« tips: cari literatur | Main | pemilihan tipe pakan »
pembesaran ikan gurame
By juragan | 28 Januari 2008
Penggunaan kolam dengan kedalaman dua meter atau lebih merupakan teknik budidaya yang relatif baru bagi para pembudidaya ikan. Pembudidaya biasa menggunakan kolam dengan kedalaman berkisar antara 1,0 – 1,2 m. Adopsi teknik budidaya ini dapat memberikan dampak yang positif bagi para pembudidaya, mengingat penambahan rata-rata kedalaman kolam sekitar 80 – 100 cm dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan hingga 400% (dalam pemanfaatan luas) atau 150% (dalam pemanfaatan volume). Secara finansial, pendalaman kolam hanya memerlukan biaya sekitar Rp 30.000/m3 sedangkan biaya perawatan/perbaikan kolam tidak mengalami perubahan.
Tabel Proses Produksi Pembesaran Gurame
|
Deskripsi |
Satuan |
||
| Luas kolam |
M2 |
300 |
300 |
| Kedalaman kolam |
M |
1 |
2 |
| Penanaman |
|||
| Kepadatan |
Ekor/m2 |
3 – 5 |
9 – 11 |
| Ukuran |
Ekor/kg |
250 – 350 |
250 – 350 |
| Jumlah |
Ekor |
900 |
2700 |
| Pemeliharaan |
|||
| Pakan buatan |
% bobot tubuh/hari |
1 – 3 |
1 – 3 |
| Pakan alami |
% bobot tubuh/hari |
1 – 2 |
1 – 2 |
| Pemanenan |
|||
| Ukuran |
Ekor/kg |
600 – 750 |
600 – 750 |
| Sintasan |
% |
85 – 95 |
85 – 95 |
| Jumlah |
Kg |
600 – 700 |
1800 - 2500 |
Penggunaan kolam dengan kedalaman dua meter dapat memberikan dampak positif pada usaha budidaya gurame. Kolom air yang lebih dalam memberikan kesempatan yang lebih lama pada ikan untuk menangkap pakan tenggelam yang diberikan sesuai dengan karakteristik biologi ikan gurame yang cenderung lambat merespon pakan. Selain itu, bentuk ikan yang pipih dengan gerakan yang cenderung dominan vertikal juga dapat lebih mengefisienkan kolom air yang dalam dibandingkan dengan pada kolom air yang dangkal. Tingkah laku ikan gurame yang sangat responsif terhadap gangguan eksternal juga dapat dikurangi pada kedalaman kolam dua meter dibanding dengan satu meter. Walaupun di sisi lain, peningkatan padat tebar pada kolam dua meter dapat mengakibatkan ikan kurang dapat menerima stress internal yang mungkin terjadi, misalnya: gesekan antar ikan saat terjadi kejutan. Selain itu, peningkatan padat tebar juga berimplikasi pada peningkatan beban bahan organik dari sisa pakan dan kotoran ikan sehingga dapat mengurangi daya dukung (carrying capasity) kolam.
Dampak penggunaan kolam dalam yang cenderung kontradiktif tersebut dapat ditunjukkan dari hasil pemeliharaan ikan pada kolam percontohan. Hasil pemeliharaan ikan pada kolam percontohan (kolam dalam, 2 m) relatif tidak berbeda dengan hasil pada kolam pembudidaya (kolam dangkal, 1,0 – 1,2 m), baik dengan sistem produksi monokultur (gurame) maupun polikultur (gurame dengan nila dan gurame dengan nilem).
Dampak positif penggunaan kolam dalam tidak cukup tampak dari adanya peningkatan pertumbuhan ikan yang ditanam dibandingkan dengan kolam dangkal. Peningkatan yang sangat signifikan pada penggunaan kolam dalam dapat diperoleh dari efisiensi penggunaan lahan. Pada luasan lahan yang sama, produksi ikan dengan kolam dangkal dapat ditingkatkan 3-4 kali lipat bila dengan menggunakan kolam dalam sehingga dapat berpengaruh terhadap peningkatan produksi secara total dalam satu kawasan.
Hasil ikan gurame pada sistem monokultur relatif tidak berbeda dengan hasil pada sistem polikultur tetapi terdapat peningkatan nilai tambah dari hasil panen ikan nila atau nilem. Antara ikan utama (gurame) dengan ikan tambahan (nila atau nilem) tampaknya tidak terdapat persaingan untuk mendapatkan sumber makanan, baik pakan utama (pelet buatan) maupun pakan tambahan (hijauan). Meskipun ikan-ikan ini cenderung bersifat herbivora, namun karena dilakukan pengaturan ukuran tanam sehingga persaingan dapat ditekan dan ikan tambahan tampaknya cenderung memanfaatkan sisa metabolisme ikan utama dan sumber makanan lainnya.
Penggunaan pakan buatan tenggelam yang bersumber dari hasil produksi kelompok pembudidaya menunjukkan hasil total yang relatif tidak berbeda dibandingkan dengan menggunakan pakan buatan apung yang bersumber dari pabrik pakan. Secara visual, ikan yang diberi pakan apung tampak berukuran lebih gemuk dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan tenggelam. Namun secara bobot, ikan yang diberi pakan berbeda tersebut relatif tidak berbeda sehingga dari bobot total panenan juga tidak berbeda. Sedangkan pada penanganan pasca panen (transportasi ikan dari kolam sampai pasar), terdapat perbedaan ketahanan tubuh antara ikan dengan sumber pakan yang berbeda tersebut. Ikan yang diberi pakan tenggelam cenderung lebih tahan terhadap tekanan fisiologis saat transportasi dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan apung. Namun demikian, pada kegiatan percontohan ini tidak dilakukan identifikasi secara mendetail dan perlu penelaahan yang lebih lanjut mengenai perbedaan ketahanan tubuh tersebut.
Topics: gurame |
Email This Post
Print This Post
english
indonesian






5 April 2008 at 12:33 PM
Mohon bantuan informasi pak. Saya berniat u merintis usaha budidaya gurame. Sy berencana mengambil kredit u memulai usaha ini. Perkiraan biaya pembuatan kolam u tiap kolam dan modal kerja tiap kolam sd panen brp pak? Ini sy perlukan u merencanakan beli/sewa lahan dan skala yg akan akan sy kembgkan. Mohon bantuanny trimakasi
27 Mei 2008 at 9:59 AM
pak saya minta bantuan sy sedang berbudi daya gurame di kolam tempat sy di indramayu hanya saja air yg sy gunakan kolam air diam (tidak ada aliran masuk dan keluar, ukuran kolam 6 x 6 meter, hal - hal apa yang harus sy perhatikan dan pola pemberian makannya bagaimana. terima kasih atas balasannya sy tunggu email dari bapak
14 Juni 2008 at 11:24 AM
kang ada salam dari pak dedi dahlan tasik.
Saya teh mau nanya.. saya melihara gurame untuk penelitian, tapi pakan saya kok ga dimakan yah,
kalo ngasih makan 2 kali sehari gimana ya???
please answer .. suhu/master
via mail aja ya ke roffi.grandiosa@gmail.com
12 Agustus 2008 at 11:32 AM
Saya berkenginan untuk budidaya gurami
Ada beberapa pertanyaan yang saya ajukan sbb:
1. Dimana untuk mendapatkan sepasang induk yang
berkualitas baik
2. Bagaimana ciri-ciri dan jenis induk yang baik
3. Apakah gurami bagus di lokasi yang beriklim dingin
4. Apakah air yang digunakan air diam atau air mengalir
Terimakasih mohon jawabannya
M.Soehartono - Surabaya
19 Agustus 2008 at 1:57 PM
Pak, lokasi lahan kososng saya di jakarta barat seluas 300 m2 (15 * 20). Apakah memungkinkan untuk budidaya gurame di jkt, perkiraan biaya berapa dan apakah sebagai pemula saya harus membuat beberapa kolam (untuk pembenihan, pendederan dan pembesaran) ataukah bisa membeli bibit dan membuat kolam hanya untuk pembesaran saja.
Terimakasih (tolong reply langsung ke e-mail saya)
9 September 2008 at 9:27 PM
pak saya mau merintis budidaya ikan gurame, apa saja yang harus saya perhatikan?
11 September 2008 at 11:02 PM
untuk merintis budidaya gurame, yang pertama perlu diketahui adalah aspek pasar sehingga produk yang dihasilkan, apapun ukurannya bisa dijual. Hal kedua yang harus dipastikan adalah pilihan proses produksi: pembenihan atau pembesaran. Setelah dua hal tersebut terpilih, baru melangkah ke aspek teknis produksi. untuk teknis produksi, Saya bisa membantu mempersiapkan
20 September 2008 at 10:11 AM
saya ada 2 kolam kecil uk 2 x 2m. saya sdh tanam gurame sekitar 1 th lalu, tapi perkembangannya kelihatannya lambat. apa ada tips lain agar pembesarannya bisa lebih cepat
24 September 2008 at 9:47 AM
asssmalaikum……..
sy mo nanyak gimana ya cara memelihara ikan gurami??
alna sy dah beberapa kali beli benih ikan gurami tapi susah kali hidup nya slalu mati jadi tlong gman cara nya dan kanapa itu bisa trjadi??
21 Oktober 2008 at 11:13 AM
Yg terhormat…..
sy mo tanya, apa yang dimaksud dgn pemejahan?Trus gmn caranya?trus produksi telur setiap pasang induk gurami rata2 brapa y?
tolong dunk dijawab dng jujur…..tnk ya
23 Oktober 2008 at 11:11 AM
Pak Saya mau nanya saya mau buat kolam gurami disamping rumah skala kecil dinding sama lantainya disemen ini ada pengaruh ngak terhadapkan gurami .
trims
24 Oktober 2008 at 10:52 AM
kolam semen bisa dipake baik utk pemdederan maupun pembesaran. biasanya, pada fase benih pertumbuhannya relatif lebih lambat dibanding di kolam tanah tapi bisa survival tinggi. harus diperhatikan, agar suplai pakan selalu mencukupi
29 Oktober 2008 at 11:28 AM
pa…saya sudah beternak gurame untuk pertama kali..namun dirasakan lambat tumbuhnya, padahal makanan gak pernah telat….sekarang sudah 8 bulan, tapi baru sekitar kurang dari 4 ons, saya mau tanya….jenis gurame apa yang pertumbuhannya cepat, misalkan 6 bulan sudah mencapat berat antara 0.5 kg - 1 kg?, terima kasih atas infonya
31 Oktober 2008 at 9:04 PM
@ales comment#151 & #152
untuk info lele piton, mungkin Anda dapat menghubungi pembudidanya di daerah Pandeglang (mungkin bisa melalui Dinas Perikanan kabupaten setempat). mengenai lele SANGKURIANG, dapat ditemukan dengan meng-explore lebih lanjut pada blog ini.
@bimo comment#153
akan lebih baik bila Anda menginformasikan ukuran awal ikan yang ditanam. mengenai lambatnya pertumbuhan, saya kurang sependapat. gurame terasa lama dipelihara karena ukuran konsumsi yang dikehendaki lebih besar dibanding ikan lainnya (misalnya: lele hanya size 150 gram sudah panen dibanding gurame pada size 500 gram). Mengenai jenis gurame yang cepat pertumbuhan, hingga saat ini belum ada data yang valid yang menunjukkan satu jenis gurame lebih cepat. informasi ilmiah yang ada justru menunjukkan bahwa berbagai ’strain’ gurame memiliki pertumbuhan yang tidak berbeda nyata bila dipelihara pada kondisi yang sama.
7 Nopember 2008 at 5:26 PM
terima kasih infonya pak….oh.ya…gurame pertama saya tanam ukuran korek(berapa gram?…) yang saya beli satunya sekitar Rp. 1500 (kemahalan gak yah?) saya beli sebanyak 500 ekor, dengan ukuran 4 x15 meter kedalaman bawah kolam miring dari 1 - 1.5 meter, sekalian nanya pak…saya ditangerang…kalo mau panen di jual sekitar tangerang dimana yah….
terima kasih…sekali lagi atas informasi yang diberikan.
8 Nopember 2008 at 11:37 AM
saya baru mau mulai budidaya gurami, apa dan bagaimana serta berapa modal awalnya soalnya saya pakai modal pinjaman dr bank tolong info selengkapnya terima kasih sebelumnya
8 Nopember 2008 at 10:20 PM
pak saya ingin merintis usaha budidaya gurame.. dan ada hal yang saya ingin tanyakan…berapa luas lahan yang ideal dipakai untuk budidaya yang sehat dan berkembang cepat..
8 Nopember 2008 at 10:21 PM
terima kasih pak
11 Nopember 2008 at 10:05 AM
pak mau tanya…cara membasmi berang-berang yang sering menyerang ikan gurame.
saya sudah melakukan….
kolam sudah dipagar pake bambu dan rapat tapi dia bisa manjat pagar…..
1. penerangan dikolam dengan lampu tembak, tapi berang-berang tetap berani masuk dan mengobrak abrik ikan gurame dikolam
2. sudah saya coba pake racun tikut (pospit)..tapi dia pintar gak mau dimakan, malah tetap menyerang gurame yang dikolam
3. saya ronda dengan cara sembunyi….lalu saya tembak pake senapan angin tapi gak mati…besoknya masih datang lagi….
ada cara lain yang lebih efektif tanpa harus membuat pagar tembok yang rapat?……
terima kasih….
12 Nopember 2008 at 5:33 PM
mohon maaf, Saya terlambat respon karena ada beberapa kerjaan:
@bimo comment-156:
nampaknya ikan yang Anda pelihara, dengan kolam seperti yang Anda infokan, kurang tumbuh secara normal. ukuran korek hingga 4 ons normalnya bisa dicapai 6 bulanan. mungkin manajemen pemeliharaan harus diperbaiki. Ukuran korek dengan harga Rp 1.500 termasuk normal. Info penjualan Saya kurang faham.
@bimo comment-163:
sejauh ini Saya belum punya pengalaman dengan berang-berang. mungkin harus dipagar agak tinggi dan condong ke arah luar. Kalo bisa, cari lubang persembunyiannya.
@Andri comment-157 dan @Satrio comment 158:
sebaiknya Anda memastikan pemasaran produk terlebih dulu kemudian menentukan fase proses produksi: pembenihan atau pembesaran. pembenihan dapat mulai invest dari induk (untuk pemijahan) atau membeli telur (mulai dari penetasan-pendederan). perhitungan modal usaha dan keperluan teknis lainnya (termasuk kebutuhan lahan) dapat saya bantu kemudian.
@Moey comment-160:
thanks support Anda. Kita akan tetap selalu bersama
@susan comment-164:
fase larva belum dapat ditentukan jantan atau betina. sejalan dengan bertambahnya (proses pertumbuhan/perkembangan), gonad akan terdifferensiasi menjadi jantan atau betina, namun sejauh ini fase differensiasi pada gurame belum pernah Saya dapatkan infonya.
Tapi secara visual, pembedaan jantan dan betina pada gurame dapat dilakukan setelah ukuran 4-5 ons/ekor.
18 Nopember 2008 at 2:46 PM
Assalamu’alaikum,
wah, dah jadi juragan nih. kapan-kapan maen ke sukabumi lah mau belajar gurame juga.
Saya bangga euy, dah distribusi ilmu dengan baik. salam yah ka keluarga.
De, kapan nih kumpul?
18 Nopember 2008 at 6:33 PM
Paaaak,jurnal tentang pemuasaan ikan apa judulnya..au disuruh nyari neh pak sama dosen buat literatur laporan..
pak,sad au ney skrg temanya saat ini lgi berjuang buat ujian pkl pak,udah empat kali revisi lap.PKL masih ditolak mulu,,
doain dunk pak biar cepet2 kelar n bisa ujian PKL trus skripsi..
Btw send my regrads 4 indoor university,,hohohoho especially mr.aSep au kangen sm galaknya pak asep n dahinya pak asep yang gak berambut alias botaknya hehehe (ampun pak asep).,
buat pak harjo kangen kumisnya hehehe,pak sambas kalo maen kesby kabar2in au,,
buat bu maya dijaga kandungannya n teh neng misz u aja deh!!
buat my bluph teacher mr.ade alias juragan,jiayo pak untuk mengembangkan mimpi2 bpak selanjutnya..au bantu pake doa n dukungan aja.,
met sbuk.,
keep ur spirit n hop ur dreams come true!!
26 Nopember 2008 at 3:21 PM
info harga bibit n harga jual per kgny donk pak juragan
27 Nopember 2008 at 8:24 PM
untuk pak ade:
Kami peternak gurami di daerah Ciamis Jawa Barat, menyediakan ikan GURAMI SOANG dalam berbagai ukuran; telur/sarang, benih, ukuran konsumsi, maupun indukan. Stok banyak, harga bersaing, dan kualitas terjamin. Menerima pengiriman ke luar daerah/antar pulau.
TERIMAKASIH…
2 Desember 2008 at 12:04 PM
Kepada Pak insan,
saya memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penawaran gurame.
karenannya saya memerlukan alamat lengkap anda juga alamat email anda. mohon dikirm ke pathuri.w@gmail.com
terimakasih