« kriopreservasi: alat ke arah akuakultur berkelanjutan | Main | lagi ganti baju »
ke arah budidaya sidat di Indonesia
By juragan | 21 Maret 2008
Kekuatan:
1. Sidat air tawar, 7 dari 18 jenis sidat ditemukan dan memiliki “homeland” di perairan Indonesia,
2. Sumber daya perairan dan lahan tersedia luas,
3. Aturan pelarangan ekspor benih sidat, glass eel, ke luar negeri,
4. Beberapa jenis sidat Indonesia memiliki kedekatan morfologi dengan sidat Jepang atau Eropa,
5. Pada beberapa lokasi, keseragaman jenis sidat yang tertangkap sangat tinggi dan memiliki kedekatan morfologi dengan sidat di luar negeri.
Kelemahan:
1. Teknik budidaya sidat yang dapat diaplikasikan belum tersedia: sistem dan wadah pemeliharaan yang optimal, pakan yang efisien dan manajemen lingkungan yang mendukung,
2. Peran serta ’stake holder’ masih relatif lemah dan belum ada kerja sama dengan lembaga terkait,
3. Kemampuan praktisi/pembudidaya untuk budidaya sidat masih rendah.
Peluang:
1. Konsumsi sidat dunia, terutama Jepang dan Eropa, sangat tinggi,
2. Teknik budidaya di luar negeri sudah maju,
3. Suplai glass eel masih bergantung sepenuhnya dari tangkapan dan sudah ada penurunan tangkapan hingga tinggal 10% dibandingkan 20 tahun lalu pada sidat Eropa (Anguilla anguilla), Jepang (A. japonica) dan Amerika (A. rostrata) sedangkan terdapat indikasi yang sama pada sidat Australia (A. reinhardtii).
Ancaman:
1. Adanya permintaan glass eel dari luar negeri, merangsang para pengusaha ‘opportunis’ untuk melakukan ekspor glass eel
2. Kerusakan lingkungan dan/atau pembuatan bendungan menghambat terjadinya migrasi sidat,
3. ‘over-eksploitasi’ benih sidat.
Strategi:
1. Perlu ada kerja sama yang nyata antara lembaga pemerintah dengan stake holder untuk melakukan penelitian dan budidaya sidat,
2. Perlu adanya peningkatan kemampuan para praktisi melalui pelatihan untuk melakukan adopsi teknologi budidaya sidat dan melakukan alih teknologi ke masyarakat,
3. Penegakan aturan pelarangan ekspor glass eel apapun alasannya,
4. Pembinaan penangkap/nelayan untuk pengaturan penangkapan sidat,
5. Penentuan zona konservasi sidat, termasuk pemeliharaan lingkungan dan tanpa bendungan, untuk migrasi sidat.
Topics: onmymind |
Email This Post
Print This Post
english
indonesian






6 Oktober 2008 at 9:20 AM
dimana kita bisa beli sidat/moa atau kerjasama memelihara
6 Oktober 2008 at 8:29 PM
@oetaryo:
untuk membeli sidat (konsumsi), Anda bisa menghubungi BBPBAT Sukabumi 0266 225211 atau Tambak Pandu Karawang 026 7011258. Sejauh stok tersedia, biasanya dapat dilayani. Demikian pula untuk kerja sama pemeliharaan.
Mudah-mudahan ada pengunjung/pembaca lain yang berminat……
@belut ir bersih? (http://sunarma.net/2008/09/19/swamp-eel-in-clear-waterbudidaya-belut-di-air-bersih/langswitch_lang/en/#comment-112):
terima kasih atas dukungan Anda. Setelah ada progress, secepatnya Saya infokan pada blog ini.
14 Oktober 2008 at 2:11 PM
selamat siang
kami mencari bibit UNAGI/ANGUILLA JAPONICA/ANGGILA BICOLOR. kalau di tempat anda mempunyai bibit seperti yang saya tulis diatas, tolong hubungi kami karena sangat mendesak sekali.
0361-761-471
0361-875-2629
atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih
hormat kami
Ms. Nyoman Ike
14 Oktober 2008 at 11:51 PM
benih sidat yang ada di Indonesia, kebanyakan jenis Anguilla bicolor (Pantai Selatan Pulau Jawa - Sumatera) atau Anguilla marmorata (Sulawesi). Benih (glass eel) selama ini masih didapatkan dari tangkapan alam karena belum ada
teknologi yang dapat diterapkan untuk breeding sidat. Benih sidat (bicolor) bisa didapatkan melalui pemesanan ke para penangkap di daerah Pelabuhan Ratu.