penyuntikan hormon pada pemijahan ikanhormonal injection of fish reproduction

Penyuntikan hormon dilakukan untuk merangsang terjadinya peningkatan proses fisiologis reproduksi akibat adanya peningkatan jumlah hormon dalam tubuh.  Secara prinsip, penambahan hormon dapat dilakukan baik melalui penyuntikan maupun melalui oral. Metode penyuntikan lebih umum digunakan, baik penyuntikan melalui bagian punggung (intra-muscular) ataupun melalui bagian perut (intra-peritoneal).

Meskipun keberhasilan pemijahan ditentukan oleh keberhasilan proses pematangan akhir gonad yang sejalan dengan penambahan hormonal, namun teknik penyuntikan sendiri bukanlah merupakan suatu penentu keberhasilan tersebut.  Pada dasarnya, semakin dekat posisi penyuntikan hormon dengan organ target (gonad) peluang keberhasilan semakin besar sehingga penyuntikan secara intra-peritoneal akan lebih baik dibandingkan dengan secara intra-muscular. Namun, mengingat banyaknya organ dalam yang mungkin terganggu saat penyuntikan dilakukan, penyuntikan secara intra-muscular lebih banyak digunakan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ada saat melakukan penyuntikan, diantaranya: gunakan jarum suntik yang tajam (bila memungkinkan gunakan single use syringe), lakukan penyuntikan pada daerah yang memiliki daging tebal untuk menghindari penyuntikan terkena tulang, posisikan skala pada jarum suntik menghadap mata untk menghindari kesalahan pembacaan jumlah hormon yang dimasukkan, masukkan hormon dengan menekan spuit secara perlahan hindari adanya stress berlebihan pada ikan dan cabut jarum suntik secara perlahan guna menghindari adanya pembalikan hormon keluar tubuh.

Dua-tiga kali melihat proses penyuntikan, semestinya sudah cukup untuk bekal keberanian melakukan penyuntikan ikan sendiri. Keahlian dalam penyuntikan ikan dapat diperoleh setelah melakukan beberapa kali penyuntikan.

The hormone is injected into the fish with a sterile syringe and hypodermic needle. Large food fish or sport fish should be injected with no more than a total of 2 cc of solution. No more than 1 cc should be administered at any one injection site. A 19-23 gauge needle may be used for these larger species. Small ornamental fish species should be injected with no more than 0.2 cc of material using a 26-30 gauge needle. Hormones are either injected into the muscle (intramuscular) or the body cavity (intraperitoneal).

Intra-muscular injections are usually preferred because they result in a more constant delivery of hormone and there is less chance of injuring the fish. The preferred site for an intra-muscular injection is into the thick muscle of the back. For scaled fish, the needle is inserted directly behind or along side the dorsal or back fin, where there are no scales. For intraperitoneal injections, the needle is inserted at the base of a pelvic fin, where there are no scales, and the mixture is injected into the body cavity.

ref:
Hormone Preparation, Dosage Calculation, and Injection Techniques for Induced Spawning of Fish

Penyuntikan secara intra-muscular

Penyuntikan secara intra-peritoneal

7 comments

  1. perwira says:

    sebetulnya masih ada satu jenis penyuntukan lagi loh namanya intra crainal yaitu penyuntikan di daerah kepala ikan tetapi karena resikonya besar dan hasilnya ngga beda beda amat maka cara penyuntikan ini kurang popular…

  2. juragan says:

    memang ada beberapa teknik penyuntikan lain, contohnya: “intracranial” (lihat http://www.blackwell-synergy.com/doi/abs/10.1111/j.1749-7345.1990.tb00948.x?journalCode=jwas) dan “on-pituitary” injection (lihat http://www.blackwell-synergy.com/doi/abs/10.1111/j.1365-2109.1994.tb00706.x). Secara teknis, metode tersebut dapat digunakan dan mungkin lebih efektif, namun secara praktis, sulit dilakukan dan resiko kesalahan prosedur sangat besar.
    karena itu, hanya metode intra-peritoneal yang banyak digunakan pada penyuntikan ikan.

  3. ridwan says:

    minta petunjuk cara perkembangbiakan lele.haturnuhun

    silahkan lihat http://sunarma.net/2008/09/26/pembenihan-lele-sangkuriang-iii/

  4. tezha says:

    ada berapa teknik penyuntikan ikan dalam rangkah mempercepat terjadinya perkembangbiakan pada ikan dan apakah semua jenis ikan bisa disuntik seperti cara diatas.

  5. dona putra says:

    mengapa pd induk betina dilakukan penyuntikan lebih dari satu kali ?
    mengapa antara penyuntikan pertama dan kedua diberi selang waktu 6 – 7 jam ?
    pada saat penyuntikan, bagian yang disunti adalah punggung, yang saya tanyakan organ tubuh apa yang ada di balik punggung ikan sehingga harus disuntik di daerah punggung ?

    tolong dijawab klo anda tahu jawabannya, coz saya perlu jawabannya untuk penyususnan laporan saya. Thanks

    penyuntikan induk ikan dapat satu atau dua kali. selang penyuntikan bergantung pada efek penyuntikan pertama pada perkembangan gonad. selang waktu 6 – 12 jam didapatkan dari berbagai kajian dan pengalaman pada berbagai ikan.
    penyuntikan pada dasarnya adalah memasukkan bahan suntik (misalnya hormon) ke dalam tubuh agar sampai ke organ target yang dibawa oleh aliran darah. pada punggung, penyuntikan lebh aman karena tidak akan kena organ vital (dibandingkan kalo penyuntikan melalui perut), hormon akan terbawa aliran darah menuju otak yang selanjutnya akan melalui proses metabolisme untuk memacu perkembangan gonad

  6. dona putra says:

    kirim ke e-mail saya ja

  7. jalius says:

    tolong dikasih tahu dong Apa nama obat suntik untuk ikan lele ?? tolongin ya

Leave a Reply