it’s not a natural life history, but it’s should be adapted. like its name: ‘swamp’ eel (Monopterus albus) that mean eel lives in muddy ponds, swamps and rice fields; burrows in moist earth in dry season surviving for long periods without water (#fishbase, 2686). but there’s a question: is the eel always live in mud or is possible the eel adapted to clear water for aquaculture production?
in my mind, it’s should be differ reproduction behavior from growing up control on swamp eel. the eel may cultivated for growing up stage in clear water but have to use mud for reproduction. it’s challenge to proven my hypothesis.
if you have suggests or experience about this area, please give me comments!
english
indonesian
rekan2 sekalian yang sudah beternak belut,,untuk tempat beternaknya menggunakan lahan sewa atau lahan sendiri…ada yang tahu lahan yang murah dimana,,,saya mencari lahan untuk ternak belut,,,mgkn yang tinggal di daerah ada yang tahu,,,
trimakasih
saya sangat tertarik utk budidaya belut tanpa lumpur atau budidaya belut air bersih , tapi caranya bagaimana…..???
salam kenal, saya sangat tertarik dengan penjelasan dan uji coba yang dilakukan Juragan pak Budy Kuncoro, SPi. dari beberapa masukan dan penjelasan, satu yang kemudian terbesit dalam pikiran saya, kira-kira bisa tidak belut tidak dikasih makanan alami, maksudnya dikasih pakan pelet seperti ikan lele, thanks
saya berminat sekali untuk ikut usaha budidaya Belut
saya punya lahan 300 m di citayem bogor pak,dimana saya bisa mendapatkan bibit nya yg terdekat daerah saya pak,saya tinggal di Jonggol bogor pak ,trimakasih ya pak.
Salam hormat pak budi dan pak ifan gunawan beluter…
sy pernah coba tanam belut media lumpur, debok pisang, jerami dan urea + npk seharus nya fermentasi nya sy baca dibuku 3 – 4 minggu, benih belut sy masukkan 10 kg area/media 2×5 m, hasilnya belutnya pd mati dan pd keluar media dengan merambat dinding media dari tembok semen yg tingginya dari air hanya 20 cm.
Apakah karena itu disebabkan dari :
1. Media yg saya buat fermentasi terlalu lama yaitu 6 bln dan di dlam media sy tusuk lumpurnya keluar busa gelembung angin dari bawah lumpur yg saya tusuk.
2. Hanya saya kasih makan dengan pur / pelet saja
3. Hasilya belutnya habis.
Menurut Bapak gimana analisa nya.. tks Wassalam Nuwun
Kapada Mas Yogi, silahkan anda datang ke Pleburan Brat n0. 24 Semarang, nanti anda saya kasih contoh Time Scedule Budidaya belut sampai panen sistem Bokashi/Fermentasi di luar, karena ternyata metode terakhir ini yang kematiannya lebih sedikit ketimbang fermentasi di dalam media…tq
Mas Letooo….
Saya sedang Uji coba lagi …untuk pelihara belut di air bersih..
di Daerah Ungaran dan Jangli Jawa Tengah…rencana nanti tambah lagi yang di Pati.. Saya cobakan untuk 3 daerah yang suhunya berbeda-beda…. Untuk kali ini saya tidak menaikkan suhu seperti pada penelitian dulu saya…akan tetapi menurunkan suhunya…. Ingat kepada para Beluters !!! bahwa belut lebih menyukai air yang bersuhu rendah/sejuk ketimbang suhu panas/hangat.
Kepada bapak Nurhadiyanto…
Yang bapak harus Chek adalah :
1. Lumpurnya memadat atau tidak ?
2. Masukkan tangan anda sampai dasar lumpur, ambil sebagian lumpurnya, masih bau seperti combaran apa tidak ?
3. Kemudian dichek lagi, ada cacing Lornya atau tidak ??
4. Dulu pada saat beli benih , lemas-lemas semua atau tidak ??
5. Pada saat beli benih warnanya campur atau tidak ? karena ada yg bisa besar dan ada yang tidak bisa besar.
6. Media gedebog dan jerami sudah hancur apa tidak ? kalau belum hancur berarti bisa jadi proses fernmentasi masih berlangsung.
Kepada pak Masrukin..
Belut di beberapa petani belut , pernah dicoba pakan pelet…ada yang mau dan ada yang tidak…
mungkun yg mau pas lapar. Sebenarnya bisa kita latih dengan mem-puasakan dulu mereka beberapa hari…Namun ingat..ada petani yang memberi pakan pelet malah belutnya pada mati, karena perutnya pecah dan terlihat gosong-gosong. Mungkin karena efek pelet bisa mekar didalam perut belut,,,sedangkan usus belut itu sendiri memanjang (Carnifore) dan bukan berkelak-kelok seperti ikan lele.
Kepada Para Beluters….
Jangan pernah menanyakan kapan masa berakhirnya Fermentasi….karena kita harus tahu bahwa lumpur yang kita pakai untuk media, adalah berbeda-beda dari satu daerah dengan daerah lainnya. kita tidak tahu berapa jumlah bakteri Lactobacilus sp dan bakteri Metanogen sp yg merombak bahan organik menjadi nutrien dalam lumpur. Yang penting kita harus mengecheknya dengan cara mengembil lumpur dan media yang terdapat dalam kolam dan kita bau, sudah hancur seluruhnya apa belum ? sudah tidak bau apa tidak ? kalau sudah hancur lebur/memes dan kita bau sudah tidak berbau berarti sudah selesai fermentasinya, tinggal kita mengganti air media sampai bening, untuk mengeluarkan residu dari proses fermentasi yang membikin air media keruh, kecoklatan, bahkan berwarna hitam (H2S).
Kepada pak Je….
Jelas itu yang bermasalah di Fermentasi ..
Dan Fermentasi terlalu lama . Cacingnya pada kurus-kurus ya, karena sudah habis nutriennya. Dan kalau di genangi terus itu yang timbul adalah bakteri Metanogen sp…yang menghasilkan gas Methane…Kondisi tersebut karena bakteri Metanogen sp bersifat anaerob.
Kepada Pak Budi Kuncoro dan rekan2…
Saya mau tanya nih…bagaimana ya saya mendapatkan bibit belut di daerah Gombong, Kebumen, Purwokerto, Kutoarjo ? Kebetulan bapak saya tinggal di Gombong, dan dia ingin mencoba ternak belut ini. Ada yg bisa bantu saya? Bila rekan2 mengetahui dimana saya bisa mendapatkan belut di daerah saya, mohon kirimkan ke email saya :
Terima kasih banyak.
salam ..saya ada ternak belut..tapi masaalahnya belut saya ramai banget yg mati. ada bintik2 di badannya. kemudian ada yg perutnya bengkak. jd skg sudah satu bulan .tapi ngak nampak perkembangan tumbesarannya.ggi mana ya mau kasi ubat belut yg sakit tu.?dan gi mana mau kasi belut selera makan supaya cepat besar.. tlg saya siapa yang ada infonya..
salam…
saya tertarik untuk budidaya belut, rencana saya akan buat dengan kolam semen. Pak Budi / temen2 lain, mohon kiranya bisa di-share info budidaya belut yang sudah ada didaerah jatim.
terima kasih,
Assalamualaikum…………..
Saya mohon info untuk komunitas belut di daerah Indramayu, karena saya sekarang lagi mencoba budidaya di kolam semen atau tembok dengan penebaran bibit 100 kg, sampai sekarang sudah satu bulan .
Saya mohon info secepatnya. Terima Kasih.
email saya di
Wassalamualaikum…….
apakah budidaya belut cocok juga dilakukan didaerah pinggir pantai?
saya mau tanya pada pak Budi sekarang harga belut siap jual yang update berapa ya? terima kasih.
Ass Wr wb… Terima kasih Pak Bos Budi atas analisanya, aq mo coba lagi deh… Oh ya pakan cacing, keong, yuyu sawah, atau ikan cethol itu diberikan makan ke belut dengan cara hidup utuh apa bagaimana, proses pengolahan pakan untuk belutnya… tanya lagi deh…. Tks nuwun Pak Bos Budi…..
mohon informasinya untuk daerah pemalang / pekalongan yang jual bibit belut alamatnya? saya minat untuk budidaya belut cuma masih sangat minim teori,untuk wilayah pemalang siapa yang menjadi ketuanya?
Assalamu’alaikum wr wb
Pak Budy and belutters mania
mohon bimbingannya dong, sabtu 20 juni kmarin saya baru aja blajar bikin media utk belut dengan komposisi humus+debong pisang+tanah+kotoran kambing yg sudah matang+air utk kolem terpal ukuran 2×1.5 meter dgn kedalaman 50cm, nah yg saya mau tanya kan adalah:
1. kira” media yg saya buat tadi bagaimana menurut bapak
and belutters mania ?
2. utk ukuran 2×1.5 meter kedalaman 50cm kira” bisa
ditanam bibit belut brapa kilogram ???
3. kira ada yg tau ngak yg jual bibit di wilayah jakarta kontak
person and nomer tlp yg bisa saya hubungin
thank’s banget ya sebelumnya
bagi yg punya info bibit belut wilayah jakarta bisa kontak saya di
wassalamu’alaikum
yg baru aja blajar budidaya belut
kami d malang ad bibit belut klo anda anda butuh silakan
esen lwat email ato ym aq
Kepada Mas Rahkmadi ,
Untuk komunitas belut di daerah Pemalang ,
Kepada Pakje :
Untuk Cethol dalam keadaan hidup.
Untuk Yuyu , diambil cangjangnya, kakinya, lalu di geprak
Untuk keong, di geprak, dibuang isi perutnya, lalu dicacah
Untuk anak katak , dicacah diberikan termasuk isi
perutnya, atau utuh tidak apa2 , disesuaikan deng lebar
mulutnya.
Kepada Suprapto :
Untuk belut ukuran 1 kg isi 15 ekor, harga di pengepul
berkisar antara Rp 19.000 sampai Rp 20.000
Untuk 1 kg isi dibawah 10 mekor, harga berkisar antara
Rp 22.000 sampai Rp 24.000.
Untuk belut berukuran 1 kg isi 30 sampai 40 ekor, harga
berkisar antara Rp 14.000 sampai Rp 16.000
Kepda pak Agus :
Saya belum tahu komunitas belut di daerahnya Jenengan
Kepada Mas Gatot.
Didaerah Indramayu ada mas, namanya pak Stanley, tapi saya lupa no hp nya. kalau tidak ada hubungi pak Ifan Gunawan, didaerah Manis Huri kab. Kuningan. Dari Cirebon sekitar 3/4 jam
Kepada mas Okwin :
Jangan pakai pupuk Kandang !!!
Kepada K-rir :
Kemungkinan itu aeromonas sp.
Bongkar kolam, keringkan di bawah sinar matahari. belut
yang masih hidup kumpulkan di air yang bersih.
Pengobatan tyercepat adalah memakai Formalin beberapa
ppm saja per liter air, namun karena sekarang pengobatan
tersebut dilarang, saya terpaksa tidak memeberitahujkan
ke anda, ma’af
Kepada Bp. Paijosmile.
Saya sangat berterima kasih anda bisa membantu petani dan minta tolong, petani nantinya tolong pilihkan bibit yang benar-benar bagus ( kuning-kuning dan tidak lemas), agar mereka bisa panen semua. Yang warna kehitaman dan lemas sebaiknya dibikin untuk bahan baku kripik, tq
wah belut memang susah…..harus tau banyak ilmu untuk memeliharanya
1. ilmu hidrologi.
2. ilmu tentang bakteri
3. ilmu tentang tanah dan batuan
4. ilmu tentang suhu dan perbintangan (belut ga akan keluar pada terang bulan)
5. pokoknya banyak ilmu
dari pengamatan saya, numpang tanya dan mungkin bisa di teliti kenapa belut keluar pada malam hari?
a. takut sinar matahari
b. takut panas
kenapa belut sering menogolkan kepalanya diatas permukaan air?
a. ambil napas
b.air tidak ada o2
kenapa belut kadang membuka mulut saat kepala nongol diatas permukaan air?
a. apakah sama dengan buaya buka mulut saat panas?
mohon siapa yang tau dan ada jawaban karena ini penting sebelum ada penelitian lebih lanjut tentang hidup belut dan perkembangannya……..
Yth, Mas Budy Kuncoro
Kebetulan saya ingin mencoba budidaya belut non media, saya mengharap ada sharing buat kemajuan bersama.
Pertanyaan ?
1. bagaimana proses pengadaptasian bibit belut yang dari media Lumpur Ke non media ? apakah perlu aerator ?
2. Apakah bisa pakai media paralon atau bambu untuk media sembunyi belut dan media pasir dibawahnya sebagai proses awal untuk adaptasi sementara dari bibit belut yang dari media lumpur ?
3. Berapa hari dipuasakan selama proses pengadaptasian ? selanjutnya pakan apa yg diberikan selama proses pengadaptasian tsb ?
4. Mohon ditampilkan foto-foto hasil bududaya non media tersebut . ( mohon dengan hormat )
Terimakasih.
M.SUPANDI
KARANGAMPEL
INDRAMAYU
YTH. MAS BUDI SAYA BELUM COBA TERNAK BELUT BARU SEKEDAR MENGAMATI DARI KAWAN2 YANG TERNAK……..TAPI RATA2 PADA MENYERAH KARENA GA PADA ULETDAN TERBATAS MODAL…..ADAKAH PETERNAK BELUT DI SEMARANG YANG SUDAH BERHASIL….MUNGKIN ADA ALAMAT YANG BISA DI KUNJUNGI….OBJEK PENELITIAN MASBUDI …DI PETERNAKAN APA DI ALAM LANGSUNG TEMPAT HIDUP BELUT
yth. para peneliti dan pengembang belut…..
mungkin ini dapat di jadikan bahan kajian sebelum meneliti lebih lanjut tentangbudi daya belut di air bersih
1. pola hidup belut di alam
2. ketahanan hidup belut dalam kondisi minim pakan dan ogsigen( bisa diamati cara bertahan hidup belut terhadap penyesuaian perubahan lingkungan)
3. efek cahaya terhadap belut
4. suhu maksimal dan minimal untuk belut bertahan hidup
5. posisi belut dalam ekosistem asli belut (sawah, rawa)
6. cara bertahan hidup belut terhadap predator tingkat tinggi (ular, katak, manusia, musang dll)
apa bibit dari daerah sidoarjo itu bibt budidaya/tangkapan sawah,karena saya mau datangkan bibit dari sana @rp 525
apa ada bbit dari solo yang baik .dari solo
saya mau budidaya belut cari tahu metode budidaya belut yang ketua kendal blog/website apa mohon dibalas pak budi kuncoro.
Kepada Mas Dana
Ketua belut Kendal belum bikin Blog, silahkan hubungi
Beliau Bp. Nuh
Kepada Mas Dedi
Saya tidak bisa mengetahui itu tangkapan alam maupun bibit budidaya, tanpa melihat sendiri, tangkapan alam bisa dengan setrum , pakai bubu, pakai jepit dll.
Sedangkan bibit budidaya adalah kita memelihara belut, nanti setelah 2,5 ~ 3 bulan keluar anakanaya, kita tangkap anakannya deng cara mengocorkan air agak keras, nanti anakannya akan dibawah air tersebut karena mereka suka air sejuk dan kaya oksigen lalu kita tangkap dengan seser kecil dan kita pindahkan ke media lain.
Di Solo saya belum tahu penjual benih yang benar – benar bagus.
Kepada Pak Anton Parjono…
Kelihatannya pak Anton seorang peneliti, mari bergabung pak, kita bahas bersama – sama, namun yang bapak sampaikan kelihatannya harus ada penelitian lebih lanjut. Kita perlu mahasiswa Perikanan yang nantinya bab-bab yang bapak sampaikan bisa dipakai untuk judul sekripsi.
Namun ada beberapa bab yang bisa saya sampaikan :
1. Belut bersifat fototaksis negatif ( tidak akan keluar pada siang hari).
2. Belut cenderung menyukai air yang sejuk kearah dingin
3. Belut menongolkan kepala bisa jadi :
a. Berupaya mencari makan
b. Bernafas, karena media masih berlangsung
fermentasi yang terdapat gas methana yang bisa
mengurangi / meracuni o2 .
c. Membuka mulut kemungkinan ada peradangan di
insangnya, munkin juga bernafas
Kepada Mas Supandi
Kami belum bisa membuat rincian penelitian kepada anda sebelum saya benar-benar berhasil, nanti petani kasihan pada meniru yang belum sempurna hasilnya, tapi kalau anda bersikeras untuk mencoba budidaya di air bersih, nanti bisa saya pandu.
mohon informasi bibit belut di daerah mjokerto,malang,surabaya
mohon informasi bibit belut di daerah m jokerto,malang,surabaya.
yth. pak budy saya senang dan ada keinginan meneliti belut, untuk memajukan perbelutan semarang langkah nyata apa yang mungkin bisa saya lakukan….? adakah kelompok petani belut semarang? di semarang daerah mana yang bisa di kembangkan untuk usaha belut…adakah tempat yang bisa dikunjungi?
Saya, di daerah Palembang lagi cari informasi bibit belut, mohon informasinya.
Saya jualan keripik belut disemarang…Tp saya masih sulit memasarkann
tanya alamat ketua belut sragen bpk ari sukono
Kepada Pak Anton :
Untuk Semarang baiknya pemeliharaan di air bersih, jadi tidak usah pakai lumpur,jerami dan gedebog. Kalau mau coba silahkan datng ke Jl. Pleburan Barat no. 24, Kita bisa ngobrol – ngobrol masalah perkembangan belut. Untuk menghidupkan belut di air bersih selama hampir 2 bulan , kita sudah berhasil dan bisa menekan kematian. Mulai bulan depan kita penelitian bagaimana supaya bisa gemuk – gemuk . Teman di Ungaran berusaha menciptakan pakan belut yang berbentuk pelet, dari itu kita bisa mencampurnya dengan Microorganisme atau Bakteri khusus yang mengefisienkan pakan, karena cepat dapat dirombak menjadi protein oleh bakteri tersebut. Kita masih berupaya membuat atractant bagi si belut agar mau makan pelet .tq
Kepada pak Reza :
Kapan kapan mampir pak ke Pleburan , saat ini kami baru memasarkan belut segar dan belut bakar, karena permintaan banyak sekali. Dan kita juga baru memasarkan kripik belut, karena bibit yg tidak terjual kami buat keripik, monggo , asalkan kita bisa menjualkan dan sama – samu untung pak , trm ksh.
Kepada mas Dedi
Kalau alamatnya saya agak lupa, beliau kerja di DPU sragen yang dekat alon -alon kota sragen.
terima kasih pak budi, ini ada kawan2 juga yang nanya ke saya tentang belut mungkin nanti bisa saya arahkan ke pak budi langsung yang lebih dulu dan tau tentang belut..
Salam pak Saya tertarik untuk mencoba budidaya belut. Mohon infonya pak untuk cari bibit, cara buat kolam dan persyaratannya, teknik pendewasaan, marketnya dan analisis usahanya. apa bisa bermitra Cianjur pa. Terima kasih atas perhatiannya.
Pak, Saya baru pengen mulai, tapi kesulitan untuk cari bibit yang bagus.Saya di Bandung, barangkali ada info ?
Suwun
saya merasa tertarik membuka usaha dibidang peternakan belut. jika dikembangkan di kota garut, bibit belut dpt diproleh dimana dan harganya brp?lalu cara pemasarannya kemana?
Untuk Pak Sunarma dan Pak Budi, saya mahasiswa UI. Saat ini sedang mengikuti program inkubator bisnis dari UI.
Sehubungan dengan hal tersebut, saya membutuhkan tempat magang budidaya belut di daerah jabodetabek (atau di daerah jabar-banten jg tidak mengapa). Bila memiliki info dan berkenan mohon kirimkan informasinya ke:
Terimakasih.
salam kenal Bp Budy Kuncoro, nama saya teguh alamt di solo. mohon bimbingannya tentang beternak belut. terima kasih
Salam kenal.
Saya mau jual belut konsumsi berat 350gr – 700gr, stok perminggu 3ton.
harga 35rb, langsung ambil ditambak, makanan belut saya cuman cacing dan kodok, nggak ada yg lain.
Bagi yg berminat, silahkan hubungi saya.
Salam
Sapto
Ass Wr Wb .. Pak Budi Aq mau tanya larutan Decomposer dan Mocrostarter itu apa berbentuk apa, produk merk nya namanya apa dan belinya dimana. Pak BUDI PUNYA GAK Kalau Pak BUDI punya bisa beli dong. Trus utk dosis dan aturan pakainya gimana Pak. Trims.
Kepada Mas Teguh
Silahkan pas jalan-jalan ke Semarang, mampir ke Jl.Pleburan Barat no. 24 dekat UNDIP Simpang Lima.
Kepada Pak Je.
Larutan Decomposer biasanya berbentuk cairan. Cairan tersebut untuk sementara ini berisi bakteri Lactobacillus sp yang telah ditidurkan dan dikemas dalam botol. Biasanya banyak dijual di toko toko obat obatan pertanian , mereknyapun bermacam – macam seperti EM4, Biosugih, Biosimba dll. Yang penting dibaca berisi Lactobacillus sp.
Kepada Mas Sapto
Harga segitu kemahalan Mas(untuk Jawa Tengah), saya jual 1 kg isi dibawah 10 ekor (rata- rata 7 ~ 8 ekor ) ditempat harganya antara Rp 28.000 sampai Rp 29.000. Kami bisa memasarkan sementara ini 1 minggu 1 ton, cuma kalau harga dari sampeyan segitu, kami tidak dapat untung, kami biasa menjualkan dari tangkapan dan dari petani. Kalau berminat silahkan hubungi saya di
Terima kasih.
Kepada Pak : agungfirmansyah, herry
kuswanto,Muawwidz,Acep suryana
Untuk masalah benih dan Magang (Jawa Barat)
Coba Hubungi Ibu : Lenny Huang :
atau Bp. Ifan Gunawan : Hp :
Kepada mas Sapto, mohon ma`af – RALAT-, sementara ini saya baru bisa memasarkan ke pasar lokal dan Supermarket : seminggu 1/2 ton( 5 kwintal). Trm kash
Ass Wr Wb. Pak Budi.. Yang satu nya belum yaitu Microstarter itu bentuk apa merk nya apa.. Teng You..