« success on SANGKURIANG Catfish Culture | Main | history of SANGKURIANG catfish »
selective breeding: gouramy
By juragan | 11 March 2008
Our Center has been planning to use selective breeding programme to genetic improvement on Indonesian giant goramy. Main objectives is developing efficient technique to cultivate of Indonesian Giant Gorami with emphasing to produce and distribute fish brooder as an effort to enhance gouramy production in fisherfolk level.
The fish is a native species in our western archipelego and traditionally cultivated for a long time, highest price amongs freshwater fish consumption, accepted as a consumption fish in most Indonesian people and great opportunity as commodity’s export to foreign market either as fish consumption or ornamental fish. As far, there hasn’t effort yet to provide brooder using controlled production.
Biologically, first maturity of fish brooder 2,5-3 kg/fish in weight and 3-4 years in age, low fecundity (1.500 -2.000 eggs/kg), spawn naturally either communal (e.g 20 male : 60-80 female in a pond) or pair (e.g 1 male : 3-4 female in a batch), need a time range to build nest (normally 5-14 days and longer in rainy or environmental calmless) before spawning, slow yolksac absorption (8-10 days at 27-28 oC) and organogenesis (36-40 days at 27-28 oC to complete organ formation like adult), 10-12 months in age to reach a marketable/consumption size and often diseases breakdown in climate transition, especially Aeromonas hydrophilla. In addition, there is no establish technology either environmental manipulate or hormonal stimulate to accelerate of fish spawning.
Our plan aims to growth increasing and disease resistance improving. We thought family selection as selective breeding strategy would be choose. But, technical procedur hasn’t yet compiled completelly. I’d like to invite you to collaborate in our research, even as a suggest to make better our programme. Please give me a suggest as “a comment” (in below this page) or “via email”
There’s limited national budget to work this and take a long time.
juragan@9300i
Topics: gouramy, onmymind, research focus |
Email This Post
Print This Post
english
indonesian






18 June 2008 at 6:35 PM
wah pak status saya sekarang cuma mahasiswa,
sementara saya bantu support moral ya pak…!!!
sukses!!!
4 August 2008 at 4:18 PM
Ini yang disebut Pahlawan tanpa tanda jasa. Anyway saya berfikir dari dulu, para peneliti tidak ada yg tergerak ke gurame, kenapa ?
Mang kalo memang bener gurame Soang itu unggul mohon dijelaskan. Karena sekarang ini trade mark gurame soang lagi naik panggung.
hatur nuhun, semoga sukses ya.
Salam,
abahtasik
9 August 2008 at 5:32 PM
Pak Sunarma,
Saya mohon diberikan informasi, kira2 kapan diadakan pelatihan di Sukabumi untuk manajemen Pembibitan Gurame ?
Berapa hari lama pelatihannya dan apa silabusnya ?.
Mohon dibantu juga kira2 teknologi pembibitan yang murah dan tidak banyak menggunakan listrik tetapi bisa berhasil dengan signifikan.
Terimakasih atas bantuan Bapak sebelumnya.
Salam,
Gurame Parung
13 August 2008 at 1:40 AM
sya mahasiswa, saya juga pengusaha gurame
saya sangat mendukung proses pemuliaan gurame..
smoga hasil na dapat dirasakan secepatna oleh para petani
tak ada kata gagal……………
maju terus perikanan indonesia……,gurame juga pastinya……….
31 August 2008 at 12:00 PM
Pak Sunarma,
Mohon jawaban donk ya…
salam dari pak Dedi dari Singaparna (pembibit gurame soang Semata) & partnet DKP.
Mohon juga informasi pakan alternatif yang baik agar pertumbuhan gurame bisa sempurna, mengingat sekarang harga PELET ikan sudah tidak masuk akal untuk untung di pembesaran.
Salam,
gurame parung
31 August 2008 at 12:06 PM
Terimakasih atas jawabannya via e-mail (japri), akan tetapi yang menjadi ganjalan dan pertanyaan bagi saya dan mungkin para petani lainnya adalah : 1. Apakah ada gurame unggul yang layak untuk dibudidayakan ? maksudnya dengan tinjauan ekonomis.
2. Apakah pemerintah punya niat untuk memprakarsai bibit unggul dengan strain yang jelas untuk gurame ini ? masalahnya kalo ke Tilapia mereka konsisten, kenapa gurame disampingkan.
Terimakasih.
Salam,
Fauzan Kamil