Language

contact me:


Kategori

Recent Posts

Most Viewed

Recent Comments

Blogroll

visitor(s):

visitor stats

« gurame dan manfaatnya | Main | pengelolaan induk ikan (2) »

pengelolaan induk ikan

By juragan | 6 Januari 2008

Pemijahan ikan harus menunggu musim hujan, suplai benih meningkat sementara pemeliharaan di kolam dikurangi, harga benih turun…!!! Kenapa harus menunggu musim hujan? Kalau benih dapat diproduksi di luar musim pemijahan, bukankah keuntungan usaha akan meningkat? Caranya…

Kebanyakan ikan air tawar sudah mengalami domestikasi dan adaptasi pada wadah pemeliharaan yang cukup lama hingga bukan hanya dapat bertahan hidup dan tumbuh tapi juga berkembang biak/memijah.  Secara prinsip, keberhasilan pemijahan pada wadah pemeliharaan dapat dilanjutkan dengan pengaturan musim pemijahan.  Produksi benih tidak harus lagi bergantung pada musim hujan, dimana kebanyakan ikan biasanya memijah.  Pada saat musim kemarau, pemijahan ikan masih dapat dilakukan dan menghasilkan benih untuk pembesaran.

Pemijahan dapat dilakukan bila ada minimal sepasang induk (jantan dan betina) yang matang gonad (bertelur pada betina dan menghasilkan sperma pada jantan).  Bila induk, secara fisiologis, dapat dirangsang untuk melakukan pertumbuhan sampai pematangan gonad, pemijahan akan tetap dapat dilakukan tanpa bergantung musim.  Kuncinya, bagaimana agar gonad dapat berkembang dan matang.

Secara sederhana, gonad dapat terbentuk bila sumber energi yang didapatkan ikan melebihi kebutuhan untuk metabolisme basal dan pertumbuhan.  Energi yang didapatkan akan dialihkan untuk kebutuhan reproduksi.  Energi dihasilkan dari nutrisi (pakan) yang diberikan pada ikan, baik protein, lemak dll.  Kuantitas dan kualitas nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan akan dimanfaatkan secara efisien dan dapat merangsang pertumbuhan gonad.

Pemberian pakan yang kontinyu, bukan hanya menjelang dan saat musim pemijahan, dengan kualitas yang baik dapat merangsang terbentuknya gonad sehingga menghasilkan induk yang siap pijah.  Meskipun dengan jumlah yang terbatas, induk ikan harus tetap diberi pakan, bahkan kalaupun tidak tersedia pakan induk yang khusus dapat menggunakan pakan pembesaran ditambah dengan sumber protein lain, protein hewani untuk ikan cenderung karnivor atau protein nabati untuk ikan cenderung herbivor.  Faktor lainnya, seperti kepadatan ikan dan lingkungan, masih tetap berpengaruh pada keberhasilan pematangan gonad induk namun bukan merupakan faktor kunci, kecuali ikan yang relatif rentan terhadap perubahan musim, misalnya gurame.

Contoh yang mudah ditemukan dari masalah ini adalah ketersediaan induk matang pada ikan mas dan ikan lele (SANGKURIANG ataupun dumbo) diluar musim penghujan. Fenomena ini mestinya juga berlaku untuk ikan lainnya, misalnya ikan patin (beberapa pembenih sudah dapat melakukannya).

versi bahasa inggris bukan merupakan terjemahan dari tulisan ini tapi merupakan bagian paper yang berkaitan dengan masalah pengelolaan induk.

Topics: anekacara perikanan |

Email This Post Email This Post Print This Post Print This Post
please login to http://gravatar.com to appear your avatar in your comment!

One Response to “pengelolaan induk ikan”

  1. Rendy Ginanjar Says:
    9 Januari 2008 at 10:11 AM

    Saya setuju dengan pernyataan diatas. Pada prinsipnya proses pematangan gonad untuk pemijahan diluar musim hujan bisa saja dilakukan. Mungkin selain dari pemberian pakan, proses manipulasi lingkungan yang disesuaikan dengan kondisi yang ideal untuk melakukan pemijahan juga bisa dilakukan. Apabila menilik keberhasilan negara-negara diluar iklim tropis dalam memijahkan ikan-ikan tropis baik dalam ruangan maupun diluar ruangan. Semua itu perlu dicoba. Klo negara yang memiliki 4 musim saja bisa, kenapa kita tidak bisa..

    benar, manipulasi lingkungan dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan gonad. Masalah lingkungan, diluar pakan, pada pemeliharaan induk akan dipost nanti. Sementara ini, key factor dulu. thanks inspirasi ente

Comments