« I like it | Main | mitos & kenyataan akuakultur: perhatian bagi pemula »
Pembenihan Gurame dengan Sistem Resirkulasi
By juragan | 23 Maret 2008
Penggunaan sistem resirkulasi pada pembenihan gurame harus dirancang dengan menggunakan teknologi yang tepat guna baik wadah yang digunakan maupun teknik budidayanya, mudah penanganannya dan biaya ekonomi yang rendah. Peningkatan nilai ekonomis dapat dilakukan melalui peningkatan padat penebaran benih yang dipelihara.
Peningkatan padat penebaran dari 15 ekor/liter menjadi 20 ekor/liter atau 25 ekor/liter berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot dan panjang, sedangkan peningkatan padat penebaran dari 15 ekor/liter menjadi 20 ekor/liter tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat sintasan, namun berbeda nyata bila ditingkatkan menjadi 25 ekor/liter. Sehingga, peningkatan padat penebaran hingga 20 ekor/liter masih dapat dilakukan pada pemeliharaan benih gurame dalam sistem resirkulasi dari umur 10 hari hingga 40 hari atau pendederan pertama.
Peralatan yang digunakan pada sistem ini relatif mudah ditemukan dan sudah biasa digunakan, kecuali pompa air dan aerator, di tingkat pembenih gurame, diantaranya: baskom. Desain sistem dibuat sedemikian rupa hanya untuk melanjutkan proses penetasan telur yang biasa menggunakan sistem tergenang (dalam baskom) hingga proses pendederan selama 40 hari.
Sistem resirkulasi dijalankan menggunakan pompa dengan debit 10 – 15 liter/menit pada unit filtrasi. Unit filtrasi dirancang sebagai filtrasi biologis (biofiltration) dengan sistem tenggelam (submerged filter) untuk memanfaatkan kerja bakteri melalui proses amonifikasi dan nitrifikasi. Air media pemeliharaan dialirkan secara gravitasi dari setiap wadah pemeliharaan melalui pipa ke bak filter. Bak filter disusun menjadi beberapa bagian, yaitu: bagian penyaringan fisika, bagian penyaringan biologi dan bagian penampungan. Pada bagian atas filter fisika menggunakan spon untuk menyaring kotoran yang berukuran besar, seperti kotoran ikan. Pada bagian bawah menggunakan cangkang kerang air tawar, sebagai alternatif dapat juga digunakan arang atau kerikil ukuran besar. Filter biologi bagian pertama memanfaatkan cangkang kerang sedangkan pada bagian kedua menggunakan kerikil lebih kecil atau ijuk untuk memperluas permukaan yang memungkinakan tempat penempelan bakteri nitrifikasi. Pada bagian penampungan ditambahkan aerasi (alat: aerator akuarium 1 titik) guna menambah suplai oksigen. Setelah penyaringan, air media dialirkan kembali menggunakan pompa ke wadah pemeliharaan ikan. Penambahan air baru hanya dilakukan untuk mengganti air yang menguap.
Sistem ini memungkinkan untuk dilakukan dalam skala rumah tangga, sebagai usaha sampingan bagi ibu rumah tangga. Karena sistem pembuangan dibuat di bagian bawah dengan aliran air yang memutar, kotoran ikan dapat terbawa dan tersangkur pada filter fisika. Secara periodik, peran ibu rumah tangga adalah membersihkan spon yang ditempeli kotoran.
Sistem ini sudah diuji coba namun belum diterapkan di masyarakat. Analisis usaha pembenihan gurame dengan menggunakan sistem resirkulasi pada skala rumah tangga dapat dilihat disini
Topics: anekacara perikanan, gurame |
Email This Post
Print This Post
english
indonesian






15 April 2008 at 7:34 PM
tolong dijelaskan dengan gambar dan keterangan
oke
15 April 2008 at 7:36 PM
tolong dijelaskan dengan gambar serta keterangannya
oke
20 Mei 2008 at 12:24 PM
bapoak biar lebih efektif bisa menggunakan zeolit sebagai filter karena zeolit akan mengikat NH4+ sehingga tidak membentuk NH3(amoniak) yang merupakan toksik buat ikan
7 September 2008 at 1:12 AM
ikan gurame di dalam ras system ,dari benih misal 12 inc untuk pembesaran 500 -600 gr di butuh berapa lama ? artikel masalah kolam 2 meter itu apa dalam keadan aquaculture ras system atau biasa ? .
traning di thailand apa bapak masih ada alamat ? saya ingin cari udang dan ikan betutu di sana
terima kasih
8 September 2008 at 9:08 PM
untuk pembesaran gurame pada RAS saya belum punya pengalaman, kolam 2 meter yang saya gunakan menggunakan sistem stagnan dengan debit air sekitar 1 L/detik untuk membantu menjaga kualitas air kolam dan mengganti air yang hilang akibat penguapan. Tapi bila penanganan ikan dilakukan dengan baik (untuk adaptasi awal), saya kira pembesaran gurame pada RAS mungkin akan lebih mudah dibanding ikan konsumsi lainnya karena kotoran buangnya relatif lebih sedikit. Hanya mungkin perlu bak pengendapan yang lebih bagus bila ikan diberi pakan yang bersumber daun-daunan.