, dll apakah lebih efisien / tdk?
    4.jikalau ada yg kembangkan spesialis cacing lot, trus belutnya hanya dikasih cacinglot apa lebih bgs / tdk?jd mudah dlm pemberian pakan
    5.saya berdomisili d sragen,,,sbenarnya pgn bgt blajar kt4nya pak ari, tp klo telp/sms ,takutnya ganggu kerjaanya(DPU),mohon klo ada alamatnya,,,klo tdk denah( semisal alun2 keselatan trus perempatan ke…)
    6. terimakasih atas smuanya,,,,,smoga tuhan membalasnya,amin n mhn maaf jika pertanyaan sy (mnurut tmn2 ngawur) maklum sy msh cr2 referensi,,dan yg terREAL mnurut sy ya site ini. sipp 100 buat admi n komentatornya.
    m aju terus beluter’s!
    salut buat pr komentator di site ini!

  8. Na Azzamy says:

    ana sedang menggeluti penanaman pohon jati, jeruk, belimbing, jambu, gaharu, cabai dengan stek pucuk.
    saat ini ana baru mau coba budidaya belut MOHON INFO UNUTK WILAYAH KOTA SUKABUMI .TRIMAKSIH ATAS BLOGNYA

  9. nono says:

    Kpd Yth Bpk Danar Hudiono:
    Untuk harga bibit belut perkilo harganya berapa & perkilo isi berapa? biaya pengiriman ke Purbalingga mencapai berapa pak? & untuk pengirimannya minimal berapa KG?
    makasih atas info nya.
    salam Nono-Purbalingga

  10. wong kendal says:

    mau lihat panen belut???
    tgl 09 jan 10, di kendal ada panen belut. bagi yang berminat bisa hub. . dijamin memuaskan

  11. yayan says:

    pak saya baru lulus sma,saya ingin mencari uang tambahan utk memebantu orang tua…..saya tertarik dengan budidaya belut ini
    saya mau tanya penjual bib daerah semarang itu dimana ya????
    dan berapa harganya,,soalnya modal saya pas2an,,,trimakasih sebelumnya…

  12. danar says:

    Benih ada di semarang

  13. beluter says:

    bagi yang mau cari referensi tentang belut.. munpung ada panen, silahkan kalau mau melihat hasil budidaya belut tanggal 09 jan 10 di kendal. . dijamin,… anda akn merasa puas..!!!!

  14. Kepada Yth.

    Terima kasih banyak kepada Bp. yang memberitahukan kepada kita semua kalau mau Panen. Semoga ditiru olah petani belut lainnya, karena mereka jarang memberitahukan perihal panen karena merasa sangat “Rahasia”. Padahal hal ini bisa jadi Pelajaran pengalaman dan untuk Menimba ilmu bagi yang lainnya (Study Banding).
    Dan mudah mudahan tidak “Mbayar” pak !, kalau terpaksa bayar,jangan mahal – mahal pak. Karena banyak dari mereka , yang mau lihat panennya disuruh membayar mahal, padahal belum tentu hasil panennya “Berhasil” secara perhitungan Analisis Usahanya. Bahkan hal ini juga dimanfaatkan oleh seseorang untuk menarik orang lain untuk datang melihat dan musti harus bayar.

    Dari Info yang dapat dipercaya….., ada diantara mereka memasukkan belut besar ke kolamnya sebelum ada acara panen dimulai. Wah..ini malah menjadi Kebohongan Publik, mohon hati – hati…!!!. Kita sendiri belum mengetahui Berapa kg benih yang ditebar…, di awal bulan mati berapa ekor…, setelah panen dihitung tinggal berapa ekor…,setelah itu bisa diketahui mati di dalam media berapa ekor. Ini harus dilakukan Penghitungan hasil panennya secara menyeluruh.

    Kepada Beluters….

    Bagi Petani belut yang mau Panen, silahkan menghubungi Kami. Insya Allah , kalau dekat dengan Semarang, kami atau rekan kami akan menghadiri dan menganalisa “Keberhasilan dan Kegagalan” bapak (apabila gagal panen). Kalau jauh, kami meminta rekan kami yang satu kota untuk melihatnya. Kita bisa memberikan Informasi dari petani belut lainnya yang telah kita kunjungi untuk sebagai sharing /masukan /bahan pertimbangan budidaya selanjutnya. Dan kalaupun berhasil ,kami akan menginformasikan hal ini ke Petani belut lainnya….Terima Kasih

    ….Semoga Bermanfaat….Amin……

  15. Waskito says:

    Kepada pak Budy Kuncoro, SPi
    Saya tertarik budidaya belut.’
    Mohon kirim infonya ke email saya di
    saya asli semarang tapi merantau ke aceh. pengen budidaya belut di aceh. bisa gak yaa..? mohon infonya.’terima kasih pak.

  16. Kepada pak Waskito …

    Anda bisa belajar lewat Mailist ini, atau coba hubungi di

  17. okwin says:

    Assalamu’alaikum

    Pak Budy………utk masalah pemijahan belut tahapannya bagaimana sih ???

    terimakasih
    wassalamu’alaikum

  18. Kepada Beluters Yth…………..

    Info…………..PANEN……Tanggal 4 januari 2010

    Panen di Tegal oleh Petani LPMI Tegal dan PBN Tegal…
    Hasil Panen silahkan hubungi :
    Bp. Primulyanto (Tegal) dan
    Bp. Mashadi (Pekalongan)

    Kepada Yth : Indobelutmurya.

    Seharusnya Bapak mencoba dulu dengan benih belut tangkapan dari sawah langsung, lalu dipelihara di air bersih, Bapak akan tercengang…, lho…..kenapa kok bisa hidup lama tanpa lumpur ? dan Info selanjutnya bapak bisa tanyakan langsung kepada beliau-beliaunya yang pernah mencoba :
    1. Bp. Sunarma (Sukabumi)
    2. Bp. Supandi ( Indramayu)
    3. Bp Tony Wardhana (Solo)
    4. Bp Hadi ( Pati )

    Info…..

    1. Belut mau makan darah dan cacahan Ikan Lele….
    Ada petani di derah Klaten yang memberi makan belut mereka dengan “Darah” dan cacahan ikan Lele dan mereka berhasil panen…….
    Bisa ditanyakan ke Mas Nono
    2. Belut mau makan Bekicot
    dilakukan oleh petani Belut dari Sidoharjo :
    1. Bp. Heru
    2. Bp. Parno

    3. Belut mau makan “Kerang Hijau” dari laut
    Dilakukan oleh :
    Bp Purwanto ( Semarang)

    ” APAKAH BELUT HASIL SETRUMAN , KALAU DI PELIHARA AKAN MATI….????…TERNYATA TIDAK BENAR, KEMATIANNYA NORMAL, TIDAK SEPERTI YANG KITA BAYANGKAN, ASAL CARA MENYETRUMNYA DENGAN TEHNIK YANG BENAR….!!!!!!!

    Silahkan anda tanyakan kepada beliaunya yang pernah mencoba dan dipelihara di Kolam lumpur :
    1. Bp Kamto (Demak)
    2. Bp. Totok (Boyolali)
    3. Bp. Didik ( Mojokerto)
    4. Bp Nono ( Prblnnga)

    Info…….Petani Belut yang menggunakan” Tanah Merah” sebagai bahan media lumpurnya, ternyata sekian lama melakukan proses fermentasi gedebog dan jerami tidak bisa hancur – hancur…..
    Bp. Ivan ( Semarang ) :

    ….Ditemukan Hama Baru, yaitu “Walang Sangit atau Pek – Pek Ring(orang Jawa bilang) yang banyak ditemukan dipersawahan…Hama ini kalau masuk kekolam pemeliharaan belut, dan belutnya makan , maka akan mengakibatkan “Kematian” !! hal ini diinfokan oleh
    Bp. Nono
    yang mengunjungi petani belut di daerah Klaten.

    ….SEMOGA BERMANFAAT…..Amin…..amin……

    Untuk mas Okwin…..Seharusnya yang anda tanyakan bukan tahapan “Pemijahan” belut,karena belut adalah Hermaprodit , dan belut yang kita tanam seukuran bolpoint pun keluara anakannya setelah 2 bulan kita pelihara, akan tetapi bagaimana cara menangkap anakannya, dan dalam situasi yang bagaimana belut tersebut kemungkinan bisa keluar anakannya…..yang harus kita bahas lebih lanjut….
    Mungkin di lain Kesempatan saya jawab mas.karena banyak sekali yang harus saya ketik….trm ksh.

    ……Untuk Bp. Agus (Kendal) ……
    -Banyak rekan Beluter yang bertanya kepada bapak perihal metode Budidaya yang petani/bapak lakukan khususnya di dalam Forum ini, mohon dijawab sehingga kita dapat mengkaji bersama -sama demi ilmu Pengetahuan dan sudah barang tentu Manfaatnya untuk “Kemaslakhatan” bersama….Bapak tidak usah khawatir kalau ilmu Bapak akan habis nantinya….Bahkan Insya Allah akan ditambah oleh Allah SWT dengan cara yang tidak kita sadari……..

  19. nono says:

    kepada Beluters..

    Benar apa yang dikatakan Bpk Budy kuncoro.SPi . Tentang belut mau makan darah itu memang benar, asal darahnya masih segar dan jangan terlalu banyak . karna saya telah mencobanya sendiri dari belut hasil setruman yang saya pelihara. Sedangkan untuk kolam belut kalau kemasukan hama walang sangit saya belum pernah mencobanya, tapi saya dikasih tau oleh petani belut dari daerah klaten. tapi InsyaALLOH kpn-kpn saya pingin mencobanya dengan sedikit belut untuk melihat hasil yang sebenarnya,bukan cuma info. untuk hasil selanjutnya akan saya infokan di mailist ini..
    Trimakasih

  20. nining says:

    pak budi saya ingin sekali berwiraswasta membuat produk makakanan dengan menggunakan bahan dasar belut. Dimanakah saya bisa mendapatkan belut di kota semarang ini.terimakasih

  21. robi says:

    yth pak sunarma,
    saya dodi dari cirebon jawa barat ingin fokus dibidang perikanan khususnya pembenihan ikan bawal …dimana saya dpat mengikuti pelatihan pembenihan dan biayanya lokasi kalo bisa masih sekitar jawa barat.
    terimakasih
    info tolong diemail ke alamat

  22. mas herry dari pati says:

    JURAGAN DAN BAPAK BUDI, MOHON IJIN SY IKUT GABUNG, PAK BUDI KOLAM UJICOBA YANG DI PATI DIMANA ALAMATNYA . SAYA PENGIN LIHAT DAN BELAJAR , SYUKUR-SYUKUR BISA KETEMU DENGAN BAPAK.. SAYA TINGGAL DI GAMBIRAN SUKOHARJO PATI..

  23. To . Mbak Nining
    Silahkan datang ke kantor Jl. Pleburan Barat 24 Dekat simpang lima lewat undip hayam wuruk semarang

  24. Tomzzz says:

    Salam. Saya dan seorang teman berminat untuk jadi “belutters” dan lokasi kami di semarang. Kami ada rencana untuk berkunjung ke tempat Pak Budi di Pleburan. terbersit pertanyaan sehubungan menggunakan media kompos dll. apakah nitrogen juga jadi musuh belut? terima kasih penjelasannya

  25. komaruddin says:

    saya sgt tertarik ternak belut dgn air, sy br aja mulai mau mencoba, sekiranya bpk bisa sharing percobaannya ke saya..terima kasih.komaruddin

  26. agus says:

    pak ilmu tdak akan habis selagi kita gunakan dengan benar. di sini ” beluter kompak kendal” selalu mempraktekkan dan selalu kita gunakan. kami selau memperbanyak petani belut meski tidak lewat dunia maya. alhamdulillah sekarang semakain banyak petani binaan kami.

  27. belut kendal says:

    buat pak budi kuncoro yth.
    panen kemaren tgl 9/1/10 itu didaerah boja kendal. hasilnya memuaskan. kolam ukuran 4m x 4m tabur benih 20kg panen 200kg. belut besar 170kg (1kg isi 1-8ekor). 30kg se ibu jari (1kg isi 18). sisa (kecil2 tidak dijual untuk benih lagi skitar 10kg) . untuk kolam yang satunya ukuran 4m x 4m tebar benih 25 kg panen 225kg. isi 1-10 ada 205kg, yang lainnya isi 10-25ekor. coba pak budi hitung sendiri keuntungannya. kemaren juga banyak petani belut yang pernah gagal asal semarang yang liat panen di boja. mereka kagum akan kewberhasilan ini. padahal mereka juga sudah ikiut pelatihan di semarang (gobes). salah satunya dari PT. Papros semarang. kalau ada panen kenapa harus hub. pak budi itu kenapa?? jangan jangan pak budi mau ambil dokumentasi untuk bahan pak budi atau ada maksud lain? siapa saja yang mau lihat silahkan, tapi ikuti prosedur dari kami. yang butuh bukti itukan para petani, jd yang diundang ya para petani dan calon petani yang berminat.
    para beluter yang mau melihat bukti dari budidaya belut, silahkan hub. belut kendal (facebook). tgl 18 januari 2009 kami ada acra panen belut lagi, dan seterusnya karena bulan januari dan februari banyak petani belut kendal yang panen

  28. belut kendal says:

    untuk masalah budidaya belut di air jernih.
    apa pak budi punya kolam sendiri/pernah praktek sendiri. saya mau lihat. dimana alamat kolam pak budi?? jagngan kita disuruh menghubungi nomer2 orang lain yang letaknya jauh-jauh. saya di kendal, pak. budi di semarang, kan lebih enak lihat yang dekat.
    sepengetahuan saya, itu emua hanya sebagai kolam penampung( bo’ong kalau budidaya). belut sampai kapanpun itu harus hidup dilumpur, krn kodratnta hidup di limpur (emang sepeda motor bisa dimodifikasi).

    belut di air jenih atau media tanpa lumpur???
    apakah belut seperti ikan laut yang harus selalu di air laut dan tidak bisa hidup di air tawar? atau belut seperti sidat yang hidup liar di sungai tetapi dapat juga berkembang di wadah budidaya?
    belut memang bukan sepeda motor tapi saya yakin dapat membeli motor dari jual belut atau jual motor untuk beli belut….

  29. belut kendal says:

    kok ada walang sangitnya dikolam belut?? emangnya pelihara belut di sawah atau di kolam???
    sepengetahuan saya kalau di alam, belut makan apa saja, tidak lihat itu jenis apa. jangankan hewan hidup, mati aja tetap dimakan. itu di kolam itu mati, bukan karna hama. tapi karena media yang belum layak pakai.

  30. mas herry dari pati says:

    tepuk tangan yang meriah…..wah hebat beluter kendal,selamat atas keberhasilannya. ini patut utk diberikan penghargaan, ini ya baru namanya beluter sejati,wah ini perlu dikabarkan ke kawan2, tolong pak diceritakan secara detail mulai campuran media, tinggi media, benih yang ditebar(jenis, beli dimana,) jenis pakan yang diberikan, manajemen air. dll pokoke ceritakan sedetail mungkin supaya konco2 yang lain yang dulu pernah gagal merugi biar bisa balik modal , sekali lagi selamat., bravo untuk kawan2 di kendal. Ak jadi pengin ke kendal.

  31. belut kendal says:

    kami petani yang dikendal dan rekan sejalan yang lain, tetep menggunakan lumpur sbg media pokok.
    (lumpur 65%, gedebok pisang 30%, jerami 10%, air 5%).
    pupuk yang kita gunakan hanya EM4 perikanan. formula tambahan vitamin yang diramu dari empon2.
    tks tas dukungannya.

  32. Ruli says:

    Salam Kenal,

    Tempat tinggal saya di depok, saya ingin mencoba budi daya belut, tetapi karena saya baru ingin mencoba saya belum tahu kemana saya bisa pasarkan hasil panen saya nantinya?
    Apakah ada yang mau menampung hasil panen saya nantinya?

    Mohon Bantuannya
    Terima kasih

  33. Saya secara pribadi berkesimpulan budidaya belut di lumpur lebih baik untuk pembenihan dan budidaya belut di air bersih untuk pembesaran. ilmu selalu berkembang dan bukan hal yang mustahil kita bisa mengembangkan dan membesarkan budidaya belut di air bersih.
    tidak setiap daerah bisa mengembangkan budidaya belut di lumpur karena prasarana yang tidak mendukung.
    semoga tambah belut tambah maju ……………..

  34. kita Insya Allah siap menampung hasil panen …..

  35. Kepada Bp. Tomzzzz

    Nitrogen apabila terikat menjadi NH3, Nitrat (NO3)dan Nitrit (NO2) dalam perairan akan berbahaya bagi ikan tertentu, karena apabila konsentrasinya tinggi akan mematikan dan apabila konsentrasinya rendah akan merusak insang dan mempengaruhi Oksidasi O2 oleh Fe (pengangkutan oksigen oleh Fe dalam darah), kalau hal ini terjadi akan “Memperlambat Pertumbuhan ” ikan. Jadi sebaiknya sebelum budidaya diteliti airnya maupun substrat lumpur yang akan digunakan.

    Yth Kepada Beluters Kendal…….

    Mohon Ma’af……….
    Saya menghargai Pendapat anda Perihal “Budidaya Belut di Media Lumpur” silahkan teruskan pak…, saya tidak melarangnya , saya sangat mendukung kalau memang di daerah Kendal Lumpurnya potensial /cocok untuk Budidaya Belut, begitu juga untuk daerah lainnya ..Tapi bagaimana dengan daerah yang “sama sekali tidak cocok ” misalnya tanahnya mengandung lempung, tanah merah (di sebagian daerah Semarang) atau berpasir seperti daerah Yogya ? Apa musti harus mendatangkan lumpur dari daerah lain…??? Wah nanti hasilnya ndak masuk pak..kalau dihitung – hitung !!. Belum lagi repot cari Gedebog dan jerami …(pernah kami menghitung, apabila mendatangkan lumpur dari daerah lain, biayanya sampai Rp 1,5 juta untuk ukuran 4 X 4 m,dgn ketinggian media total sekitar 75 cm)….nanti kasihan petani, ..belum lagi pakannya ( seperti Keong, anak katak hijau, bekicot yg juga harus mendatangkan, karena belum tentu semua daerah/sawah ada )……Kita cuma berpesan kepada Petani, semua bisnis atau usaha itu harus tetap dihitung…!!! Bukan cuma setelah kita melihat hasil panen melimpah atau besar – besar lalu kita “LUPA” hitung hitungannya…..Tahu – tahu kita rugi atau tidak bisa mengembalikan pinjaman. Tapi kalau untuk percobaan ya…silahkan saja , tapi jangan banyak – banyak.
    Sebenarnya Kami didesak oleh Para petani yang merasa “Kesulitan” untuk meneliti Budidaya Belut di Air Bersih…Karena kita sendiri yakin Syarat Hidup Belut bukan di Lumpur ,tapi di Air, karena setiap lubang belut yang ada di bawah Pematang itu Pasti ada airnya dan airnya berwarna Bening …!!! dan sudah banyak petani membuktikan bahwa benih belut hidup lama di air bersih , bahkan sampai 4 bulan tidak mati – mati. Masalah “Pembesarannya” , itulah tantangan kita…kita harus bisa membesarkan suatu saat nanti . Sudah barang tentu dengan berbagai percobaan dan penelitian…
    Ingat Pak……sebaiknya Anda mengetahui…
    1. Udang Vanamae…yang asli habitatnya di laut dan air
    payau…dengan rekayanya dan usaha Teman – teman
    Perikanan, udang tersebut bisa di pelihara oleh petani di
    kolam – kolam air tawar.
    2. Ikan Bandeng yang kita kenal biasa dipelihara petani kita
    ditambak -tambak, sekarang bisa dipelihara di Air Tawar
    seperti di daerah Talun Kacang-Pati…
    3. Ikan Lele dan Udang Windu, dulunya bersifat Nocturnal,
    makan pada malah hari, tetapi sekarang kita bebas bisa
    memberi makan pada siang hari.
    …Kesemua itu karena usaha kita bisa mengadaptasikan atau merekayasa lingkungan hidup dari biota atau ikan yg kita pelihara……Arti “Budidaya” Ikan itu sendiri adalah “Merekayasa” Ikan yang dulunya biasa hidup liar diluar sana, dapat kita pelihara di ruang terbatas dan dengan waktu dan ukuran yang kita inginkan..

    Masalah Petani……..
    Saya malah menyarankan kepada semua Petani belut dan juga termasuk binaan saya untuk belajar (studi Banding) kepada petani belut lainnya bahkan sampai Jawa Barat. ataupun Jawa Timur., Jangan terpancang dengan Metode saya, kalau ditemukan Metode yang lebih baik suatu saat nantinya ( setelah melalui Pengkajian dan Analisa) saya akan segera menggantinya …..dan ..Saya akan tetap memberikan nama Petani dan no Hp Petani yang saya ketahui , karena saya merasa kasihan bagi yang rumahnya jauh harus musti belajar sampai ke Semarang ( ya kalau punya uang, kalau tidak ? ) , siapa tahu petani petani yang saya sampaikan tersebut dekat dengan daerahnya.atau kotanya ..khan dapat untuk perbandingan.., dan anda semua akan bebas menanyakan sendiri secara langsung tanpa rekayasa dan kebohongan dari saya. …namun menimba ilmu itu harus Arif. dan hati – hati ..jadi tidak langsung ditelan mentah – mentah…., tapi harus di Analisa dan di Kaji secara mendetail…karena Ingat !! tidak semua petani Belut mau Memberikan semua Rahasia ilmunya kepada anda ——->( ini khusus untuk Budidaya Belut ,sepengetahuan saya )….karena rata – rata mereka pernah gagal…..Dan ini Mohon di Maklumi….

    Yth Kepada Beluter…..

    Saya Memang bukan Petani pak, walaupun saya dulu pernah memelihara belut di Air Bersih 2 kali ( sekali diluar dan sekali di dalam rumah), media gedebog 100 %-dalam tong, dan media lumpur dalam drum namun gagal. Karena kegagalan tersebut saya belajar dan berkeliling ke Pati, Kudus, Kendal, Batang, Sragen,Klaten bahkan sampai Kuningan Jawa Barat untuk Melihat…, Mempelajari …, Meneliti dan Menganalisa yang selama 3 tahun dan sampai saat ini di hampir 60-an Petani Belut baik yang gagal maupun berhasil (versi mereka), dan kemudian kami diskusikan dengan Teman – Teman dari Almamater Perikanan dan Dinas Perikanan. Yang nantinya akan saya ajarkan kepada mereka yang “Mau Belajar” dan “Memulai” usaha Budidaya sebagai Dasar Ilmu agar mereka lebih berhati hati dalam setiap langkah Budidaya….
    Dan saya memang dilarang oleh salah seorang Petani Belut untuk jangan memelihara belut sekarang , kalau memelihara ,siapa yang akan meneliti dan yang mengupayakan supaya bisa sampai Ekspor nantinya…Tapi kalau sudah tua saya akan tetap budidaya belut, tapi tetap di “Air Bersih…”
    Perlu di Ingat !!! seorang Dokter Specialist tidak harus sering sakit dahulu dan seorang Dokter hewan tidak musti memelihara sapi sebelum dia jadi Dokter ….

    ….Untuk Masalah Menampung Hasil Panen…

    Kami berusaha keras mendekati Pihak Investor agar kita bisa mengatasi Problem di Petani, yaitu menampung hasil Panennya…Mudah – mudahan bisa segera dilaksanan.
    Silahkan yang bisa Memasok Belut Konsumsi (mulai 1kg isi 30-40 ekor , sampai 1 kg isi 5-8 ekor) baik dari Penangkapan alam maupun dari hasil Panen menghubungi kami dulu
    Silahkan menawarkan harga ,namun saya harap dengan harga yang wajar, karena memang akan kita jual lagi…..
    Kami akan mendata terlebih dahulu.
    Mudah mudahan ini sebagai Pijakan menuju ke arah Ekspor…

    ….Untuk analisa Keberhasilan Panen di Kendal tgl 9 Jan 2010 kemarin , akan saya analisa nantinya…….Terima Kasih…

  36. Nono says:

    Kpd Yth. Beluter kendal selamat atas kesuksesan anda..
    Dengan kesuksesan yg anda dapatkan tölong critakan tentang tehnik/cara-cara pembuatan media lumpur yg bagus dan benar (dari awal sampe akhir). Saya pemula dan saya kepingin banget untuk memulai berbudidaya belut,tp ilmu sya msh pas-pasan. Wlo sya sudah pra petani belut,tp kebanyakan mreka kurang terbuka, Untuk itu saya berharap kepda anda untuk menceritakan secara gamblang Ttg teknik-teknik yg anda lakukan. Sebelumnya sya ucapkan bnyak-banyak Trimakasih.

  37. Ruli says:

    Yth Bpk. Budy Kuncoro,

    Terimakasih atas jawaban bapak sebelumnya, tetapi saya msh butuh panduan bapak. Dan ada beberapa pertanyaan lagi dari saya yg awam akan ternak belut ini. Saya banyak membaca tentang bagaimana cara berternak belut dan banyak versinya ini membuat saya bingung. Rencananya saya akan membuat ternak belut tersebut dengan wadah kolam 1 M x 1 M yg di temboki dan sdh di aci, pertanyaan saya sbb :
    1. Bahan-bahan apa saja yg menurut bapak cocok utk si belut dapat berkembang biak pada tempat tsb selain mengunakan lumpur?
    2 . Saya pernah membaca penggunaan pupuk organik. Pupuk organik itu yg di buat dari kotoran apa yg baik?
    3. Apakah di perlukan pemijahan pada ternak belut?Apa bila diperlukan bagaimana caranya dgn kondisi ternak dalam kolam?

    Terimakasih dan mohon panduannya.
    Ruli

  38. nono says:

    Yth Bpk Beluters` kendal
    masalah hama walang sangit (hewan malam yang sering brada dilampu) itu saya dapat info dari salah satu petani belut yang ada di klaten, menurut baliau seperti itu,
    Knapa? saya sendiri juga bingun padahal itu salah satu hama yang ada di sawah tho? sedangkan belut kebanyakan hidup disawah, kata Beliau “BELUT PELIHARAAN ITU LEBIH SENSITIF DARI PADA BELUT LIAR.” Beliau memang pelihara dirumah(digarasi),tapi rumahnya dekat dengan persawahan. Karna dengan adanya info tersebut, saya penasaran DAN saya pingin tau hal yang sebenarnya. oleh karna itu saya mau mencoba dan membuktikan sendiri. Sekarang saya sudah mulai memelihara belut untuk uji coba tentang masalah hama tersebut, saya TIDAK akan memasukan hama walang sangit/hewan malam yang sering brada dilampu dulu, tapi saya AKAN menunggu sampai belutnya bener-bener SEHAT, baru saya akan memasukan hama walang sangit/hewan malam tersebut. Bagaimana hasilnya? saya sendiri belum tau…
    Doakan supaya kita bisa menguak masalah tersebut.

  39. nono says:

    Yth Bpk Budy. Kuncoro SPi.
    Budidaya Belut diair bersih????
    menurut saya itu ide yang sangat bagus. LANJUTKAN PAK..!!! dan harus bisa.!! hehehe…..sapa tau dikota-kota besar yang susah cari lumpur ikut budidaya. kan jadi lebih efisien dan menghemat tenaga, syukur-syukur Bpk bisa nemuin pakan belut yang bukan dari alam seperti pelet ato apalah…jangankan hewan manusia yang punya akal aja bisa berubah-rubah tampilan karna kondisi dan situasinya. seperti temen saya yang sudah kodratnya laki-laki,sebelum pindah keluar kota dia bener-bener laki-laki yang kuat dan perkasa Tapi setelah dia pindah keluar kota, pulang-pulang sifatanya,tampilanya berubah jadi kewanitaan/bencong sampai sekarang hehehe….orang kota yang biasa makan roti/makanan yang enak-enak kemudian pindah ke desa terpencil akhirnya harus makan makanan seadanya misal singkong ato apa aja yang ada. begitu juga sebaliknya. Tapi sekarang masalah belut yang harus kita pikirkan karna belut yang kodratnya hidup dilumpur sekarang harus dibudidayakan diair bersih. Dan saya harap Bpk Budy ga usah merasa bersalah jika mengalami kegagalan pada petani-petani yang Bpk bimbing, toh kegagal adalah ilmu terbaik bagi kita. tanpa ada kegagal kita tidak akan bisa maju.

    SEMOGA BERHASIL PAK……!!! AMIEN.3.X.

  40. nurman says:

    Kpd pa Budi & pakar belut yg lain:
    Kenalkan sy nurman. Sy sedang belajar budidaya belut tanpa lumpur di jonggol, bogor.
    Menurut pengetahuan & pengalaman sy u/ belajar budidaya belut harus melihat langsung ke lokasi atau ikut pelatihan.
    Sy dan tman2 pernah kontak ke beberapa petani sukses belut disekitar jagotabek. Hasilnya : “DISURUH IKUT PELATIHAN DULU”. padahal biaya pelatihan bervariasi antara 500rp-2jutaan. Klau 10 orangkan jd besar (bisa buat modal). Sy dng tman2 (10orang) inginnya melihat & bertanya dulu budidaya petani yg sukses.
    - adakah petani belut tanpa lumpur yg sukses mau dikunjungi sy & tman2 disekitar jagotabek?
    - harga bibit belut rawa sat ini?
    - Kenapa eksportir lebih suka belut sawah? apakah lebih enak? atau ada kelebihan yg lain?

  41. Ruli says:

    Kepada Pakar Belut,

    Saya tertatrik sekali budi daya belut, skrng ini sy sdh membuat kolam uji coba dengan di tembok ukuran 1m x 1m tingginya 70 CM. Rencanya sy akan isi INDUK BELUT. Yang saya mau tanyakan adalah:

    1. Medianya apa saja yg cocok utk kolam tersebut?

    2. Tolong di jelaskan dengan rinci cara pengolahan media tersebut hingga induk belut siap di tempatkan ke dlm kolam?

    3. Bagaimana cara perawatan induk belut selama masa pengembang biakan?

    4. Bagaimana cara pengolahan dan perawatan kolam tsb apakah diperlukan pengurasan?

    5. Apa bila anak belut ini sdh menetas apakah perlu pemijahan (sampai usia brp pemijahan dpt di lakukan?)?

    6. Adakah peternak belut di jakarta dan sekitarnya?

    Saya sangat berterima kasih sekali apabila ada pakar yg mau menjawab pertanyaan sy ini. Jawabannya boleh juga di email ke saya :

    Rgds,
    Ruli

  42. Dahrul says:

    Kepada Pakar Belut

    Sy coba ternak belut 8bln yg lalu tp sekitar bln juni dan sampai saat ini blm pernah bs panen karena semua belut tdk besar dan sebelum_nya kebanyakan mati selama 2-3 minggu setelah penebran benih, utk itu sy mohon kpd para pakar untuk memberi masukan dan arahan serta bimbingan untuk kelanjutan_nya, untuk informasi sy membeli belut dr kuningan ( Bpk Eko / Bpk. Ahmad Sarkan ).

  43. warta says:

    Dear all/pecinta belut,

    Saya pemula, mau ikut nimrung (bergabung) di blog ini.
    - pertama yang ingin saya sampaikan: alhamdulillah telah dibuat blog pecinta belut ini, sehingga kita dapat berbagi pengalaman tentang budidaya belut, saya sangat suport.
    - kedua; dengan dibuat blog ini kami sebagai pemula tentunya ingin menimba ilmu dari para pakar belut
    - ketiga; marilah kita saling berbagi pengalaman siapa tahu dapat manfaat yang baik buat yang lainnya.
    - keempat; saya salut serta suport buat bapak Budi Kuncoro SPi, analisanya tentang belut sangat dalam dan saya pikir ini bisa membangun buat semua pecinta belut bahkan buat pembudidaya belut (teruskan informasinya jangan terpengaruh)
    - kelima; karena saya pemula saya mau tanya sama semua pakar belut-, saat ini saya sedang proses pembudidayan belut, saya memiliki kolam ukuran 4×4 m, saya tebarkan benih sebanyak 2000 ekor/20kg tetapi dalam prosesnya saya kesulitan untuk memberi pakannya, tadinya saya pikir tanpa diberi pakanpun bisa karena kolam yang saya buat saya sesuaikan seperti habitatnya (maksudnya sama seperti di sawah/rawa karena didalam kolam tersebut sudah ada cacing sutra, ikan mujair, keong) tetapi setelah saya baca dari banyak artikel ternyata belut juga harus di beri pakan. pertanyaannya adalah;1.dalam kondisi kolam sya tersebut apakah belut yang saya budidaya tidak perlu dikasih pakan, 2.apakah bisa dikasih pakan pelet sama sperti ikan. 3.mohon infonya untuk pakan buatan apakah dijual di toko2, namanya apa?

    thanks,

    by warta-tangerang-banten

  44. okwin says:

    Assalamu’alaikum….

    Thanks Pak Budy atas suport nya selama ini

    menyambung pertanyaan saya yg kmarin pak :

    1. Bagaimana cara memisahkan (menangkap) anakannya
    dari induknya ?
    2. Dan dalam situasi yang bagaimana belut tersebut
    bertelur & kemungkinan bisa keluar anakannya
    bagaimana ?

    tetap semangat !!!!!
    wasalamu’alaikum….

    okwin

  45. Timin says:

    saya anggota belut madiun dgn nama KELOMPOK TANI BELUT MULIA ABADI. Bulan Nop 2009 kelompok MULIA ABADI mendatangkan bibit 170 kg dari cv labio . saya tanya kepada JURAGAN apa bisa kelompok saya pesen bibit ke juragan dan berapa harga untuk kelompok mulia abadi madiun.

  46. Kepada Yth Beluter…..

    ….Mohon ma’af, untuk menjaga agar dari rekan beluters Kendal kita tidak tersinggung kami terpaksa tidak bisa membeberkan hasil “analisa” sementara kami dalam mailist ini . Memang ada data yang belum lengkap, jadi belum bisa untuk perhitungan suatu analisa Ekonomi , dengan Metode tersebut layak dilakukan atau tidak ?
    Silahkan Beluters sendiri yang menanyakan kepada rekan Beluter kita yang datang pada acara tersebut di Bp. Totok ,Boja – Kendal, Desa Merbuh. yaitu :
    1. Bp. Eric
    2. Bp. Mashar
    Dari info yang kami peroleh :
    a. Petani Mendatangkan Lumpur sawah dari daerah lain.
    warna lumpur abu-abu.(?)
    b. Fermentasi di luar media ( Bokasi)
    c. Kematian 25 % (?)
    d. Pakan : Keong sawah dan “Kerang Hijau” jumlah &
    harga (?)
    e. Rata -rata besarnya seukuran jempol tangan
    f. Di sekitar masa 2 bln pemeliharaan, dilakukan proses
    pembalikan media, (media masih memadat) ?
    g. Dibeli ibu -ibu Pkk seharga Rp 35.000 per kg. (?)
    h. Dll

    ……….Info Petani Pembudidaya Belut :…………
    1. Indramayu – Binaan dari Kuningan (jabar)
    Info : Bp. Stanley (Indramayu)
    2. Jepara
    Info : Bp. Kimpling ( Jepara )

    Kepada Mas Okwin…dan Beluters lainnya ….

    Saya akan analisakan mengenai “Pembenihan Belut ”
    Mohon Beluter resapi dan tolong ditanggapi dan dianalisa bersama menurut ” Pengalaman di Alam dan Berdasara pada Ilmu pengetahuan ”

    Pertama : Kita padukan antara Informasi dari para Pengobor belut, penyedek belut dan Penyetrum belut. Yaitu mengenai “HASIL TANGKAPAN MEREKA”.
    Kebanyakan tangkapan mereka didapat : bahwa rata -rata ditangkap belut seukuran “Bolpoint” atau sebesar jari kelingking, itu kebanyakan terdapat ditengah sawah yang lentur dan halus (dengan lubang2 persembunyiannya), dan didapatkan belut besar – besar (seukuran jari jempol keatas) itu terdapat didekat atau dibawah “Pematang sawah”
    Lha…….yang kecil – kecil seukuran jarum atau kabel atau lidi dimana ????…..Ternyata dari Info Petani penggarap sawah, pada saat mereka memperbaiki pematang sawahnya mereka menemukan lubang belut “Besar” yang juga di huni belut besar (jantan) dan anakannya kecil – kecil seukuran lidi ,sampai ratusan banyaknya. Ini berarti anakan belut tersebut dijaga oleh belut Jantan (kita yakin itu) sampai seukuran bollpoin , lalu mereka menyebar mencari makan ke tengah sawah. Padahal menurut Penelitian di Cina (menurut Beliau Bp. Sunarma : Belut jantan sebelum mengadakan Perkawinan, mereka membikin sejenis busa untuk mengundang betina (belut kecil mulai seukuran bolpoint) untuk kawin dalam satu lubang dekat dengan pematang. Ada info : cara kawin mereka seperti ular, yaitu “melilit”. setelah kawin yang betina meletakkan telur dibawah busa.
    Ini yang kita belum tahu……setelah telur menetas jadi seukuran jarum atau masih berbentuk telur….lalu dibawa dengan mulut si jantan di bawa…. ke bawah pematang.
    Info dari mas Nono (Purbalingga) melihat sendiri bahwa belut yang besar pada saat dia nyetrum ada , kaget , lalu belutnya naik keatas (dari lubangnya) dan menyerap busa yang terdapat anakannya sebesar jarum ke dalam mulutnya , untuk dibawa masuk ke lubang persembunyian. Lalu disetrum sekali lagi, belutnya kaku., lalu diambil kemudian sampai rumah dibuka mulutnya dan digrojok dengan air kran. Ternyata terdapat anakannya sebesar jarum sekitar 30 ekor. lalu dipelihara mas Nono dalam gelas aqua dan dikasih makan telur ayam dan hidup…..
    Ini bisa di analisa (walaupun masih dini untuk disimpulkan), bahwa : Belut ternyata mempunyai sifat seperti Tilapia sp. (sejenis mujair, Nila dll). yaitu dengan kondisi tertentu yang dianggap “membahyakan” Induk belut akan menangkap anakannya dalam mulutnya untuk dikeluarkan lagi disuatu tempat yang dianggap “cocok” atau ” aman”
    Kesimpulan Sementara :
    a. Benih belut seukuran jari kelingking sukanya di lumpur
    yang halus dan lembek serta berair.
    b. Belut mengadakan perkawinan di dekat pematang yang
    tanahnya agak memadat dan kering, karena lubang
    perkawianan tidak boleh tertutup kembali.
    c.. Belut butuh tempat yang agak kering dan ” aman” untuk
    menempatkan anakannya ( di bawah Pematang).

    jadi Kesimpulannya ” BAIKNYA KALAU KITA BIKIN KOLAM PEMELIHARAAN BELUT, LEBIH BAIK ADA BAGIAN YANG TIDAK KENA AIR , AGAK TINGGI DAN AGAK MEMADAT SEJENIS PEMATANG (sebagian kecil saja sekitar 30 cm) ”
    karena selain kita melakukan Pembesaran , juga bisa sekaligus Bisa Pembenihan……Lumayan, kalau gagal di Pembesaran dapat anakannya…….

    Cara Menangkap anakan Belut ada Bermacam – macam :
    1. Dengan cara mengguyur air baru agak deras dengan
    slang/kran, anakan belut naik keatas lalu berenang
    dibawah slang(jatuh nya air, kita tinggal menangkap
    dengan seser. Ini dilakukan Petani belut di Kuningan
    (Jabar)
    Bu Lenny Huang
    2. Dengan cara “mengasatkan” dulu air media , sekitar 3
    hari menjadi agak kering, lalu diisi dengan air melebihi
    batas media teratas, kurang lebih 15 cm lalu kita
    masukkan Enceng gondok yang akarnya agak panjang ,
    setelah beberapa saat benih akan terkumpul pada akar
    enceng gondok tersebut. Baru kita pindah ke tempat lain
    yang sudah kita sediakan.
    Bp. Purwanto (Semarang) .
    3. Dengan alat khusus yang dimasukkan di dalam lumpur
    sehingga anakannya dapat masuk , namun setelah
    berjalan waktu alat tyersebut diangkat dan anakannya
    sudah tidak dapat keluar lagi.
    Bp. Hexa ( Sidoharjo).

    Mereka mengadakan Perkawinan pada situasi yang bagaimana ?? saya belum tahu. ataukah musim penghujan atau kemarau, namun dari data kami peroleh, kebanyakan bibit belut yang kita tanam /tangkap dari sawah , ternyata kebanyakan bertelur pada saat musim kemarau menjelang sebulan dua bulan awal musim penghujan.
    Dan baiknya belut yang kita pelihara , dikasih makan anak katak hijau. Karena menurut teman yang memijahkan ” Lele” kalau dikasih makan anak katak , lelenya cepat bertelur, ujarnya. Mungkin ada Hormon khusus……..

    …..Semoga Bermanfaat. bagi kita semua …..Aminnn………

    Ma’af yang lainnya , lain waktu…..

  47. okwin says:

    thanks Pak Budy
    Semoga menjadi ilmu yg sgt bermanfaat Pak……..amiennn

  48. Arif T says:

    Salam kenal untuk semuanya terutama untuk Admin web site ini..

    Dalam forum ini,saya sebagai pemula yang ingin ikut beternak belut dan ingin bertanya mengenai beberapa hal mengenai media pemeliharaan Belut :
    1. Apakah penggunaan jerami adalah mutlak harus ada mengingat tempat tinggal saya di kota jakarta yang tentunya sulit mendapatkan jerami. kalo tidak bisa dihilangkan, kira2 apakah ada media lain yang memiliki kegunaan/manfaat yang secara substantif memiliki kesamaan dengan jerami.
    2. Lumpur, hal ini tentunya juga sulit untuk diperoleh d jakarta(atau saya saja yang ga gaul yah ? he.. ). kira2 kalo menggunakan tanah merah yang ada di halaman bisa tidak? kalo bisa, kira2 bagaimana prosesnya agar tanah tersebut bisa menyerupai lumpur yang layak bagi belut.
    3. Mengenai media bokashi.., saya pernah lihat ada pedagang tanaman hias yang menyediakan media bokashi instant dimana (menurut tulisan di karungnya) komposisinya terdiri atas kotoran hewan, serasah daun, serbuk gergaji, mikroorganisme, dll (tanpa insektisida). Kira2 apakah media ini bisa langsung digunakan yang artinya tidak perlu melakukan dekomposisi bahan2 lain ?
    4. kalo media bokashi tersebut bisa digunakan, kira2 apakah bisa dicampur dengan lumpur tanah merah ? kemudian bagaimana cara mencampurnya ?

    saya sangat berterima kasih atas jawaban dari para beluters

    Arif T

  49. Ruli says:

    Pakar Belut,

    Tgl 23 januari 2010 saya masukan belut sebanyak 3 Kg ke kolam 1M x 1M dengan media air di kolam permanen, sampai hr ini kematian sudah mencapai 100 ekor. Tolong di bantu saran bagaimana cara yg benar pembibitan dalam kolam air tawar.

    Rgds,
    Ruli

  50. Kepada Beluter Yth ……

    Kita tidak boleh “GEGABAH” memakai media baru (selain Gedebog Pisang dan Jerami Padi) untuk Media belut kita, Seperti ” Bag Log” sisa jamur atau “Cascing” atau Lumpur Hitam dari rawa-rawa yang banyak Enceng Gondoknya , seperti di Rowo Pening (Jateng) untuk media Pemeliharaan Belut……
    ************************************************************
    kITA HARUS MEMERIKSAKAN “SUBSTRAT” YANG AKAN KITA PAKAI .KE DINAS PERIKANAN (Balai Karantina dan Kesehatan Ikan) ATAU LABORAT UNTUK PENGUJIAN AIR MINUM.
    ************************************************************
    Yang paling penting kita checkan antara lain adalah :
    1. Amoniak (NH3)
    2. Nitrit (NO2)
    3. Nitrat (NO3)
    Karena ketiga unsur kimia tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ikan atau belut yang kita pelihara.
    Kami sudah mengechekkan di Dinas Karantina dan Kesehatan Ikan di Jl. Mpu Tantular No. 2 Semarang.untuk “Cascing” . Ternyata substrat tersebut mengandung ketiga unsur di atas yang sangat tinggi diambang batas optimal untuk kehidupan Ikan..
    Hasilnya :

    SAMPEL CASCING
    —————————————————————————-
    PARAMETER OPTIMAL PERIKANAN ” HASIL”
    —————————————————————————–
    1. Amoniak (NH3) 0 – 0.50 ppm 0.73 ppm
    2. Nitrit (NO2) 0 – 0.350 ppm 0.956 ppm
    3.Nitrat (NO3) 0 – 30 ppm 154.9 ppm
    —————————————————————————–
    Kesimpulan :
    ** Kami mohon Beluters harus berhati – hati dan
    mempertimbangkan terlebih dahulu apabila memakai
    Cascing untuk media Belut .
    * Kami belum memeriksakan : – Sisa Bag Log Jamur
    – Substrat Rowo Pening
    Silahkan Beluters lainnya Yang memeriksakan, karenacukup murah, 1 analisa unsur kimia cuma Rp 20.000 sampai Rp 25.000.

    ……Semoga Bermanfa’at……Aminnn…………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>