Language

contact me:


Kategori

Recent Posts

Most Viewed

Recent Comments

Blogroll

visitor(s):

visitor stats

« Indonesian Giant Gourami | Main | gurame: pemijahan buatan »

kriopreservasi sperma nilem (1)

By juragan | 10 Juli 2007

Penggunaan Ekstender Madu yang Dikombinasikan dengan Krioprotektan Berbeda pada Pengawetan Sperma Ikan Nilem (Indonesian Sharkminnow, Osteochilus hasseltii Valenciennes, 1842)

A. Sunarma, D.W.B. Hastuti, Y. Sistina
Makalah dipresentasikan pada “Konferensi Aquaculture Indonesia 2007″, Masyarakat Akuakultur Indonesia, Surabaya 05-07 Juni 2007

Kriopreservasi sperma memberikan keuntungan terhadap industri akuakultur (contohnya mempertahankan keragaman genetik induk, memanfaatkan sperma secara efisien dan sinkronisasi reproduksi secara buatan) dan konservasi ex-situ (bank gen spesies terancam punah, organisme indigenous dan strain yang bernilai tinggi). Nilem merupakan model yang mewakili untuk menginvestigasi parameter kriobiologi dasar dan mengembangkan prosedur kriopreservasi untuk ikan yang dibudidayakan secara komersial dan spesies yang terancam punah pada kelompok cyprinid. Penelitian telah dilakukan untuk mengkaji kombinasi efektif antara madu sebagai ekstender dengan dimethyl sulfoxide (DMSO) atau methanol sebagai krioprotektan. Milt diencerkan dengan ekstender (madu 0,5%) pada rasio 1:9 dan krioprotektan ditambahkan pada konsentrasi 5%, 10% atau 15%. Sampel disimpan pada straw 0,5 mL, diequilibrasi pada temperatur 4-5 oC selama 20 menit, diuapkan pada jarak 3 cm diatas permukaan nitrogen cair selama 7 menit kemudian dimasukkan ke dalam nitrogen cair untuk disimpan selama 2 minggu. Sperma diencerkan kembali (thawing) pada temperatur 39-40 oC selama 10-15 detik dan digunakan untuk membuahi 100-200 telur per straw. Persentase motilitas sperma pra-pembekuan tidak berbeda pada semua perlakuan dan motilitas sperma pasca-thawing tertinggi dihasilkan pada kombinasi ekstender madu dengan DMSO 15% (63,33%). Kriopreservasi sperma menggunakan madu dengan DMSO 15% menghasilkan tingkat penetasan tertinggi (87,97%). Penggunaan madu yang dikombinasikan dengan DMSO terbukti layak untuk kriopreservasi sperma ikan nilem, khususnya mengenai motilitas sperma dan keberhasilan penetasan telur yang dibuahi sperma tersebut.

Kata kunci: kriopreservasi sperma, madu, DMSO, metanol, ikan nilem

Topics: publikasi |

Email This Post Email This Post Print This Post Print This Post
please login to http://gravatar.com to appear your avatar in your comment!

Comments